Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
  • visibility 467
  • comment 0 komentar

Berbicara mengenai perempuan, tentunya banyak sekali perspektif yang disematkan kepada-Nya. Mulai dari macak, masak, dan manak. Hal ini tentunya sangat lumrah di kehidupan masyarakat. Selain itu perempuan juga dipandang lemah dan tidak memiliki kekuatan sepertihalnya laki-laki. Sehingga dari situ, perempuan dinilai tidak sepadan dengan laki-lki. Karena dalam kodratnya perempuan memang ditakdirkan sebagai pendamping suami dalam berumahtangga, tetapi dalam analisis gender ada beberapa ranah perempuan juga bisa menjadi leader atau juga bisa meniti pekerjaan sepertihalnya kaum laki-laki. Oleh karena itu,dalam ranah analisis gender yang dipopulerkan oleh Mansur Fakih dalam bukunya Analisis Gender dan Transformasi Sosial menyinggung tentang ketidakadilan dalam peran.

Adapun dalam buku seperti memakai kacamata yang salah; membaca perempuan dalam gerakan radikal menunjukkan perempuan sebagai agensi terjadinya radikalisme, ekstremisme, dan sampai pada aksi bom bunuh diri.

Menurut Lies Marcoes, perempuan sering memainkan peran pendukung yang sangat aktif dalam gerakan ekstremisme. Mereka menjadi teman setia bagi para suami dan mendukungnya sebisa mungkin. Mereka mendidik anak-anak mereka dengan pemahaman-pemahaman radikal. Mereka membatasi diri di rumah, memandang ruang publik merupakan fitnah bagi perempuan. Namun sejatinya, mereka mengadopsi cara hidup yang demikian itu dipahami sebagai bentuk jihad. Mereka secara sadar mencari kehidupan semacam itu. Dan kasus bom bunuh diri di Surabaya menunjukkan bagaimana perempuan telah melangkah lebih jauh, yakni terlibat dalam tindakan kekerasan. Hlm (15).

Mengapa Perempuan Terlibat dalam Gerakan Radikal

Di beberapa negara, sejumlah remaja perempuan hilang dengan sebab yang mengejutkan. Mereka ditengari bergabung dengan kelompok teroris berlatar ideologi agama, seperti ISIS. Di Inggris, tiga remaja perempuan minggat ke Suriah melalui Turki. Di Indonesia, satu keluarga yang berisi perempuan hamil, anak balita, dan bayi menyelinap keluar dari rombongan di Turki dan diduga hendak ke Suriah. Belakangan seorang mahasiswi fakultas farmasi asal Demak raib dan diduga ikut laki-laki beristri yang konon pernah ditangkap Densus 88 di solo. Mereka berhijrah ke Suriah. Satu remaja perempuan dari Jawa Barat serta keluarga dengan anak satu dari Priangan Timur juga ikut masuk dalam catatan.

Pertanyaannya mengapa perempuan ikut-ikutan kelompok radikal? Analisis tentang gerakan dan jaringan radikal jarang melihat keterkaitan itu. Kalaupun ada, analisisnya cenderung simplistis. Misalnya, remaja perempuan kepincut laki-laki ganteng yang mengajaknya menjadi bidadari dunia-akhirat. Namun, pastilah tak sederhana itu. Sebab, alasan lebih substantif sebetulnya bisa didalami, misalnya dengan melihat posisi perempuan dalam struktur masyarakat patriarki dan hasrat luhur mereka yang ingin mewujudkan tatanan sosial dan negara ideal yang dilandasi hukum tuhan, yang biasa disalurkannya lewat keterlibatan dalam gerakan radikal. Hlm (57)

Merindukan Pengakuan

Selain beranak-pinak, perempuan dalam kelompok radikal juga ingin mendapatkan posisi sosial yang tinggi di kelompoknya. Pertama-tama tentu itu bisa terwujud jika ia dipilih sebagai istri atau salah satu istri pimpinan kelompok.

Kedua, mereka mampu menjadi penafsir gagasan abstrak ke dalam aksi yang konkret. Ketrampilan mereka dalam berbagai bidang, misalnya teknologi informasi, bahasa, intelejen, mata-mata, pembobolan internet banking, atau kemampuan merakit bom yang mengagumkan menjadi alasan penting bagi perempuan muda bergabung dalam gerakan radikal.

Cukup jelas bahwa ada motivasi kuat bagi perempuan muda untuk terlibat dalam gerakan radikal. Mereka merindukan pengakuan atas peran dan posisinya sebagai pejuang dalam gerakan penegakan khilafah atau syariah. Mereka ingin diakui eksistensinya di dalam perjuangan mewujudkan sebuah negara ideal sesuai dengan ideologi yang diyakininya. Hlm (64).

Sebagai penutup, buku ini memberikan kontribusi penting dalam diskursus tentang ekstremisme islam. Karya ini menunjukkan pentingnya analisis yang mengedepankan pemahaman, praktik, dan harapan bagaimana seharusnya menjadi laki-laki dan perempuan dalam perspektif Islam sebagaimana yang mereka pahami. Buku ini akan mendorong kita ke arah pemahaman yang lebih mendalam tentang keterlibatan perempuan dalam gerakan ekstremisme islam, dan juga akan membantu kita dalam melihat bagaimana dinamika gerakan kegamaan ekstremis berbasis gender mengalami perubahan dan perkembangan.  Hlm (17).    

Judul Buku      : Seperti Memakai Kacamata Yang Salah, Membaca Perempuan dalam Gerakan Radikal

Penulis             : Lies Marcoes

Penerbit           : Afkaruna

Tahun Terbit   : 2022

Tebal Halaman: 128

ISBN               : 978-623-9717124 Peresensi         : Siswanto

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • black and gray atm machine

    ATM

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

      Oleh : Niam At Majha   Sore kemarin sebelum pulang kerumah saya sempatkan untuk mampir pada sebuah ATM untuk menarik uang tunai. Ternyata di tempat tersebut antriannya cukup banyak, untung saja pihak bank telah menyediakan kursi untuk menunggu. Meskipun dalam sebuah penungguan tentu ada rasa sebal dan menyebalkan, akan tetapi hal itu saya anggap […]

  • GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 705
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Blora – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah pada Ramadan 1446 H tahun 2025 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Bidang Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Inklusi melalui Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus. Dikatakan Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, bahwa Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah sebagai […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid dan Media Sosial

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.689
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Masjid menjadi penting dalam pembangunan spiritualitas masyarakat muslim. Perannya sudah kentara dan jelas sejak zaman Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Dalam konteks Ramadan, banyak sekali dakwah-dakwah berbasis digital berseliweran di gawai kita. Namun masalahnya, apakah masjid masih memiliki otoritas dibandingkan media sosial? Secara tradisional, masjid dilihat sebagai ruang fisik, bangunan, tempat untuk bersujud, […]

  • a close up of a clock on a wall

    Muru’ah

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Malam ahad kemarin saya mengikuti acara suluk maleman untuk pertama kalinya di Rumah Adab Indonesia Mulia. Malam itu adalah edisi ke 149 dengan menghadirkan Mbah Mus atau Kyai Ahmad Musthofa Bisri, KH. Nawawie Kholil, Budi Maryono, dan tentu saja Habib Anis Sholeh Baasyin. Episode kali ini adalah tentang menjaga muru’ah. Acaranya […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Beliau itu orangnya sangat serius,pendiam dan tak pernah basi-basi. (KH.SAHAL MAHFUDZ) Beliau memang layak di sebut sebagai apa yang dalam tradisi mistik islam dikenal sebagai ‘’Wali qutthb ’’ Seorang kekasih tuhan yang menjadi ‘’poros’’ Kehidupan sosial. (Ulil Abshar Abdalla)        Judul diatas meupakan gambaran tokoh KH. Abdullah Salam yang dalam hampir setiap kesempatan selalu berusaha […]

  • PCNU-PATI

    KKN Tempura Adakan Sanggar Alam Tempur

    • calendar_month Sen, 7 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Tempur, 07/08/2023. Kelompok 17 KKN Tempura IPMAFA inisiasi pembelajaran berbasis lingkungan dengan mengadakan Sanggar Alam Tempur. Sanggar Alam Tempur merupakan salah satu program unggulan berkelanjutan KKN Tempura di bidang pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan sebuah pembelajaran di luar kelas yang efektif dan mengintegrasikan kekayaan alam Desa Tempur sebagai materi ajar. Desa Tempur merupakan […]

expand_less