Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Literasi

Puasa dan Literasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
  • visibility 585
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Bulan Ramadan identik dengan kegiatan pengajian kitab kuning dan tadarus Alquran baik di masjid, mushala, dan di pesantren. Kegiatan ini sudah berlaku sejak dahulu sampai sekarang. Antusias masyarakat juga sangat tinggi, hal ini bisa kita lihat baik di masjid, mushola, dan pesantren semua dipenuhi para jamaah yang ingin mendapatkan berkah di bulan yang penuh maghfirah.

Datangnya bulan Ramadan juga dimanfaatkan dengan baik oleh para santri untuk belajar. Belajar di sini tidak hanya untuk menghafal dan mengaji melainkan juga membaca dan menulis (literasi).

Tradisi literasi di pesantren saat bulan Ramadan memiliki makna tersendiri. Dimana para pengasuh pesantren berlomba-lomba menggalakkan pengajian kitab kuning selama puasa. Para qori biasanya membaca kitab kuning sehari bisa mencapai dua sampai empat kitab. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Ramadan di kalangan pondok pesantren.

Selain itu juga saat pengajian kitab kuning berlangsung para santri secara khidmah menyimak dan menulis apa yang dibacakan oleh qori tentang makna dari kitab tersebut. Karena penting bagi santri mengikuti kajian kitab kuning, selain menambah khazanah keilmuan keislaman juga melatih skill santri dalam bidang literasi.

Dimana tanpa mereka sadari adanya kegiatan ngaji kitab kuning selama Ramadan. Ketrampilan literasi santri akan terasah dan wawasan keilmuan yang termaktub dalam kajian klasik kitab kuning juga semakin bertambah. Dengan begitu, kajian kitab kuning tidak hanya berlangsung di bulan Ramadan saja, melainkan eksistensinya akan terus berlanjut selama masih ada santri, kiai, dan pesantren.

Oleh karena itu, dari eksistensi kajian kitab kuning yang terus dijaga dan dirawat di pesantren, maka tak ayal apabila pesantren melahirkan banyak bibit-bibit unggul dan ouput yang membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia Internasional. Misalnya dalam hal ini ada Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Muhammad Sahal Mahfudh, KH. Abddurrahman Wahid (Gus Dur) dan lain sebagainya.

Dari beberapa nama-nama di atas, membuktikan bahwa sumbangsih pesantren terhadap bangsa sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pesantren serius dalam membina dan mendidik para kader muda demi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia.

Dengan demikian, tradisi keilmuan di pesantren memang unik. Ada setidaknya tiga elemen yang membuatnya unik. Pertama, tradisi kitab kuning dapat memastikan pembelajaran berurutan, berjenjang, dan menyeluruh. Ketika santri selesai mempelajari satu kitab dasar, mereka biasanya akan melanjutkan ke kitab lain di tingkat yang lebih tinggi. Jadi, kitab itu seperti tangga: Anda harus menyelesaikan tangga pertama sebelum melangkah ke tangga kedua.

Kedua, kitab kuning memastikan bahwa keilmuan Islam bersanad, memiliki jalur yang jelas dan bersambung hingga Rasulullah Saw. Mereka juga memasukkan keilmuan Islam ke dalam kategori, seperti jika santri belajar kitab Safinah termasuk dalam kategori kitab Syafi’iyyah (mazhab Imam Syafi’i).

Dengan mengetahui judul sebuah kitab, kita dapat mengidentifikasi siapa penulisnya dan bagaimana dia berguru kepada siapa saja, menentukan apakah keilmuannya bersambung ke Rasulullah atau tidak.

Ketiga, belajar kitab kuning sekaligus memungkinkan berbagai metode pendidikan yang berbeda. Ini disebabkan fakta bahwa kitab kuning sendiri dikenal dengan berbagai nama metode pembelajaran, seperti bandongan, sorogan, musyawarah kubra, bahtsul masail, dan lain-lain. Selain itu, pola pembelajaran seperti ini menunjukkan adanya variasi pembelajaran yang saling mendukung. Jadi, ketika tradisi kitab kuning di pesantren dipelajari dengan serius, itu akan menghasilkan pengetahuan yang lengkap, luas, dan mendalam.

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid Memakmurkan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.591
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Saya dulu sempat jengkel karena mau salat, tapi masjid digembok. Hal itulah yang melatarbelakangi saya menulis Ketika Masjid Digembok pada Alif.id terbit Kamis 17 Mei 2018. Pada 9 Juni 2018, sebenarnya saya juga sudah nulis di Islami.co berjudul Saatnya Masjid Memakmurkan Masyarakat. Pada tulisan kali ini bukan mengulang, tapi mencoba mengulik dari […]

  • Salah seorang demonstran berorasi di depan Kantor Bupati, Pati. Sebelumnya, mereka juga berunjuk rasa di depan Kantor DPRD

    PMII Cabang Pati Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    PATI-  Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati lakukan aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (11/4). Para mahasiswa mulai datang sekira pukul 10.00 WIB dengan membentangkan berbagai poster bertuliskan bentuk protes terhadap kenaikan harga-harga. Mulanya, puluhan mahasiswa tersebut ditemui oleh Wakil Ketua II DPRD […]

  • PCNU-PATI Photo by Martin Marek

    Tonjolisasi

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban malam. Menjelang rehat, rumah saya selalu didatangi teman-teman baik dari tetangga, kolega kerja, bahkan orang yang baru saja bertutur sapa pun bisa rehat, istirahat di rumah. Semuanya dengan maksud dan tujuan berbeda-beda. Ada yang sekadar ngopi saja dengan jangongan ngalor ngidul ngetan ngulon tanpa tentu arah. Saya hanya menjadi […]

  • PCNU - PATI

    Ayo Berdonasi Lewat LAZISNU Pati

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Pati- NU Care Lazisnu Pati terhitung mulai hari ini Kamis (14/7) melakukan penggalangan donasi untuk para korban banjir yang ada di beberapa wilayah kabupaten Pati. Intensitas hujan yang begitu deras membuat beberapa wilayah di kabupaten Pati terendam banjir. Banyak kerugian materiil maupun non materiil akibat banjir ini. Akses jalan tertutup dan bahkan ada beberapa rumah […]

  • Fatayat dan DLH Pati Bersatu Perangi Sampah

    Fatayat dan DLH Pati Bersatu Perangi Sampah

    • calendar_month Sel, 27 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    PATI – Menjaga lingkungan merupakan kewajiban bagi seluruh umat manusia. Bagaimanapun, manusia membutuhkan lingkungan yang baik untuk hidup yang sehat. Dalam konteks islam, hal ini disebut dengan konsep rahmatan lil alamin. Islam yang menjadi payung bagi semesta alam. PC Fatayat NU bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pati, Ir. Purwadi (17/8). Foto: Fatayat NU Alam […]

  • MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    • calendar_month Rab, 25 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    WINONG – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Winong menggelar pelantikan pengurus pada Rabu, 25/12 2019, menghadirkan KH. Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU Jateng, yang memberikan pembinaan langsung. Acara yang bertempat di gedung NU Kecamatan Winong tersebut juga bersamaan dengan pelantikan pengurus Muslimat, GP Ansor, Pengurus Ranting, dan Banom lainnya. Pelantikanyang berlangsung khidmat tersebut sekaligus […]

expand_less