Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Selawatan Bareng Habib Ali Zainal Abidin

YPI Monumen Mujahidin Bageng Gelar Selawatan Bareng Habib Ali Zainal Abidin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
  • visibility 371
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id. GEMBONG -Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, gelar Selawatan bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Jepara dengan iringan Rebana Khoirul Amilin Ngemplak Kidul, pada pada Sabtu (30/9/2023) malam.

Ribuan orang pun berbondong-bondong untuk mengukuti acara yang berlangsung di kompleks yayasan tersebut. 

Selawatan ini merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. serta Haul Masyayikh Peguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng.

Ketua Umum YPI Monumen Mujahidin Bageng, Kunadi, berharap, kegiatan ini bisa memberi manfaat untuk semua pihak, khususnya bagi keluarga YPI Monumen Mujahidin, masyarakat sekitar, dan seluruh pecinta selawat yang hadir pada kesempatan tersebut. 

“Dalam acara ini, kita menyanjungkan kata-kata mutiara yang kita tujukan kepada Nabi Muhammad saw. Dan yang kita petik hikmahnya adalah meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Kunadi secara khusus juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini.

“Mewakili panitia saya ucapkan terima kasih. Semoga amal panjenengan semua mendapat imbalan setinggi-tingginya dari Allah,” tutur Kunadi.

Sementara itu Camat Gembong, Tikno, mengucapkan terima kasih kepada YPI Monumen Mujahidin Bageng yang telah melaksanakan kegiatan ini.

Ia pun bersyukur, karena YPI Monumen Mujahidin telah berdedikasi kepada masyarakat. Yakni, dalam hal pengembangan ilmu pendidikan dan kegiatan sosial.

“Kita patut bersyukur atas adanya yayasan tertua di Kecamatan Gembong ini, yang telah berdedikasi pada masyarakat. Banyak kegiatan yang dilakukan yayasan, didarmabaktikan kepada masyarakat,” ujar dia.

Tikno juga mendoakan seluruh pengurus yayasan dan para pendidik di YPI Monumen Mujahidin agar selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang berlimpah oleh Allah.

Dia pun berharap kegiatan positif yang digelar ini bisa dicontoh oleh yayasan-yayasan lain di wilayah Kecamatan Gembong. 

Tikno juga mengajak masyarakat yang hadir untuk bersama-sama mendoakan para pendiri dan pengurus yayasan yang telah meninggal dunia agar diberi nikmat di alam kubur dan bisa diterima di surga Allah.

Tak lupa, dia juga mengajak segenap warga yang hadir untuk senantiasa meneladani dan mematuhi ajaran Rasulullah. Sehingga kondisi di lingkungan, khususnya di Kecamatan Gembong, selalu aman dan tenteram.(*/angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • INDONESIA BUTUH NU

    INDONESIA BUTUH NU

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    NU merupakan satu organisasi sosial keagamaan yang—bisa dibilang—unik. Keunikan ini sebenarnya lahir dari berbagai aktivitas keorganisasian yang lebih bersifat kultural. Tradisionalisme yang melekat pada organisasi ini, merupakan satu bagian yang sering menjadi buah bibir khalayak. Secara struktural, organisasi NU telah cukup maju dalam penataan kepengurusannya. Hanya saja, esensi yang ‘duduk’ di dalamnya masih sarat dengan […]

  • Hasil Survei: Kbijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    Hasil Survei: Kebijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

    pcnupati.com “98% responden menyatakan bahwa kebijakan Bupati terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat serta mengabaikan prinsip keadilan sosial.” Demikin salah satu temuan dari hasil survei yang dilakukan oleh Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IPMAFA Pati terhadap Kebijakan Kenaikan PBB pada Perbup No. 8 2025. “Temuan di atas, harus menjadi […]

  • PCNU-PATI

    Pj Bupati Hadiri Pelajar NU Pati Bersholawat

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI – Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menghadiri acara Pelajar NU Pati Bersholawat di halaman Gedung PCNU Kabupaten Pati, Rabu (8/3/2023). Acara tersebut digelar dalam rangka peringatan Harlah IPNU ke-69 dan IPPNU ke-68. Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Pati berpesan kepada para pengurus dan kader IPNU IPPNU dapat menjalin komunilasi yang baik […]

  • LTN NU Jadi Narasumber Rumat Literasi IPNU-IPPNU

    LTN NU Jadi Narasumber Rumat Literasi IPNU-IPPNU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    JAKEN – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pati ikut menjadi narasumber dalam Rumat Literasi yang diselenggarakan oleh PC. IPNU-IPPNU Kab. Pati, Ahad (2/2/2020) Pagi. Acara Rumat Literasi yang digelar di MA Darul Ulum Jaken ini menjadi rangkaian tur Rumat Literasi yang rencananya akan digelar di setiap eks-kawedanan se kabupaten Pati. Dalam acara yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Ferhat Deniz Fors

    Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Oleh :  Muhammad Rofiq Siapa yang tak kenal dengan Hajjaj bin Yusuf. Seorang gubernur Irak yang terkenal tegas dan kejam dimasa pemerintah Khalifah Abdul Malik bin marwan, apapun yang menjadi rintangan bagi Hajjaj bin yusuf akan dilibas olehnya tanpa pandang bulu. Namun dibalik kisahnya itu, ia pernah kalah cerdik oleh seorang penyair bernama Qaba’sara. Qaba’sara […]

  • PCNU-PATI Photo by stevepb

    Resep Rahasia Simbok

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Oleh : Ismi Faizah “Bocah wadon kui kudu iso masak. Ora mung eroh e mangan tok. Iso-iso mbesok diclatu karo morotuo!” (anak perempuan itu harus bisa masak. Bukan cuma tahu makan saja. Bisa-bisa dimarahi mertua nanti). Kalimat yang sama. Diucap berulang kali. Entah kali keberapa sekarang, aku coba mengingat, kesepuluh jariku sampai habis ternyata belum […]

expand_less