Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menuju Masjid Mandiri

Menuju Masjid Mandiri

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
  • visibility 481
  • comment 0 komentar

Masjid mengemban banyak fungsi. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi untuk menggalakkan  kaderisasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi ummat. Selama ini fungsi sebagai tempat ibadah, pendidikan dan kaderisasi sudah bisa berjalan. Namun, fungsi masjid sebagai tempat pemberdayaan umat belum begitu optimal.
Untuk itu, takmir masjid dan stakeholder harus memiliki jiwa entrepreneur (wirausaha) agar bisa meningkatkan taraf hidup umat di sekitar lingkungan masjid. Atau paling tidak, bisa mengurangi kemiskinan di sekitar masjid. “Jangan sampai masjidnya megah, tetapi kehidupan umat di sekitarnya tidak semegah masjidnya,” kata Ketua Forum Komunikasi Remaja Masjid Se-Kabupaten Pati,  Irsyaduddin, SE.,  ketika membuka  acara Kegiatan Orientasi Kewirausahaan untuk Masjid Mandiri yang dimotori oleh Forum Aktivitas Remaja Masjid Agung Baitunnur Pati, Forum Komunikasi Remaja Masjid se-Kabupaten Pati dan Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama yang dilanjutkan dengan silaturrahim rombongan ke Pesantren Enterpreneur Al-mawaddah, Honggosoco, Jekulo, Kudus. 
Lebih lanjut, Irsyad mengatakan, hampir seluruh masjid di Kabupaten Pati sudah memiliki ta’mir. Sayangnya, ta’mir-ta’mir tersebut belum banyak yang mampu memfungsikan masjid secara optimal. Nah, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong  para pengurus ta’mir masjid agar bisa berbuat banyak untuk kemakmuran umat di sekitar masjid.
Dalam sambutannya di hadapan para santri yang tergabung dalam Organisasi Remaja Masjid dan Lembaga Ta’mir Masjid NU se-Kabupaten Pati, K.H. Sofiyan Hadi selaku Pengasuh Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah berpendapat bahwa ta’mir masjid jangan hanya mengandalkan infaq dari jamaah. Untuk itu, perlu ada usaha nyata yang bisa menghasilkan keuntungan yang selanjutnya disalurkan untuk kemakmuran umat. Lebih jauh lagi, Kyai muda yang progresif ini menyadarkan peran penting para pegiat masjid untuk memiliki jiwa berkemandirian agar tidak mudah goyah oleh pengaruh ajaran kekerasan berkedok agama. Fakta menunjukkan bahwa ajaran kekerasan akan mudah merasuki alam pikiran seseorang yang tidak memiliki wawasan agama yang luas dan lemah secara ekonomi.

Acara dimulai dengan training tentang Spiritual Bussines dilanjutkan dengan pelatihan kewirausahaan. Pengenalan budidaya sayur dan buah organik dengan metode hidroponik, proses pembuatan tepung mocaf beserta turunan-turunan produknya meliputi cake, aneka keripik dan aneka kue. Pelatihan dilanjutkan dengan cara budidaya buah naga dan aneka macam produk berbahan dasar buah naga seperti syrup, keripik buah naga dll.(Am)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Chandra Putra

    Perpustakaan Keren Kendari

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Sampai di Kendari hari masih siang. Setelah diajak makan siang oleh panitia, aku diantar ke hotel agar bisa langsung istirahat. Lagi pula mereka masih sibuk mengurus acara hari itu yang selesainya sore hari. Wah, hotelnya bagus banget. Sesampai di kamar aku langsung tepar. Rasanya memang cukup melelahkan bagiku melakukan perjalanan […]

  • PCNU-PATI Photo by Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa

    Puisi-Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Cemburu Jauh dalam rasa sungguh di bangku harapan; kosong setiap kali muncul, kecemasan ikut timbul berapa kali mencoba untuk tangguh ditepis kenyataan yang membuat ragu stigma keegoisan menjadi jembatan dalam bertarung mungkin akan menang, namun harus merobohkan kecemburuan Maret 2023 Bukan Lagi Rumah Kamu bukan lagi rumah: yang aku tuju sudah puas aku menanti kasihmu […]

  • Gus Rozin; Tugas Besar Ma`arif Mencerdasakan Anak Bangsa

    Gus Rozin; Tugas Besar Ma`arif Mencerdasakan Anak Bangsa

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Semarang –  Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) memimpin doa dan pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya kantor baru Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah yang berlokasi di Jl. Majapahit No.70 Pandean Lamper, Gayamsari Kota Semarang. Peresmian kantor Ma`arif merupakan rangkaian dari perayaan Hari Santri Nasional (HSN) yang diselenggarakan oleh […]

  • MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    MWC NU Winong Gelar Pelantikan Bersama Muslimat dan GP Ansor

    • calendar_month Rab, 25 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    WINONG – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Winong menggelar pelantikan pengurus pada Rabu, 25/12 2019, menghadirkan KH. Ubaidillah Shodaqoh, Rois Syuriah PWNU Jateng, yang memberikan pembinaan langsung. Acara yang bertempat di gedung NU Kecamatan Winong tersebut juga bersamaan dengan pelantikan pengurus Muslimat, GP Ansor, Pengurus Ranting, dan Banom lainnya. Pelantikanyang berlangsung khidmat tersebut sekaligus […]

  • white and blue paper on pink surface

    Kirim Doa Sebuah Emot Icon: Antara Simbol dan Makna

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 945
    • 0Komentar

      Perkembangan teknologi dalam era komunikasi digital yang serba cepat, pesan-pesan singkat, simbol, dan emoticon menjadi bagian tak terpisahkan dari cara manusia berinteraksi. Salah satu fenomena menarik yang berkembang belakangan ini adalah penggunaan ikon doa seperti contoh seringkali disertai tulisan “Al-Fatihah” atau emoji tangan berdoa — sebagai bentuk simpati dan empati di WhatsApp, terutama saat […]

  • gus-20dur-jpg

    Ger Gerran Bersama Gus Dur

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

      “Biarkan dunia politik ribut, humor terus berlanjut”. Demikianlah kira-kira prinsip yang dipegang oleh KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Mantan Ketua Umum PBNU (1984-1999) yang juga menjadi presiden RI yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001, memang terkenal dengan gaya khasnya yang nyeleneh dan humoris. Dari sifat nyeleneh dan humor-humor yang dilontarkan Gus Dur, […]

expand_less