Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
  • visibility 357
  • comment 0 komentar

Syaikh Ahmad Mutamakkin banyak disalahpahami sebagai tokoh aliran kebatinan dengan ajaran Dewa Ruci. Beliau dianggap menyimpang dari syariat Islam yang mapan karena meneruskan doktrin wahdatul wujud (Manunggaling Kawulo Gusti) ala Al Hallaj, Al Farabi, dan Ibnu Arabi.

Komplek Makam Mbah Mutamakkin Kajen
Ilustrasi: Komplek makam Syaikh Ahmad Mutamakkin Kajen dilihat dari atas

Ketib Anom, Sang Pendekar Syariat (Fiqh) mencoba menggiring kekuatan dan opini publik untuk mendiskreditkan posisi dan menghilangkan pengaruh Syaikh Ahmad Mutamakkin di masyarakat.

Usaha Ketib Anom berhasil. Syaikh Ahmad Mutamakkin akhirnya disidang di Solo oleh Raja Amangkurat IV.

Namun akhirnya rencana Ketib Anom dan kawan-kawan menjadi gagal total. Raja Amangkurat IV justru berbaiat menjadi santri thariqah Syaikh Ahmad Mutamakkin.

Benar dawuh Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, bahwa orang besar melesat setelah banyak cobaan yang merintangi. Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari semakin berkibar setelah dipenjara pemerintah kolonial. Gus Dur semakin berkibar setelah didiskreditkan rezim Orde Baru.

KH MA Sahal Mahfudh semakin berkibar setelah program pemberdayaan ekonomi umat ditentang banyak pihak. Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj sendiri berkibar setelah kontroversi Sunni-Syiah dan aswaja sebagai Manhajul Fikri.

Popularitas dan pengaruh Syaikh Ahmad Mutamakkin pun semakin berkibar pasca lepas dari rencana busuk orang-orang yang membencinya. Keberadaan Syaikh Ahmad Mutamakkin justru menjadi penengah antar semua kekuatan yang ada. Birokrat, tokoh agama, dan masyarakat menjadikannya tokoh sentral yang menjadi rujukan semua masalah.

Penulis mencoba menelusuri geneologi ilmu dan sanad Syaikh Ahmad Mutamakkin dari sejarah keilmuan yang ditulis oleh Bapak Imam Sanusi, Mas Zaenul Milal Bizawie dan buku-buku lain yang relevan.

Dari penelusuran tersebut, Penulis menemukan bahwa Syaikh Ahmad Mutamakkin adalah tokoh Aswaja An-Nahdliyyah secara lengkap, baik dalam hal akidah, fiqh, dan lebih-lebih tasawuf.

Salah satu kitab yang dikaji Syaikh Ahmad Mutamakkin adalah Irsyadul Ibad yang sampai sekarang masih dikaji oleh generasi penerus. Salah satunya, KH Ahmad Zakki Fuad yang setiap malam Selasa mengkaji kitab ini di Masjid Kajen.

Orang alim yang dekat dengan Allah, semasa hidup sampai wafatnya, selalu menebar keberkahan kepada masyarakat sekelilingnya.

Begitu juga Syaikh Ahmad Mutamakkin. Beliau selalu menebarkan kemanfaatan dan keberkahan bagi orang lain sampai sekarang.

Pemikiran dan perjuangannya dikaji dan diteladani. Sedangkan makamnya yang senantiasa dipenuhi ribuan peziarah tentu saja membawa berkah bagi masyarakat sekelilingnya dari semua aspek.

Semoga kita mendapatkan keluberan berkah Syaikh Ahmad Mutamakkin. Termasuk dalam menegakkan paham Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah yang merupakan manifestasi Islam rahmatan lil-alaminn.

Amiin Yaa Rabbal Alamiin

Wonokerto, 7 Dzulhijjah 1441
7 September 2019

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pati Diharapkan Jadi Titik Peluncuran Posko Mudik Banser Jateng

    Pati Diharapkan Jadi Titik Peluncuran Posko Mudik Banser Jateng

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI-Sebagai tradisi menjelang Lebaran, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati selalu memberikan pelayanan kepada pemudik yang melintas melalui Posko Mudik Banser terbaik. Bahkan, tahun ini Pati diharapkan dapat menjadi titik peluncuran Posko Mudik Banser di Jawa Tengah (Jateng). “Seperti biasa, kami membuka Posko Mudik Banser di Juwana. Tahun ini kami mengharapkan kick off […]

  • Hukum Budidaya Jangkrik dan Kroto – Bahtsul Masail NU Pati

    Hukum Budidaya Jangkrik dan Kroto – Bahtsul Masail NU Pati

    • calendar_month Jum, 30 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Forum Bahtsul Masail Diniyah yang digelar oleh Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kab. Pati di Komplek Nyai Ageng Ngerang Tambakromo telah menetapkan keputusan terkait dengan hukum memberi makan burung dengan jangkrik dan kroto, hukum membudidayakan jangkrik dan kroto, serta sah atau tidak jual beli jangkrik dan kroto? Ketiga as’ilah terkait kroto dan jangkrik tersebut memang […]

  • PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    PMII Syekh Mutamakkin Warnai WCD di Tunggulsari

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    TAYU-World Cleanup Day (WCD) merupakan agenda bersih-bersih yang dilakukan di setiap tanggal 21 September di seluruh dunia. Dalam meramaikan agenda ini, Pemprov Jawa Tengah membentuk even Jateng Kudu Resik yang tersebar hampir di seluruh wilayah Jateng. Para Kader PMII Syekh Mutamakkin berpose bersama para relawan WCD Jateng Kudu Resik usai melaksanakan bersih-bersih masal di Jalan […]

  • PCNU- PATI Photo by geralt

    “Wuih Kompak Amat”

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan. Belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot sedang menyapu di lantai masjid. Azan dimulai, jamaah pun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya berjamaah. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja […]

  • Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting. “”Puisi yang baik itu adalah […]

  • Gus Rozin: Khidmah NU di Aceh Merawat Ikatan Batin Nahdliyin Lintas Daerah

    Gus Rozin: Khidmah NU di Aceh Merawat Ikatan Batin Nahdliyin Lintas Daerah

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.071
    • 0Komentar

      Aceh Timur – Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa khidmah kemanusiaan Nahdlatul Ulama di Aceh bukan semata soal besar-kecilnya bantuan, melainkan ikhtiar merawat ikatan batin antarsesama warga Nahdliyin lintas daerah. Hal itu disampaikan Gus Rozin saat meresmikan sekaligus menyerahterimakan mushola dan TPQ di Desa Bukit Tiga, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh […]

expand_less