Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
  • visibility 486
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Dunia yang serba instan tak selalu memiliki dampak yang positif, tak jarang justru membuat manusia gagal menata akhlak. Padahal akhlak adalah elemen penting manusia, baik sebagai pribadi mau pun dalam bermasyarakat dan berbangsa.
Topik mendalam itu dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke-160 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/4) dengan tema “Hikayat Negeri Berkabut”.
Penggagas Suluk Maleman Anis Sholeh Ba’asyin menyebut bahwa persoalan bermula saat manusia terpecah fokusnya, sehingga gagal mengenali masalah-masalah utama yang dihadapinya.
Di era serba instan seperti sekarang, dengan media sosial yang topiknya beragam dan berubah-ubah dengan cepat, membuat fokus seseorang gampang terpecah. Sementara di sisi lain, pembentukan akhlak membutuhkan fokus yang jelas. Ini prasyarat utama agar pembiasaan menjadi mungkin dilakukan.
“Jangan lupa, membuat manusia tidak fokus adalah salah satu metode iblis,” tegas Anis.
“Kanjeng Nabi pernah menegaskan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Sementara akhlak dicapai lewat pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus. Akhlak inilah salah satu pembeda manusia dengan binatang. Binatang tidak perlu belajar melakukan pembiasaan, karena kecakapan hidupnya diturunkan secara alamiah lewat genetiknya.”
Menurut Anis, inilah salah satu masalah utama kita. Kondisi serba cepat dan abu-abu membuat kebanyakan manusia gagal membangun akhlak, sekaligus gagal mengenali masalah-masalah utamanya.
Di sisi lain, Ali Fatkhan, salah satu narasumber menengarai bahwa kegagalan ini sangat mungkin bersumber dari ketakutan manusia sendiri,
“Kondisinya mungkin seperti orang yang takut ke dokter atau ke laboratorium, karena tak berani menghadapi kemungkinan adanya masalah kesehatan dalam dirinya. Atau, kemungkinan lain, ada pihak yang sengaja menghalangi agar orang tak menyadari adanya masalah di dalam dirinya. Kemungkinan kedua ini tentu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memegang kuasa,” jelas Ali.
Sementara narasumber lain, Afthonul Afif, menyebutkan pentingnya berfikir kritis sebagai salah satu awal bagi pembentukan akhlak baik. Saat ini masyarakat tak memiliki mekanisme penyaring ilmu pengetahuan dan informasi yang baik. Kondisi itu dinilainya rawan menjadi bias kognitif.
“Saat ini ketika ilmu pengetahuan dan informasi diterima banyak orang kemudian diterima begitu saja tanpa proses screening yang baik. Kita tak pernah menanyakan status kebenarannya,” ucapnya.
Padahal budaya etika dan akhlak saat ini justru kembali diajarkan oleh negara-negara maju. Dia mencontohkan China yang justru menerapkan kebiasaan menulis tangan bagi siswa sekolah dasar. Padahal negara tersebut memiliki pencapaian yang luar biasa di bidang sains hingga AI.
“Itu menjadi bentuk mereka menyadari jika sebuah bangsa mengalami kemunduran bernalar pasti akan tertinggal di bannyak bidang. Cina memaksimalkan fungsi berfikir warganya lewat pendidikan. Mereka bahkan memberikan fasilitas terbaik bagi neurosains dan sains kognitif untuk kemudian tenaga ahlinya diundang kembali dan difasilitasi memimpin sains rintisan terutama di bidang AI,” jelasnya.
Hal itulah yang disesalkannya belum terlihat di bangsa Indonesia. Dia berharap adanya gebrakan kesungguhan pemimpin negara dalam memperbaiki kehidupan masyarakat terutama di bidang pendidikan.
Terkait hal itu, Anis Sholeh Ba’asyin mengajak masyarakat untuk mengubah nilai-nilai yang ada untuk menjadi lebih rohaniah.
“Kita tak kan terdistraksi kalau punya akhlak mulia. Sains bisa dakik-dakik, tapi kalau manusia yang mengendalikannya berakhlak buruk, maka justru akan menjadi sumber bencana,” ujarnya. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Rumuskan Khidmat Pitu

    PCNU Pati Rumuskan Khidmat Pitu

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PNCU) Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim menjelaskan bahwa pihaknya telah merumuskan “Khidmat Pitu” sebagai panduan utama dalam menjalankan program kerja dan pelayanan kepada umat. Hal itu ia sampaikan saat acara Pelantikan Lembaga dan Musyawarah Kerja I PCNU Kabupaten Pati Masa Khidmat 2024-2029, di Kampus Institut Pesantren […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Selamat Lebaran

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Sepekan lalu kita semua telah merayakan hari raya idul fitri. Tak dipungkiri, saling berkunjung kerumah saudara maupun tetangga kini telah menjadi tradisi. Ada banyak hal yang berkenaan dengan adanya silaturahmi tersebut. Salah satunya adalah cerita-cerita dan pertanyaan tentang kehidupan pribadi. Saya, yang kini masih belum berpasangan tak lepas dari pertanyaan kapan […]

  • IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

      Suasana Economy Creative Student Expo (ECSE) yang diselenggarakan oleh PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah, Rabu (24/11).  Dalam rangka meningkatkan kemandirian organisasi Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah ajak anggota untuk jadi enterpreneurship muda.  Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa […]

  • Tuwibon Muktamar NU ke 34

    Tuwibon Muktamar NU ke 34

    • calendar_month Jum, 10 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

     1. Klik Link https://twb.nz/muktamarnahdlatululama 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lailatulqadar dalam Teori Habituasi

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.053
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Lailatulqadar ( لَيْلَةِ الْقَدْرِ) atau biasa ditulis Lailatul Qadar sudah sering saya tulis. Saya mendata yaitu Lailatul Qadar: Momentum Perubahan (Koran Wawasan, 2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (Alif.id, 2018), Misteri Lailatul Qadar (Pcnupati.or.id, 2024), Kapan Terjadinya Lailatul Qadar? (2025), Ramadan: Bulan Matematika dan Cinta (Inisnu.ac.id, 2016). Dari tulisan-tulisan ini, sudah banyak perspektif yang saya ketik sejak […]

  • PCNU-PATI Photo by Haotian Zheng

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 7

    • calendar_month Ming, 8 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Apaan sih?” gumamnya tak sadar ketika baru saja sampai kamar. Sesaat setelah ia menutup pintu kamarnya rapat-rapat, wajah itu kembali membayang di pelupuk matanya. Wajah dengan sepasang mata sendu penuh tanya, hidung bangir, dagu terbelah, dan seulas senyum tipis dari balik partisi kaca pesarean. Wajah yang ia dapati saat baru saja […]

expand_less