Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nahdlatul Tujjar Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan NU

Nahdlatul Tujjar Sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
  • visibility 709
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Sebagaimana kita pahami Nahdlatul Ulama (NU) yang kita kenal tidak hanya konsen dalam gerakan sosial-keagamaan saja, melainkan juga fokus NU pada bidang wirausaha atau yang lebih kita kenal dengan gerakan ekonomi kerakyatan rakyat dan bisa juga disebut dengan Nahdlatul Tujjar (NT).

Dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalambidang ekonomi untuk mengangkat perekonomian umat Islam yang pada saat itu mengalami penindasan yang dilakukan oleh penjajah atau yang kita kenal kolonialisme Belanda.  Karena pada waktu itu abad ke 20 Indonesia masih dalam kekangan kolonialisme, sehingga masyarakat secara perekonomian sangat tereksploitasi. Disamping itu juga Belanda menerapkan sistem politik etis atau yang disebut politik balas budi. Dari situlah rakyat berharap betul perekonomian kembali stabil, akan tetapi harapan rakyat hanya sebatas harapan saja. Karena Belanda sangat cerdik dan tidak bisa diakali.

Oleh karena itu, organisasi NT ini lahir tidak lepas dari politik etis yang digawangi oleh Belanda. Maka, NT ini lahir untuk menggerakkan masyarakat supaya sadar akan Sumber Daya Alam yang kita miliki bisa kita gunakan dan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dengan maksud dan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

Disamping itu NT yang pada awalnya diprakarsai oleh KH Wahab Hasbullah bermaksud untuk mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan sosial dari adanya praktek politik etis yang diterapkan oleh kolonialisme. Karena NT lahir tidak lepas dari adanya  ketidak sadaran masyarakat dibodohi oleh kolonialisme yang bukan saja misinya menjajah, tetapi juga menguasai aset-aset ekonomi.

Dengan demikian,kemiskinan pun terjadi karena pajak-pajak yang semakin mencekik para rakyat pribumiyang tidak sesuai dengan upah yang mereka terima selama bekerja di bawah kekuasaan Belanda. Sehingga masyarakat tidak berdaya dalam kedigdayaan dari kolobialisme Belanda.

Oleh karena itu, pentingnya membangun ekonomi kerakyatan masyarakat, maka dalam hal ini Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari mengatakan;

“ Wahai pemuda bangsa yang cerdik dan padai, serta para ustaz yang mulia, mengapa kalian tidak mendirikan saja suatu badan usaha ekonomi  yang beroperasi, dimana di setiap kota terdapat satu badan usaha yang otonom.”

Merujuk dari apa yang difatwakan oleh Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari maka lahirlah koperasi Syirkah al-Iman yang dibentuk oleh Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari dengan tujuan untuk memperkuat jaringan ekonomi, khususnya di kalangan umat Islam muslim tradisional.

Meskipun NT yang didirikan Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari kala itu mengalami banyak kendala mulai sulitnya izin operasional dan tingginya pajak pembayaran yang diterapkan oleh pemerintah Belanda. Maka, umur NT kala itu hanya bertahan kurun waktu 8 tahun (1918-1926).

Akan tetapi dari adanya ghirah NT yang didirikan oleh KH Wahab Hasbullah dan Hadratusy Syaik Hasyim Asy’ari, justru tidak menyurutkan NU dalam berwirausaha. Justru sekarang ini muncul banyak sekali para enterpenership tidak hanya berbentuk koperasi melainkan juga dalam bentuk lainya. Seperti bentuk adanya ritel, ternak, tani, dagang, batik,desain dan lain sebagainya.

Itu semua embrio dari adanya NT kala itu, sehingga masyarakat khususnya warga Nahdliyin terus melakukan inovasi-inovasi kekinian untuk terus berproses dalam mengembangkan sektor perekonomian baik secara online maupun offline. Dengan demikian perekonomian kerakyatan yang digagas oleh para founding fanthers  NU tentunya akan terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman. Seperti halnya dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relewan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Ma'arif Jateng: Alhamdulillah, Dana Bos Madrasah Urung Dipangkas

    Ketua Ma’arif Jateng: Alhamdulillah, Dana Bos Madrasah Urung Dipangkas

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 606
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang – Ketua Ma’arif Jateng, Fakhrudin Karmani menyatakan, dana BOS Madrasah tidak jadi dipotong. “Alhamdulillah, Juknis sudah keluar, BOS tidak jadi dipotong!” tegasnya saat penutupan Diklat Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah, di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Jumat (14/3/2025). Untuk diketahui, sebelumnya beredar surat dari Kementerian Agama, tentang tindak lanjut efisiensi rekonstruksi belanja Ditjen Pendidikan […]

  • PCNU- PATI Photo by geralt

    “Wuih Kompak Amat”

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan. Belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot sedang menyapu di lantai masjid. Azan dimulai, jamaah pun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya berjamaah. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja […]

  • PCNU-PATI

    KH Muhammad Muchson Yamin

    • calendar_month Jum, 30 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 743
    • 0Komentar

    Oleh : Ahmad  Halman  Syahin   Assegaf Riwayat Hidup Dan Keluarga KH. Muhson memiliki nama lengkap Muhammad Muchson Yamin bin H.Muhammad Yamin dan ibu adalah Hj. Siti Aminah .Kiai Muchson (yang akrab dipanggil mbah Muh) lahir pada tanggal 3 Maret 1952 di Wonorejo merupakan salah satu desa di Tlgowungu dan mempunyai satu kakak perempuan yaitu Hajah […]

  • PCNU-PATI

    Gandeng Ranting IPNU Gelang, Tim KKN IPMAFA Selenggarakan Pelatihan Bilal

    • calendar_month Sel, 15 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Jepara – Kelompok Kuliah Kerja Nyata 21 “Tim Wianggeni” Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) mengadakan Pelatihan Bilal, Kamis (10/8/2023). Acara tersebut diikuti oleh peserta didik laki-laki Madrasah Tsanawiyah Tarbiyatul Ulum dan anggota Pimpinan Ranting IPNU Gelang, dengan jumlah peserta 25 orang. Antusiasme peserta sangat terlihat dengan […]

  • PIM Mujahidin Bageng Gembong Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa

    PIM Mujahidin Bageng Gembong Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Yayasan Perguruan Islam Monumen (YPIM) Mujahidin Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, memberikan santukan kepada 109 anak yatim dan duafa. Penyerahan santunan dilakukan di Gedung Pusat Kegiatan Agama (Pusgia) PIM Mujahidin, Sabtu (5/10/2024). Seratusan anak yatim dan duafa yang menerima santunan berasal dari Kecamatan Gembong, Margorejo, dan Tlogowungu. Adapun penyerahan santunan ini merupakan […]

  • Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berkunjung ke kantor PBNU, Selasa (14/1). Ditemui Ketua Umum (Ketum) PBNU dan beberapa pengurus lainnya, Pigai dan PBNU memyepakati sebuah kerja sama. Bersama PBNU, Kementerian HAM berencana membangun pusat studi HAM. Gagasan ini, nantinya akan diwujudkan melalui perguruan-perguruan tinggi di bawah naungan organisasi islam terbesar […]

expand_less