Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menjadi Dewasa

Menjadi Dewasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
  • visibility 473
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saat saya tengah membersihkan rumah, tiba-tiba ada suara dari batin yang membisikkan sesuatu. Sesuatu yang membuat perasaan saya tak nyaman dan mudah tersentuh. Barangkali saya lah yang memang terlalu perasa atau mengkhawatirkan sesuatu secara berlebih.

Istilah populer mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Dimana dalam menjalani kehidupan ini mereka selalu membutuhkan manusia yang lainnya. Mereka tak bisa bekerja dan melakukan pekerjaan seorang diri. Meski hal ini ada pengecualian tertentu. Tetapi yang saya maksudkan disini adalah setiap individu pasti dan akan selalu bersinggungan dengan individu atau kelompok yang lain.

Dalam menjalani kehidupan horizontal bersama dengan manusia yang lainnya tersebut, tak jarang kita menemukan berbagai permasalahan dan perselisihan. Entah karena kesalahpahaman persepsi atau perbedaan pandangan. Angka 6 jika dilihat dari bawah maka akan menunjukkan angka 6 (enam). Namun jika melihatnya dari atas maka berubah menjadi 9 (sembilan). Ini merupakan satu contoh kecil dari perbedaan cara memandang satu objek yang sama. 

Kita tahu dalam kehidupan ini tak hanya ada satu objek saja untuk bisa menjadikan perbedaan pandangan tersebut. Dari mulai tim bubur diaduk atau tak diaduk, sampai perselisihan memilih dan mendukung calon pemimpin masa depan. Perselisihan-perselisihan itu tak dapat dihindarkan.

Kita tak bisa memaksakan atau mendikte orang lain agar selaras dan memahami keinginan kita. Karena memang pada dasarnya setiap makhluk dan individu diciptakan Tuhan dengan memiliki keberbedaan. Orang tua dan anak pun memiliki sifat yang berbeda meskipun dari satu garis keturunan. Contohnya saja mereka memiliki tanda tangan yang berbeda. Artinya garis takdir pun juga ikut berbeda. Kata kekasih saya waktu itu. 

Perselisihan-perselisihan tersebut nyatanya mampu diuraikan dengan makin dewasanya manusia dalam mengelola emosi dan perasaannya. Kita tak bisa mengubah orang lain, namun kita bisa mengubah mindset diri sendiri dalam menyikapinya. Contoh ketika kita sedang disakiti atau dikhianati pasangan kita, kita bisa memilih untuk tak melakukan hal yang sama kepadanya. Kecewa dan marah tentu boleh. Namun jangan sampai berlarut dan terlalu lama.

Amarah dan kekecewaan yang berlebih dapat merusak segala mood kita, dan dapat pula menyebabkan munculnya energi-energi negatif yang datang silih berganti. Karena tak dipungkiri dalam kehidupan ini selalu ada dua sisi. Positif negatif, baik dan buruk, siang dan malam, laki-laki dan perempuan, yang ada dan tiada, dan sebagainya.

Menurut yang saya ketahui dari beberapa konten horor experience, bahwa makhluk astral yang jahat biasanya suka menggoda dan mempengaruhi manusia untuk berbuat jahat juga. Hal ini bisa dipicu karena amarah manusia yang tak bisa dikendalikan. Sehingga mereka (makhluk astral) yang jahat seolah menemukan teman baru.

Tentu kita tak menginginkan hal ini terjadi pada diri kita kan? Oleh sebab itu, maka mawas diri dan kedewasaan kita perlu sekali untuk dilatih. Agar pada saat orang lain menyakiti kita, kita tak membalas menyakitinya. 

Anggap saja bahwa mereka sedang menunjukkan kualitas dirinya. Ketika di pagi hari mereka bilang iya, namun saat sore hari telah berubah menjadi tidak. Ibarat dari kedelai menjadi tempe. Anggap saja dia adalah orang yang tak jujur. Lalu apa yang mesti kita lakukan dengan hal itu? Memaafkan. Mudah mengucapkannya, tapi sangat sulit melakukan bukan. 

Jika mau belajar lama-kelamaan akan menjadi mudah. Sama halnya dengan kita belajar matematika. Jika belum mengetahui rumusnya, maka akan sulit mengerjakan. Begitu juga dengan menjalani hidup dan kehidupan ini. Kita hanya belum tahu rumusnya mengendalikan diri saja. Belajar dan terus belajar adalah solusi yang tepat untuk senantiasa menemukan kebahagiaan ditengah perselisihan-perselisihan tadi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan 'Celana Dalam' dan 'Sikat Gigi'. Photo by Superkitina on Unsplash.

    Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor. Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, […]

  • PCNU-PATI

    MHI Gembong Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- GABUS – Keluarga MI Hidayatul Islam (MHI)ย  Gembong-Pati melakukan aksi sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kosekan, Gabus pada Rabu (4/1) sore. Desa tersebut menjadi salah satu langganan banjir setiap musim penghujan. Kepala MHI Gembong, Sholikhin menegaskan bahwa Desa Kosekan menjadi tujuan penyaluran bantuan karena di daerah tersebut jarang tersorot kamera.  “Dulu pernah kami […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 2

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin โ€œNga-ngapunten, Bu Nyai. Maaf, ini santri baru, Bu Nyai. Tolong dimaafkan. Biar nanti saya yang beri hukuman,โ€ ucap lelaki berkacamata terbataโ€”santri senior yang bertugas sebagai pengawas kelompok. Jika tidak salah dengar tadi namanya Kang Awan. Ya, Kang Awan. Dari suaranya, kentara sekali jika dia sedang menahan ketakutan. Sangat berbanding terbalik dengan sikap […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I)

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.612
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Rekan saya kemarin turut membaca tulisan pada Mutiara Ramadan bertajuk Pendidikan Karakter Perspektif Ki Hajar Dewantara. Usai membaca, ia justru request tulisan khusus tentan sarung dan kiai. Dalam hati saya โ€œWah, dupeh arep bada, bahasane sarungโ€. Ya, ia adalah Sofyan Bachri (Direktur PT. Suave Health Medika), sahabat saya yang makin rajin ikut […]

  • PCNU-PATI

    Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan.  Kami benar-benar sibuk sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.  Jangankan berjemaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, doa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyamul baith, jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadan saja […]

  • Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    Gandeng MWC, NU Pati Peduli Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 7 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

      Pati – Banjir telah menerjang 6 kecamatan di kabupaten Pati. Tak sedikit diantara warga yang telah mengungsi akibat bencana ini. Guna mengurangi beban korban yang terdampak Nahdlatul Ulama’ dirikan Posko NU Pati Peduli. Agus Arif Mustofa, koordinator manajemen lapangan di Posko NU Pati Peduli mengungkapkan Pendirian posko ini melihat begitu banyaknya warga di 6 […]

expand_less