Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menjaga Marwah Corak Politik Kebangsaan NU

Menjaga Marwah Corak Politik Kebangsaan NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
  • visibility 526
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dalam menyongsong pesta demokrasi yang tiap lima tahun sekali diadakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki sumbangsih besar terhadap negara dalam menyumbangkan suaranya melalui umatnya untuk menentukan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia.

NU sendiri sebagai ormas terbesar di Indonesia,bahkan terbesar di dunia, tentunya para pengurus paham bentul akan situasi setiap pesta demokrasi telah tiba akan muncul pihak-pihak yang  yang memiliki kepentingan untuk mencatut nama NU untuk dijadikan roda politik.

Oleh karena itu, untuk menyikapi pihak-pihak yang memiliki kepentingan baik untuk dirinya sendiri maupan partainya yang menyertakan bendera NU, KH Yahya Cholil Staquf atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Gus Yahya dengan tegas melarang bendera NU untuk dijadikan sebagai senjata politik.

Dalam pidatonya “Gus Yahya menekankan, NU menjaga jarak dengan politik praktis. Untuk itu, tidak ada calon pejabat publik baik untuk posisi Presiden, Wakil Presiden, Bupati, Gubernur, hingga anggota DPR yang mengatasnamakan NU. Jika ada orang NU yang mencalonkan diri untuk sebuah jabatan publik, yang bersangkutan mewakili dirinya sendiri. Gus Yahya juga berharap bahwa masyarakat kita bisa menumbuhkan dinamika politik yang lebih rasional dan mengedepankan politik kebangsaan bukan politik praktis.”

Adapun dalam berpolitik, corakpolitik NU adalah corak politik kebangsaan yang rahmatan lil alamin, tidak berambisi berkontestansi dalam meraih kekuasaan, tetapi secara arif bersenyawa dengan “wong cilik”. Selain itu juga, memberikan contok pelajaran politik moral kebangsaan terhadap para pemangku politik. Itulah pesan politik NU yang selalu digaungkan oleh para founding fanthers untuk selalu mengingatkan ‘kembali ke khittah 1926’. Maka, NU selalu memosisikan diri sebagai pembela kaum lemah, serta selalu menegakkan keadilan.

Dalam berpolitik ala ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyin, ada beberapa corak politik yang selama ini dipegang teguh dalam tubuh NU untuk menjalankan roda politik kebangsaan. Adapun dalam hal ini antara lain meliputi.

Pertama, NU menyakini adanya sikap persaudaraan (al-ukhuwah) univirsal. Ukhuwan persaudaraan ini tidak hanya dalam ranah personality saja, melainkan menjamah pada persaudaraan antar manusia (ukhuwah basyariyah), persaudaraan antar-bangsa (ukhuwah wathaniyah), persaudaraan antar muslim (ukhuwah islamiyah).

Kedua, adanya semangat tasamuh (toleransi), semangat toleransi ini muncul untuk menghindari adanya konflik baik antar-suku, bangsa, etnis, ras, maupun budaya. Semangat tasamuh ini digelorakan untuksaling menyanyangi antar-bangsa, suku, ras, dan etnis. Karena kita semua adalah sama yakni satu kesatuan bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi NKRI. Sedangkan Pancasila adalah sebagai ideologi negara.

Ketiga, adanya sikap tawassuth (jalan tengah) yang merupakan kelanjutan semangat toleransi dan berperan sebagai mediasi untuk memecahkan sebuah masalah. Maka, NU di sini dalam menyelesaikan sebuah masalah selalu mengedepankan mediasi untuk mendapatkan jalan tengah, sehingga melalui mediasi inilah beberapa pertikaian bisa teratasi dan mendapatkan solusi antar kedua belah pihak. Dan melalui sikap tawassuth ini, NU menghindari adanya ekstremisme  antar paham yang serba kanan dimana melahirkan liberalisme dalam pengamalan ajaran. Oleh karena itu, NU selalu menganjurkan kesalehan individual dan sosial harus selalu berjalan beriringan.   

Keempat, tawazun (seimbang) dalam mengambil beragam keputusan, NU selalu nmendasarkan pada syura (musyawarah) kepada pihak-pihak yang terkait. Karena konsep ini dilakukan untuk mendapatkan aspek-aspek keseimbangan dan kemaslahatan bersama (al-mashalih al-‘ammah). Jika ada selisih pendapat, yang harus dikedepankan adalah al-mujadalah billati hiya ahsan (perdebatan rasional yang diorientasikan untuk kebaikan). Maka, meskipun NU sering diguncang fitnah, keutuhan dan solidaritas NU baik kulturan dan strukturan tetap terjaga.

Dengan demikian, keempat corak politik NU di atas menggambarkan,bahwa NU selalu menjunjung tinggi politik kebangsaan yang diamanahkan oleh para founding fanthers NU untuk menolong yang lemah dan menegakkan keadilan, demi terciptanya kondusifitas berpolitian di Indonesia.         

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 710
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • Kunjungan Syaikh Fadi Alamuddin Lebanon di MTs dan MA NU Miftahul Huda

    Kunjungan Syaikh Fadi Alamuddin Lebanon di MTs dan MA NU Miftahul Huda

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Pati. Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasanya, akan tetapi ada sesuatu berbeda  di MTs dan MA NU Miftahul Huda  di desa Sugihrejo Kec. Gabus karena mendapatkan tamu istimewa yaitu Syaikh Fadi Alamuddin dari Global University Lebanon,13/8 kemarin, bertempat di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Dukuh Pasinggahan, acara berlangsung mulai pukul 07.00 – 09.00 wib. Maka dari […]

  • Konferensi MWCNU Kec Wedarijaksa

    Konferensi MWCNU Kec Wedarijaksa

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Pati. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Wedarijaksa menggelar konferensi pergantian pengurus. Penyusunan pengurus baru itu, agar bersama-sama memajukan Nahdlatul Ulama semakin berkembang dan mampu mengikuti tantangan Zaman. Acara konferensi bertempat di Gedung MWC NU Wedarijaksa,(6/8) Selain itu, MWC Wedarijaksa diharapkan menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik dalam bidang wirausaha, karena di kecamatan tersebut banyak usaha […]

  • Siswa siswi SMA dan MTs Joyo Kusumo Gelar Penanaman 1.000 Pohon di Desa Pasuruhan dan Jetis Pesagi

    Siswa siswi SMA dan MTs Joyo Kusumo Gelar Penanaman 1.000 Pohon di Desa Pasuruhan dan Jetis Pesagi

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 796
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Dalam rangka mewujudkan komitmen terhadap kelestarian alam dan pendidikan karakter berbasis lingkungan, SMA dan MTs Joyo Kusumo sukses menyelenggarakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di Desa Pasuruhan dan Jetis Pesagi, Kecamatan Kayen. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini tidak hanya melibatkan seluruh civitas akademika sekolah/ madrasah di bawah naungan Yayasan Joyo […]

  • Gandeng Mahasiswa PMI IAIN Kudus, PR IPNU IPPNU Krandan Adakan Pelatihan Public Speaking

    Gandeng Mahasiswa PMI IAIN Kudus, PR IPNU IPPNU Krandan Adakan Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Krandan Kecamatan Trangkil mengadakan kegiatan Pelatihan Public Speaking pada Jum’at, (18/11/2022). Acara ini diikuti oleh Pimpinan Ranting (PR) se-Kecamatan Trangkil. Kegiatan yang mengusung tema “Kembangkan Potensi Tingkatkan Percaya Diri” ini digelar di TPQ Al Hikmah Desa Krandan. Acara ini […]

  • 25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.670
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Semarang — Semangat kebersamaan dan nuansa hijau khas Nahdlatul Ulama (NU) menyelimuti Stadion Pandanaran, Wujil Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/10/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025, salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Santri yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Sedikitnya 25 ribu peserta […]

expand_less