Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
  • visibility 334
  • comment 0 komentar

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki kepedulian khusus pada umat Islam, kegiatan sosial banyak dicanangkan dan berbagai kegiatan yang menyentuh dengan Umat, baik ekonomi keumatan sangat dicanangkan. Hal ini memiliki dampak yang sangat luar biasa kepada kemajuan Nahdlatul Ulama selama ini.
Program amal jariyah memang sangat bagus dalam persatuan dan kesatuan yang dibangun Nahdlatul Ulama, terutama infaq dan sodaqoh. Kegiatan Infaq sangat luar biasa manfaatnya  sangat  sering dilakukan, baik itu di masjid-masjid maupun diberbagai kegiatan pengajian dalam rangka hari besar Islam. Program Sodaqoh juga sering dilakukan dalam hal ini bapak-bapak Nahdliyin yang sering berkumpul di forum masjid, baik sodaqoh untuk amal jariyah yang menyangkut pemberdayaan masyarakat juga sodaqoh yang diberikan kepada kaum fakir dan miskin.
Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program amal jariyah sering bekerja sama dengan Banom-banomnya seperti, Lazisnu, Muslimat NU, GP Ansor, IPNU dan IPPNU, Lembaga Perekonomian NU, Lembaga Pertanian NU, Lembaga Kesejahteraan dan Kesehatan Nahdlatul Ulama, dan lainnya. Banyak berbagai latar belakang masalah yang menjadi aspek program amal jariyah NU, pertama: karena kebutuhan masyarakat yang mendesak, seperti kemiskinan. Kedua: karena kaum yang termarginalkan karena kurang akses diberbagai kesempatan sehingga mereka menjadi kaum yang terpinggirkan jadi butuh penanganan khusus. Ketiga: masalah pendidikan atau SDM yang kurang, jadi mereka belum memiliki lapangan pekerjaan sehingga menjadi kaum konsumen yang hanya menikmati dari produsen, karena hal itu terjadi ketimpangan antara kebutuhan dan penghasilan yang tidak seimbang.


Peran Nahdlatul Ulama sekarang ini semakin komplit, dengan aktifnya kegiatan dan gerakan sosial memberikan perhatian khusu pada mereka-mereka yang butuh penyuluhan dengan masalah sosial. Biasanya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengajak bersama-sama pengurus Nahdlatul Ulama untuk bersinergi dalam hal menciptakan lapangan kerja dan penyuluhan jalan keluar agar warga NU bisa mandiri dalam hal pekerjaan. Hal ini terbukti tidak sedikit para pekerja yang bekerja di dalam dan luar negeri kebanyakan adalah warga NU. Mereka dibekali ketrampilan bekerja, dibekali keahlian khusus, dibekali modal latihan bekerja sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja yang ada di luar negeri. Bahkan dibeberapa negara mengakui tenaga kerja Indonesia sangat berkualitas, dan mampu menjalankan pekerjaannya dengan baik.
KEGIATAN SOSIAL
Nahdlatul Ulama dalam kegiatan sosial banyak yang menyentuh pada pemberdayaan sosial, Lembaga LAZISNU misalnya mengelola zakat 2 Milyar, hal ini Nahdlatul Ulama menerima zakat dari masyarkat untuk dikelola dengan baik. Caranya dengan membelikan sapi untuk dibagikan setiap kecamatan lewat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama, yang berguna penyalurannya untuk daging korban yang diberikan kepada fakir dan miskin di setiap desa setempat.
Juga lemabaga perekonomian Nahdlatul Ulama, dengan program memberikan pinjaman kepada setiap warga yang mempunyai kegiatan Enterpreuner seperti, usaha jaket, usaha pembuatan sepatu, usaha jualan dawet, usaha toko kelontong, usaha jual bibit tani, usaha penjualan pupuk, usaha swalayan di desa, semuanya ini langsung berdampak pada ekonomi umat di desa yang membutuhkan modal usaha. Dengan adanya perhatian dan penyuluhan di desa dapat memberikan manfaat dan kelancaran dalam menjalankan usaha dan modal usaha.
Adalagi Lembaga Pertanian Nahdlatul Ulama, lembaga ini sangat berperan penting dalam hal pertanian warga NU. Penyuluhan cara bertani yang baik, dan pemilihan bibit unggul adalah bagian dari program pertanian NU. Dengan memberikan pelatihan khusus bagi warga NU dan cara menjalankan pertanian yang baik memberikan dampak yang signifikan, terbukti para petani NU banyak yang berhasil ketika panen.
Muslimat NU juga berperan sangatlah penting, lewat kursus menjahit, kursus dan pelatihan ketenagakerjaan, seperti ibu rumah tangga, kegiatan pemagangan di lintas sektor seperti: magang di toko swalayan, magang di koperasi, magang di kantor pelayanan pajak, magang di kantor pemda, magang di perpustakaan Kabupaten, dan lainnya. Semua memberikan pelatihan skill yang berguna langsung terhadap ketrampilan warga NU.
Gerakan Pemuda Ansor juga memberikan pendampingan khusus pada pemuda NU dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan. Disnakertrans Kabupaten memberikan pelayanan dan penyuluhan, bagaimana menciptakan lapangan kerja yang baik, dengan cara membuat usaha seperti: usaha rumahan, usaha ceriping singkong, usaha warung makan, usaha toko kelontong, usaha pembuatan jaket tas dan sepatu, usaha rental komputer, usaha photo copy di sekitar sekolahan, usaha membuat sapu keset dan sulak, masih banyak lagi usaha lainnya. Semua usaha ini dapat pendampingan dan modal usaha sehingga pemuda NU tidak banyak yang menganggur dan dapat menciptakan lapangan kerja.
Menjadi Enterpreuner yang Baik
Warga Nahdlatul Ulama dituntut menjadi enterpreuner sejati, dengan cara memiliki semangat yang baik dalam hal bekerja dan pantang menyerah. NU dan Banom-banomnya sangat berperan aktif dan efektif dalam pelatihan dunia usaha. Semakin banyaknya usaha yang dilakukan warga NU menjadi bukti, 75 % berbagai kegiatan usaha baik di kota dan di desa adalah warga NU. Penelitian ini cukup signifikan dalam hal ini Lakpesdam NU kabupaten telah melakukan berbagai survei dan hasilnya valid dan dapat dipetnggungjawabkan. Publik menilai sangat puas dengan survei ini.
Berbagai usaha yang dilakukan warga NU demi menolong ekonomi keumatan, kalau tidak ada perhatian maka pemberdayaan umat akan gagal, karena Umat sudah dibebani dengan pendidikan yang belum tinggi, sehingga SDM warga NU masih dipertanyakan. Salah satu jalan keluar adalah menjadi Enterpreuner sejati, dengan menjadi pengusaha akan membuat lapangan kerja, memperkerjakan warga NU, juga membuat SDM warga NU menjadi lebih baik dengan cara menjadi pekerja yang tangguh, ulet, terampil, dan cekatan.
Apakah ini akan berjalan berhasil? Belum tentu karena kita tunggu para pemuda NU untuk menata dirinya ke depan akan berani keluar dari krisis lapangan kerja dan menjadi enterpreuner sejati, apakah berani, kita tunggu hasilnya.( Fikrul Umam, MS.I adalah aktivis LAKPESDAM PCNU PATI)  
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rois Syuriah PCNU Temanggung: Rektor INISNU Harus Kuatkan Komitmen Nilai Mabadi’ Khaira Ummah

    Rois Syuriah PCNU Temanggung: Rektor INISNU Harus Kuatkan Komitmen Nilai Mabadi’ Khaira Ummah

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.914
    • 0Komentar

      pcnupati.com Temanggung— Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung, KH. Muhammad Furqon Masyahuri, menegaskan bahwa pemilihan Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung periode 2026–2029 dari kalangan internal merupakan langkah tepat karena lembaga ini telah memiliki banyak kader dan sumber daya manusia yang mumpuni. “Rektor dipilih dari internal karena sudah banyak kader […]

  • Harsosnas ala PC Muslimat NU Pati

    HARSOSNAS ala PC Muslimat NU Pati

    • calendar_month Ming, 6 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Harsosnas ala PC Muslimat NU Pati Pcnupati.or.id. Pimpinan Cabang Muslimat NU mengadakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam Rangka Hari Sosial Nasionla Muslimat NU (Harsosnas) Ahad, 6 Oktober 2024 bertempat halaman Gedung Muslimat NU (depan Joyo Kusumo) “Dalam acara ini tidak hanya hanya Korda sekaresdanan Pati sekaligus peringatan maulid Nabi dan Harsosnas, biar efektif […]

  • PCNU-PATI

    Puasa setelah Puasa

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kebanyakan orang memandang, memahami, menginterpretasi bahwa puasa ya hanya puasa Ramadan. Ya, benar kalau itu puasa wajib sebagai bagian dari rukun Islam. Namun, sebenarnya banyak puasa setelah puasa, puasa di atas puasa, puasa pasca puasa. Realitasnya, setelah bulan Ramadan yang penuh berkah berlalu, umat muslim di seluruh dunia seringkali berpikir tentang bagaimana […]

  • Tingkatkan militansi Kader, PAC IPNU IPPNU Tambakromo Gelar Diklatama

    Tingkatkan militansi Kader, PAC IPNU IPPNU Tambakromo Gelar Diklatama

    • calendar_month Sen, 30 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    PATI – Dalam upaya peningkatan kapasitas dan militansi pelajar Nahdlatul Ulama’ (NU), PAC IPNU IPPNU Kecamatan Tambakromo menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pertama (Diklatama) bagi  Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP). Acara yang dilaksanakan di TK IT Yadus Salaf Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo berlangsung selama tiga hari sejak jum’at (27/12/2019) sampai hari minggu (29/12/2019) […]

  • Drama Fatayat NU Pati Menuju Kongres: Terseret Banjir, sampai Numpang Truk Ikan

    Drama Fatayat NU Pati Menuju Kongres: Terseret Banjir, sampai Numpang Truk Ikan

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    PATI – Tak seperti kebanyakan Pimpinan Cabang (PC) di kota lain, PC Fatayat NU Pati mengalami banyak drama dalam melakukab perjalanan menuju Kongres Fatayat NU di Gedung Serbaguna, Jakabaring, Palembang. Dua punggawa PC Fatayat NU Pati, Nining Sugiarti dan Lilik, berangkat dari Pati ke Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang pada Kamis (14/7) lalu. Rencananya, rombongan […]

  • Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Agus Sukari (tengah), ketua Yayadan Wahid Hasyim Pati didampingi Hj. Hartami (kanan), kepala MTs Wahid Hasyim bersama para Santri yatim Wahid Hasyim usai penyerahan paket bantuan dalam acara ‘Jumat Berkah’ (10/9) PATI – ‘Jumat Berkah’, program rintisan Yayasan Wahid Hasyim Pati ini kembali melakukan kegiatan bhakti sosial, Jumat (10/9). Hal ini dinyatakan oleh Agus Sukari, […]

expand_less