Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

Membaca Perempuan dalam Perspektif Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
  • visibility 446
  • comment 0 komentar

Berbicara mengenai perempuan, tentunya banyak sekali perspektif yang disematkan kepada-Nya. Mulai dari macak, masak, dan manak. Hal ini tentunya sangat lumrah di kehidupan masyarakat. Selain itu perempuan juga dipandang lemah dan tidak memiliki kekuatan sepertihalnya laki-laki. Sehingga dari situ, perempuan dinilai tidak sepadan dengan laki-lki. Karena dalam kodratnya perempuan memang ditakdirkan sebagai pendamping suami dalam berumahtangga, tetapi dalam analisis gender ada beberapa ranah perempuan juga bisa menjadi leader atau juga bisa meniti pekerjaan sepertihalnya kaum laki-laki. Oleh karena itu,dalam ranah analisis gender yang dipopulerkan oleh Mansur Fakih dalam bukunya Analisis Gender dan Transformasi Sosial menyinggung tentang ketidakadilan dalam peran.

Adapun dalam buku seperti memakai kacamata yang salah; membaca perempuan dalam gerakan radikal menunjukkan perempuan sebagai agensi terjadinya radikalisme, ekstremisme, dan sampai pada aksi bom bunuh diri.

Menurut Lies Marcoes, perempuan sering memainkan peran pendukung yang sangat aktif dalam gerakan ekstremisme. Mereka menjadi teman setia bagi para suami dan mendukungnya sebisa mungkin. Mereka mendidik anak-anak mereka dengan pemahaman-pemahaman radikal. Mereka membatasi diri di rumah, memandang ruang publik merupakan fitnah bagi perempuan. Namun sejatinya, mereka mengadopsi cara hidup yang demikian itu dipahami sebagai bentuk jihad. Mereka secara sadar mencari kehidupan semacam itu. Dan kasus bom bunuh diri di Surabaya menunjukkan bagaimana perempuan telah melangkah lebih jauh, yakni terlibat dalam tindakan kekerasan. Hlm (15).

Mengapa Perempuan Terlibat dalam Gerakan Radikal

Di beberapa negara, sejumlah remaja perempuan hilang dengan sebab yang mengejutkan. Mereka ditengari bergabung dengan kelompok teroris berlatar ideologi agama, seperti ISIS. Di Inggris, tiga remaja perempuan minggat ke Suriah melalui Turki. Di Indonesia, satu keluarga yang berisi perempuan hamil, anak balita, dan bayi menyelinap keluar dari rombongan di Turki dan diduga hendak ke Suriah. Belakangan seorang mahasiswi fakultas farmasi asal Demak raib dan diduga ikut laki-laki beristri yang konon pernah ditangkap Densus 88 di solo. Mereka berhijrah ke Suriah. Satu remaja perempuan dari Jawa Barat serta keluarga dengan anak satu dari Priangan Timur juga ikut masuk dalam catatan.

Pertanyaannya mengapa perempuan ikut-ikutan kelompok radikal? Analisis tentang gerakan dan jaringan radikal jarang melihat keterkaitan itu. Kalaupun ada, analisisnya cenderung simplistis. Misalnya, remaja perempuan kepincut laki-laki ganteng yang mengajaknya menjadi bidadari dunia-akhirat. Namun, pastilah tak sederhana itu. Sebab, alasan lebih substantif sebetulnya bisa didalami, misalnya dengan melihat posisi perempuan dalam struktur masyarakat patriarki dan hasrat luhur mereka yang ingin mewujudkan tatanan sosial dan negara ideal yang dilandasi hukum tuhan, yang biasa disalurkannya lewat keterlibatan dalam gerakan radikal. Hlm (57)

Merindukan Pengakuan

Selain beranak-pinak, perempuan dalam kelompok radikal juga ingin mendapatkan posisi sosial yang tinggi di kelompoknya. Pertama-tama tentu itu bisa terwujud jika ia dipilih sebagai istri atau salah satu istri pimpinan kelompok.

Kedua, mereka mampu menjadi penafsir gagasan abstrak ke dalam aksi yang konkret. Ketrampilan mereka dalam berbagai bidang, misalnya teknologi informasi, bahasa, intelejen, mata-mata, pembobolan internet banking, atau kemampuan merakit bom yang mengagumkan menjadi alasan penting bagi perempuan muda bergabung dalam gerakan radikal.

Cukup jelas bahwa ada motivasi kuat bagi perempuan muda untuk terlibat dalam gerakan radikal. Mereka merindukan pengakuan atas peran dan posisinya sebagai pejuang dalam gerakan penegakan khilafah atau syariah. Mereka ingin diakui eksistensinya di dalam perjuangan mewujudkan sebuah negara ideal sesuai dengan ideologi yang diyakininya. Hlm (64).

Sebagai penutup, buku ini memberikan kontribusi penting dalam diskursus tentang ekstremisme islam. Karya ini menunjukkan pentingnya analisis yang mengedepankan pemahaman, praktik, dan harapan bagaimana seharusnya menjadi laki-laki dan perempuan dalam perspektif Islam sebagaimana yang mereka pahami. Buku ini akan mendorong kita ke arah pemahaman yang lebih mendalam tentang keterlibatan perempuan dalam gerakan ekstremisme islam, dan juga akan membantu kita dalam melihat bagaimana dinamika gerakan kegamaan ekstremis berbasis gender mengalami perubahan dan perkembangan.  Hlm (17).    

Judul Buku      : Seperti Memakai Kacamata Yang Salah, Membaca Perempuan dalam Gerakan Radikal

Penulis             : Lies Marcoes

Penerbit           : Afkaruna

Tahun Terbit   : 2022

Tebal Halaman: 128

ISBN               : 978-623-9717124 Peresensi         : Siswanto

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Pengentasan Kemiskinan Melalui Fikih Sosial Kiai Sahal

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Islam adalah agama sempurna yang membawa perubahan besar dalam hidup. Perubahan yang dilakukan tidak hanya persoalan teologis (tauhid) tapi juga sosial (ijtima’iyah). Kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan, keterpurukan, dan kezaliman merupakan musuh utama Islam yang harus diberantas. Namun sayang, banyak umat Islam yang terjebak dalam pengertian agama secara sempit, hanya pada aspek teologis. Maka, […]

  • Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Penyaluran santunan ke rumah salah satu yatim oleh Para Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Gembong, Kamis (19/8) GEMBONG – Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Kecamatan Gembong berkeliling desa Kamis (19/8) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyantuni anak-yatim yang berasa di desa ini.  “Karena luasnya desa, jadi kami cicil. Santunan yatama ini merupakan gelombang ke dua,” terang […]

  • Asah Potensi Diri, Pelajar NU Ikuti Pelatihan Pembuatan Roti

    Asah Potensi Diri, Pelajar NU Ikuti Pelatihan Pembuatan Roti

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Tiga pelajar NU yang mengikuti pelatihan pembuatan roti demi asah potensi diri PATI-Tiga kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) ikuti pelatihan pembuatan roti di BLKK Balai Komunitas Al Ikhlas Kabupaten Pati. Tiga kader tersebut diantaranya Abdul Ghofur, Kader IPNU Pati, Maulana, Kader IPNU Kudus, dan Andi yang juga berasal dari IPNU Kudus. Kegiatan tersebut mereka […]

  • ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.770
    • 0Komentar

      PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember. Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.567 tim dari 13 negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, […]

  • PCNU-PATI

    Kepala MTs Sultan Agung Apresiasi Porsema Tahun Ini

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Prosema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif) tingkat Kabupaten Pati yang dilaksanakan pada Ahad hingga Senin (13-14/11) ini. Ada beberapa cabang yang dilombakan, di antaranya, lari jarak jauh, lari jarak pendek, bola voly, MTQ, puisi religi, pidato Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Karaoke Qasidah Modern, tenis meja dan bulu tangkis.  “Harapan kami, Porsema […]

  • Kader GP Ansor dan IPNU Tambakromo Dirikan Patitech Academy

    Kader GP Ansor dan IPNU Tambakromo Dirikan Patitech Academy

    • calendar_month Ming, 31 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

      TAMBAKROMO -Patitech Academy Gelar kegiatan Gen Z Techno Camp, yang berlangsung pada tanggal 5 hingga 30 Desember 2023 di Yayasan Warna Bhakti, Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga mahasiswa. Gen Z Techno Camp merupakan salah […]

expand_less