Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Maaf dan Terima Kasih

Maaf dan Terima Kasih

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
  • visibility 436
  • comment 0 komentar

Hidup tak luput dari perselisihan. Bagaimanapun jalannya disana pasti akan berjumpa dengan perselisihan. Salah paham, lebih mengedepankan ego dan sengaja melukai merupakan bibit awal timbulnya perselisihan. Dari perselisihan kita bisa belajar dewasa, sekaligus bijaksana, dalam berbicara dan bertindak.


Beberapa waktu lalu saya tengah menghadapi perselisihan dengan seorang kawan. Salah paham dan mengedepankan ego lah penyebabnya. Tak ada asap bila tak ada api yang menyala. Saya mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat. Ia mengabulkan tanpa tapi. Karena rindu juga katanya.


Tibalah hari itu dimana saya dan dia jadi pergi. Setiba ditempat tujuan, kami melihat hal yang tak biasa dari hari biasanya. Dia yang notabene tak begitu suka keramaian lantas mengajak pulang dan saya hanya bilang iya sembari mengekor dibelakangnya untuk kembali. Jengkel sudah pasti saya rasakan. Tujuanku tidak terkabul. Karena rencana tak sesuai dengan harapan.


Sama seperti waktu sebelumnya, ketika kami pergi ke suatu tempat dan tujuannya tak tercapai saya pasti akan merasakan kejengkelan. Namun entah kenapa dengan waktu kemarin. Kejengkelan dan rasa tak enak telah mengajaknya namun gagal tercapai, nyampur jadi satu. Disitu saya merasa tak nyaman, bingung dan merasa bersalah.


Dia berjanji akan mengganti waktu yang gagal ini dihari berikutnya. Dan benar saja ia mengabulkan. Namun, karena keegoisan saya, saya bilang sudah tak minat. Janji yang akan dijadikan surprise telah gagal karena ucapan saya. Patutlah ia merasa kecewa dengan hal itu. Namun tetap saja dia tak marah bahkan setelah sebelumnya saya merasa jengkel dan cemberut, ia tetap mengalah dan meminta maaf sebab telah membuat saya jengkel. Sebab bilang maaf itu berat, karena ketika kita mengucapkan kata maaf tentu ego dan super ego kita turunkan. Bukankah kalimat maaf ada yang berasalan atau pun taka da alasan?


Malamnya ia menjelaskan tentang hal yang dijanjikan. Saya kaget dengan penjelasannya. Ternyata seperti itu rupanya. Saya menangis karena telah membuatnya kecewa dan parahnya saya belum bisa memahami dia seutuhnya. Saya kembali meneteskan air mata. Mengingat beberapa kesalahan beruntut yang saya lakukan. Pada akhirnya saya pun meminta maaf kepadanya.


Setiap kali kami berselisih ia yang akan pertama kali meminta maaf. Saya pernah berpikir dia ini manusia macam apa. Murah hati sekali. Namun jangan tanya saat ia sudah berubah wajahnya. Ibarat singa yang siap menerkam mangsanya bahkan lebih seram daripada hantu yang sering muncul pada tayangan horor. Bahkan lebih seram dari film KKN di Desa Penari yang lagi di gandrungi saat ini.


Perselisihan diantara kami selalu berlangsung tak lama. Kami saling mengintrospeksi diri dalam kesendirian. Baru mulai berbicara untuk mencari titik temu antara kami. Selalu begitu, dan biasanya yang paling lama sembuhnya adalah saya. Mungkin karena notabene seorang perempuan yang tak mudah melupakan segala masalah. Bisa jadi perempuan lebih mengedepankan perasaan.


Perselisihan diantara kami yang berawal dari keegoisan ini pasti anda sekalian pernah merasakannya. Kita tak dapat menghindarinya. Jika tak ingin dicap sebagai pecundang, kabur bukanlah solusi untuk mencari titik terang dari apa yang seharusnya dihadapi. Toh kabur atau lari dari masalah bukanlah solusi, justru akan memunculkan masalah yang lainnya.


Sebagai insan yang tak akan pernah luput dari kesalahan sudah semestinya kita mau belajar dan terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, selama masih memiliki kesempatan. Saya pun demikian. Saya jadi teringat dengan nasihat orang tua, kalimat yang paling berat untuk di ucapkan adalah maaf dan terima kasih. Kedua kalimat tersebut harus dilatih dan terus dilatih, maka kita akan terbiasa untuk menundukkan ego pribadi masing-masing.
(Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. Ali Yafie adalah sosok reformer fiqh klasik. Beliau mampu menjelaskan kandungan fiqh klasik secara sistematis, argumentatif, dan kontekstual. Hal ini bisa dibaca dari karya-karya beliau yang luar. Alhamdulillah penulis bisa memiliki beberapa karya beliau yang sangat bernas. Fiqh sosial, fiqh bi’ah (fiqh lingkungan), konsultasi fiqh mengupas problematika […]

  • Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

    Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    PATI-Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Pati membuat gebrakan. Dalam rangka peringatan sewindu PGSI sekaligus merayakan HUT RI ke 74, PGSI Pati menggelar event di Pati kota, Minggu (18/8) pagi. Berlokasi di halaman parkir kantor Bupati Pati, PGSI mengadakan jalan santai untuk semua guru swasta Kabupaten Pati. Kegiatan bertajuk PGSI Pati Jalan Sehat tersebut diikuti oleh […]

  • a person holding a book with henna on their hands

    Mahakarya Pernikahan

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Pernikahan menjadi resolusi hampir semua lajang di muka bumi. Tak peduli apakah mereka miskin atau kaya, tampan atau pas-pasan, jomblo maupun jadian, semua menginginkan sebuah ending bernama pernikahan. Namun benarkah menikah adalah akhir? Kenyataannya tidak! Ada badai, topan dan gelombang tinggi yang kudu dilalui paskanya. Mempersatukan presepsi hingga memahami satu sama […]

  • PCNU-PATI

    Dari Keyakinan Menjadi Pembelaan

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 572
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting dalam pembentukan sejarah Indonesia. Termasuk pilar utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini. Sejarah NU adalah sejarah umat, sejak terbentuknya tahun 1926 NU telah menunjukkan kekuatan-kekuatannya dalam memadukan tradisi masyarakat dengan tradisi keagamaan. Karena tradisi Islam Indonesia adalah tradisi terhadap ulama, […]

  • PCNU PATI - Doakan Saja, Jangan Pertanyakan. Photo by David Rodrigo on Unsplash.

    Doakan Saja, Jangan Pertanyakan

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Selamat merayakan hari raya Idhul fitri untuk segenap umat Islam. Idhul fitri adalah hari yang ditunggu setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa. Momen hari kemenangan sekali dalam setahun digunakan untuk saling berkunjung ke sanak saudara maupun tetangga untuk saling memaafkan atas segala kesalahan disengaja atau pun tak dan saling mendoakan. Momen tersebut tak akan lepas […]

  • Photo by Mailchimp

    Pemimpin

    • calendar_month Rab, 2 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Tulisan ini saya buat saat hati dan pikiran kalut sekalutnya. Gundah segundahnya. Sambil duduk seorang diri di Cafe Circa Jl. Penjawi dengan harapan dapat menenangkan diri, mendapatkan ketenangan dalam senja yang mulai menghilang. Cafe masih sepi hanya beberapa orang, bisa jadi ikutan menyendiri sepeti saya saat ini. Alih alih malahan mendengar […]

expand_less