Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Lailatulqadar dalam Teori Habituasi

Lailatulqadar dalam Teori Habituasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
  • visibility 9.999
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda

 

Lailatulqadar ( لَيْلَةِ الْقَدْرِ) atau biasa ditulis Lailatul Qadar sudah sering saya tulis. Saya mendata yaitu Lailatul Qadar: Momentum Perubahan (Koran Wawasan, 2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (Alif.id, 2018), Misteri Lailatul Qadar (Pcnupati.or.id, 2024), Kapan Terjadinya Lailatul Qadar? (2025), Ramadan: Bulan Matematika dan Cinta (Inisnu.ac.id, 2016). Dari tulisan-tulisan ini, sudah banyak perspektif yang saya ketik sejak 2013 silam.

 

Dalam kesempatan kali ini di pcnupati.or.id, saya ingin membedah teori habituasi. Bukan lagi membahas kapan Lailatul Qadar terjadi.

 

Dalam psikologi, habituasi pada awalnya merujuk proses pembiasaan perilaku manusia lewat pengulangan kontinu atau secara berkesinambungan. Seorang manusia secara berulang yang melakukan aktivitas tertentu akan membangun “pola kebiasaan”, akhirnya menjadi bagian dari karakter dirinya. Ketika ditarik ke dalam praktik ibadah Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir, baik di masjid, musala, rumah, kita bisa melihat bagaimana proses pembiasaan ini bekerja secara spiritual sekaligus psikologis.

 

Kanjeng Nabi Muhammad Saw dalam tradisi Islam menyeru pada umat Islam serius beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Apa bentuknya? Tadarus Al-Quran, iktikaf, memperbanyak doa, Qiyamul lail, zikir, yasinan, tahlilan, takbir, dipraktikan dengan intens saat beberapa malam ganjil dengan berturut-turut di akhir Ramadan. Pengulangan ini, dari sudut pandang psikologi perilaku, tak hanya urusan ritual, melainkan menjadi proses pembentukan sebuah habit (kebiasaan).

 

Teori Habituasi Ramadan

Ivan Petrovich Pavlov dalam karya jadulnya bertajuk Conditioned Reflexes: An Investigation Of The Physiological Activity Of The Cerebral Cortex (1927), menegaskan sebuah teori pembelajaran melalui pengulangan. Pavlov melakukan sebuah eksperimen klasik soal refleks terkondisi, yang mengungkap perilaku bisa terbangun lewat asosiasi yang konsisten alias terus-menerus. Meski eksperimen ini dipraktikkan di ruang laboratorium, namun prinsip sama berlaku dalam kehidupan manusia pada umumnya, yaitu pengulangan melahirkan kebiasaan. Habit lah intinya!

 

Pada konteks artikel ini, di malam-malam ganjil menjelang akhir bulan suci Ramadan, pemandangan di sekitar kita membangun pola berulang yang sudah lazim. Artinya, tiap malam-malam menjelang akhir Ramadan pada malam ganjil, jutaan muslim terbiasa bangun, bermunajat, iktikaf, zikir, membaca Al-Quran, berdoa, dan melakukan refleksi diri selama Ramadan. Meski sadar, tradisi tersebut menanamkan ritme spiritual yang akhirnya membentuk kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari mereka.

 

Dalam buku klasik bertajuk The Principles of Psychology (1890), William James berpendapat kebiasaan merupakan “mesin penghemat energi” dalam kehidupan umat manusia. Saat suatu perilaku dipraktikkan secara berulang-ulang, kontinu, istikamah, bolak-balik, maka otak akan membentuk jalur perilaku yang membuat tindakan itu makin mudah dilakukan. Artinya, hal ini menegaksan bahwa kebiasaan mengubah sesuatu yang awalnya sulit menjadi alami. Isa karena terbiasa. Witing tresna jalaran saka kulina. Itu teori orang Jawa.

 

Dalam buku Science and Human Behavior (1965), B. F. Skinner dalam perspektif behaviorisme memberikan pandangan perilaku manusia sangat dipersuasi pola latihan berulang dan reinforcement (penguatan). Saat tindakan memberi sebuah makna atau kepuasan batin, mereka dominan mengulangi, mengulangi, mengulanginya lagi sampai menjadi kebiasaan atau habit.

 

Ketika doktrin tersebut diterapkan dalam rangka mengkaji praktik ibadah di malam-malam ganjil di bulan suci Ramadan, maka pencarian Lailatul Qadar hakikatnya berisi proses “habituasi spiritual.” Apa maksudnya? Artinya, ibadah yang dipraktikkan umat Islam dengan kontinu selama sepuluh malam-malam ganjil di bulan Ramadan membentuk disiplin batin. Umat Islam melakukan aktivitas bangun malam akan lebih enteng, iktikaf lebih serius, berdoa menjadi lebih khusyuk, membaca Al-Quran menjadi lebih rutin, dan lainnya.

 

Habit yang Baik

Ramadan tentu bulan yang penuh ibadah. Rutin. Rajin. Disiplin. Bahkan, juga sampai kekeselen. Heheha Ya, saat umat Islam merasakan ketenangan iktikaf, zikir, membaca Al-Qur’an dengan tenang, atau merasakan kedekatan dengan Allah Swt, atau berdoa di malam hari di akhir malam Ramadan pada malam ganjil, pengalaman itu menjadi “penguatan batin” yang kemudian memotivasinya mengulangi, mengulangi, dan mengulangi tindakan sama.

 

Uniknya, sejak awal tradisi Islam tersebut telah memahamkan urgensi pembiasaan dalam rangka untuk membentuk karakter baik. Beragam ibadah dalam Islam yang bersifat repetitive (pengulangan), sebut saja puasa Ramadan tiap tahun, zikir harian, tadarus Al-Quran secara rutin, zakat tiap tahun, salat lima waktu dan lainnya. Rentetan praktik baik itu mengonstruksi ritme spiritual yang akhirnya dapat membentuk kepribadian seorang muslim.

 

Kebiasaan adalah unsur penting dalam pembentukan akhlak. Hal ini sudah dikaji dalam pandangan pemikiran Islam klasik. Sebut saja seperti Ibn Miskawaih. Dalam kitab Kitāb Tahdhīb Al-Akhlāq Wa-Taṭhīr Al-Aʻrāq, Ibn Miskawaih berpandangan akhlak manusia terkonstruksi lewat latihan dan pembiasaan yang konsisten. Tindakan baik tak lahir dengan spontan, melainkan dikonstruksi lewat latihan yang panjang dan konsisten.

 

Ketika teori barat dan pandangan Islam ini diintegrasikan, maka Lailatul Qadar intinya tidak sekadar “satu malam yang penuh keajaiban,” melainkan menjadi “strategi pendidikan spiritual.” Apa maksudnya? Islam tak hanya memberikan pengetahuan secara pasti kapan malam itu terbongkar. Namun justru sebaliknya, manusia disarankan untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Begitu!

 

Pertanyaannya, kapan kita menemukan Lailatul Qadar? Anda apakah sudah pernah merasakan dan menemukannya? Jika pernah, tolong dong saya dikasih tahu!

 

Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar 'Pesta Babi', Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

    Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar ‘Pesta Babi’, Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.007
    • 0Komentar

      PATI – Halaman Pondok Pesantren Al-Asas Mubtadi’in, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dipadati ratusan santri dan masyarakat umum pada Kamis (14/5/2026) malam. Mereka berkumpul untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter terbaru karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. ​Pengasuh Ponpes Al-Asas, Muhammad […]

  • NU Pati Dirikan Posko Peduli  Banjir di 5 Kecamatan

    NU Pati Dirikan Posko Peduli Banjir di 5 Kecamatan

    • calendar_month Sen, 8 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

      PATI, Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Pati belakangan ini,sejumlah areal persawahan dan permukiman warga di 18 desa dari enam kecamatan tergenang banjir. Melihat hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati langsung merespon cepat dengan mendirikan posko Peduli yang  tersebar di lima kecamatan terdampak.     “Posko NU Peduli berada di sekitar […]

  • Perdana, KPC IPNU IPPNU Pati Gelar Bimtek

    Perdana, KPC IPNU IPPNU Pati Gelar Bimtek

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

      17 peserta relawan KPC IPNU IPPNU Kabupaten Pati yang berasal dari PAC Cluwak, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Tayu, Juwana, Batangan, Trangkil, Kayen, Gabus dan Winong. PATI-Komisi Penjaringan Calon (KPC) PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi para relawan KPC. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung PCNU Lt 3 pada Senin (02/8). Abdul Ghofur, […]

  • PCNU-PATI

    MA Walisongo Pecangaan Bekali Siswa Wawasan Studi Lanjut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara membekali peserta didik kelas XII dengan wawasan studi lanjut dan jenjang karir yang berlangsung di Laboratorium Multimedia, Ahad (21/1). Hadir dalam kegiatan Kepala MA Walisongo Ainun Najib, Direktur Eksekutif Yayasan Walisongo Adib Khoiruz Zaman, dan narasumber alumnus UGM Achmad Widiatmoko. Juga 37 peserta didik jurusan IPA […]

  • Mahasiswa Akper Alkautsar Temanggung Lakukan Ikrar

    Mahasiswa Akper Alkautsar Temanggung Lakukan Ikrar

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Temanggung – Kegiatan iqrar merupakan kegiatan sumpah bagi mahasiswa Akper Alkautsar Temanggung yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun sekali. Agenda ini didasari dengan Peraturan Akademik Akper Alkautsar Temanggung, yang menyatakan bahwa sebelum mahasiswa melaksanakan praktik klinik keperawatan, mahasiswa harus menjalani iqrar atau sumpah. Peserta kegiatan adalah mahasiswa semester 3 Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung, yang telah […]

  • Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Selasa 12 Januari 2015 bertempat di Pondok Pesantrean APIK Kajen Margoyoso Pati. Perpustakaan Mutamakkin mengadakan bedah buku Kuntul Nucuk  Bulan, sebuah Novel yang bercerita tentang dunia Pesantren, karya Sahal Japara. “Ini adalah salah satu program jangka pendek yang lakukan oleh Perpustakaan Mutamakkin, sebagai ajang motivasi terhadap para santri apabila santri pun mampu menulis sebuah buku, […]

expand_less