Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Maqashidus Syariah Lin Nisa’

Maqashidus Syariah Lin Nisa’

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
  • visibility 460
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. Jamal Makmur Asmani

Kamis, 16 Februari 2023 di Aula IPMAFA Lantai 2 dikaji terminologi baru dalam kajian ushul fiqh, yaitu; Maqashidus Syariah Lin-Nisa’.

Penulis mendapat pencerahan dari Prof. Abdul Mustaqim dari UIN Suka Yogyakarta, Bu Nyai Umdatul Baroroh, Gus Jamaluddin, Mas Rolan, dan Mas Hilmi.

Ada beberapa point penting yang disampaikan para pakar di atas.

Pertama, hukum Allah harus hadir dalam rangka menegakkan kemaslahatan hambaNya, dunia dan akhirat. Jika hukum tidak membawa pesan kemaslahatan, maka tidak dianggap syariat Islam. 

Kemaslahatan adalah mendatangkan kemanfaatan dunia akhirat dan menolak kerusakan/ bahaya dunia akhirat. 

Kedua, problem kemanusiaan yang mendera kaum perempuan sangat akut dan kompleks. Perempuan sering dijadikan obyek eksploitasi yang jauh dari nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan kesetaraan.

Ketiga, dibutuhkan hukum yang berorientasi kepada penguatan perempuan sehingga bisa sama-sama menjadi subyek pembangunan.

Maqashidus Syariah Lin-Nisa’ 

Melihat tiga hal di atas, maka ditawarkan ‘maqashidus syari’ah lin nisa’ (tujuan-tujuan syariat bagi kaum perempuan).

Dalam buku tersebut diajukan tiga jalan.

Pertama, kajian teks-teks syara’ (النصوص الشرعية). Teks-teks syara’ harus dipahami secara kontekstual sehingga mampu merespons problem perempuan. Dibutuhkan ‘tajdidun nadhar’ pembaharuan pemikiran, supaya mampu menjelaskan teks-teka agama secara kontekstual dan mampu menjadi problem solving bagi masalah perempuan.

Kedua, memahami realitas riil (الواقعية). Realitas riil yang dialami perempuan ketika menjalani fithrahnya (mengandung, melahirkan, dan menyusui) dan beban ganda, seperti bekerja  dengan segala konsekwensinya harus diapresiasi dan dijadikan landasan dalam merumuskan dan menetapkan hukum.

Ketiga, menggunakan perspektif gender dan pengalaman kaum perempuan dengan tujuan: tegaknya keadilan dan kesetaraan kaum perempuan.

Penulis mengusulkan: konstitusi. Artinya, maqashidus syariah lin-nisa’ harus menyerap konstitusi negara sebagai hakim. Konstitusi adalah hukum tertinggi yang berlaku sehingga harus diakomodir dan bersinergi dengan hukum Islam.

Ingat dawuh:

حكم الحاكم الزام ويرفع الخلاف 

Keputusan hakim adalah mengikat dan menghilangkan perbedaan pendapat.

Gender Moderat

Ketiga tawaran dalam buku Maqashidus Syariah Lin-Nisa’ di atas menarik dikembangkan terus menerus untuk menjawab isu poligami, khitan perempuan, bekerja di luar rumah, kekerasan, dan lain-lain yang menempatkan perempuan dalam posisi terhormat dan mulia.

Dalam kajian penulis, gender yang diterima adalah gender moderat, bukan liberal dan radikal. Liberal dalam arti membebaskan diri dari etika agama dan radikal dalam arti memahami dan menegakkan agama dengan pemahaman tekstual-rigid yang mengekang aktualisasi perempuan.

Gender moderat mengandung beberapa ciri:

Pertama, moderasi antara keluarga dan publik. Sesibuk apapun perempuan, tidak boleh menomorduakan keluarga. Membangun keluarga harmonis adalah pondasi kesuksesan di ruang publik. Peran sebagai istri dan ibu harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

Kedua, moderasi antara aktualisasi dan konsistensi etika. Dalam melakukan aktualisasi, perempuan harus menjaga moral-etik agama sehingga terhindar dari hal-hal yang dilarang agama.

Ketiga, moderasi modernitas dan nilai tradisionalitas budaya. Di samping aktif melakukan aktualisasi, nilai-nilai budaya lokal tetap harus dilestarikan, seperti sopan santun, rendah hati, dan ramah.

Gedung Haji Pati, Ahad, 19 Februari 2023

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemimpin Tegas Pemberani

    Pemimpin Tegas Pemberani

    • calendar_month Jum, 21 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Jamal Makmur Salah satu kader terbaik NU Pati telah berpulang ke rahmatullah, yaitu KH. Imam Shofwan. Beliau pernah menduduki posisi puncak sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pati periode 2009-2013. Beliau terpilih bersama KH. Asmui Syadzali dalam konferensi NU di Pondok Ar-Roudloh At-Thohiriyyah asuhan KH. A. Mu’adz Thohir Kajen Margoyoso Pati. Beliau menggantikan KH. […]

  • PCNU-PATI

    Peringati Harlah ke-49, MTs Walisongo Gelar Lomba Antar SD/MI Se-Jepara

    • calendar_month Jum, 12 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Dalam rangka memperingati hari lahir ke 49 MTs Walisongo Pecangaan Jepara menggelar lomba antar SD/MI se Jepara yang berlangsung di kompleks madrasah pada Kamis (4/1/2024). Kegiatan diikuti 25 SD/MI se Jepara dengan jumlah 150 peserta. Adapun cabang yang dilombakan Tilawah, Tahfidh, Tartil, Badminton, Tenis Meja, Khitabah, Lagu Religi, Poster, Kaligrafi, dan Catur. […]

  • Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    GEMBONG-Ada yang berbeda di kantor Polsek dan Koramil Gembong, Senin (22/7) pagi. Gelak tawa anak-anak menghiasi dua kantor yang lokasinya bersebelahan ini. Mereka adalah peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong yang sengaja dikenalkan dengan ‘Pak Polisi’ dan ‘Pak Tentara’. Potret kebahagiaan peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong bersama Polisi Cilik (Pocil) […]

  • PCNU-PATI Photo by Chi Lok TSANG

    Urgensi Pendidikan di Pesantren

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pondok pesantren pada umumnya dikenal sebagai lembaga Pendidikan tertua di Pulau Jawa-Madura, dan Nusantara. Pondok pesantren berkemampuan tinggi dalam berswakarya dan berswakarsa dalam menyelenggarakan Pendidikan. Misi yang mulia selama ini lebih bercorak pada Pendidikan agama yang berorientasi pada pembentukan budi pikerti atau karakter santri, baik pada ranah agama maupun akhlak. Sehingga pesantren […]

  • Kamis Sore, Waktunya Menentukan Arah Qiblat

    Kamis Sore, Waktunya Menentukan Arah Qiblat

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    PATI -Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LF-NU) baru-baru ini membagikan informasi tentang penentuan arah kiblat. Dalam istilah agama, momen ini biasa disebut dengan rashdul kiblat.  Lembaga yang bergerak di bidang astronomi tersebut, menyatakan bahwa Kamis, (15/7) sekira pukul 16.27 WIB adalah waktu penentuan kembali arah kiblat. “Pada saat itu, matahari berada tepat di atas ka’bah, jadi […]

  • Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

    Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

      PATI – Profesi guru menyimpan banyak kisah dan refleksi mendalam yang kerap menginspirasi. Melalui buku antologi esai berjudul “Kata Guru”, sebanyak 13 guru MA Salafiyah Kajen Pati mencoba merekam dan membagikan pengalaman serta pemikiran mereka seputar dunia pendidikan dalam 15 esai bernas dan menyentuh. Buku ini diterbitkan oleh Iniibubudi Publishing dengan nomor ISBN 978-602-70232-8-4, […]

expand_less