Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » STAI Pati Wisuda 132 Mahasiswa Secara Daring

STAI Pati Wisuda 132 Mahasiswa Secara Daring

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
  • visibility 485
  • comment 0 komentar


PATI – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati sabtu kemarin (14/8) menggelar Sidang Senat Terbuka ke XXVIII dengan mewisuda 132 mahasiswanya secara virtual yang bertempat digedung A Kampus tersebut.

Sebanyak 132 Mahasiswa yang terdiri dari 15 mahasiswa Jurusan Syariah program studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyah) dan 117 mahasiswa Jurusan Tarbiyah program studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Untuk proses pemindahan kuncir dilakukan secara virtual (Aplikasi Zoom) yang dibantu dengan kedua orang tua/ wali dari para wisudawan-wisudawati dari rumah masing-masing.

Dalam wisuda tahun ini Wisudawan Terbaik STAI Pati untuk wisudawan terbaik jurusan Syariah, diraih atas anam nama Mustamir, NIM 217027 dengan IPK 3,89 Sedangkan jurusan Tarbiyah diraih atas nama Sriwati NIM 117148, dengan IPK 3,88.

“Kepada para wisudawan, kami berpesan agar mampu untuk  menyesuaikan diri di segala kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat. Itulah kehidupan nyata yang ada diluar kampus, sekarang kalian harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan,” Ucap Ketua STAI Pati Aida Husna, MA.

Selain itu, Aida juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua/ wali  yang telah mendukung dan mengantarkan putra putrinya  untuk menuntut ilmu di kampus STAI Pati hingga menjadi sarjana.

Sementara Prof Dr Imam Taufiq, M.Ag. selaku Koordinator kopertais Wilayah X Jawa Tengah, dalam video sambutannya memberikan selamat kepada para wisudawan-wisudawati yang telah diwisuda Strata 1.

“Ucapan syukur atas tercapainya puncak akademik di tingkat Strata 1 dimana hal tersebut merupakan prestasi dari rangkaian proses belajar mengajar didalam kampus dengan begitu banyak dinamika yang terjadi, mulai dari perkuliahan, PPL, KKN, bimbingan skripsi hingga sidang skripsi adalah hal yang patut kita syukuri.” tegas Imam

Setelah selesai diwisuda, para wisudawan-wisudawati jangan hanya berakhir disini, namun harus mewujudkan dalam bentuk program karir atau bakti yang lebih aktual kepada masyarakat. 

” Wisudawan-wisudawati harus mewujudkan dalam bentuk program karir maupun bakti karena hal tersebut merupakan prestasi dari orang tua yang telah mendukung aktivitas dan hal-hal yang dilakukan oleh putra-putri tercintanya.” Tambahnya (Ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by fotoblend

    Perseteruan Menjelang Pernikahan

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pekan lalu saya menyaksikan kejadian yang sangat memprihatinkan. Salah satu kawan media sosial saya, seorang MUA mengabarkan bahwa kliennya sempat akan batal menikah karena suatu permasalahan. Disebutkan dalam cerita, MUA ini membagikan momen tangis sang calon pengantin perempuan lengkap dengan kronologi permasalahannya. Disana menuliskan narasi bahwa pada saat melakukan ijab qabul, […]

  • Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Selasa 12 Januari 2015 bertempat di Pondok Pesantrean APIK Kajen Margoyoso Pati. Perpustakaan Mutamakkin mengadakan bedah buku Kuntul Nucuk  Bulan, sebuah Novel yang bercerita tentang dunia Pesantren, karya Sahal Japara. “Ini adalah salah satu program jangka pendek yang lakukan oleh Perpustakaan Mutamakkin, sebagai ajang motivasi terhadap para santri apabila santri pun mampu menulis sebuah buku, […]

  • PCNU-PATI

    Pendidikan Islam sebagai Fondasi Pendidikan Karakter

    • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pendidikan di Indonesia hingga sekarang masih menyisakan banyak persoalan, baik dari kurikulum, manajemen, maupun para pelaku dan pengguna pendidikan. Kegagalan pendidikan nasional  disebabkan oleh penerapan konsep pendidikan yang telah mengabaikan pendidikan watak dan kemampuan bernalar atau dengan kata lain telah mengabaikan dengan pendidikan moral. Pendidikan seharusnya tidak saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi diarahkan […]

  • Sholat Jama’ah, sekaligus I’tikaf

    Sholat Jama’ah, sekaligus I’tikaf

    • calendar_month Jum, 27 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Pak ustadz saya mau tanya, bolehkah setiap menunaikan sholat jama’ah, saya sambil sekalian niat i’tikaf dimasjid tersebut? apakah ketika saya keluar (pulang) dari masjid seketika itu i’tikaf saya langsung dihukumi batal? Mohon jawabannya. Terima kasih Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum I’tikaf adalah sunah muakkad jika kita tidak bernadzar untuk melakukannya, dan disayogyakan […]

  • PCNU-PATI Photo by The Cleveland Museum of Art

    Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    RUMAH MUNGIL TANAH MERDEKA rumah mungil tanah merdeka di sini puisiku bernyanyi bersama santi berwajah matahari disodorkan busana warna putih masa kanak-kanak lalu memanjang membentur pohon rambutan porselen antik jadi perhiasan mati hanya wajah Tuhan ada di jantung kami sehingga apa saja tergenang dalam sejarah dalam rumah tua boneka panda di kursi, patung porselen, kelinci […]

  • Puasa dari Game Online

    Puasa dari Game Online

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan adalah bulan penuh berkah yang seyogianya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan produktivitas. Namun, godaan hiburan digital, terutama game online, kerap membuat sebagian orang justru lalai dalam menjalani ibadah. Padahal, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari kebiasaan yang tidak produktif. Lalu, bagaimana cara agar […]

expand_less