Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Soal Lailatulqadar atau Lailatul Qadar, telah saya tulis sejak dulu. Dimulai dari Lailatul Qadar Momentum Perubahan (2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (2018), dan Misteri Lailatul Qadar (2024). Namun, saya masih penasaran dan belum benar-benar merasakan dan mengetahui terjadinya Lailatul Qadar.

Dalam berbagai kesempatan kita pasti sudah paham bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Lailatul Qadar menjadi salah satu malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam di bulan Ramadan. Keistimewaannya yang luar biasa membuatnya menjadi momen yang sangat penting bagi setiap Muslim. Malam ini memberikan kesempatan emas untuk memperoleh ampunan Allah, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Namun, banyak yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya Lailatul Qadar itu terjadi? Bagaimana kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya?

Lailatul Qadar disebutkan dalam Al-Qur’an dengan sangat istimewa dalam surat Al-Qadar (QS. 97:1-5). Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 1-3)

Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan. Pahala yang diterima pada malam itu jauh lebih besar daripada amal yang dilakukan selama seribu bulan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk berusaha menghidupkan malam ini dengan ibadah, doa, dan permohonan kepada Allah.

 Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Meskipun tidak ada yang tahu dengan pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk yang sangat jelas mengenai malam tersebut. Dalam beberapa hadis, beliau menyebutkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29). Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, malam Lailatul Qadar bisa terjadi pada salah satu malam dari lima malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir Ramadan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan beribadah secara sungguh-sungguh sepanjang sepuluh malam terakhir ini, karena malam yang penuh keberkahan itu bisa datang kapan saja.

Menghidupkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh rahmat dan ampunan, dan kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan semua itu dengan menghidupkannya dengan ibadah. Bagaimana cara kita bisa menghidupkan Lailatul Qadar dan meraih segala keberkahan yang ada di malam yang istimewa itu?

Pertama, salat malam (tahajud). Salah satu amalan utama yang bisa dilakukan pada malam Lailatul Qadar adalah salat malam, atau tahajud. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mendirikan salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat tahajud merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan berdoa dengan penuh harapan. Setiap rakaat yang dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk di malam itu akan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Kedua, memperbanyak doa dan permohonan. Selain salat malam, memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar adalah cara lain untuk meraih keberkahan malam tersebut. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sangat istimewa untuk dibaca pada malam ini: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, lagi Maha Mulia, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi).

Doa ini mengandung permohonan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan rahmat-Nya yang besar. Kita juga dapat memanjatkan doa-doa lain, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam di seluruh dunia.

Ketiga, membaca Al-Qur’an. Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, dan di malam Lailatul Qadar, membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Kita harus berusaha untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an, baik di siang hari maupun malam hari. Membaca Al-Qur’an dengan penuh pemahaman dan khusyuk adalah salah satu bentuk ibadah yang paling utama, dan akan mendekatkan kita kepada Allah.

Keempat, sedekah dan berbuat kebaikan. Tidak hanya ibadah dalam bentuk salat dan doa, tetapi sedekah dan perbuatan baik lainnya juga sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Membantu orang lain, memberi makan orang yang membutuhkan, atau berbuat baik dalam bentuk lainnya akan mendatangkan pahala yang besar. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap amal kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya.

Lailatul Qadar adalah anugerah yang sangat besar dari Allah bagi umat Islam. Untuk itu, kita harus menghadapi malam tersebut dengan penuh keseriusan. Jangan sampai kesempatan emas ini berlalu begitu saja tanpa kita memanfaatkannya dengan ibadah yang maksimal.

Untuk menghidupkan Lailatul Qadar, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas ibadah kita. Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki diri, untuk memperbanyak amal shalih, dan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setiap malam di sepuluh malam terakhir adalah peluang yang berharga. Jangan sia-siakan waktu tersebut. Mari berusaha agar kita bisa merasakan keberkahan Lailatul Qadar dan mendapat ampunan dari Allah.

Selain beribadah sendiri, mari ajak keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita untuk bersama-sama menghidupkan malam Lailatul Qadar. Ingat, tidak ada yang tahu kapan malam tersebut akan datang, namun kita bisa memaksimalkan setiap malam dengan beribadah dengan penuh kesungguhan. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk menghidupkan Lailatul Qadar dengan ibadah yang penuh keikhlasan dan berharap rahmat-Nya.

Semoga kita semua dapat meraih Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah, dan mendapatkan ampunan serta rahmat dari Allah Swt.

Apakah Anda sudah menemukan dan mendapatkan Lailatul Qadar? Tolong beri tahu saya!

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambulans PCNU 100% untuk Umat

    Ambulans PCNU 100% untuk Umat

    • calendar_month Rab, 15 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Ambulans PCNU Mengantarkan ibu Sugiati, warga Trangkil untuk berobat di RSUD Soewondo. PATI – PCNU Pati menghadirkan mobil ambulans untuk umat. Hadirnya mobil ini sangat membantu masyarakat Pati yang membutuhkan layanan antar jemput pasien sakit.  “Keberadaan mobil ambulans PCNU layanan ini bukan hanya sekedar pengadaan untuk menunjukkan pengabdian kepada masyarakat. Tetapi memang besar manfaatnya untuk […]

  • GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Senin (2/9). Ada beberapa agenda yang dibahas dalam rakor tersebut. Diantaranya adalah koordinasi Selametan Bumi Pesantenan, Pembaretan seribu Banser, istighotsah kubro dan khotmil qur’an bil ghoib sebanyak seratus khataman. “Banyak program kerja yang harus kita selesaikan. Ada proker jangka pendek dan jangka panjang. Dan […]

  • Indonesia Tetap Merdeka, Meski Rakyat Sengsara

    Indonesia Tetap Merdeka, Meski Rakyat Sengsara

    • calendar_month Rab, 7 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Baru bulan lalu kita tertawa bahagia merayakan hari kemerdekaan, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, Merdeka, Sekali merdeka tetap merdeka, Kita tetap setia tetap sedia, sepenggal lirik dari lagu Coklat. Dan bulan lalu kita merayakan Kemerdekaan yang ke 77 tahun, beraneka ragam, bermacam macam perlombaan di hadirkan […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Selasa, 28/3. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

  • PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis Untuk Santri Lirboyo

    PCNU Pati Gelar Rapid Test Gratis Untuk Santri Lirboyo

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    NU Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati gelar Rapid Test gratis bagi Himpunan Santri Pati Lirboyo (Hispal), bertempat di halaman gedung PCNU, Sabtu (4/7/2020). Kegiatan rapid test gratis untuk santri Pondok Pesantren Lirboyo yang diikuti oleh 93 santri ini terlaksana atas inisiatif PCNU Pati Peduli Covid-19 dan Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU […]

  • Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    Seruput Kopi, Tempat Ngopi di Sekarjalak Margoyoso Langganan Para Santri

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.345
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Siapa sangka rumah kuno di Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, yang disulap jadi kedai kopi kini menjadi tempat favorit para pemuda untuk bersantai. Kedai itu bernama Seruput Kopi. Di sana menyajikan aneka makanan dan minuman dengan harga yang sangat terjangkau. Terletak dekat dengan Desa Kajen yang merupakan kota santrinya Bumi Mina […]

expand_less