Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menjadi Kaya seperti Tuhan

Menjadi Kaya seperti Tuhan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
  • visibility 454
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin* 

Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati. 

Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj juga kotor. Ya, letterarry ‘kotor’. Dikutip dari Liputan6, ia sering minum dari air kotor dan doyan makan daging busuk. 

Namun yang menjadi sorotan, justru penyebab kematiannya. Amou Hajj meninggal setelah dipaksa mandi di sungai oleh warga sekitar. 

Tak ayal fenomena ini menjadi perbincangan sekaligus dalil, terutama bagi kaum rebahan malas mandi. Jika benar, realita ini bukan hanya aneh, tapi juga kontradiksi dengan teori kebersihan ala nabi dan medis. 

Sekilas memang seperti itu, tapi nyatanya tidak! Keyakinan Amou Hajj yang tertanam sejak ia muda, akhirnya mengantarkannya pada kenyataan pahit, kematian. Yups! Amou Hajj mati akibat sugestinya sendiri, bukan karena mandi. 

Sejurus dengan Amou Hajj, penulis punya pengalaman mirip. Seorang teman pernah bercerita tentang kematian mertuanya. 

Si Mertua punya keyakinan kuat bahwa rokok adalah bagian integral dari hidupnya. Ia tak mungkin bisa hidup tanpa rokok. 

Namun sarjana kedokteran yang menangani penyakit jantungnya berkata lain. “Bapak harus berhenti merokok jika mau sembuh. Fardhu ‘ain!,” gertak Si Dokter. 

Karena sayang bapak, anak-anaknya menyuruh pak tua ini untuk sami’na wa atho’na apa kata dokter. Akhirnya, kegelisahan menerpa Si Bapak selama tiga bulan. 

Pak tua itu pun selamat dari penyakit jantung, namun tak bisa lolos dari lingkaran alam bawah sadar yang terpatri sejak lama. Ia akhirnya meninggal karena sugesti ‘fadhilah’ rokok bagi dirinya, bukan karena berhenti mengisap benda itu. 

*** 

Nah, dua kejadian ini relate dengan sebuah esai panjang dari situs online Ghrasia (RSJ Jogja yang terkenal itu). Artikel berjudul ‘Sukses dengan Pikiran Bawah Sadar’ tersebut, menyebut bahwa jika fikiran subjektif atau alam bawah sadar memikirkan hal-hal baik, maka hal-hal baik akan mengikuti kita, begitu pun sebaliknya. Dari sini kita faham, betapa kuatnya sugesti dalam alam bawah sadar. 

Dari situ pula penulis mulai berandai-andai, bagaimana jika Manusia Indonesia mampu merekontruksi alam bawah sadarnya bahwa ‘kaya’ dan ‘sukses’ sama dengan sehat wal ‘afiyat, iman tebal dan bermanfaat bagi sesama. Itu saja!. 

Tidak perlu embel-embel sarjana, rumah mewah, punya mobil, pekerjaan tetap, terlihat mapan dan bla bla bla. Supaya apa? Supaya mental kita tidak ‘terbunuh’ oleh sugesti. 

Memang sulit! Sebab, puluhan tahun Manusia Indonesia dipertontonkan kekayaan membabi buta. Mulai dari televisi hingga yang teranyar, kanal-kanal youtube isinya orang kaya semua. Masyarakat diajari hubbud dunya lewat media. 

Pejabat publik tak ada yang naik Suzuki Carry atau pakai motor Beat pas ngantor. Semuanya tampak mewah dan serba mahal. 

Tontonan kita di YouTube, macam Mbak Andin, mas Rafi Lek Baim atau Gus Atta. Sehingga fikiran kita menangkap bahwa standar hidup baik ya seperti itu, harus kaya raya, terlihat mapan dan tersohor. 

Sekali lagi, sulit untuk merubah mindset yang sudah berkholwat puluhan tahun dalam benak kita. Tapi jika mau, mungkin kita bisa mulai dari diri sendiri. 

Kembalilah pada makna, jangan terlalu sibuk dengan bungkus, begitu kata Sufi. Dari nasihat ini, sudah saatnya kita merevisi makna kaya. 

‘Kaya’ dalam bahasa Arab diartikan sebagai ‘ghaniy’. Secara harfiyah, bermakna ‘tidak butuh’. 

Tuhan maha Kaya, karena Dia ‘tidak butuh’. Tidak butuh kekayaan, tidak butuh makhluk-Nya, tidak butuh rumah mewah, mobil keren, gelar sarjana, jabatan tinggi, posisi strategis, popularitas dan tidak butuh pengakuan. Kalau Tuhannya bisa kaya dengan cara itu, kenapa hamba-Nya tidak?.[] 

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sarbumusi Sebut Sejumlah Perusahaan Tak Bayar Penuh UMK

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Pati Husaini menyebut masih ada sejumlah perusahaan di Pati yang belum penuhi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) para buruh. Ia menyebutkan ada 5 hingga 10 perusahaan di Pati yang belum memenuhi tanggung jawab tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan secara detail nama perusahaan yang dimaksud. Pernyataan […]

  • PCNU-PATI Photo by anaterate

    Wacana

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin disaat hujan rintik dan panas terik, pada sebuah group WhatsApp ada sebuah wacana menarik dan unik untuk dibahas, perihal fasilitas, perihal komunitas dan perihal sesuatu yang belum tuntas. Sebenarnya sederhana saja, tentu saya dan Anda pernah mendengar istilah logika tanpa logistik tak pernah jalan. Saya mengamini akan hal itu, […]

  • PCNU- PATI Photo by Maurits Bausenhart

    Ngumbah Godhong Gedang

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits.  Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum […]

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.144
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan bantuan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatrea Barat, pada Jumat, (5/12/25). Kegiatan ini berfokus pada pengumpulan pakaian layak pakai yang selanjutnya akan disalurkan kepada para penyintas. Aksi penggalangan bantuan […]

  • ‎INISNU Borong Tiga Penghargaan Anugeran LPTNU 2026 di UNUSA

    ‎INISNU Borong Tiga Penghargaan Anugeran LPTNU 2026 di UNUSA

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.230
    • 0Komentar

    ‎ ‎Surabaya — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah LPTNU 2026 Strategic Leadership Forum & Malam Anugerah LPTNU “Connecting Leadership, Serving The Nation” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama di Kampus B Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Selasa (10/3/2026). ‎ ‎Tiga penghargaan tersebut […]

  • Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

    Gus Mus Ijazahkan Tiga Sholawat

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 878
    • 0Komentar

    KH. Musthofa Bisri (Gus Mus) (sumber : Instagram @s.kakung) REMBANG-KH. Musthofa Bisri atau Gus Mus baru-baru ini mengijazahkan amalan sholawat kepada ummat islam. Ijazah ini disampaikan langsung melalui postingan Instagramnya, @s.kakung Kamis (1/7). Dalam video berdurasi tujuh menit dua puluh detik tersebut, Gus Mus memaparkan sekaligus mengijazahkan tiga sholawat sekaligus. Kiai asal Rembang tersebut juga […]

expand_less