Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
  • visibility 483
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Pada era globalisasi persoalan karakter menjadi sorotan tajam masyarakat dalam sistem pendidikan. Persoalan yang muncul seperti kekerasan, kurusuhan, kejahatan seksual, etika bahasa yang buruk, mengikis moralitas masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan harapan kedepan, lembaga sekolah bisa menghasilkan output yang unggul baik dari prestasi maupun budi pekerti yang luhur.

Selain itu, sistem pendidikan tanpa didukung dengan pembelajaran budi pekerti dan akhlak mulia, para lulusannya hanya mampu memiliki kompetensi akademik saja. Oleh karena itu, perlu adanya alternatif untuk mengatasi masalah budaya dan karakter bangsa dengan melalui pendidikan. Karena pendidikan merupakan salah satu unsur yang dapat menciptakan kemajuan peradaban dan peningkatan kualitas hidup suatu bangsa.

Dalam hal ini, untuk menyelenggaraan pendidikan, faktor pembentukan karakter dan kecakapan hidup merupakan hal yang perlu diperhatikan. Karena dari beberapa kenyataan menunjukkan masih rendahnya karakter pada peserta didik. Oleh karena itu, dengan melakukan pembenahan dalam dunia pendidikan secara terus-menerus dibangun dan dikembangkan, maka akan menghasilkan generasi bangsa yang unggul dan beradab sebagai ujung tombak bangsa.

Karena tujuan dari pendidikan itu sendiri adalah agar individu dapat mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya. Berbagai upaya dalam pendidikan diarahkan untuk membina perkembangan kepribadian manusia secara menyeluruh baik dalam segi kognitif, afektif, maupun psikomotor.

Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (UUSPN) dijelaskan bahwa “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.”

Rumusan tujuan pendidikan di atas, sarat dengan pembentukan sikap, kepribadian, dan karakter bangsa. Dengan demikian, tidaklah lengkap manakala dalam strategi pembelajaran tidak membahas strategi pembelajaran yang berhubungan dengan pembentukan nilai dan karakter. Sebuah usaha, bimbingan yang bertujuan untuk membangun jiwa positif para peserta didik. Sehingga mereka senantiasa bersikap dan berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka sekolah sebagai wadah pendidikan formal mempunyai tugas untuk membina kepribadian peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Djahiri bahwa “Sekolah merupakan salah satu wadah pendidikan sebagai tempat belajar peserta didik dalam berusaha membina, mengembangkan dan menyempurnakan potensi dirinya, serta dunia kehidupan dan masa depannya. Sekolah merupakan salah satu tempat mempersiapkan generasi muda menjadi manusia dewasa dan berbudaya.”

Oleh karena itu, pembangunan karakter merupakan masalah fundamental untuk membentuk umat yang berkarakter. Pembangunan karakter dibentuk dimulai dari pembinaan akhlakul karimah (akhlak mulia); yakni upaya transformasi nilai-nilai qur’ani kepada anak yang lebih menekankan aspek afektif atau wujud nyata dalam amaliyah seseorang. Selain itu, Islam melihat bahwa identitas dari manusia pada hakikatnya adalah akhlak yang merupakan potret dari kondisi batin seseorang yang sebenarnya.

Maka dalam hal ini Allah Swt, dengan tegas mengatakan bahwa manusia mulia itu adalah manusia yang bertakwa (tunduk atas segala perintah-Nya). Kemuliaan manusia di sisi-Nya bukan diukur dengan nasab, harta maupun fisik, melainkan kemuliaan yang secara batin memiliki kualitas keimanan dan mampu memancarkannya dalam bentuk sikap, perkataan dan perbuatan.

Dengan demikian, apabila nilai-nilai karakter yang bersumber dari nilai-nilai kebaikan, moral,  budaya, kearifan lokal dan syariat agama, berjalan sesuai dengan tatanannya Maka, banyak dari lembaga sekolah akan menghasilkan lulusan yang berprestasi di kencah internasional dan memiliki budi pekerti yang mulia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua […]

  • Punya KARTANU, Berobat di RSI Pati dapat Diskon

    Punya KARTANU, Berobat di RSI Pati dapat Diskon

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

        Pati. Pemilik Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Kabupaten Pati bisa mendapatkan diskon biaya pengobatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati.   Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim ketika ditemui di sela Sarasehan Menatap Masa Depan NU Kabupaten Pati dalam rangka memperingati hari lahir ke-98 […]

  • Hadiri Halalbihalal Ma`arif Jepara, Ketua LP Ma`arif NU Jateng Tekankan Pentingnya Penguatan Akidah Aswaja Nahdliyah di Sekolah/Madrasah

    Hadiri Halalbihalal Ma`arif Jepara, Ketua LP Ma`arif NU Jateng Tekankan Pentingnya Penguatan Akidah Aswaja Nahdliyah di Sekolah/Madrasah

    • calendar_month Ming, 13 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Jepara – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani menegaskan pentingnya penguatan akidah Ahlussunnah Waljamaah Annahdliyah. Hal itu terungkap dalam Halalbihalal Keluarga Besar LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Jepara yang bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Sabtu (12/4/2025). Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah […]

  • PCNU-PATI

    Ilmuan Ilmuan Muslim

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Warisan sains Islam zaman pertengahan yang paling dikenal hingga saat ini adalah sistem angka Arab. Sistem angka yang juga digunakan di negara-negara Barat, mengalahkan sistem angka Yunani. Namun buku ini menunjukkan bahwa sains Islam jauh lebih hebat daripada hanya sistem angka, dan bahkan sangat berpengaruh sehingga menjadi dasar sains Eropa Barat yang muncul belakangan. Al-Khawarizmi, […]

  • LPBI NU Pati Siap Bantu Keluarga Jenazah Covid-19

    LPBI NU Pati Siap Bantu Keluarga Jenazah Covid-19

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Para relawan Covid-19 LPBI NU Kabupaten Pati PATI-Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU baru-baru ini mencetuskan program yang cukup segar. seperti biasa, LPBI yang diisi oleh para pemuda selalu memberikan pelayanan yang cepat kepada ummat. Imam Rifai, ketua cabang LPBI NU Pati menuturkan kepada pcnupati.or.id bahwa pihaknya turut berkontribusi dalam masalah Covid-19. Salah […]

  • PCNU-PATI

    Santun(an)

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Menjelang hari kemenangan. Berbagai macam kegiatan banyak dilakukan. Mereka mengatakan memburu pahala; berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan kegiatan tersebut seringkali dengan embel-embel mengentaskan kesedihan serta berbagi kebahagiaan terdahap mereka yang dalam menjalani hidup dan kehidupan belum mendapatkan keberuntungan. Dalam tanda kutip mereka yang sendari kecil telah ditinggalkan orang tuanya baik dari […]

expand_less