Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nabi Musa & Seorang Pemuda Fasiq

Nabi Musa & Seorang Pemuda Fasiq

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 8 Okt 2024
  • visibility 580
  • comment 0 komentar

Oleh : Muhammad Rofiq

Dikisahkan pada zaman Nabi Musa A.S , ada seorang pemuda pemuda dari golongan Yahudi. Dia sangat meresahkan masyarakat Yahudi pada waktu itu. Perilaku kejahatannya sudah mashyur di seluruh negeri. Siapapun akan ketakutan apabila disebutkan namanya dan siapapun yang berani mengganggunya, maka tidak akan selamat. Hal itu menyebabkan kekacauan di kalangan umat Nabi Musa A.S. Mereka tidak mampu menahan kejahatan pemuda itu lagi, Sehingga mereka pun berdoa kepada Allah SWT agar menyelesaikan permasalahan ini.

Lalu Allah SWT memberikan wahyu kepada Nabi Musa A.S “ Wahai Musa, sesungguhnya di tengah-tengah Kaum Bani Israil, ada seorang pemuda jahat, maka keluarkanlah dia dari negeri mereka, sehingga tidak ada satupun api yang menyala akibat kejahatanya”. Lalu Nabi Musa A.S mendatangi pemuda itu dan mengusirnya dari kota. Pemuda itu pun pergi dari kota menuju suatu desa. Namun di desa itu, pemuda itu berbuat kejahatan lagi. Lalu Allah SWT menyuruh Nabi Musa A.S untuk mengusirnya dari desa itu.

Nabi Musa A.S pun mengusirnya dari desa itu ke tanah gersang, dimana tidak ada manusia, hewan, tumbuhan dan tidak ada makhluk hidup sama sekalipun ditempat itu. Sehingga akhirnya pemuda itu pun jatuh sakit di tempat itu. Dia jatuh tersungkur di tanah, kepalanya tergeletak tidak berdaya di atas debu-debu gersang berhamburan. Tidak ada satupun makhluk hidup yang menemaninya. Hanya gurun gersang, hawa panas dan sengatan mentari yang membakar kulitnya. Lalu dengan sisa tenaganya serta terbata-bata, ia berkata:

“ Seandainya ibuku ada disini memangku kepalaku ini, pastilah ia akan mengasihiku dan ia akan menangisi kehinaan yang aku dapatkan ini”

“Seandainya ayahku ada disini pastilah ia akan menolongku, memangkul tubuh kurusku ini dan menyelesaikan masalahku ini”

“ Seandainya istriku  ada disini, pasti ia akan menangisiku sakarat mautku dan  seandainya anak-anakku ada disini, pasti mereka akan menangis di belakang jasad lemahku ini. Dan mereka pasti akan berkata: “ Ya Allah, ampunilah bapak kami ini, lelaki yang terasingkan lagi lemah, lelaki yang terusir dari negerinya menuju desa, dari desa menuju dusun terpencil, dari dusun terpencil menuju tanah gersang tak berpenghuni dan di tanah gersang ini, ia harus pergi menuju akhirat hanya membawa keputusasaan akan segala hal”.

Masih dalam keadaan sakarat maut, ia pun berdoa,: “ Ya Allah, Engkaulah yang telah memutuskan aku dari orangtuaku,istriku,anak-anakku, aku memohon jangan putuskan aku dari kasih sayangmu. Engkau boleh saja membakar hatiku dengan memisahkan aku dengan orang-orang yang aku cintai, namun jangan bakar diriku dengan api nerakamu karena maksiat-maksiat yang telah aku perbuat.”

Maka Allah SWT mengirimkan kepadanya dua orang bidadari surga yang menyerupai ibu dan istrinya, lalu mengutus anak-anak surga kepadanya untuk menyerupai anak-anaknya dan mengutus seorang malaikat kepadanya untuk menyerupai ayahnya. Kemudian  utusan-utusan Allah itu duduk di kedua sisinya dan menangisi sakaratul mautnya. Si pemuda itu pun berkata,” Sungguh ayah ibuku, istriku dan anak-anakku telah hadir disisiku.” Maka hatinya pun menjadi sejuk seperti berada di kebun hijau yang penuh bunga-bunga bermekaran.Si pemuda itu pun meninggalkan dunia yang fana ini menuju kasih sayang Allah SWT yang tiada taranya dalam keadaan suci lagi terampuni.

Tak lama kemudian Allah memberikan wahyu kepada Nabi Musa A.S,” Wahai Musa,  pergilah kau ke gurun ini, di suatu tempat ini. Sesungguhnya disana telah wafat salah seorang wali dari wali-waliku.” Nabi Musa A.S pun pergi ke tempat itu dan menemukan jasad seorang manusia yang tergeletak di tengah-tengah gurun yang luas lagi gersang. Maka ketika Nabi Musa A.S memperhatikan wajah jenazah itu, Nabi Musa A.S teringat pemuda yang ia usir atas perintah Allah dari negerinya menuju desa, dari desa menuju dusun terpencil, dari dusun terpencil menuju tanah gersang tak berpenghuni. Lalu Nabi Musa A.S berkata,” Ya Tuhanku, bukankah dia ini adalah pemuda yang Engkau perintahkan aku untuk mengusirnya dari negerinya menuju desa, dari desa menuju dusun terpencil, dari dusun terpencil menuju tanah gersang ini.”

Allah SWT menjawab, “ Ya kamu benar, Musa. Aku telah merahmatinya dan memberi balasan kepadanya atas rintihannya akan kondisi hidupnya yang terusir dari negerinya, terpisahkan dari kedua orang tuanya, terpisahkan dari istrinya, terpisahkan dari anak-anaknya. Lalu aku  mengutus dua orang bidadari surga yang menyerupai ibu dan istrinya, lalu mengutus anak-anak surga kepadanya untuk menyerupai anak-anaknya dan mengutus seorang malaikat kepadanya untuk menyerupai ayahnya untuk menemaninya di saat akhir kepergianya dari dunia menuju akhirat. Ketika seorang yang terasing & terusir mati, maka menangislah seluruh penduduk langit dan bumi karena berbelas kasih padanya. Tangisan mereka menggetarkan  tiang-tiang ‘Arsy, lalu bagaimana mungkin Aku tidak mengasihinya ? sementara Aku adalah Dzat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ? “

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PC IPNU IPPNU Pati Audiensi dengan Bupati, Ini Hasilnya

    PC IPNU IPPNU Pati Audiensi dengan Bupati, Ini Hasilnya

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Ketua PC IPNU Pati, Moh. Salman (kedua dari kanan) dan Ketua PC IPPNU, Sulistiani ditemani Ketua Panitia OC Konfercab XIII, M. Khoirul Anam (kanan) usai melakukan audiensi dengan Bupati Pati, Haryanto (baju batik) PATI – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati baru saja mengadakan audiensi dengan Bupati Pati, Haryanto di Kantor Bupati, Kamis (19/8). Hadir dalam […]

  • PCNU-PATI Photo by Sincerely Media

    Kasus Penulis Muda dan Redaktur Lulusan Rusia: Urgensi Basa-Basi Komunikasi

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Oleh : Akhmad Idris Baru-baru ini, dunia kepenulisan kembali dibuat gaduh. Jika kegaduhan sebelumnya disebabkan oleh ulah seorang penulis veteran yang mengirimkan cerpen karya ‘muridnya’ dengan atas nama dirinya, maka kegaduhan teranyar kali ini disulut oleh unggahan tangkapan layar di media sosial seorang penulis muda dan redaktur lulusan Rusia yang berisi teks percakapan mereka berdua. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Malas Mudik: Gejala Penyakit Jiwa?

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.507
    • 0Komentar

        Oleh Hamidulloh Ibda   Saya pernah membuat status WhatsApp pada puasa Ramadan 1446 H tahun 2025 lalu. “Orang yang tidak mau mudik itu sebenarnya adalah peyakit jiwa.” Sontak banyak yang komen. Memang tak sempat menuliskannya dalam bentuk artikel dan baru sempat tahun 2026 ini.   Jumlah pemudik dari tahun ke tahun selalu melimpah. […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Pesan Literasi Nuzulul Quran

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.000
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Sekira tahun 610 M dulu, bertepatan 17 Ramadan telah terjadi peristiwa besar yang dialami Kanjeng Nabi Muhammad Saw, yaitu Nuzulul Quran di Gua Hira. Telah terjadi turun wahyu pertama kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Allah memerintahkan Kanjeng Nabi untuk membaca, belajar, dan menulis lewat Surat Al-aAlaq ayat 1-5 sebagai wahyu […]

  • Selamat Jalan Habib Muhammad

    Selamat Jalan Habib Muhammad

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    PATI-Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Kabupaten Pati kembali berduka setelah salah seorang ulama’nya berpulang ke Rahmatullah. Habib Muhammad bin Habib Abdullah al Aidid Tayu dikabarkan wafat Senin (25/11) pukul 13.30 WIB siang tadi. Habib Muhammad Bin Habib Abdullah Al Aidid Tayu Setelah pcnupati.or.id mencoba mengkonformasi ke berbagai pihak, ternyata kabar ini benar adanya. Putra salah […]

  • Mantan Ketua IPNU Pati Tulis Buku tentang Santri

    Mantan Ketua IPNU Pati Tulis Buku tentang Santri

    • calendar_month Ming, 4 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Pamflet acara book review Literasi Digital Santri Milenial yang akan diselenggarakan Minggu (4/7) pukul 15.30 WIB. Penulis buku tersebut merupakan ketua domisioner PC IPNU Kabupaten Pati masa bhakti 2009-2011 SURABAYA-Karya literer yang membahas dunia santri semakin banyak terbit akhir-akhir ini. Banyaknya santri yang mulai sadar literasi membuat martabat santri terangkat melalui beragam karya ilmiah berbasis […]

expand_less