Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
  • visibility 497
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id – Ribuan ketupat dan lepet diarak warga Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (17/4/2024) siang.

Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar agar anak-anak muda tertarik dan tidak meninggalkan budaya syawalan.

Sebagaimana diketahui, masyarakat Muslim Jawa punya tradisi lebaran ketupat yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri.

Acara bertajuk Kenduri Seribu Ketupat ini sudah dua tahun belakangan dilaksanakan masyarakat setempat.

Ribuan ketupat dan lepet disusun dan dihias di atas mobil bak, kemudian diarak keliling desa sebelum didoakan dan dimakan bersama oleh warga.

Kades Wonosekar, Muhammad Zaenuri mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan masyarakat desa Wonosekar yang lebih menguri-uri adat-istiadat Jawa yang sudah mulai memudar.

Menurut dia, ketupat dan lepet punya filosofi tersendiri dalam kehidupan masyarakat.

“Kupat dan lepet mengibaratkan keluputan atau kelepatan (kesalahan) seseorang bisa diampuni atau dimaafkan, khususnya pada saat Idulfitri. Kupatan-lepetan ini intinya mengajak masyarakat Wonosekar khususnya, juga seluruh warga Kecamatan Gembong, untuk saling menjalin silaturahim dan saling memaafkan,” kata dia.

Dia menjelaskan, budaya seperti ini harus tetap dieksiskan agar tidak tergerus oleh zaman.

Zaenuri juga menyayangkan kondisi saat ini, di mana tradisi dan kebudayaan mulai memudar. Bahkan menurutnya, generasi muda banyak yang tidak tahu tradisi kenduri ketupat.

“Mereka hanya mengenal game HP saja. Maka kami kenalkan kebudayaan kenduri ketupat syawalan ini,” jelas dia.

Zaenuri menuturkan, seribu ketupat yang diarak merupakan hasil swadaya warga. Setiap rumah menyumbang 10 ketupat dan lima lepet.

Adapun rombongan kirab dibagi dalam lima kelompok, yakni Sekar Kulon, Dologan, Tenggeran, Kauman, dan Tambak Mijen. Tiap-tiap kelompok terdiri atas dua RT.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang mana arak-arakan hanya berada di dalam desa saja. Namun tahun ini rute diperluas karena pihak desa berupaya agar kenduri ketupat bisa lebih membudaya di Kecamatan Gembong.

“Lewat izin Kapolsek, kami lewat jalur Pohgading, Gembong, Ngembes, dan kembali ke lapangan sepakbola Desa Wonosekar yang juga merupakan titik start,” ucap Zaenuri.

Setelah diarak, ketupat dan lepet dihajatkan atau didoakan bersama di lapangan desa setempat. Kemudian bisa diambil dan dinikmati oleh warga yang hadir.

Selain diikuti perangkat desa dan para pemuda, dalam arak-arakan itu juga terdapat rombongan dari Fatayat dan Muslimat Nahdlatul Ulama setempat.

“PKK, Fatayat, dan Muslimat memberikan sayur atau lauk untuk makan bersama. Ada ingkung juga. Harapannya warga bisa guyub rukun,” tandas Zaenuri. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC IPNU/IPPNU Gelar Koordinasi dengan Dua Ranting

    PC IPNU/IPPNU Gelar Koordinasi dengan Dua Ranting

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    PATI-PC IPNU/IPPNU Kabupaten Pati hari ini (21/7) menggelar koordinasi dengan dua Pengurus Ranting Sekaligus. Agenda tersebut dikhususkan untuk membahas tentang kaderisasi dan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) IPNU/IPPNU. Pertemuan singkat tersebut berlangsung di Gedung PC NU Pati lantai dua mulai pukul 10.30 sampai dengan 13.00 WIB. Dua ranting yang hadir adalah sari Kepoh Kencono dan Karangwotan. […]

  • Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong Dihadiri Gus Muwaffiq

    Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong Dihadiri Gus Muwaffiq

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong berlangsung hari ini, Rabu (25/9) siang di Lapangan Joko Tingkir, Sentul. Dalam agenda tersebut, dihadiri langsung oleh Gus Muwaffiq untuk mengisi mauidloh hadanah. Sebanyak 39 orang yang terdiri dari ro’is syuriyah, ketua dan sekretaris dari 13 ranting bersumpah setia kepada NU dan NKRI. Baiat ini dipimpin langsung oleh ketua PCNU […]

  • Sholawat Al-Berrlzanji iringi peringatan Isra’ Miraj

    Sholawat Al-Berrlzanji iringi peringatan Isra’ Miraj

    • calendar_month Sab, 13 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

     Sholawat Al-Berrlzanji iringi peringatan Isra’ Miraj Wedarijaksa – Lantunan Sholawat Al-Berjanji iringi kegiatan Isra’ Miraj yang di gelar oleh PAC IPNU IPPNU Wedarijaksa. Kegiatan yang berlangsung (13/03) berlokasi di gedung MWC NU Wedarijaksa di hadiri puluhan anggota IPNU IPPNU tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Bebarengan Harlah IPNU IPPNU menambah meriahnya kegiatan, ini di tunjukan […]

  • c

    Twibbonize Hari Santri Nasional 2022

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar
  • Launching & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    Launching & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    • calendar_month Kam, 16 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Mutamakkin Kajen Pati mengadakan bedah buku Buku Infografis Masjid Kajen karya M. Zuli Rizal acara bertempat di gedung perputakaan Mutamakkin Kajen Pati, kemarin. Dalam kesempatan ini penulis bercerita tentang mengenai latar belakang dan tujuan penciptaan karya Buku Infografis Masjid Kajen bersama para santri dan pelajar Kajen. “ Melalui buku ini, kami mewedar mengenai […]

  • Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    • calendar_month Kam, 26 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Sebagai santri yang juga putra kiyai, masyarakat biasa memanggil dengan sebutan Gus Hasyim, nama lengkap beliau adalah Muhammad Hasyim putra Mbah Mahfudh Salam Kajen (w-1944)lahir di Kajen pada tahun 1929 M. Beliau adalah putra kedua dari enam bersaudara yaitu : 1.    Hj.  Muzayyanah, istri KH Mansyur Lasem  (ibu dari Gus Qoyyum) 2.    Muhammad Hasyim 3.    […]

expand_less