Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Suami yang Menulis untuk Kesembuhan Sang Istri

Suami yang Menulis untuk Kesembuhan Sang Istri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 27 Feb 2023
  • visibility 497
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Ini memang hanya sebuah film. Tapi, film ini mampu meresap ke dalam jiwa dan pikiranku. Ia mampu mengaduk-aduk emosiku dengan sedemikian kuat. Mungkin karena film tersebut dekat dengan duniaku: suami, istri, buku, dan tulis-menulis. Otak bawah sadarku menuntun ke dalam film tersebut bahwa lelaki yang ada dalam film itu adalah aku. 

Bagiku film 1778 Stories of Me and My Wife bukanlah film biasa. Karena ia mampu membuat aku termenung dan menyentak relung kesadaranku. Karena pesan film ini menjadi semacam lonceng pengingat bagi seorang suami untuk selalu mencintai istri hingga nafas terakhir. Dan karena—tentu saja—film ini bagus untuk ditonton.

 Film ini adalah kisah tentang seorang suami yang berusaha mencoba “memperpanjang” usia istrinya yang terkena penyakit kanker rahim. Lantaran penyakitnya itu, sang istri terkena vonis mati tidak kurang dari satu tahun lagi. Seorang suami bernama Sakutaro yang berprofesi seorang penulis science fiction, dan istrinya bernama Setsuko seorang pegawai bank. Keduanya hidup normal dan bahagia. Setiap kali menulis, Sakutaro selalu menyerahkan hasil tulisannya terlebih dahulu ke istrinya untuk dibaca dan diberi masukan. Dengan kata lain, istrinya adalah pembaca pertama karya-karya Sakutaro sebelum diserahkan ke penerbit. 

 Suatu hari istrinya jatuh sakit. Saat diperiksa ke Rumah Sakit, rupanya terkena penyakit kanker usus besar. Saat konsultasi ke dokter, Sakutaro diberi tahu agar tidak membuatnya sedihdemi memperpanjang usia istrinya. Tertawa adalah satu-satunya “obat” alami yang paling manjur agar sang istri menjadi sembuh. Tertawa akan membawa sistem imun. Lantas, apa yang harus dirinya lakukan agar istrinya selalu tertawa? Dia hanyalah seorang penulis sci-fic yang cenderung serius dan “logis-ilmiah” cerita-ceritanya. Sempat dia putus asa dan kehilangan cara. Hingga suatu hari dia melihat boneka lucu yang selalu tertawa di toko loak. Dia membelinya. Aha, dia mendapatkan ide. Dia akan menulis cerita lucu sebanyak 3 halaman setiap hari. Dia yakin cara ini akan berhasil. Karena hanya ini satu-satunya yang bisa dia lakukan sebagai penulis.

Tapi, rupanya tidak semudah itu membuat cerita lucu. Istrinya kebingungan saat membaca cerita pertamanya. Tidak seperti biasanya, yakni tentang science fiction. Ceritanya sungguh tidak jelas. Istrinya menganggap tulisan tersebut tak lebih merupakan esai, alih-alih cerita lucu. Tapi, Setsuko menghargai usaha suaminya.

            “Sejak kapan kamu menulis esai?” tanya Setsuko.

            “Ini bukan esai. Ini fiksi. Tidak lucu ya?” ujar Sakutaro.

            Bukannya menjawab, Setsuko malah balik tanya, “Serial baru, ya?”

            “Ini bukan karya. Aku sedang menulis cerpen setiap hari.”

            “Untuk apa?” tanya Setsuko.

            “Untuk kamu.”

            Setsuko tersipu malu. “Hanya untuk aku?”

            “Ya, hanya untuk kamu.”

Sakutaro terus mencoba menulis cerita lucu. Berkali-kali ia gagal. Tapi, ia tidak patah semangat. Ia coba lagi, gagal lagi, coba lagi, gagal lagi, sampai suatu hari istrinya tertawa membaca ceritanya. Puji Tuhan, ia berhasil membuat cerita yang membuat istrinya tertawa. Kegigihannya membawa hasil. Setiap hari ia menulis satu cerita lalu diserahkan kepada istrinya. Saat membacanya, mereka berdua tertawa bersama. Selalu begitu.

 Tak terasa lima tahun sudah mereka lalui. Dan Setsuko masih hidup. Ini sebuah keajaiban. Mereka sudah mematahkan prediksi dokter soal batas maksimal orang yang terkena kanker usus besar, dimana biasanya tidak sampai lima tahun sudah meninggal. Suami istri ini senang bukan kepalang. Untuk merayakannya, mereka  jalan-jalan ke Hokkaido. Di sana ada sebuah tempat yang ingin mereka singgahi sejak lama.

Meski Setsuko bisa melewati waktu lima tahun, penyakit kankernya tetap tak dapat disembuhkan. Alih-alih sembuh, kanker tersebut malah mulai menyebar di sekujur tubuhnya. Setsuko kemudian dirawat di rumah sakit. Selama di rumah sakit, Sakutaro tetap menulis. Ia berjanji akan terus membuat cerita-cerita lucu untuk dibaca(kan) istrinya. Suatu ketika istrinya sudah tidak bisa membaca lagi, karena semua organ tubuh sudah sulit digerakkan. Ia hanya bisa tidur dan sesekali membuka matanya.

Tapi, Sakutaro tetap menulis. Bahkan ia bertekad untuk menulis 10 atau 50 tahun lagi. Namun, karena istrinya sudah tidak kuat membaca, bahkan membuka matanya, maka Sakutaro sendiri yang membacakan kisah-kisahnya. Tulisannya pun menjadi beragam, tidak melulu soal cerita lucu. Bahkan, kebanyakan kisahnya adalah tentang kenangan dan mimpi-mimpi mereka. Pada tulisan yang ke 1777, istrinya meninggal. Dan keesokan harinya pada saat keluarga dan kerabatnya mempersiapkan upacara terakhir, ia menulis untuk istrinya yang terakhir kali, tulisan yang ke 1778.

Pada akhirnya, bagi Sakutaro, menulis tidak hanya sebuah upaya memperpanjang usia istrinya, tetapi juga upaya penyelamatan dirinya dari segala keputusasaan. Karena hanya itu yang bisa dia lakukan sebagai penulis. Dengan kata lain, menulis setiap hari adalah sebentuk doa harian bagi dia dan istrinya agar bisa diberi umur yang panjang dan dikuatkan dari segala cobaan.   

Bagiku film ini adalah sebuah inspirasi cinta sejati. Suami istri yang mencoba saling menghargai dan membahagiakan dengan caranya masing-masing. Banyak momen-momen menyentuh yang dapat dijadikan teladan. Konon, film ini diangkat dari kisah nyata dari seorang penulis bernama Taku Mayumura. Aku berdoa semoga Allah selalu merahmati dirinya dan almarhum istrinya. Semoga karyanya terus memberi pencerahan bagi pembacanya.    

Akhirul kalam, terpujilah untuk Tsuyoshi Kusanagi yang memerankan Sakutaro dan Yuko Takeuchi sang pemeran Setsuko. Kalian memerankannya dengan apik sekali. Terpujilah bagi orang-orang yang berada di belakang layar, seperti penulis skenario, sutradara, dan yang lainnya. Kalian telah berhasil menyuguhkan film bagus dan memberi pesan yang indah. Dan terpujilah seseorang yang sudah merekomendasikan film ini. Semoga hidupmu selalu dirahmati oleh Allah Swt.[]     

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinkes : Mengunggah Sertifikat Vaksin di Sosmed Bisa Sangat Berbahaya

    Dinkes : Mengunggah Sertifikat Vaksin di Sosmed Bisa Sangat Berbahaya

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Ruang webinar Kesehatan yang diselenggarakan oleh KKN MDR Super Ipmafa 2021 menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Pati PATI – KKN MDR Super Ipmafa mendapatkan kesempatan berharga memperluas pengetahuan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati. Kegiatan positif ini merupakan rangkaian program kelompok KKN tersebut.  Selasa (31/8) kemarin KKN MDR Super menyelenggarakan seminar berbasis online (webinar) tentang kesehatan. Dengan […]

  • Dopamine Kebahagiaan Ala Majelis Taklim Thoyyiburridwan

    Dopamine Kebahagiaan Ala Majelis Taklim Thoyyiburridwan

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.058
    • 0Komentar

      Oleh: Zaenal Arifin* Dopamine, sering menjadi bahasan medis yang berujung pada sebuah kesenangan otak. Bahkan lebih sering diidentikkan dengan candu yang terus berulang hingga timbul sebuah kebahagiaan. Banyak orang mencari bahagia lebih-lebih soal duniawi, seperti uang, pujian, hiburan, dan kesenangan sesaat. Padahal ada kebahagiaan yang lebih menenangkan hati, yaitu dopamine positif yang bisa di […]

  • white and blue paper on pink surface

    Kirim Doa Sebuah Emot Icon: Antara Simbol dan Makna

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 945
    • 0Komentar

      Perkembangan teknologi dalam era komunikasi digital yang serba cepat, pesan-pesan singkat, simbol, dan emoticon menjadi bagian tak terpisahkan dari cara manusia berinteraksi. Salah satu fenomena menarik yang berkembang belakangan ini adalah penggunaan ikon doa seperti contoh seringkali disertai tulisan “Al-Fatihah” atau emoji tangan berdoa — sebagai bentuk simpati dan empati di WhatsApp, terutama saat […]

  • PCNU-PATI

    Puasa yang Sia-sia

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaan yang sering muncul saat Ramadan adalah apakah ada puasa yang sia-sia? Apa saja yang membatalkan puasa? Apa saja kiat-kiat agar puasa mendapatkan pahala? Tentu jawabannya beragam. Semua bergantung dalil yang digunakan. Dalam konteks ini, tradisi Nahdlatul Ulama mengacu sejumlah rujukan. Kita bisa menyimpulkan sejumlah pemetaan tersebut, ada hal-hal yang membatalkan puasa, […]

  • Heboh, 12 Pimpinan Ranting Plus 2 Anak Rantong Fatayat NU Dilantik

    Heboh, 12 Pimpinan Ranting Plus 2 Anak Rantong Fatayat NU Dilantik

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Ketua PC Fatayat NU, Asmonah (pegang kertas) sedang melantik para Pengurus 12 Ranting dan 2 Pengurus Anak Ranting Fatayat NU yang ada di Kecamatan Trangkil  TRANGKIL – PAC Fatayat NU Trangkil baru melangsungkan pelantikan Pimpinan Ranting (PR). Tak hanya satu, namun 12 PR Fatayat NU dilantik dalam satu majelis pada Jumat (29/10) lalu. Jumlah tersebut […]

  • PCNU - PATI

    Ayo Berdonasi Lewat LAZISNU Pati

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Pati- NU Care Lazisnu Pati terhitung mulai hari ini Kamis (14/7) melakukan penggalangan donasi untuk para korban banjir yang ada di beberapa wilayah kabupaten Pati. Intensitas hujan yang begitu deras membuat beberapa wilayah di kabupaten Pati terendam banjir. Banyak kerugian materiil maupun non materiil akibat banjir ini. Akses jalan tertutup dan bahkan ada beberapa rumah […]

expand_less