Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

Suluk Maleman Menyoal Kritis di Dunia Abu Abu

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
  • visibility 435
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Dunia yang serba instan tak selalu memiliki dampak yang positif, tak jarang justru membuat manusia gagal menata akhlak. Padahal akhlak adalah elemen penting manusia, baik sebagai pribadi mau pun dalam bermasyarakat dan berbangsa.
Topik mendalam itu dibahas dalam Suluk Maleman edisi ke-160 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (19/4) dengan tema “Hikayat Negeri Berkabut”.
Penggagas Suluk Maleman Anis Sholeh Ba’asyin menyebut bahwa persoalan bermula saat manusia terpecah fokusnya, sehingga gagal mengenali masalah-masalah utama yang dihadapinya.
Di era serba instan seperti sekarang, dengan media sosial yang topiknya beragam dan berubah-ubah dengan cepat, membuat fokus seseorang gampang terpecah. Sementara di sisi lain, pembentukan akhlak membutuhkan fokus yang jelas. Ini prasyarat utama agar pembiasaan menjadi mungkin dilakukan.
“Jangan lupa, membuat manusia tidak fokus adalah salah satu metode iblis,” tegas Anis.
“Kanjeng Nabi pernah menegaskan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak. Sementara akhlak dicapai lewat pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus. Akhlak inilah salah satu pembeda manusia dengan binatang. Binatang tidak perlu belajar melakukan pembiasaan, karena kecakapan hidupnya diturunkan secara alamiah lewat genetiknya.”
Menurut Anis, inilah salah satu masalah utama kita. Kondisi serba cepat dan abu-abu membuat kebanyakan manusia gagal membangun akhlak, sekaligus gagal mengenali masalah-masalah utamanya.
Di sisi lain, Ali Fatkhan, salah satu narasumber menengarai bahwa kegagalan ini sangat mungkin bersumber dari ketakutan manusia sendiri,
“Kondisinya mungkin seperti orang yang takut ke dokter atau ke laboratorium, karena tak berani menghadapi kemungkinan adanya masalah kesehatan dalam dirinya. Atau, kemungkinan lain, ada pihak yang sengaja menghalangi agar orang tak menyadari adanya masalah di dalam dirinya. Kemungkinan kedua ini tentu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memegang kuasa,” jelas Ali.
Sementara narasumber lain, Afthonul Afif, menyebutkan pentingnya berfikir kritis sebagai salah satu awal bagi pembentukan akhlak baik. Saat ini masyarakat tak memiliki mekanisme penyaring ilmu pengetahuan dan informasi yang baik. Kondisi itu dinilainya rawan menjadi bias kognitif.
“Saat ini ketika ilmu pengetahuan dan informasi diterima banyak orang kemudian diterima begitu saja tanpa proses screening yang baik. Kita tak pernah menanyakan status kebenarannya,” ucapnya.
Padahal budaya etika dan akhlak saat ini justru kembali diajarkan oleh negara-negara maju. Dia mencontohkan China yang justru menerapkan kebiasaan menulis tangan bagi siswa sekolah dasar. Padahal negara tersebut memiliki pencapaian yang luar biasa di bidang sains hingga AI.
“Itu menjadi bentuk mereka menyadari jika sebuah bangsa mengalami kemunduran bernalar pasti akan tertinggal di bannyak bidang. Cina memaksimalkan fungsi berfikir warganya lewat pendidikan. Mereka bahkan memberikan fasilitas terbaik bagi neurosains dan sains kognitif untuk kemudian tenaga ahlinya diundang kembali dan difasilitasi memimpin sains rintisan terutama di bidang AI,” jelasnya.
Hal itulah yang disesalkannya belum terlihat di bangsa Indonesia. Dia berharap adanya gebrakan kesungguhan pemimpin negara dalam memperbaiki kehidupan masyarakat terutama di bidang pendidikan.
Terkait hal itu, Anis Sholeh Ba’asyin mengajak masyarakat untuk mengubah nilai-nilai yang ada untuk menjadi lebih rohaniah.
“Kita tak kan terdistraksi kalau punya akhlak mulia. Sains bisa dakik-dakik, tapi kalau manusia yang mengendalikannya berakhlak buruk, maka justru akan menjadi sumber bencana,” ujarnya. (*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Tradisi Ruwahan Sebagai Tradisi Local Wisdom Masyarakat

    • calendar_month Sab, 2 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Setiap memasuki bulan Sya’ban masyarakat desa pada umumnya melanggengkan tradisi kirim doa yang ditujukan kepada para leluruh dan kerabat yang sudah meninggal. Tradisi ini sudah berjalan dari dulu sampai sekarang. Tradisi ruwahan ini juga biasanya dilakukan baik di masjid, mushola dan makam. Hal ini dilakukan masyarakat tidak lain adalah karena adanya […]

  • IPMAFA Terjunkan 264 Mahasiswa untuk Mengabdi di Masyarakat

    IPMAFA Terjunkan 264 Mahasiswa untuk Mengabdi di Masyarakat

    • calendar_month Sel, 10 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

      Ruang zoom meeting penerjunan 264 Mahasiswa IPMAFA peserta KKN MDR tahun 2021 MARGOYOSO-Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menerjunkan 264 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mandiri Dari Rumah (KKN MDR) tahun 2021. Acara penerjunan dilakukan secara daring dipimpin langsung oleh Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, M. Ed pada Senin (9/8) pagi. Turut hadir […]

  • Bilik Bilik Pesantren

    Bilik Bilik Pesantren

    • calendar_month Sen, 11 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Membaca pesantren dalam paradigma modernis merupakan sebuah kajian yang sangat urgen sekaligus menarik. Karena, kita bisa mengetahui sejauh mana gaung pesantren dalam menghadapi cakrawala kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Hal itu juga bisa dihadapkan dengan kritikan-kritikan yang muncul terhadap pesantren. Kritikan berupa kredibilitasnya sebagai sebuah lembaga pendidikan tradisional Nusantara dalam menghadapi kemajuan teknologi dan merespon persoalan-persoalan kontemporer yang jamak […]

  • PCNU-PATI

    PC LAZISNU Pati, Beri Bantuan Korban Kebakaran

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, rabu (26/10) lalu. Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Margorejo selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari group […]

  • Dilantik, PAC IPNU IPPNU Trangkil Terbitkan Dua Progam Unggulan

    Dilantik, PAC IPNU IPPNU Trangkil Terbitkan Dua Progam Unggulan

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Prosesi potong tumpeng usail pelantikan PAC IPNU-IPPNU Trangkil TRANGKIL – PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Trangkil sukses menggelar Pelantikan XIII dan Rapat Kerja di Perpustakaan PAC setempat, Desa Kertomulyo, Jum’at (8/10). Selain pelantikan, dalam kesempatan tersebut, PAC IPNU-IPPNU Trangkil juga menerbitkan dua program unggulan. Pelantikan tersebut dihadiri oleh Camat Kecamatan Trangkil, MWC NU Trangkil, PC IPNU-IPPNU Kabupaten […]

  • Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    Duet Mahasiswa IAIN Kudus Dan IPNU/IPPNU Juwana Sukses Gelar Training of Journalistic

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Salah satu pemantik sedang menyampaikan  materi dalam acara Trainning of Jurnalistic yang diselenggarakan oleh Tim KKN IAIN Kudus dan IPNU IPPNU Juwana JUWANA – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Juwana sukses menggelar Training of Journalistic di Balai Desa Growong Lor, Minggu (3/10). Mengusung tema “Mencetak Tim Jurnalis  yang Berdedikasi dan Humanis”, kegiatan ini dapat terlaksana atas […]

expand_less