Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

KH Asmui Sadzali, Ulama, Politisi, dan Negarawan Pemberani

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
  • visibility 523
  • comment 0 komentar

KH Asmui Sadzali dipanggil Yang Mahakuasa, Selasa, 24 September 2019/ 25 Muharram 1441 di Pati Jawa Tengah. Baca: KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat

KH Asmui Sadzali

Kiai Asmui adalah sosok organisator yang malang melintang di NU Pati. Ketika Penulis masih studi di PP Raudlatul Ulum Kajen, asuhan KH Ahmad Fayumi Munji, Penulis sering melihat Kiai Asmui sowan KH Ahmad Fayumi Munji.

KH Ahmad Fayumi adalah Rais Syuriyah PCNU dan Mustasyar PCNU Pati. Sedangkan Bu Nyai Hj Yuhanid Fayumi adalah Ketua Muslimat NU Cabang Pati. Maka wajar jika Kiai Asmui selalu berkonsultasi dengan Kiai Fayumi hal-hal kemasyarakatan dan kebangsaan, khususnya terkait masalah NU.

Menurut info yang saya dengar dari beberapa sumber, KH Asmui Sadzali adalah Ketua Tanfidziyah PCNU Pati saat Rais Syuriyah dipegang oleh KH Abdul Hamid Sambilawang.

Penulis agak intens mengenal KH Asmui ketika beliau menjadi Rais Syuriyah PCNU tahun 2008 saat pemilihan di ndalem KH Ahmad Muadz Thohir Kajen dengan KH Ahmad Shofwan Gembong sebagai Ketua Tanfidziyahnya.

Kiai Penulis

Saat menjadi Rais Syuriyah, Kiai Asmui sering mengagendakan Turba ke MWC-MWC. Salah satu MWC yang dikunjungi adalah MWCNU Trangkil yang bertempat di ndalem KH Ahmad Farid Abdul Hadi Sambilawang.

Beliau membagikan buku karya beliau secara gratis. Buku tersebut berisi dasar Al Qur’an, hadis, dan pendapat ulama tentang amaliah warga NU, seperti tahlil, dan lain-lain.

Sebagai ulama sepuh, Kiai Asmui masih meluangkan waktu untuk menulis, khususnya terkait masalah-masalah hukum yang dibutuhkan umat dalam keseharian yang sering dituduh bid’ah kelompok lain.

Getol Nahi Mungkar

KH Asmui adalah sosok kiai yang tidak takut kepada ancaman siapapun. Inilah karakter ulama yang hanya takut kepada Allah.

Beliau sosok yang getol menyuarakan penutupan tempat karaoke di Kabupaten Pati. Beliau bahkan berani mewakafkan jiwa raganya untuk misi mulia ini agar Pati terhindar dari kemaksiatan.

Sebagaimana sering disampaikan para ulama, bahwa salah satu sebab Allah menurunkan bencana adalah kemaksiatan. Jika bencana turun, maka yang terkena tidak hanya pelaku kemaksiatan, tapi seluruh penduduk yang ada, termasuk orang saleh yang tidak berdosa.

Tempat karaoke sering disalahgunakan sebagai tempat miras, narkoba, dan mesum. Banyak juga kafe yang tidak berijin.

KH Asmui Sadzali ingin menegakkan nahyi mungkar dengan sungguh-sungguh, meskipun resikonya sangat besar. Beliau menggerakkan seluruh komponen NU, khususnya Ansor dan Banser, untuk turun langsung mengawal proses penutupan tempat karaoke sesuai Perda Pati yang mengatur supaya Pati menjadi daerah religius yang mendapat rahmat Allah.

Sosok Politisi Matang

Kiai Asmui adalah aktivis partai politik dan lama menjadi anggota DPRD Pati. Berbagai aktivitas politik dijalaninya dengan penuh tanggungjawab.

Oleh sebab itu, wajar jika beliau memahami betul aspek legislasi dan urgensinya dalam pembangunan bangsa.

Pengalaman panjang sebagai anggota legislatif inilah yang membuat sens of belonging beliau terhadap bangsa sangat besar. Meskipun usia sudah sepuh, namun semangat membangun bangsa terus berkobar dalam dada beliau.

Menyatukan Potensi NU

Ketika beliau menjadi Rais Syuriyah PCNU Pati, salah satu gebrakannya adalah mengajak kader-kader NU yang aktif di eksekutif sesuai dengan jabatan masing-masing agar mau menjadi Pengurus NU yang aktif memberikan kontribusi.

Beliau ingin seluruh potensi NU menyatu dan bersinergi untuk membawa jam’iyah NU menjadi jam’iyah yang kuat dan menebarkan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi jamaah NU dan bangsa secara keseluruhan.

Akhirnya, kader-kader NU di berbagai jajaran eksekutif bergabung di NU dan bersinergi dengan sayap kultural NU dalam rangka memajukan NU dari berbagai aspek.

Karakter Kiai Asmui Sadzali

Banyak Sekali karakter Kiai Asmui Sadzali, di antaranya adalah :

Pertama, Pantang Menyerah

Beliau adalah sosok yang terus bergerak. Ketika ada misi perjuangan yang belum selesai, beliau akan terus mendorong realisasinya sampai tuntas.

Meskipun banyak tantangan dan rintangan, beliau tidak putus asa. Dalam banyak kesempatan beliau sering dawuh, bahwa nyawanya siap dipertaruhkan demi tegaknya ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.

Spirit ini menginspirasi dan memotivasi kader-kader muda NU untuk terus menjaga semangat dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, khususnya dalam perjuangan menegakkan Islam Aswaja An Nahdliyyah.

Kedua, Suka Silaturrahim

Orang sukses tandanya adalah banyak teman karena ia banyak melakukan silaturrahim. KH Asmui Sadzali termasuk kiai tipe ini.

Seperti yang Penulis sampaikan. Beliau sering silaturrahim ke ndalem KH Ahmad Fayumi Munji untuk ngangsu kaweruh dan berkonsultasi berbagai masalah yang dihadapi umat dan bangsa.

Hampir semua tokoh yang ada di Pati pernah dikunjungi Kiai Asmui Sadzali ini dalam rangka merekatkan hubungan dan mendekatkan ukhuwwah Islamiyah, nahdliyyah, dan wathaniyah.

Ketiga, Cinta Berjuang

KH Asmui dalam berjuang untuk NU dan bangsa tidak mengenal usia. Selama hayat masih di kandung badan, maka selama itu pula beliau mendarmabaktikan diri untuk berjuang.

Dalam konteks Islam, berjuang adalah puncak ibadah kepada Allah. Berjuang adalah simbol jiwa yang pasrah kepada Allah. Dalam Al Qur’an Allah menegaskan, jika orang mukmin lebih mencintai harta dan keluarganya dari pada berjuang di jalan Allah dan RasulNya, maka tungggulah saat kehancurannya.

Kiai Asmui adalah teladan bagi kader muda NU untuk gigih dalam berjuang sepanjang hayat masih di kandung badan, apapun resikonya.

Inspirasi Bangsa

Pengalaman panjangnya di organisasi kemasyarakatan (NU), partai politik, dan anggota DPRD, menjadikan Kiai Asmui Sadzali sebagai sosok ulama yang matang dalam ilmu, sosial, dan politik kebangsaan.

Pemikiran dan langkah perjuangannya menjadi inspirasi dalam membumikan keadilan, kemakmuran, dan kemajuan bangsa.

Semoga lahir ulama-ulama yang getol berjuang menegakkan amar ma’ruf nahyi mungkar untuk melanjutkan perjuangan Kiai Asmui Sadzali.

Selamat Jalan Kiai, semoga Allah memberikan ampunan dan kasih sayang kepadamu di alam barzakh sampai hari kiamat, amiin.

الي روح العالم الكياهي اسمعي شذلي الحاج الفاتحة …. امين

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه واجعل الجنة مثواه امين يا رب العالمين

IPMAFA, Rabu, 25 September 2019

Jamal Ma'mur Asmani Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki kepedulian khusus pada umat Islam, kegiatan sosial banyak dicanangkan dan berbagai kegiatan yang menyentuh dengan Umat, baik ekonomi keumatan sangat dicanangkan. Hal ini memiliki dampak yang sangat luar biasa kepada kemajuan Nahdlatul Ulama selama ini. Program amal jariyah memang sangat bagus dalam persatuan dan kesatuan yang dibangun Nahdlatul […]

  • PCNU-PATI

    Mindset Literasi Digital Guru

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Pada Kamis, 26 September 2024, saya berkesempatan memberikan workshop yang bertajuk “Meningkatkan Literasi Digital Guru TK dengan Bercerita Bergambar Menggunakan Media Canva” di Kecamatan Margoyoso, Pati. Peserta workshop ini adalah para guru TK Se-Kecamatan Margoyoso. Mereka cukup antusias dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Terlihat jelas bahwa mereka ingin mengembangkan keterampilan baru […]

  • Pelajar Berkolaborasi, Mandiri dan Berkarya

    Pelajar Berkolaborasi, Mandiri dan Berkarya

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Oleh : Miftah Iam*   Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Pati periode 2021-2023 telah resmi dilantik. Semua pengurus disumpah dan mengucapkan janji untuk menjalankan amanah organisasi. Hal ini menandakan dimulainya perjuangan selama satu periode. Mengusung tema “Pelajar Berkolaborasi, Mandiri dan Berkarya”. Tema ini tidak hanya sebatas omong kosong […]

  • Perbaiki Arah Kiblat Masjid dan Musala, Kemenag Pati Kerahkan Puluhan Verifikator

    Perbaiki Arah Kiblat Masjid dan Musala, Kemenag Pati Kerahkan Puluhan Verifikator

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.582
    • 0Komentar

      Pati – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati berupaya memperbaiki arah kiblat masjid maupun musala. Mereka pun mengerahkan puluhan verifikator untuk terjun ke masjid maupun musala di 21 kecamatan. Sebelum terjun ke lapangan, tim verifikasi arah kiblat dibekali dengan pelatihan sekaligus praktik pengukuran arah kiblat. Kegiatan ini diikuti agar tim verifikator mempunyai standar pengukuran yang […]

  • a living room filled with furniture and a ceiling fan

    Peran Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pemberdayaan pada dasarnya merupakan proses yang dilakukan untuk mereduksi ketidakberdayaan dan ketergantungan masyarakat pada orang lain. Karena bentuk ketergantungan sosial pada masyarakat akan menyebabkan seseorang menjadi tidak berdaya dan terbelenggu. Oleh karena itu, proses pemberdayaan di masyarakat sangat penting guna membentuk mindset dan kemandirian masyarakat. Dan biasanya proses pemberdayaan masyarakat biasanya diadvokasi oleh […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

expand_less