Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
  • visibility 529
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Soal Lailatulqadar atau Lailatul Qadar, telah saya tulis sejak dulu. Dimulai dari Lailatul Qadar Momentum Perubahan (2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (2018), dan Misteri Lailatul Qadar (2024). Namun, saya masih penasaran dan belum benar-benar merasakan dan mengetahui terjadinya Lailatul Qadar.

Dalam berbagai kesempatan kita pasti sudah paham bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Lailatul Qadar menjadi salah satu malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam di bulan Ramadan. Keistimewaannya yang luar biasa membuatnya menjadi momen yang sangat penting bagi setiap Muslim. Malam ini memberikan kesempatan emas untuk memperoleh ampunan Allah, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Namun, banyak yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya Lailatul Qadar itu terjadi? Bagaimana kita bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya?

Lailatul Qadar disebutkan dalam Al-Qur’an dengan sangat istimewa dalam surat Al-Qadar (QS. 97:1-5). Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar: 1-3)

Malam Lailatul Qadar memiliki banyak keutamaan. Pahala yang diterima pada malam itu jauh lebih besar daripada amal yang dilakukan selama seribu bulan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk berusaha menghidupkan malam ini dengan ibadah, doa, dan permohonan kepada Allah.

 Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?

Meskipun tidak ada yang tahu dengan pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk yang sangat jelas mengenai malam tersebut. Dalam beberapa hadis, beliau menyebutkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29). Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan demikian, malam Lailatul Qadar bisa terjadi pada salah satu malam dari lima malam ganjil dalam sepuluh malam terakhir Ramadan. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri dengan beribadah secara sungguh-sungguh sepanjang sepuluh malam terakhir ini, karena malam yang penuh keberkahan itu bisa datang kapan saja.

Menghidupkan Lailatul Qadar

Lailatul Qadar adalah malam yang penuh rahmat dan ampunan, dan kita memiliki kesempatan untuk mendapatkan semua itu dengan menghidupkannya dengan ibadah. Bagaimana cara kita bisa menghidupkan Lailatul Qadar dan meraih segala keberkahan yang ada di malam yang istimewa itu?

Pertama, salat malam (tahajud). Salah satu amalan utama yang bisa dilakukan pada malam Lailatul Qadar adalah salat malam, atau tahajud. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mendirikan salat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salat tahajud merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, dan berdoa dengan penuh harapan. Setiap rakaat yang dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk di malam itu akan mendapatkan pahala yang luar biasa.

Kedua, memperbanyak doa dan permohonan. Selain salat malam, memperbanyak doa pada malam Lailatul Qadar adalah cara lain untuk meraih keberkahan malam tersebut. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sangat istimewa untuk dibaca pada malam ini: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, lagi Maha Mulia, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi).

Doa ini mengandung permohonan agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan rahmat-Nya yang besar. Kita juga dapat memanjatkan doa-doa lain, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun umat Islam di seluruh dunia.

Ketiga, membaca Al-Qur’an. Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, dan di malam Lailatul Qadar, membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Kita harus berusaha untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an, baik di siang hari maupun malam hari. Membaca Al-Qur’an dengan penuh pemahaman dan khusyuk adalah salah satu bentuk ibadah yang paling utama, dan akan mendekatkan kita kepada Allah.

Keempat, sedekah dan berbuat kebaikan. Tidak hanya ibadah dalam bentuk salat dan doa, tetapi sedekah dan perbuatan baik lainnya juga sangat dianjurkan di malam Lailatul Qadar. Membantu orang lain, memberi makan orang yang membutuhkan, atau berbuat baik dalam bentuk lainnya akan mendatangkan pahala yang besar. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap amal kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya.

Lailatul Qadar adalah anugerah yang sangat besar dari Allah bagi umat Islam. Untuk itu, kita harus menghadapi malam tersebut dengan penuh keseriusan. Jangan sampai kesempatan emas ini berlalu begitu saja tanpa kita memanfaatkannya dengan ibadah yang maksimal.

Untuk menghidupkan Lailatul Qadar, kita harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas ibadah kita. Ramadan adalah bulan untuk memperbaiki diri, untuk memperbanyak amal shalih, dan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setiap malam di sepuluh malam terakhir adalah peluang yang berharga. Jangan sia-siakan waktu tersebut. Mari berusaha agar kita bisa merasakan keberkahan Lailatul Qadar dan mendapat ampunan dari Allah.

Selain beribadah sendiri, mari ajak keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar kita untuk bersama-sama menghidupkan malam Lailatul Qadar. Ingat, tidak ada yang tahu kapan malam tersebut akan datang, namun kita bisa memaksimalkan setiap malam dengan beribadah dengan penuh kesungguhan. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk menghidupkan Lailatul Qadar dengan ibadah yang penuh keikhlasan dan berharap rahmat-Nya.

Semoga kita semua dapat meraih Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah, dan mendapatkan ampunan serta rahmat dari Allah Swt.

Apakah Anda sudah menemukan dan mendapatkan Lailatul Qadar? Tolong beri tahu saya!

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meneguhkan Dakwah Lewat Tulisan

    Meneguhkan Dakwah Lewat Tulisan

    • calendar_month Kam, 27 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Anak Cabang IPNU & IPPNU Wedarijaksan mengadakan pelatihan jurnalistik dengan mendatangkan Mely Lestari dan Rida Yulia penulis lepas asal Pati, bertempat di aula Kantor MWCNU Wedarijaksa, beberapa waktu lalu. Ketua IPNU Cabang Pati, Muhammad Maksum memaparkan perlu adanya  Gerakan Ayo Menulis buat kader-kader NU salah satunya melalui IPNU&IPPNU. “ Karena gerakan tersebut […]

  • Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di Gedung NU lantai III Pengurus Cabang LP Ma’arif Pati mengadakan diskusi terkait pengembangan Guru Madrasah yang harus mengembangkan Penelitian Tindakan Kelas, sebanyak 60 guru madrasah dari berbagai jenjang mulai MI, MTs. dan MA di wilayah kabupaten Pati yang tergabung dalam LP Ma’arif, acara berlangsung selama sehari penuh antusias mengikuti kegiatan pengembangan diri […]

  • Aklamasi, Qohar Jadi Panglima Anyar Ansor Margorejo

    Aklamasi, Qohar Jadi Panglima Anyar Ansor Margorejo

    • calendar_month Sel, 14 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

      KH. Ahmad Yazid, Syuriyah MWC NU Margorejo memberikan wejangan kepada para kader Ansor dalam pembukaan Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Margorejo MARGOREJO – PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati melaksanakan konferensi pada Minggu (12/12) malam. Pelaksanaan hajat dua tahunan ini diadakan di MI Terpadu Al Madani Margorejo.  M. Burhan, ketua sebelumnya, […]

  • PCNU Pati Hadiri Public Hearing Raperda Pesantren yang Digelar DPRD

    PCNU Pati Hadiri Public Hearing Raperda Pesantren yang Digelar DPRD

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, menggelar public hearing, Jumat (11/11/2022) siang, di Ruang Paripurna. Kegiatan ini dalam rangka tindak lanjut terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesantren, yang tengah digodok oleh Komisi D DPRD Pati. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, KH Yusuf Hasyim memyampaikan terimakasih kepada Dewan Pati karena sudah […]

  • MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

    MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.795
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Makan bergizi gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Banyaknya kasus keracunan yang mencapai angka lima ribu lebih menjadikan program ini menunai kritik pedas. Wali murid dan publik sangat menyayangkan kasus keracunan ini. Analisis banyak kalangan menyatakan bahwa anggaran besar MBG yang mencapai 335 triyun ini jika tidak diawasi dengan ketat dan disiplin […]

  • Tulis Buku hingga Viral, Ini Misi Gus Nanal

    Tulis Buku hingga Viral, Ini Misi Gus Nanal

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Kiai Nanal Ainal Fauz atau akrab disampa Gus Nanal kembali membuat gebrakan. Kiai muda asal Pati itu, baru-baru ini melaunching sebuah buku dengan tema yang cukup ramai dipergunjingkan khalayak. Hingga berita ini diturunkan, buku dengan judul Fakta Sejarah: Hubungan Ulama Nusantara dan Sadah Ba’alawi tersebut sudah laku ribuan copy. Padahal, buku terbitan […]

expand_less