Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Suami yang Menulis untuk Kesembuhan Sang Istri

Suami yang Menulis untuk Kesembuhan Sang Istri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 27 Feb 2023
  • visibility 442
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Ini memang hanya sebuah film. Tapi, film ini mampu meresap ke dalam jiwa dan pikiranku. Ia mampu mengaduk-aduk emosiku dengan sedemikian kuat. Mungkin karena film tersebut dekat dengan duniaku: suami, istri, buku, dan tulis-menulis. Otak bawah sadarku menuntun ke dalam film tersebut bahwa lelaki yang ada dalam film itu adalah aku. 

Bagiku film 1778 Stories of Me and My Wife bukanlah film biasa. Karena ia mampu membuat aku termenung dan menyentak relung kesadaranku. Karena pesan film ini menjadi semacam lonceng pengingat bagi seorang suami untuk selalu mencintai istri hingga nafas terakhir. Dan karena—tentu saja—film ini bagus untuk ditonton.

 Film ini adalah kisah tentang seorang suami yang berusaha mencoba “memperpanjang” usia istrinya yang terkena penyakit kanker rahim. Lantaran penyakitnya itu, sang istri terkena vonis mati tidak kurang dari satu tahun lagi. Seorang suami bernama Sakutaro yang berprofesi seorang penulis science fiction, dan istrinya bernama Setsuko seorang pegawai bank. Keduanya hidup normal dan bahagia. Setiap kali menulis, Sakutaro selalu menyerahkan hasil tulisannya terlebih dahulu ke istrinya untuk dibaca dan diberi masukan. Dengan kata lain, istrinya adalah pembaca pertama karya-karya Sakutaro sebelum diserahkan ke penerbit. 

 Suatu hari istrinya jatuh sakit. Saat diperiksa ke Rumah Sakit, rupanya terkena penyakit kanker usus besar. Saat konsultasi ke dokter, Sakutaro diberi tahu agar tidak membuatnya sedihdemi memperpanjang usia istrinya. Tertawa adalah satu-satunya “obat” alami yang paling manjur agar sang istri menjadi sembuh. Tertawa akan membawa sistem imun. Lantas, apa yang harus dirinya lakukan agar istrinya selalu tertawa? Dia hanyalah seorang penulis sci-fic yang cenderung serius dan “logis-ilmiah” cerita-ceritanya. Sempat dia putus asa dan kehilangan cara. Hingga suatu hari dia melihat boneka lucu yang selalu tertawa di toko loak. Dia membelinya. Aha, dia mendapatkan ide. Dia akan menulis cerita lucu sebanyak 3 halaman setiap hari. Dia yakin cara ini akan berhasil. Karena hanya ini satu-satunya yang bisa dia lakukan sebagai penulis.

Tapi, rupanya tidak semudah itu membuat cerita lucu. Istrinya kebingungan saat membaca cerita pertamanya. Tidak seperti biasanya, yakni tentang science fiction. Ceritanya sungguh tidak jelas. Istrinya menganggap tulisan tersebut tak lebih merupakan esai, alih-alih cerita lucu. Tapi, Setsuko menghargai usaha suaminya.

            “Sejak kapan kamu menulis esai?” tanya Setsuko.

            “Ini bukan esai. Ini fiksi. Tidak lucu ya?” ujar Sakutaro.

            Bukannya menjawab, Setsuko malah balik tanya, “Serial baru, ya?”

            “Ini bukan karya. Aku sedang menulis cerpen setiap hari.”

            “Untuk apa?” tanya Setsuko.

            “Untuk kamu.”

            Setsuko tersipu malu. “Hanya untuk aku?”

            “Ya, hanya untuk kamu.”

Sakutaro terus mencoba menulis cerita lucu. Berkali-kali ia gagal. Tapi, ia tidak patah semangat. Ia coba lagi, gagal lagi, coba lagi, gagal lagi, sampai suatu hari istrinya tertawa membaca ceritanya. Puji Tuhan, ia berhasil membuat cerita yang membuat istrinya tertawa. Kegigihannya membawa hasil. Setiap hari ia menulis satu cerita lalu diserahkan kepada istrinya. Saat membacanya, mereka berdua tertawa bersama. Selalu begitu.

 Tak terasa lima tahun sudah mereka lalui. Dan Setsuko masih hidup. Ini sebuah keajaiban. Mereka sudah mematahkan prediksi dokter soal batas maksimal orang yang terkena kanker usus besar, dimana biasanya tidak sampai lima tahun sudah meninggal. Suami istri ini senang bukan kepalang. Untuk merayakannya, mereka  jalan-jalan ke Hokkaido. Di sana ada sebuah tempat yang ingin mereka singgahi sejak lama.

Meski Setsuko bisa melewati waktu lima tahun, penyakit kankernya tetap tak dapat disembuhkan. Alih-alih sembuh, kanker tersebut malah mulai menyebar di sekujur tubuhnya. Setsuko kemudian dirawat di rumah sakit. Selama di rumah sakit, Sakutaro tetap menulis. Ia berjanji akan terus membuat cerita-cerita lucu untuk dibaca(kan) istrinya. Suatu ketika istrinya sudah tidak bisa membaca lagi, karena semua organ tubuh sudah sulit digerakkan. Ia hanya bisa tidur dan sesekali membuka matanya.

Tapi, Sakutaro tetap menulis. Bahkan ia bertekad untuk menulis 10 atau 50 tahun lagi. Namun, karena istrinya sudah tidak kuat membaca, bahkan membuka matanya, maka Sakutaro sendiri yang membacakan kisah-kisahnya. Tulisannya pun menjadi beragam, tidak melulu soal cerita lucu. Bahkan, kebanyakan kisahnya adalah tentang kenangan dan mimpi-mimpi mereka. Pada tulisan yang ke 1777, istrinya meninggal. Dan keesokan harinya pada saat keluarga dan kerabatnya mempersiapkan upacara terakhir, ia menulis untuk istrinya yang terakhir kali, tulisan yang ke 1778.

Pada akhirnya, bagi Sakutaro, menulis tidak hanya sebuah upaya memperpanjang usia istrinya, tetapi juga upaya penyelamatan dirinya dari segala keputusasaan. Karena hanya itu yang bisa dia lakukan sebagai penulis. Dengan kata lain, menulis setiap hari adalah sebentuk doa harian bagi dia dan istrinya agar bisa diberi umur yang panjang dan dikuatkan dari segala cobaan.   

Bagiku film ini adalah sebuah inspirasi cinta sejati. Suami istri yang mencoba saling menghargai dan membahagiakan dengan caranya masing-masing. Banyak momen-momen menyentuh yang dapat dijadikan teladan. Konon, film ini diangkat dari kisah nyata dari seorang penulis bernama Taku Mayumura. Aku berdoa semoga Allah selalu merahmati dirinya dan almarhum istrinya. Semoga karyanya terus memberi pencerahan bagi pembacanya.    

Akhirul kalam, terpujilah untuk Tsuyoshi Kusanagi yang memerankan Sakutaro dan Yuko Takeuchi sang pemeran Setsuko. Kalian memerankannya dengan apik sekali. Terpujilah bagi orang-orang yang berada di belakang layar, seperti penulis skenario, sutradara, dan yang lainnya. Kalian telah berhasil menyuguhkan film bagus dan memberi pesan yang indah. Dan terpujilah seseorang yang sudah merekomendasikan film ini. Semoga hidupmu selalu dirahmati oleh Allah Swt.[]     

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PERSYARATAN PENGAJUAN  BHPNU

    PERSYARATAN PENGAJUAN BHPNU

    • calendar_month Kam, 5 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

        1.     Surat Pengajuan SK di tanda tangani oleh Pengurus Ta’mir dan Ranting NU atau MWC NU     a)      Mushola/ Ta’mir masjid di tunjukan kepada Ketua Lembaga Ta’mir masjid NU Cabang Pati.    b)      Madrasah/Sekolah, TPQ, Madin di tunjukan kepada Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Pati.   c)      Pondok Pesantren di tunjukan kepada Ketua […]

  • Ketum PCNU Diagendakan Jadi Pemateri Diskusi Kebangsaan Siang Ini

    Ketum PCNU Diagendakan Jadi Pemateri Diskusi Kebangsaan Siang Ini

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Pamflet undangan ngaji kebangsaan bersama kelompok 18 KKN Gembira IPMAFA dan K. Yusuf Hasyim PATI-Situasi pandemi yabg belum juga reda, membuat masyarakat harus putar otak agar aktifitas mereka tetap lancar dan tentunya taat Protokol Kesehatan (Prokes).  Salah satu kegiatan mahasiswa yang sedikit banyak terhambat adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Agenda yang sedianya dilaksanakan dengan menerjunkan […]

  • LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    LAZISNU Pati Luncurkan Aplikasi SiKupat dan CroPat.Go, Ini Fungsinya

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 721
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati meluncurkan dua aplikasi bernama SiKupat (Sistem Informasi Keuangan LAZISNU Pati) dan CroPat.Go (Crowdfunding Lazisnu Pati Go), pada Ahad (27/7/2025). Peluncuran aplikasi-aplikasi tersebut sebagai komitmen LAZISNU Pati dalam memperkuat tata kelola keuangan dan inovasi sosial. Ketua LAZISNU Pati, menjelaskan bahwa aplikasi SiKupat […]

  • Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I

    Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.872
    • 0Komentar

    *PEKALONGAN* – Suasana haru bercampur bangga mewarnai acara Penutupan Pelatihan Tahap I Daerah Program Magang ke Jepang, program kerjasma Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dengan Kemnaker RI dan IM Japan Indonesia. Bertempat di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan pada Selasa (21/07/2026), acara ini menjadi momentum penting bagi puluhan pemuda pilihan yang siap […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

  • the sun is setting over a mountain range

    Jiwa Sheril Part II

    • calendar_month Ming, 17 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada POV Sheril Syahdu, nama yang indah. Pertama kali aku masuk sekolah yang ku cari adalah sosoknya. Cowo tengil bermata sipit, rambut pirang kulit putih, sudah seperti chinese. Tapi orang tuanya asli jawa. Anak paling pintar di Sekolah Dasar seberang sekolah dasarku dulu. Hanya sering mendengar namanya, dan belum pernah bertemu secara […]

expand_less