Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

Gus Rozin Tekankan Pentingnya Literasi Akademik di Era Digital

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
  • visibility 539
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Studium Generale (SG) dengan tema “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul, Kompetitif, dan Berkarakter Pesantren” di Aula Kampus setempat, Kamis (25/9/2025).

Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika IPMAFA.

Rektor IPMAFA, KH Abdul Ghofarrozin dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi akademik bagi mahasiswa di era digital. Menurutnya, tantangan generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya.

“Pada 2022, Indonesia menempati peringkat 71 dari 79 negara dalam survei literasi di Asia. Sedangkan di tingkat ASEAN, posisi kita masih di urutan bawah. Namun, saya optimis mahasiswa akan mengalami peningkatan literasi, baik dalam memahami teks maupun menulis, apalagi mereka sudah akrab dengan dunia digital,” jelas pria yang akrab disapa Gus Rozin ini.

Ia menambahkan, tren terbaru menunjukkan adanya peningkatan minat generasi Z terhadap sastra, terutama karya yang ditulis oleh penulis muda atau lebih dikenal generasi Z. Karena itu, Gus Rozin menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu pesimis terhadap tradisi membaca dan menulis.

“Kampus berbasis pesantren seperti IPMAFA harus serius mengembangkan tradisi akademik dan riset,” tegas dia.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Suharnomo, Guru Besar Manajemen sekaligus Rektor Universitas Diponegoro (Undip). Dalam paparannya, ia menceritakan perjalanan akademiknya yang berawal dari pesantren hingga meraih gelar profesor.

“Anak-anak dari desa punya kesempatan yang sama untuk sukses, asalkan serius dan tekun. Saya dulu juga belajar di pesantren, pernah menjadi penyiar RRI Semarang ketika mahasiswa, dan akhirnya bisa sampai di titik ini. Semua karena kerja keras dan kesungguhan,” ungkap dia.

Melalui kegiatan ini, IPMAFA berharap mahasiswa baru memiliki semangat tinggi untuk mengembangkan diri, menjaga tradisi pesantren, sekaligus siap menghadapi tantangan global dengan kompetensi akademik yang mumpuni. (siswanto/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reuni Akbar MANU Gembong, Yayasan: Jangan Mudah Terpengaruh!

    Reuni Akbar MANU Gembong, Yayasan: Jangan Mudah Terpengaruh!

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama’ (MANU) Gembong punya hajat besar. Dalam rangka reuni alumni, madrasah yang terletak di jantung Kota Gembong tersebut menggelar MANU bersholawat. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung IPHI Kecamatan Gembong pada Ahad (21/5) pagi. Ketua Panitia, Muh Zen Adv. yang sekaligus alumni pertama MANU tak mampu membendung rasa bahagianya di depan […]

  • Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    Sambangi Pati, Khofifah Pamer Progam Muslimat NU

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

      Pati – Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyambangi Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (29/6/2025). Ia pun memamerkan program unggulan Muslimat NU. Khofifah menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pati. Acara itu juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang […]

  • Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi<br>

    Seperti Ini Potret Toleransi di Desa Jrahi

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    PATI -Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, terkenal dengan sebutan Desa Wisata Pancasila. Di sana terdapat beberapa agama. Namun dengan kerukunan dan toleransi yang ada, masyarakat bisa hidup berdampingan.  Di sana, ada tiga agama dan satu penghayat kepercayaan yang dipeluk. Yakni, Agama Islam, Kristen, Budha dan Sapto Darmo.  Potret kerukunan di Desa Jrahi terlihat saat […]

  • a close up of two people shaking hands

    Selamat Datang Kepentingan

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Berminggu-minggu telah berlalu, bulan telah meninggalkan dan hari telah berganti. Dan waktu terus berjalan tak bisa berputar ke belakang. Hari ini tahun telah berganti dan banyak doa doa dikumandangkan, ada yang mengatakan tahun kemarin kurang ini dan itu, tak jarang pula berkeyakinan jika tahun ini akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.349
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Tema tulisan seperti ini sudah banyak diketik banyak penulis. Diunggah banyak website. Dijelaskan pada Influecer dan Youtuber. Didakwahkan para pendakwah. Saya beberapa kali juga menulisnya di website resmi PCNU Pati. Namun, perlu ditegaskan lagi, mengapa etika bermedia sosial di bulan Ramadan menjadi penting untuk ditulis ulang di Pcnupati.or.id ini? Ya, jawab […]

  • KH. Mukhlison Hadi Singgung NU dalam Acara Maulid

    KH. Mukhlison Hadi Singgung NU dalam Acara Maulid

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    TRANGKIL-Takmir Masjid Sirojul Anam Trangkil menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW., Sabtu (15/11) kemarin. Pengurus takmir, Dr. Jamal Makmur menyatakan bahwa setiap tahun, masjid ini menyelenggarakan peringatan maulid dengan berbagai variasi. KH. Mukhlison Hasi Khoiron menyampaikan tausyiyah dalah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh takmir Masjid Sirojul Anam, Trangkil. “Maulidan merupakan agenda […]

expand_less