Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

“Poso kok ora bali Dukuhseti piye leh?” Seorang teman bertanya sembari menegaskan saya diharapkan ke tempat kelahiran di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Menjalankan ibadah Ramadan di tempat kelahiran meman beda. Beda sekali. Saya kira tidak hanya di Pati. Setiap tempat kelahiran menyimpan ruang-ruang memori yang indah ketika momentum Ramadan. Sebab, bisa sehari semalam waktu kita habiskan di musala dan masjid untuk salat tarawih, salat witir, tadaruan, tong-tongklek membangunkan warga untuk sahur, nyumet mercon, salat subuh, nyuluh jangkrik, hingga nyolong semangka dan mangga milik warga. Ya, memori-memori itu akan saya ingat sampai tua nanti.

Ramadan hakikatnya memang menjadi bulan suci bagi umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, bulan Ramadan memiliki makna yang sangat mendalam, tidak terkecuali bagi masyarakat di Pati, sebuah kota yang terletak di Jawa Tengah, yang dikenal dengan sebutan “Bumi Mina Tani”. Di sinilah Ramadan dirayakan dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan keagungan spiritual, bahkan kekonyolan-kekonyolan yang terlalu manis untuk dilupakan, dan terlalu pahit untuk dikenang.

Keunikan Bumi Mina Tani

Kabupaten Pati, sebuah bagian kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang memukau, tetapi juga dengan kekayaan budaya dan religinya yang mengagumkan. Di tengah-tengah kehidupan sehari-hari masyarakatnya, terdapat keunikan religi yang membentuk identitas dan karakteristik khas Kabupaten Pati. Pertama, tradisi keagamaan yang kental. Pati juga dikenal dengan tradisi keagamaannya yang sangat kental. Setiap hari, berbagai ritual keagamaan dilakukan dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Mulai dari salat berjemaah di masjid-masjid hingga kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian, mujahadah, yasinan, nyadran, sedekah bumi, manaqiban, tahlilan, dan peringatan hari-hari besar keagamaan menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Pati.

Kedua, keberagaman agama dan toleransi antarumat beragama. Salah satu ciri khas yang menonjol dari Kabupaten Pati adalah keberagaman agama yang ada di dalamnya. Meskipun mayoritas penduduknya adalah Muslim, namun terdapat pula komunitas Hindu, Buddha, dan Kristen yang hidup berdampingan dengan damai. Toleransi antarumat beragama di Pati menjadi teladan bagi daerah lain, di mana kerukunan antarumat beragama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Saya bisa mencontohkan di dekat rumah ada musala dan wihara yang tetap damai. Begitu juga di wilayah sejak Puncel, Kembang, Dukuhseti, Tayu, hingga Batangan yang dekat pantai berkembang beragama agama utamanya Islam dengan Kristen dan Katolik. Apalagi, dulu di sepanjang wilayah pantai Pati sejak dari Puncel berkembang pesat agama Kristen karena peran Kiai Ibrahim Tunggul Wulung (1800-1885) sebagai misionaris/penginjil yang gigih menyebarkan Kristen. Begitu juga dengan Islam yang sangat berkembang pesat. Namun, Pati itu toleran. Intinya itu.

Ketiga, kerukunan antarumat beragama dalam perayaan keagamaan. Perayaan-perayaan keagamaan di Pati juga menjadi momen penting yang menggambarkan kerukunan antarumat beragama. Misalnya, saat perayaan Idulfitri, Natal, Waisak, dan Nyepi, masyarakat Pati saling mengunjungi dan memberikan ucapan selamat kepada sesama, menggambarkan semangat persaudaraan lintas agama yang erat.

Keempat, pusat pendidikan keagamaan dan intelektual. Kabupaten Pati juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan keagamaan dan intelektual, karena terdapat 256 pesantren. Dengan adanya berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Islam ternama seperti Perguruan Islam Mathali`ul Falah Kajen, Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis, dan yang lain, Pati menjadi pusat pengembangan keilmuan agama Islam yang diakui secara nasional maupun internasional. Sumbangan intelektual dari para ulama dan cendekiawan muslim Pati telah memberi kontribusi besar terhadap pemahaman agama dan peradaban Islam di Indonesia.

Kelima, ritual dan upacara adat yang dihormati. Selain tradisi keagamaan Islam, Pati juga memiliki beragam ritual dan upacara adat yang diwariskan dari nenek moyang. Upacara-upacara seperti slametan, selamatan, ruwatan, tahlilan, manaqiban, dan sedekah bumi masih dijalankan secara turun temurun sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan keyakinan spiritual yang diyakini.

Dengan segala keunikan religi yang dimilikinya, Kabupaten Pati tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi masyarakatnya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi penghayatan agama yang mendalam, toleransi antarumat beragama, dan kearifan lokal yang luhur. Keberagaman dan kerukunan menjadi kekuatan yang memperkaya dan memperindah kesejahteraan spiritual masyarakat Pati, menjadikan daerah ini sebagai contoh harmoni antaragama bagi seluruh Indonesia.

 

Tradisi-tradisi Ramadan di Pati

Pati, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menjadi saksi perayaan Ramadan yang berbeda dari tempat lain. Setiap tahunnya, suasana Ramadan di Pati diwarnai oleh tradisi-tradisi yang turun temurun, serta kegiatan-kegiatan keagamaan yang memperkuat rasa persaudaraan di antara warganya.

Salah satu tradisi yang sangat dijunjung tinggi di Pati adalah “ngabuburit”, kegiatan bersama yang dilakukan menjelang waktu berbuka puasa. Ngabuburit di Pati tidak hanya sekadar berkumpul dan menunggu waktu berbuka, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti seni pertunjukan, pameran kuliner khas Ramadan, dan bazaar amal. Hal ini menciptakan atmosfer yang meriah dan mengundang kebersamaan di antara penduduk Pati.

Tidak hanya itu, semangat gotong royong juga terlihat jelas selama bulan Ramadan di Pati. Berbagai kegiatan sosial seperti pembagian takjil kepada orang-orang yang membutuhkan, penyelenggaraan buka puasa bersama di masjid-masjid, dan penggalangan dana untuk membantu sesama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan di Pati.

Selain aspek sosial, aspek spiritual juga sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Pati selama Ramadan. Masjid-masjid di Pati dipenuhi oleh jemaah yang datang untuk melaksanakan ibadah tarawih dan berdoa bersama. Suasana khusyuk dan khidmat terasa di setiap sudut masjid, menciptakan atmosfer spiritual yang menggetarkan hati.

Bulan Ramadan di Pati juga dirayakan dengan menyajikan hidangan khas dan tradisional. Berbagai makanan seperti nasi gandul, soto kemiri, ketupat, opor ayam, es kelapa kopyor, aneka makanan laut, dan kolak menjadi menu wajib di meja berbuka puasa masyarakat Pati. Hidangan-hidangan ini tidak hanya menjadi sajian lezat, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antarwarga dalam suasana kebersamaan yang penuh berkah. Namun, di balik semua kegembiraan dan kegiatan yang meriah, Ramadan di Pati juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Umat muslim di Pati berusaha untuk meningkatkan ibadah mereka selama bulan suci ini, baik melalui pembacaan Al-Quran, melakukan amal kebaikan, maupun memperbanyak doa dan zikir.

Dengan begitu, Ramadan di Pati bukan hanya sekadar bulan puasa, tetapi juga sebuah perayaan kebersamaan, kegembiraan, dan spiritualitas yang memperkaya jiwa dan membentuk karakter masyarakatnya. Di Bumi Mina Tani ini, Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk merayakan keagungan dan kemurahan Allah SWT serta meningkatkan kualitas ibadah dan kemanusiaan.

Pertanyaan bagi Anda yang asli Pati tapi tidak di sana, Anda kangen Pati nggak?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harlah ke-70, Pelajar NU Pati Harapkan IPNU Jadi Pelopor bagi Pelajar

    Harlah ke-70, Pelajar NU Pati Harapkan IPNU Jadi Pelopor bagi Pelajar

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

      PATI – Tepat pada tanggal 24 Februari 2024, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) berusia ke-70 tahun. Usia yang tidak muda lagi bagi sebuah organisasi. Oleh karena itu, Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Pati berharap momentum Harlah ke-70 tahun ini dapat membuat organisasi semakin matang, sehingga dapat terus mencetak generasi yang unggul. “Ini adalah momentum […]

  • Pelatihan Tilawah Dakom IPNU/IPPNU, Peserta dari Seluruh Indonesia

    Pelatihan Tilawah Dakom IPNU/IPPNU, Peserta dari Seluruh Indonesia

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Ruang Google Meeting Pelatihan Tilawah Dakom IPNU IPPNU Pati yabg diikuti oleh 70 peserta dari seluruh Indonesia. PATI – Di masa serba daring ini, tidak menyurutkan semangat peserta untuk mengikuti pelatihan Tilawatil Qur’an. Sekitar 70 peserta yang berasal dari penjuru Indonesia antusias hadir secara online melalui aplikasi Google Meeting pada Sabtu Sore (04/12). Ini merupakan […]

  • PCNU- PATI Photo by ilya

    Pendidikan dan Tantangan di Era Digital

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Oleh: Miftahus Salam Tantangan pendidikan semakin meningkat di era digital. Perkembangan teknologi dan Informasi yang semakin pesat membuat siswa dengan mudah mengakses informasi apapun dari belahan dunia manapun dengan sangat cepat. Perlu filterisasi yang ketat agar tidak mendapatkan informasi yang kurang tepat. Maka pengawasan yang ketat serta kebijakan yang tepat perlu ditekankan agar peserta didik […]

  • Pembinaan Dai dan Daiyah di Pati: Meningkatkan Kemampuan Dakwah di Era Digital

    Pembinaan Dai dan Daiyah di Pati: Meningkatkan Kemampuan Dakwah di Era Digital

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id –  Sebanyak 60 dai dan daiyah dari berbagai elemen keagamaan se-Kabupaten Pati mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Kegiatan berlangsung di Gedung Islamic Center Masjid Baitunnur Pati, Rabu (9/7/2025). Peserta yang hadir berasal dari unsur mubaligh-mubalighah, pembina majelis taklim, serta penyuluh agama Islam. Pembinaan ini bertujuan meningkatkan […]

  • Gelar HSP, MA Mahida Ngagel Hadirkan Tiga Turis

    Gelar HSP, MA Mahida Ngagel Hadirkan Tiga Turis

    • calendar_month Sen, 30 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. – Ekstrakurikuler Smart English Clubs (SEC) MA Manahijul Huda (Mahida) Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, memberikan pengalaman menarik bagi para anggotanya, yakni menghadirkan turis, pada Sabtu (28/12/2024). Kehadiran turis ini disambut baik oleh peserta Holiday Smart Program (HSP) dan pihak madrasah. Untuk diketahui, Program HSP bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara (speaking) bahasa Inggris selama […]

  • Sekolah dan Madrasah Ma'arif Perlu Perkuat Branding

    Sekolah dan Madrasah Ma’arif Perlu Perkuat Branding

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

      Brebes – Lembaga Maarif NU Kabupaten Brebes mengadakan pelatihan yang diperuntukkan untuk tenaga kependidikan, guru dan siswa dilingkungan kabupaten Brebes. Acara ini di laksanakan di gedung PC NU Brebes di Jl. Yos Sudarso No. 36 Brebes. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta dari perwakilan guru maupun siswa di lingkungan Kabupaten Brebes pada […]

expand_less