Iklan
Berita

Bentuk Pelajar Cerdas dan Kritis, PAC IPNU IPPNU Trangkil Adakan Upgrading

 

Iklan

TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil sukses menggelar kegiatan Upgrading pada Kamis malam (27/1/22). Agenda ini dilangsungkan di Perpustakaan PAC IPNU PPNU Kecamatan Trangkil, Kertomulyo, Trangkil.

Upgrading kali ini mengangkat tema ‘Menuju Pelajar Cerdas dan Kritis’. Muhammmad Akhlis Novtian, mewakili ketua PAC IPNU Trangkil, menuturkan bahwa pencetusan tema tersebut didasari oleh keinginan PAC Trangkil dalam mencetak kader yang berwawasan luas, dalam artian cerdas serta mampu bersikap kritis dalam mengmabil keputusan yang akan dijalankan nanti.

“Dengan diadakannya Upgrading, saya berharap bisa membawa PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil lebih berkembang lagi dengan pola pikir yang cerdas serta kritis dalam membuat keputusan yang dijalankannya nanti,” tuturnya.

Kegiatan tersebut diisi dengan sharing pengalaman dan diskusi bersama senior.

“Saya cuma berpesan kepada PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil agar selalu rendah hati dan tetep semangat untuk membawa PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil ora sepele,” ucap Melisa Yusrina, selaku senior PAC IPPNU Trangkil.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Ahwani, selaku ketua majlis alumni PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil juga berharap agar nantinya para anggota PAC IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil menjadi orang cerdas dan kritis.

“Upgrading kali ini harus dibarengi dengan adanya kesinambungan dan pertambahan secara kualitas maupun kuantitas. Dalam konteks ini, saya berharap kualitas pemikiran rekan rekanita dapat diupgrade ke level cerdas dan kritis,” terang dia.

Dalam diskusi kali ini, Emir Syahrial, selaku pemantik diskusi, juga memaparkan bahwa kunci adanya pemikiran cerdas dan kritis bagi kalangan pelajar saat ini adalah adanya pemantik isu dan konsistensi yang dapat memunculkan gagasan-gagasan yang sekiranya bisa dianggap kritis.

“Disini, dalam berpikir kritis hanya diperlukan dua hal, yaitu adanya pemantik dan konsistensi yang ditunjang dengan gagasan-gagasan atau ide-ide dalam berpendapat. Kunci sebenarnya kritis ialah adanya kemerdekaan dalam berpendapat,” tuturnya.

Selain itu, Muhammad Salman, selaku pemateri diskusi berpesan agar selalu melihat fakta dan realita yang ada dan selalu mengubah pendekatan yang ada dengan berpikiran kritis.

“Kritis merupakan suatu pemikiran naik kelas dimana si pemikirnya akan dihadapkan oleh realita yang dipandang ke perspektif manapun. Lihatlah fakta dan realita yang ada. Amati, ubah semua pendekatan kalian dengan cara naikkan pemikiran kalian menuju pemikiran kritis,” ucapnya. (lpj/iam) 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Back to top button