Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menjadi Kaya seperti Tuhan

Menjadi Kaya seperti Tuhan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
  • visibility 383
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin* 

Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati. 

Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj juga kotor. Ya, letterarry ‘kotor’. Dikutip dari Liputan6, ia sering minum dari air kotor dan doyan makan daging busuk. 

Namun yang menjadi sorotan, justru penyebab kematiannya. Amou Hajj meninggal setelah dipaksa mandi di sungai oleh warga sekitar. 

Tak ayal fenomena ini menjadi perbincangan sekaligus dalil, terutama bagi kaum rebahan malas mandi. Jika benar, realita ini bukan hanya aneh, tapi juga kontradiksi dengan teori kebersihan ala nabi dan medis. 

Sekilas memang seperti itu, tapi nyatanya tidak! Keyakinan Amou Hajj yang tertanam sejak ia muda, akhirnya mengantarkannya pada kenyataan pahit, kematian. Yups! Amou Hajj mati akibat sugestinya sendiri, bukan karena mandi. 

Sejurus dengan Amou Hajj, penulis punya pengalaman mirip. Seorang teman pernah bercerita tentang kematian mertuanya. 

Si Mertua punya keyakinan kuat bahwa rokok adalah bagian integral dari hidupnya. Ia tak mungkin bisa hidup tanpa rokok. 

Namun sarjana kedokteran yang menangani penyakit jantungnya berkata lain. “Bapak harus berhenti merokok jika mau sembuh. Fardhu ‘ain!,” gertak Si Dokter. 

Karena sayang bapak, anak-anaknya menyuruh pak tua ini untuk sami’na wa atho’na apa kata dokter. Akhirnya, kegelisahan menerpa Si Bapak selama tiga bulan. 

Pak tua itu pun selamat dari penyakit jantung, namun tak bisa lolos dari lingkaran alam bawah sadar yang terpatri sejak lama. Ia akhirnya meninggal karena sugesti ‘fadhilah’ rokok bagi dirinya, bukan karena berhenti mengisap benda itu. 

*** 

Nah, dua kejadian ini relate dengan sebuah esai panjang dari situs online Ghrasia (RSJ Jogja yang terkenal itu). Artikel berjudul ‘Sukses dengan Pikiran Bawah Sadar’ tersebut, menyebut bahwa jika fikiran subjektif atau alam bawah sadar memikirkan hal-hal baik, maka hal-hal baik akan mengikuti kita, begitu pun sebaliknya. Dari sini kita faham, betapa kuatnya sugesti dalam alam bawah sadar. 

Dari situ pula penulis mulai berandai-andai, bagaimana jika Manusia Indonesia mampu merekontruksi alam bawah sadarnya bahwa ‘kaya’ dan ‘sukses’ sama dengan sehat wal ‘afiyat, iman tebal dan bermanfaat bagi sesama. Itu saja!. 

Tidak perlu embel-embel sarjana, rumah mewah, punya mobil, pekerjaan tetap, terlihat mapan dan bla bla bla. Supaya apa? Supaya mental kita tidak ‘terbunuh’ oleh sugesti. 

Memang sulit! Sebab, puluhan tahun Manusia Indonesia dipertontonkan kekayaan membabi buta. Mulai dari televisi hingga yang teranyar, kanal-kanal youtube isinya orang kaya semua. Masyarakat diajari hubbud dunya lewat media. 

Pejabat publik tak ada yang naik Suzuki Carry atau pakai motor Beat pas ngantor. Semuanya tampak mewah dan serba mahal. 

Tontonan kita di YouTube, macam Mbak Andin, mas Rafi Lek Baim atau Gus Atta. Sehingga fikiran kita menangkap bahwa standar hidup baik ya seperti itu, harus kaya raya, terlihat mapan dan tersohor. 

Sekali lagi, sulit untuk merubah mindset yang sudah berkholwat puluhan tahun dalam benak kita. Tapi jika mau, mungkin kita bisa mulai dari diri sendiri. 

Kembalilah pada makna, jangan terlalu sibuk dengan bungkus, begitu kata Sufi. Dari nasihat ini, sudah saatnya kita merevisi makna kaya. 

‘Kaya’ dalam bahasa Arab diartikan sebagai ‘ghaniy’. Secara harfiyah, bermakna ‘tidak butuh’. 

Tuhan maha Kaya, karena Dia ‘tidak butuh’. Tidak butuh kekayaan, tidak butuh makhluk-Nya, tidak butuh rumah mewah, mobil keren, gelar sarjana, jabatan tinggi, posisi strategis, popularitas dan tidak butuh pengakuan. Kalau Tuhannya bisa kaya dengan cara itu, kenapa hamba-Nya tidak?.[] 

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    PATI – Para pengurus PC Muslimat NU dan Fatayat NU menghadiri apel Hari Ibu, Kamis (22/12) pagi. Agenda ini diadakan oleh pemerintah Kabupaten Pati dan berlokasi di halaman Pendopo Kabupaten. Kehadiran lima puluhan ibu-ibu NU tersebut atas undangan dari Pemkab Pati. Selain Fatayat dan Muslimat, turut juga ratusan kaum hawa baik dari elemen pemerintah maupun […]

  • Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Afif Imam Anshary terpilih menjadi ketua PAC GP Ansor Kec, Juwana. Pemilihan ketua baru ini dilaksanakan melalui Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) yang berlangsung sejak Ahad (4/8) pagi. Afif Imam Anshary menggantikan pemimpin lama, H. Muhammad Sutomo. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, PAC GP Ansor Kecamatan Juwana menggelar Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) pada Ahad […]

  • Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • MODAL SOSIAL NU DALAM MENANGGULANGI HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI

    MODAL SOSIAL NU DALAM MENANGGULANGI HIV/AIDS DI KABUPATEN PATI

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    OLEH: FAIZ AMINUDDIN* Tidak ada orang jahat, yang ada adalah orang ‘Alim yang tidak mau mengingatkan orang jahat (KH. Musthofa Bisri). Infeksi HIV/AIDS hingga kini masih menjadi masalah sekaligus ancaman global, meskipun setiap negara di seluruh dunia telah melakukan berbagai upaya penanggulangannya tetapi tampaknya belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mengingat data yang ada justru menunjukkan penyebaran […]

  • Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    Zona 2, GLM Ramadan Terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Pati

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

          Pcnupati.or.id-Pati – Setelah terlaksana di zona 1 MTs Hasyim Asy’arif Jompong, Kradenan, Kabupaten Blora, Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 2 terlaksana di MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Sabtu (8/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Kepala MA. Roudlotusysyubban Tawangrejo Drs. […]

  • Rutin Santuni 10 Ribu Yatim, Sukun Gandeng NU dan Muhammadiyah

    Rutin Santuni 10 Ribu Yatim, Sukun Gandeng NU dan Muhammadiyah

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    PATI – Perusahaan Rokok (PR) Sukun kembali menggelar kegiatan santunan 10 ribu anak yatim pada Ramadhan tahun ini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan perusahaan asal Kudus tersebut. Agenda tersebut dilaksanakan di 10 kota di Jawa Tengah, salah satunya Pati. “Tahun ini merupakan tahun ke lima bagi kami dalam menjalankan program ini,” ungkap Koordinator Bidang […]

expand_less