Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Maqashidus Syariah Lin Nisa’

Maqashidus Syariah Lin Nisa’

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
  • visibility 681
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. Jamal Makmur Asmani

Kamis, 16 Februari 2023 di Aula IPMAFA Lantai 2 dikaji terminologi baru dalam kajian ushul fiqh, yaitu; Maqashidus Syariah Lin-Nisa’.

Penulis mendapat pencerahan dari Prof. Abdul Mustaqim dari UIN Suka Yogyakarta, Bu Nyai Umdatul Baroroh, Gus Jamaluddin, Mas Rolan, dan Mas Hilmi.

Ada beberapa point penting yang disampaikan para pakar di atas.

Pertama, hukum Allah harus hadir dalam rangka menegakkan kemaslahatan hambaNya, dunia dan akhirat. Jika hukum tidak membawa pesan kemaslahatan, maka tidak dianggap syariat Islam. 

Kemaslahatan adalah mendatangkan kemanfaatan dunia akhirat dan menolak kerusakan/ bahaya dunia akhirat. 

Kedua, problem kemanusiaan yang mendera kaum perempuan sangat akut dan kompleks. Perempuan sering dijadikan obyek eksploitasi yang jauh dari nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan kesetaraan.

Ketiga, dibutuhkan hukum yang berorientasi kepada penguatan perempuan sehingga bisa sama-sama menjadi subyek pembangunan.

Maqashidus Syariah Lin-Nisa’ 

Melihat tiga hal di atas, maka ditawarkan ‘maqashidus syari’ah lin nisa’ (tujuan-tujuan syariat bagi kaum perempuan).

Dalam buku tersebut diajukan tiga jalan.

Pertama, kajian teks-teks syara’ (النصوص الشرعية). Teks-teks syara’ harus dipahami secara kontekstual sehingga mampu merespons problem perempuan. Dibutuhkan ‘tajdidun nadhar’ pembaharuan pemikiran, supaya mampu menjelaskan teks-teka agama secara kontekstual dan mampu menjadi problem solving bagi masalah perempuan.

Kedua, memahami realitas riil (الواقعية). Realitas riil yang dialami perempuan ketika menjalani fithrahnya (mengandung, melahirkan, dan menyusui) dan beban ganda, seperti bekerja  dengan segala konsekwensinya harus diapresiasi dan dijadikan landasan dalam merumuskan dan menetapkan hukum.

Ketiga, menggunakan perspektif gender dan pengalaman kaum perempuan dengan tujuan: tegaknya keadilan dan kesetaraan kaum perempuan.

Penulis mengusulkan: konstitusi. Artinya, maqashidus syariah lin-nisa’ harus menyerap konstitusi negara sebagai hakim. Konstitusi adalah hukum tertinggi yang berlaku sehingga harus diakomodir dan bersinergi dengan hukum Islam.

Ingat dawuh:

حكم الحاكم الزام ويرفع الخلاف 

Keputusan hakim adalah mengikat dan menghilangkan perbedaan pendapat.

Gender Moderat

Ketiga tawaran dalam buku Maqashidus Syariah Lin-Nisa’ di atas menarik dikembangkan terus menerus untuk menjawab isu poligami, khitan perempuan, bekerja di luar rumah, kekerasan, dan lain-lain yang menempatkan perempuan dalam posisi terhormat dan mulia.

Dalam kajian penulis, gender yang diterima adalah gender moderat, bukan liberal dan radikal. Liberal dalam arti membebaskan diri dari etika agama dan radikal dalam arti memahami dan menegakkan agama dengan pemahaman tekstual-rigid yang mengekang aktualisasi perempuan.

Gender moderat mengandung beberapa ciri:

Pertama, moderasi antara keluarga dan publik. Sesibuk apapun perempuan, tidak boleh menomorduakan keluarga. Membangun keluarga harmonis adalah pondasi kesuksesan di ruang publik. Peran sebagai istri dan ibu harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

Kedua, moderasi antara aktualisasi dan konsistensi etika. Dalam melakukan aktualisasi, perempuan harus menjaga moral-etik agama sehingga terhindar dari hal-hal yang dilarang agama.

Ketiga, moderasi modernitas dan nilai tradisionalitas budaya. Di samping aktif melakukan aktualisasi, nilai-nilai budaya lokal tetap harus dilestarikan, seperti sopan santun, rendah hati, dan ramah.

Gedung Haji Pati, Ahad, 19 Februari 2023

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

      Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar survei publik menyikapi kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Pati. Hasilnya, mayoritas masyarakat Kabupaten Pati menolak lima hari sekolah. ”Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan dalam meninjau ulang dan menyempurnakan program pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah, M Sofyan AlNashr. Survei ini […]

  • Gerakan Sadar Zakat Dimulai Sejak Dini

    Gerakan Sadar Zakat Dimulai Sejak Dini

    • calendar_month Kam, 16 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Pati. Kesadaran berzakat harus dimulai sejak dini, supaya ketika sudah dewasa, kesadaran tersebut tetap menyatu dalam jiwa. Dalam rangka membangun kesadaran zakat sejak dini itulah, Program Studi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA mengadakan Pelatihan Manajemen Zakat Wakaf di Madrasah Aliyah NU Miftahul Huda Gabus kemarin. Rais Syuriyah MWCNU Gabus Pati, K. Abdurrahman Adam menyambut baik pelatihan […]

  • Menjawab sholawat dalam Khotbah Jumah

    Menjawab sholawat dalam Khotbah Jumah

    • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

     Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membaca/menjawab sholawat ketika khotbah sedang berlangsung, padahal kita tahu bahwa disaat Khotib khutbah hukumnya harom berbicara?   Jawaban :Hukumnya membaca sholawat tersebut hukumnya sunnah selama tidak dengan suara yang berlebihan, walaupun menurut pendapat ulama’ yang berpendapat haram berbicara diwaktu khutbah, karena sholawat tersebut termasuk pengecualian.   Referensi : & Ibânat al-Ahkâm, […]

  • Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Pada hari selasa, 16 Desember 2014, LAKPESDAM PCNU Pati menyelenggarakan acara seminar dengan tema “Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”, bekerja sama dengan Legal Resources Center for Gender Justice and Human Rights (LRC-KJHAM) asal Kota Semarang.  Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh LAKPESDAM NU Pati pada periode ini, yang dihadiri sejumlah […]

  • Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani* Foto : Zahir Media Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi […]

  • LP Ma'arif NU Pati Targetkan Juara Umum di Porsema XIII Jawa Tengah

    LP Ma’arif NU Pati Targetkan Juara Umum di Porsema XIII Jawa Tengah

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Pati menargetkan Juara Umum dalam perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Jawa Tengah, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo pada tanggal 10-13 September 2025. ketua LP Ma’arif NU Pati, H Muhsin Moh. Sholeh, mengatakan bahwa kontingen dari Bumi Mina Tani sudah siap berangkat ke […]

expand_less