Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menjadi Kaya seperti Tuhan

Menjadi Kaya seperti Tuhan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
  • visibility 261
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin* 

Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati. 

Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj juga kotor. Ya, letterarry ‘kotor’. Dikutip dari Liputan6, ia sering minum dari air kotor dan doyan makan daging busuk. 

Namun yang menjadi sorotan, justru penyebab kematiannya. Amou Hajj meninggal setelah dipaksa mandi di sungai oleh warga sekitar. 

Tak ayal fenomena ini menjadi perbincangan sekaligus dalil, terutama bagi kaum rebahan malas mandi. Jika benar, realita ini bukan hanya aneh, tapi juga kontradiksi dengan teori kebersihan ala nabi dan medis. 

Sekilas memang seperti itu, tapi nyatanya tidak! Keyakinan Amou Hajj yang tertanam sejak ia muda, akhirnya mengantarkannya pada kenyataan pahit, kematian. Yups! Amou Hajj mati akibat sugestinya sendiri, bukan karena mandi. 

Sejurus dengan Amou Hajj, penulis punya pengalaman mirip. Seorang teman pernah bercerita tentang kematian mertuanya. 

Si Mertua punya keyakinan kuat bahwa rokok adalah bagian integral dari hidupnya. Ia tak mungkin bisa hidup tanpa rokok. 

Namun sarjana kedokteran yang menangani penyakit jantungnya berkata lain. “Bapak harus berhenti merokok jika mau sembuh. Fardhu ‘ain!,” gertak Si Dokter. 

Karena sayang bapak, anak-anaknya menyuruh pak tua ini untuk sami’na wa atho’na apa kata dokter. Akhirnya, kegelisahan menerpa Si Bapak selama tiga bulan. 

Pak tua itu pun selamat dari penyakit jantung, namun tak bisa lolos dari lingkaran alam bawah sadar yang terpatri sejak lama. Ia akhirnya meninggal karena sugesti ‘fadhilah’ rokok bagi dirinya, bukan karena berhenti mengisap benda itu. 

*** 

Nah, dua kejadian ini relate dengan sebuah esai panjang dari situs online Ghrasia (RSJ Jogja yang terkenal itu). Artikel berjudul ‘Sukses dengan Pikiran Bawah Sadar’ tersebut, menyebut bahwa jika fikiran subjektif atau alam bawah sadar memikirkan hal-hal baik, maka hal-hal baik akan mengikuti kita, begitu pun sebaliknya. Dari sini kita faham, betapa kuatnya sugesti dalam alam bawah sadar. 

Dari situ pula penulis mulai berandai-andai, bagaimana jika Manusia Indonesia mampu merekontruksi alam bawah sadarnya bahwa ‘kaya’ dan ‘sukses’ sama dengan sehat wal ‘afiyat, iman tebal dan bermanfaat bagi sesama. Itu saja!. 

Tidak perlu embel-embel sarjana, rumah mewah, punya mobil, pekerjaan tetap, terlihat mapan dan bla bla bla. Supaya apa? Supaya mental kita tidak ‘terbunuh’ oleh sugesti. 

Memang sulit! Sebab, puluhan tahun Manusia Indonesia dipertontonkan kekayaan membabi buta. Mulai dari televisi hingga yang teranyar, kanal-kanal youtube isinya orang kaya semua. Masyarakat diajari hubbud dunya lewat media. 

Pejabat publik tak ada yang naik Suzuki Carry atau pakai motor Beat pas ngantor. Semuanya tampak mewah dan serba mahal. 

Tontonan kita di YouTube, macam Mbak Andin, mas Rafi Lek Baim atau Gus Atta. Sehingga fikiran kita menangkap bahwa standar hidup baik ya seperti itu, harus kaya raya, terlihat mapan dan tersohor. 

Sekali lagi, sulit untuk merubah mindset yang sudah berkholwat puluhan tahun dalam benak kita. Tapi jika mau, mungkin kita bisa mulai dari diri sendiri. 

Kembalilah pada makna, jangan terlalu sibuk dengan bungkus, begitu kata Sufi. Dari nasihat ini, sudah saatnya kita merevisi makna kaya. 

‘Kaya’ dalam bahasa Arab diartikan sebagai ‘ghaniy’. Secara harfiyah, bermakna ‘tidak butuh’. 

Tuhan maha Kaya, karena Dia ‘tidak butuh’. Tidak butuh kekayaan, tidak butuh makhluk-Nya, tidak butuh rumah mewah, mobil keren, gelar sarjana, jabatan tinggi, posisi strategis, popularitas dan tidak butuh pengakuan. Kalau Tuhannya bisa kaya dengan cara itu, kenapa hamba-Nya tidak?.[] 

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program GLM Plus Ma’arif Jateng Diteliti Mahasiswa UIN Walisongo

    Program GLM Plus Ma’arif Jateng Diteliti Mahasiswa UIN Walisongo

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.031
    • 0Komentar

    SEMARANG – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus yang digagas LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menjadi objek penelitian mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Penelitian tersebut dilakukan dalam rangka penyusunan skripsi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang. Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menjadi narasumber utama dalam […]

  • Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Pati Perbolehkan Mengikuti Pendapat Wakaf Uang Sah

    Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Pati Perbolehkan Mengikuti Pendapat Wakaf Uang Sah

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

          Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati pada hari Rabu, 7 Dzulqa’dah 1445 H atau 15 Mei 2024 lalu menyelenggarakan Bahtsul Masail dengan tema Wakaf Uang. Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Pakis Tayu Pati, asuhan KH M. Aniq Muhammadun ini  dilaksanakan oleh Lembaga Bahtsul Masail PCNU dengan melibatkan beberapa pihak. […]

  • Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua […]

  • PCNU-PATI

    Belahan Jiwa Al-Musthafa

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Fatimah al-Zahra, adalah putri bungsu Rasulullah SAW. Ia adalah satu-satunya putri Rasulullah SAW yang memiliki anak keturunan. Tiga kakak perempuannya, Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kultsum, tidak mempunyai anak, Dari Rahim Fatimah, lahir Hasan dan Husain, cucu tersayang Rasulullah SAW. Karena itu pula, Fatimah sangat dicintai dan amat disayang Rasulullah SAW, sebab ia menjadi penerus garis […]

  • Benarkah Puasa Menyehatkan

    Benarkah Puasa Menyehatkan

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Puasa telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan budaya di berbagai belahan dunia, khususnya dalam Islam. Selain sebagai bentuk ibadah, puasa juga diklaim memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, masih ada sebagian orang yang meragukan apakah puasa benar-benar berdampak positif bagi tubuh. Kita harus membeda fakta ilmiah mengenai manfaat puasa yang menyehatkan. Dari […]

  • Religion and Nation; Islam. Photo by Kyle Glenn on Unsplash.

    Religion and Nation; Islam

    • calendar_month Sab, 5 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebelum melangkah jauh ke dalam ruang-ruang teoritis, sebuah kajian ilmiah senantiasa mengandaikan upaya penjernihan terma-terma yang digunakan. Upaya penjernihan ini berfungsi untuk membuka cakrawala pemahaman awal sekaligus memetakan rute-rute praksisnya. Mendefinisikan agama, dalam hal ini Islam, secara global dan utuh tentu tidak semudah dengan hanya menyatakan bahwa Islam adalah dogma yang […]

expand_less