Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dan Kehidupan Bernegara

NU dan Kehidupan Bernegara

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
  • visibility 661
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Sebagai organisasi sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia atau ada yang mengatakan terbesar di dunia Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia. NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan Nasional bangsa Indonesia. NU juga secara sadar mengambil peran aktif dalam proses perjuangan mencapai dan memperjuangkan kemerdekaan dan turut serta dalam penyusunan Undang-undang Dasar 1945.

Keberadaan NU yang senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan bangsa, menempatkan NU dan segenap warganya selalu aktif mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat bangsa menuju masyarakat adil dan makmur yang diridlai Allah Swt. Oleh karenanya, setiap warga negara NU harus senantiasa menjungjung tinggi UUD  1945 dan Pancasila sebagai ideologi Negara.

Sebagai basis organisasi sosial-kemasyarakat terbesar di Indonesia NU merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam Indonesia yang senantiasa berusaha menjunjung tinggi dan memegang teguh prinsip nilai-nilai  persaudaraan (ukhuwah), toleransi (at-tasamuh), moderat (tawasut), adil (I’tidal), dan seimbang (tawazun). Itu semua dijalankan untuk kebersamaan dan bisa saling hidup berdampingan baik dengan sesama warga negara yang mempunyai keyakinan agama lain untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita persatuan dan kesatuan bangsa yang kokoh dan dinamis.

Selain itu juga sebagai organisasi yang konsen dan mempunyai fungsi pendidikan, NU berusaha secara sadar untuk menciptakan warga negara yang menyadari akan hak dan kewajibannya terhadap bangsa dan negara.

Sehingga NU sebagai jam’iyyah yang secara oraganisitoris tidak terikat dengan organisasi politik praktis maupun organisasi lainnya yang ingin memecah belah bangsa. Oleh karena itu, NU selalu memberikan keteduhan serta menjadi garda depan dalam mengawal NKRI serta membela yang tertindas.

Maka, setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak-hak politik yang dilindungi oleh undang-undang. Dan di dalamnya NU menggunakan hak-hak politiknya harus melakukan secara tanggungjawab, sehingga dengan demikian dapat ditumbuhkan sikap hidup yang demokratis, konstitusional, taat hukum, dan mampu mengembangkan mekanisme musyawarah dan mufakat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi bersama.

Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan yang dipilih oleh NU pada awal berdirinya dan khidmahnya ditunjukkan kepada umat dan negara. Hal ini tidak lain dimaksudkan untuk membantu sesama dalam mengentaskan keterbelakangan, ketimpangan, kebodohan, dan kemiskinan. 

Sejak semula NU melihat masalah ini sebagai bidang Garapan yang harus dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan nyata yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat untuk mengurai keterbelakangan masyarakat.

Pilihan akan ikhtiar yang dilakukan mendasari adanya kegiatan NU dari masa ke masa dengan tujuan untuk melakukan perbaikan, perubahan, dan pembaharuan masyarakat terutama dalam ranah untuk mendorong swadaya masyarakat bisa mandiri dan sejahtera.

Pilihan kegiatan NU tersebut sekaligus menumbuhkan sikap partisipatif kepada setiap usaha yang bertujuan membawa masyarakat kepada kehidupan yang maslahat. Sehingga setiap kegiatan NU untuk kemaslahatan manusia dipandang sebagai perwujudan amal ibadah yang didasarkan pada faham keagamaan yang dianutnya.

Dengan demikian, NU didirikan atas kesadaran dan keinsyafan tidak lain adalah untuk merajut persatuan, kestuan, dan saling bahu-membahu membantu dari tumbuhnya tali persaudaraan dan kasih sayang yang menjadi landasan untuk terciptanya tata kemasyarakatan yang baik dan harmonis. Sehingga akan tercipta kepribadian yang khas NU yang kemudian disebut Khittah Nahdlatul Ulama.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Pertajam Analisis Sosial Lewat Studi Banding di Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Pertajam Analisis Sosial Lewat Studi Banding di Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Klaten — Segenap Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan studi banding ke Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten. Selasa, 1 Juli 2025. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan keilmuan serta memahami secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa. Acara diawali dengan sesi diskusi yang dipandu […]

  • PCNU-PATI

    Rayakan Dies Natalis, Rektor Sampaikan Capaian INISNU

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Temanggung – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. KH. Muh. Baehaqi menyampaikan capaian kinerja tahunan kampus yang dipimpinnya dalam empat aspek yaitu Catur Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas pendidikan-pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Aswaja Annahdliyah. Hal itu terungkap pada Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) […]

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

  • Photo by Clay Banks

    Menikah; Dibatasi Musim

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Bulan Syawal sebentar lagi usai. Euforia lebaran kemarin berganti dengan kegembiraan dua sejoli maupun dua keluarga dalam acara pernikahan. Bulan Syawal diyakini masyarakat Jawa sebagai bulan baik untuk menunaikan sebuah hajat. Salah satunya pernikahan. Menikah di bulan Syawal diyakini akan mendatangkan keberkahan dan senantiasa dilimpahi kebahagiaan. Maka tak heran terhitung mulai […]

  • Hukum Adzan yang Lupa Beberapa Lafadz

    Hukum Adzan yang Lupa Beberapa Lafadz

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Bagaimana hukum adzan yang dilakukan saat ada beberapa kalimat atau bacaan yang terlupa atau terlewat tidak diucapkan? Karena kodrat manusia, maka lupa menjadi suatu hal yang lumrah terjadi. Pun bagi muadzin (orang yang melafalkan adzan), bisa terlupa tidak melafalkan salah satu kalimat adzan. Permasalahan ini lah yang kemudian diangkat dalam Bahtsul Masail yang diselenggarakan rutin […]

  • Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    • calendar_month Jum, 14 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Potongan video di akun TikTok @auniazulfa. (Sumber : tribunnews.com) GEMBONG – Baru-baru ini, dunia maya kembali digegerkan oleh kemunculan seorang gadis yang mengaku baru boleh bermain keluar bersama-sama temannya setelah selesai setoran hafalan al Qur’an kepada ibunya.  Kisah tersebut disebarkan lewat media sosial TikTok oleh pemilik akun @auniazulfa. Melalui video yang telah ditonton lebih dari […]

expand_less