Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
  • visibility 349
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

“Poso kok ora bali Dukuhseti piye leh?” Seorang teman bertanya sembari menegaskan saya diharapkan ke tempat kelahiran di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Menjalankan ibadah Ramadan di tempat kelahiran meman beda. Beda sekali. Saya kira tidak hanya di Pati. Setiap tempat kelahiran menyimpan ruang-ruang memori yang indah ketika momentum Ramadan. Sebab, bisa sehari semalam waktu kita habiskan di musala dan masjid untuk salat tarawih, salat witir, tadaruan, tong-tongklek membangunkan warga untuk sahur, nyumet mercon, salat subuh, nyuluh jangkrik, hingga nyolong semangka dan mangga milik warga. Ya, memori-memori itu akan saya ingat sampai tua nanti.

Ramadan hakikatnya memang menjadi bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, bulan Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam, tidak terkecuali bagi masyarakat di Pati, sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, yang dikenal dengan sebutan “Bumi Mina Tani”. Di sinilah Ramadan dirayakan dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan keagungan spiritual, bahkan kekonyolan-kekonyolan yang terlalu manis untuk dilupakan, dan terlalu pahit untuk dikenang.

Keunikan Bumi Mina Tani

Kabupaten Pati, sebuah bagian kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan budaya dan religinya yang mengagumkan. Di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakatnya, terdapat keunikan religi yang membentuk identitas dan karakteristik khas Kabupaten Pati. Pertama, tradisi keagamaan yang kental. Pati juga dikenal dengan tradisi keagamaannya yang sangat kental. Setiap hari, berbagai ritual keagamaan dilakukan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Mulai dari salat berjemaah di masjid-masjid hingga kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian, mujahadah, yasinan, nyadran, sedekah bumi, manaqiban, tahlilan, dan peringatan hari-hari besar keagamaan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Pati.

Kedua, keberagaman agama dan toleransi antarumat beragama. Salah satu ciri khas yang menonjol dari Kabupaten Pati adalah keberagaman agama yang ada di dalamnya. Meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim, namun terdapat pula komunitas Hindu, Buddha, dan Kristen yang hidup berdampingan dengan damai. Toleransi antarumat beragama di Pati menjadi teladan bagi daerah lain, di mana kerukunan antarumat beragama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Saya bisa mencontohkan di dekat rumah ada musala dan wihara yang tetap damai. Begitu juga di wilayah sejak Puncel, Kembang, Dukuhseti, Tayu, hingga Batangan yang dekat pantai berkembang beragama agama utamanya Islam dengan Kristen dan Katolik. Apalagi, dulu di sepanjang wilayah pantai Pati sejak dari Puncel berkembang pesat agama Kristen karena peran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung (1800-1885) sebagai misionaris/penginjil yang gigih menyebarkan Kristen. Begitu juga dengan Islam yang sangat berkembang pesat. Namun, Pati itu toleran. Intinya itu.

Ketiga, kerukunan antarumat beragama dalam perayaan keagamaan. Perayaan-perayaan keagamaan di Pati juga menjadi momen penting yang menggambarkan kerukunan antarumat beragama. Misalnya, saat perayaan Idulfitri, Natal, Waisak, dan Nyepi, masyarakat Pati saling mengunjungi dan memberikan ucapan selamat kepada sesama, menggambarkan semangat persaudaraan lintas agama yang erat.

Keempat, pusat pendidikan keagamaan dan intelektual. Kabupaten Pati juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan keagamaan dan intelektual, karena terdapat 256 pesantren. Dengan adanya berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam ternama seperti Perguruan Islam Mathali`ul Falah Kajen, Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis, dan yang lain, Pati menjadi pusat pengembangan keilmuan agama Islam yang diakui secara nasional maupun internasional. Sumbangan intelektual dari para ulama dan cendekiawan muslim Pati telah memberi kontribusi besar terhadap pemahaman agama dan peradaban Islam di Indonesia.

Kelima, ritual dan upacara adat yang dihormati. Selain tradisi keagamaan Islam, Pati juga memiliki beragam ritual dan upacara adat yang diwariskan dari nenek moyang. Upacara-upacara seperti slametan, selamatan, ruwatan, tahlilan, manaqiban, dan sedekah bumi masih dijalankan secara turun temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan keyakinan spiritual yang diyakini.

Dengan segala keunikan religi yang dimilikinya, Kabupaten Pati tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakatnya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi penghayatan agama yang mendalam, toleransi antarumat beragama, dan kearifan lokal yang luhur. Keberagaman dan kerukunan menjadi kekuatan yang memperkaya dan memperindah kesejahteraan spiritual masyarakat Pati, menjadikan daerah ini sebagai contoh harmoni antaragama bagi seluruh Indonesia.

 

Tradisi-tradisi Ramadan di Pati

Pati, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menjadi saksi perayaan Ramadan yang berbeda dari tempat lain. Setiap tahunnya, suasana Ramadan di Pati diwarnai oleh tradisi-tradisi yang turun temurun, serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang memperkuat rasa persaudaraan di antara warganya.

Salah satu tradisi yang sangat dijunjung tinggi di Pati adalah “ngabuburit”, kegiatan bersama yang dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Ngabuburit di Pati tidak hanya sekadar berkumpul dan menunggu waktu berbuka, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti seni pertunjukan, pameran kuliner khas Ramadan, dan bazaar amal. Hal ini menciptakan atmosfer yang meriah dan mengundang kebersamaan di antara penduduk Pati.

Tidak hanya itu, semangat gotong royong juga terlihat jelas selama bulan Ramadan di Pati. Berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil kepada orang-orang yang membutuhkan, penyelenggaraan buka puasa bersama di masjid-masjid, dan penggalangan dana untuk membantu sesama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan di Pati.

Selain aspek sosial, aspek spiritual juga sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Pati selama Ramadan. Masjid-masjid di Pati dipenuhi oleh jemaah yang datang untuk melaksanakan ibadah tarawih dan berdoa bersama. Suasana khusyuk dan khidmat terasa di setiap sudut masjid, menciptakan atmosfer spiritual yang menggetarkan hati.

Bulan Ramadan di Pati juga dirayakan dengan menyajikan hidangan khas dan tradisional. Berbagai makanan seperti nasi gandul, soto kemiri, ketupat, opor ayam, es kelapa kopyor, aneka makanan laut, dan kolak menjadi menu wajib di meja berbuka puasa masyarakat Pati. Hidangan-hidangan ini tidak hanya menjadi sajian lezat, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antarwarga dalam suasana kebersamaan yang penuh berkah. Namun, di balik semua kegembiraan dan kegiatan yang meriah, Ramadan di Pati juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Umat muslim di Pati berusaha untuk meningkatkan ibadah mereka selama bulan suci ini, baik melalui pembacaan Al-Quran, melakukan amal kebaikan, maupun memperbanyak doa dan zikir.

Dengan begitu, Ramadan di Pati bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan, kegembiraan, dan spiritualitas yang memperkaya jiwa dan membentuk karakter masyarakatnya. Di Bumi Mina Tani ini, Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk merayakan keagungan dan kemurahan Allah SWT serta meningkatkan kualitas ibadah dan kemanusiaan.

Pertanyaan bagi Anda yang asli Pati tapi tidak di sana, Anda kangen Pati nggak?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah seorang demonstran berorasi di depan Kantor Bupati, Pati. Sebelumnya, mereka juga berunjuk rasa di depan Kantor DPRD

    PMII Cabang Pati Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PATI-  Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati lakukan aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (11/4). Para mahasiswa mulai datang sekira pukul 10.00 WIB dengan membentangkan berbagai poster bertuliskan bentuk protes terhadap kenaikan harga-harga. Mulanya, puluhan mahasiswa tersebut ditemui oleh Wakil Ketua II DPRD […]

  • Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema 'Nampi'

    Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema ‘Nampi’

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    PATI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryopati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar pertunjukan teater di halaman kampus Kamis (19/6/2025) malam dengan mengangkat tema “Nampi”. Pentas ini merupakan produksi utama Teater Suryopati dan menjadi medium ekspresi serta komunikasi mahasiswa kepada publik melalui pertunjukan. Pementasan diawali dengan orasi budaya yang disampaikan oleh Arif Khilwa dari […]

  • LPPM IPMAFA Studi Banding ke UNDIP untuk Membangun Kemitraan Riset dan Publikasi Ilmiah

    LPPM IPMAFA Studi Banding ke UNDIP untuk Membangun Kemitraan Riset dan Publikasi Ilmiah

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.576
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melakukan kunjungan kelembagaan ke LPPM Universitas Diponegoro (UNDIP), Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan serta memperkuat kapasitas tata kelola riset, jurnal ilmiah, dan penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lingkungan Kampus IPMAFA. Ketua LPPM IPMAFA, […]

  • Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    Putri Bungsu Ketua Muslimat NU Viral di TikTok dengan Al Qur’an

    • calendar_month Jum, 14 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Potongan video di akun TikTok @auniazulfa. (Sumber : tribunnews.com) GEMBONG – Baru-baru ini, dunia maya kembali digegerkan oleh kemunculan seorang gadis yang mengaku baru boleh bermain keluar bersama-sama temannya setelah selesai setoran hafalan al Qur’an kepada ibunya.  Kisah tersebut disebarkan lewat media sosial TikTok oleh pemilik akun @auniazulfa. Melalui video yang telah ditonton lebih dari […]

  • Perwakilan Garda Fatayat NU Pati Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional

    Perwakilan Garda Fatayat NU Pati Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.048
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dua kader Garda Fatayat (Garfa) Nahdlatul Ulama Pati, mengikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional, sebuah ajang panahan tradisional bergaya Mataram. Mereka adalah Kasatkorcab Garfa NU Pati, Munfarihah dan Biro Kerjasama Garfa NU Pati, Diyah Ayu Purwanti. Untuk diketahui, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-74 Kulon Progo, dan berlangsung di Alun-Alun Wates, […]

  • PCNU-PATI

    Pagar Nusa Akan Gelar HUT-nya Januari 2023, Ini Bocorannya

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN), secara resmi memutuskan kegiatan HUT PN ke-37, pada Januari mendatang.  Rencananya, kegiatan HUT ini akan berlangsung meriah. Menurut Suwarto, Ketua PC Pagar Nusa Pati, agenda tahunan ini akan dihelat selama tiga hari berturut-turut.  “Rencananya mulai (tanggal) 27 sampai 29 Januari dan kami pusatkan di Kecamatan […]

expand_less