Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Beda Puasa Nabi dengan Ummat Masa Kini

Beda Puasa Nabi dengan Ummat Masa Kini

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
  • visibility 421
  • comment 0 komentar


Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Tahun ke-6 Hijriyah, terjadi kesepakatan antara Nabi Muhammad SAW. (Kaum Muslimin) dengan Kaum Kafir Quraisy di daerah Hudaibiyah, tepian Makkah. Dalam ar Rahiq wal Makhtum milik Syaikh Shafiyyur Rahman al Muarakfuri, berkisah tentang ‘puasanya’ Nabi dalam perjanjian tersebut.

Mulanya, Nabi memandatkan Ali bin Abi Thalib untuk menulis kesepakatan. Ali membuka perjanjian dengan kalimat, “bismillahirrahmaanirrahim,”

Sontak, Suhail bin Amr yang mewakili antagonis Makkah menolak mentah-mentah garapan Ali ini. Ia menepis basmallah dan meminta Ali mengantinya dengan bismika Allahumma. Sepupu nabi pun wadul ke empunya.

“Kados pundi ini Kanjeng Nabi? Suhail minta basmallahnya dihapus, je,”

“Yo wis, hapus saja, ganti bismika Allahumma. Gitu aja kok repot,” begitu kira-kira kata nabi. Ali pun mengangguk mengiyakan. Lalu nabi Muhammad mendikte Ali dengan mukaddimah, “ini adalah perjanjian yang dibuat oleh Muhammad Rasulullah.”

Saat Kembali, lagi-lagi Suhail merevisi. Ia menolak redaksi ‘Rasulullah’. Ali dengan kecewa, meminta pertimbangan Nabi Muhammad. Namun di luar dugaan, Nabi Muhammad ngglidik saja apa kata Suhail.

“Ganti saja Muhammad bin Abdullah,” kata nabi.

Nah, pada momen ini, situasi agak memanas. Kaum muslimin ‘hampir’ tidak sepakat dengan keputusan nabi. Mereka berasumsi bahwa martabat islam sedang diinjak-injak serendah-rendahnya, ambles bersama cacing-cacing. Umar bin Khotthob muntab, Abu Bakar menenangkannya. Bahkan, Ali bin Abi Thalib yang selama ini selalu manut Nabi, menolak menghapusnya. Nabi Muhammad pun menghapus redaksi ‘Rasulullah’ dengan tangannya sendiri.


Peristiwa ini memvisualisasikan bagaimana cara nabi “berpuasa”. Alih-alih nuruti ego untuk menolak semua tuntuan Suhail, Nabi Muhammd justru tidak melakukannya. Beliau puasa dari segala emosi, syahwat gelar dan kehormatan sesaat.

Hasilnya, Islam ‘menang’! Ya, manang! Selama bertahun-tahun Rasulullah dan para pengikutnya digencet habis-habisan oleh kebiadaban Kafir Quraisy. Tidak ada yang peduli dengan harga diri apalagi kemanusiaan. Hal-hal terburuk yang bisa dilakukan terhadap islam, mereka lakukan.

Akantetapi, barokah “puasanya” nabi dari segala bentuk kerakusan duniawi, legitimasi kerasulan dan egoisme agama, Kaum Kafir Quraisy akhirnya mengakui keberadaan Islam, berdiri sama tinggi dalam Perjanjian Hudaubiyah. Bahkan mereka juga memperhitungkan (aslinya takut) dengan kekuatan Islam sehingga memilih jalan islah daripada bacok-bacokan.


Nabi ‘berpuasa da’im’ selama hidupnya. Setiap harinya, derap langkahnya, bahkan setiap hela nafasnya adalah puasa. Bedanya, puasa kita hanya menghentikan makan-minum, sebat dan ah uh sama istri, tidak lebih. Sementara nabi puasa dari amarah dan doa-doa buruk untuk para rivalnya. Puasa dari angkara murka terhadap perbuatan keji yang dilakukan orang-orang kafir dan puasa dari memaksakan diri untuk dihormati orang lain.

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong-Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    Qunut Nazilah dalam Sholat Sunah

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

       1.       Pertanyaan : Apakah membaca QunutNazilah juga di sunnahkan di dalam sholat sunnah ?   Jawaban:  Sebagaimana kitaketahui bahwa membaca qunut saat i’tidal nyaroka’at terakhirnya sholat subuh merupakan sebuah kesunnahan, akan tetapi membaca qunut tidak hanya terkhususkan dalam sholat subuh saja, melainkan dalam sholat maktubahyang lain juga di sunnahkan membaca doa qunut […]

  • PCNU - PATI

    Kiai Sahal, Pesantren, dan Mitigasi Bencana

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    KH. Sahal Mahfudh, ulama karismatik asal Kajen Pati ini pada akhir tahun 80an pernah menulis sebuah makalah yang dengan eksplisit menunjuk pesantren sebagai tempat membina (mengajar dan mendidik) para santri agar peduli terhadap lingkungan. Kiai Sahal optimis pesantren dapat melakukan pembinaan lingkungan hidup agar tidak menyulitkan generasi masa depan. Saat ini, bencana alam yang melanda […]

  • PCNU-PATI

    MWCNU Trangkil Luncurkan Mobil Layanan Umat

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil meluncurkan Mobil Layanan Umat (MLU) di Kantor MWC setempat, Sabtu (4/4/2023).  Launching ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dilanjutkan dengan penyiraman air kembang oleh Ketua Tanfidziah KH. Sya’roni dan Rais Syuriah MWCNU Trangkil KH Badrudin Syatibi. Ketua Lazisnu MWCNU […]

  • Siswa MA Miftahul Ulum Semarakkan Haul Nyai Ageng Ngerang

    Siswa MA Miftahul Ulum Semarakkan Haul Nyai Ageng Ngerang

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 860
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Dalam rangka Haul Nyai Ageng Ngerang, panitia menyelenggarakan segudang acara. Salah satunya adalah Karnaval Kirab Budaya yang dihelat Sabtu (31/8) siang. Untuk mensukseskan agenda ini, panitia menggandeng MA Miftahul Ulum, Tambakromo. Para peserta Kirab Budaya Haul Nyai Ageng Ngerang yang terdiri dari para peserta didik MA Miftahul Ulum Tambakromo Peran serta peserta didik MA Miftahul […]

  • PCNU-PATI

    Peluncuran dan Bedah Novel PRASA dan KELIR Karya Yon Bayu Wahyono di PDS.HB.Jassin

    • calendar_month Sel, 31 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 31/10/2023. Peluncuran dan bedah dua novel PRASA dan KELIR karya Yon Bayu Wahyono berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu siang (29/10/2023). Untuk novel  PRASA (Operasi Tanpa Nama) dibedah oleh Pemateri Isson Khairul, Cerpernis yang juga […]

  • Menjawab Adzan di TV

    Menjawab Adzan di TV

    • calendar_month Sel, 20 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

        Pertanyaan : Bagaimana hukumnya menjawab adzan dari Radio ataupun Televisi yang biasa sering kita dengar dan apakah adzannya Radio ataupun Televisi sudah mencukupi sunatnya adzan di tempat itu? Jawaban :Hukum menjawabnya adzan adalah sunat, apabila suara adzan tersebut langsung dari mu`addzinnya, dan apabila dari kasetrekaman maka tidak sunat. Dan adzan tersebut tidak mencukupi […]

expand_less