Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma’arif Sapuran
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 17.212
- comment 0 komentar

Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma'arif Sapuran
WONOSOBO – MTs Ma’arif Sapuran menggelar acara pelantikan Kepala Madrasah baru pada Sabtu (1/8/2026). Dalam prosesi tersebut, Sri Wahyu Susilowati, S.Pd. resmi dilantik sebagai Kepala MTs Ma’arif Sapuran, menggantikan Arif Muchtar, S.E. yang telah menuntaskan masa khidmahnya selama dua periode atau delapan tahun.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Rois Syuriah MWCNU Sapuran KH. Yahya, Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Edi Rohani, M.Pd.I., Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Ismail, M.Pd., Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo Mukhtarudin, S.Ag., Ketua LP Ma’arif MWCNU Sapuran KH. Khozin, S.Ag. beserta jajaran pengurus, Ketua BP3MNU MTs Ma’arif Sapuran Drs. H. Ludiyanto, M.Pd., seluruh guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan.
Dalam sambutan perpisahannya, Arif Muchtar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga besar madrasah atas segala kekurangan selama mengemban amanah sebagai kepala madrasah. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama delapan tahun memimpin MTs Ma’arif Sapuran.
“Terima kasih atas kebersamaan dan dukungan semua pihak selama saya berkhidmah. Mohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih banyak kekurangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MTs Ma’arif Sapuran yang baru, Sri Wahyu Susilowati, memohon doa dan bimbingan dari seluruh keluarga besar madrasah agar mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
“Kami mohon bimbingan dan dukungan semua pihak untuk bersama-sama membesarkan MTs Ma’arif Sapuran. Apa yang sudah baik akan kita pertahankan, sedangkan yang masih perlu ditingkatkan akan kita benahi bersama. Mari kita berjuang bersama demi kemajuan madrasah. Semoga Allah SWT meridai setiap ikhtiar kita,” tuturnya.
Dalam tausiyahnya, KH. Yahya menegaskan bahwa MTs Ma’arif merupakan aset strategis Nahdlatul Ulama dalam mencetak kader-kader penerus organisasi dan umat.
“MTs Ma’arif adalah aset kelembagaan NU yang dipersiapkan untuk menggodok kader-kader NU di masa mendatang. Karena itu, madrasah harus terus berkembang dan menjadi kekuatan yang mengokohkan NU di berbagai lini,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar seluruh satuan pendidikan di bawah naungan NU tidak melupakan jati dirinya sebagai lembaga Ma’arif.
“Kadang kita lupa bahwa lembaga pendidikan yang kita kelola adalah aset NU. Jangan sampai Ma’arif hanya dianggap sebagai payung administrasi, sementara secara kebijakan tidak memiliki ikatan ideologis dengan NU. Satuan pendidikan Ma’arif harus memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai dan perjuangan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
KH. Yahya juga mengajak seluruh elemen madrasah untuk terus melakukan pengembangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
“Kita tidak boleh jumud dan merasa puas dengan kondisi hari ini. Jangan hanya menggarap kalangan tertentu, tetapi semua lapisan masyarakat harus menjadi sasaran pelayanan pendidikan kita. Harapannya, MTs Ma’arif benar-benar menjadi aset NU yang terus tumbuh dan berkembang,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa MTs Ma’arif Sapuran merupakan warisan perjuangan para tokoh NU Sapuran yang didirikan pada tahun 1976. Berkat perjuangan panjang tersebut, kini madrasah telah berkembang dengan jumlah peserta didik mencapai sekitar 500 siswa.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, Edi Rohani, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Arif Muchtar atas dedikasi dan pengabdiannya selama dua periode memimpin MTs Ma’arif Sapuran hingga menjadi salah satu madrasah yang terus berkembang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas khidmah dan pengabdian Bapak Arif Muchtar selama delapan tahun memimpin MTs Ma’arif Sapuran. Semoga seluruh amal pengabdian menjadi pahala dan terus membawa manfaat bagi madrasah,” ujarnya.
Kepada kepala madrasah yang baru, Edi berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan semangat kebersamaan.
“Selamat menjalankan amanah kepada Ibu Sri Wahyu Susilowati. Sebagai pemimpin baru, saya berharap mampu mewujudkan harapan besar Nahdlatul Ulama. Jalan yang ditempuh mungkin terjal dan tantangannya tidak ringan, tetapi selama cita-cita tetap dijaga dan seluruh keluarga besar madrasah guyub, rukun, kompak, serta menjadi satu tubuh yang utuh, insyaallah tidak ada yang tidak bisa diwujudkan,” pesannya.
Menurut Edi, seorang Kepala MTs Ma’arif harus memegang lima amanah utama, yakni menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, meningkatkan mutu pendidikan, memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga madrasah, memperkuat tata kelola organisasi yang profesional dan sinergis dengan LP Ma’arif NU, serta membangun peradaban melalui lahirnya generasi Nahdliyin yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus memperkuat komitmen MTs Ma’arif Sapuran sebagai lembaga pendidikan unggulan Nahdlatul Ulama yang terus berkembang, menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah, serta mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar