Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
  • visibility 978
  • comment 0 komentar

 

pncupati.or.id – Menelisik lebih jauh tentang peranan weton atau satuan yang masih sangat dipercaya hampir mayoritas orang Jawa.

Secara pengertian weton berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna hari kelahiran. Dalam keseharian orang Jawa weton memiliki konsep penting dalam budaya yang sering dikaitkan dengan perhitungan kalender dan ramalan nasib.

Kita ketahui bersama, kalau di negara-negara eropa mereka kenal dengan istilah zodiak. Kemudian bangsa China ada Shio, negara Timur Tengah lebih ke Falak. Begitu juga Jawa yang mempercayai petungan weton.

Jikalau membincang sejarah adanya petungan Jawa ini tentunya akan panjang. Maka kita lanjut saja apa saja sebenarnya petungan di Jawa itu.

Petungan weton Jawa yakni ada di 5 hari pasaran, yakni Pahing (9), Wage (5), Pon (7), Kliwon (8) dan legi (5). Kemudian 7 hari hijriah yang masing-masing juga memiliki jumlah angka, yang diantaranya Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8) Jumat (6), Sabtu (9) dan Ahad/Minggu (5)

perhitungan Jawa seperti Pahing = 9, Wage = 5, Pon = 7, Kliwon = 8 dan Legi = 5, begitu pula perhitungan hari-hari dalam kalender Hijriah, hari Ahad 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6 dan Sabtu 9.

Tak jarang bahkan bisa dibilang hampir sering terjadi, petungan jawa ini pula yang menghalangi dua sejoli untuk menjalin bahtera rumah tangga. Mereka dipaksa untuk pisah karena satuan yang tak cocok. Kalau anak muda bilang bahwa “cinta itu buta”, maka rasanya ini tak akan tepat bagi orang muda Jawa. Karena dipastikan mereka harus cocok secara weton agar mendapatkan restu orang tuanya.

Sempat viral di awal tahun lalu seorang dokter asal Salatiga, Jawa Tengah yang diceraikan suaminya. Ceritanya cukup pilu, karena diketahui sang dokter diselingkuhi oleh suaminya, yang kemudian diusir dari rumahnya. Dimana sang suami beralasan karena ketidakcocokan weton. Ini naas atau kemudian lucu, tapi begitulah berita yang beredar.

Petungan Jawa ini juga diyakini berasal dari primbon atau buku kuno Jawa, yang mana banyak dari masyarakat Jawa menjadi weton sebagai patokan dalam bertindak dan menjalankan agenda-agenda penting. Mulai dari membangun rumah hingga menanam di sawah, dari berangkat merantau hingga membuka toko, dari membuat hajatan hingga bepergian, mulai dari beli hewan hingga memulai pekerjaan. Hampir semua dikaitkan dengan petungan jawa.

Kembali lagi menyoal seputar perjodohan, dimana ini menjadi objek yang paling sering menjadi korban Wotan itu sendiri. Contoh perhitungan yang tidak cocok dalam perjodohan lebih sering dikenal dengan istilah “pegat”, dimana berdasarkan hitungan weton yang menghasilkan sisa 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, dan 36 saat dibagi 4.

Selain itu juga ada istilah lain yang diantaranya adalah Pati besan, yaitu weton yang menghasilkan sisa 5 saat dibagi 4. Weton ini dipercaya akan membawa kesialan berupa kematian mertua.
Yang lain Kala tinantang, yaitu weton yang menghasilkan sisa 2 saat dibagi 5. Weton ini dipercaya akan membawa banyak rintangan dan cobaan dalam rumah tangga. Kemudian juga ada Satrio wirang, yaitu weton yang menghasilkan sisa 5 saat dibagi 7. Weton ini dipercaya akan membawa aib atau masalah yang dapat mencoreng nama baik keluarga. Lebu katiup angin, yaitu weton yang menghasilkan sisa 7 saat dibagi 7. Weton ini dipercaya akan sulit mempertahankan rumah tangga.
Melihat hal ini, sudahkan anda menghitung weton anda bersama calon pasangan anda. Lantas sejauh mana itu menghambat anda? (Anang/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Hujan Tiba, LPBI NU: Air Bersih Masih Langka

    Musim Hujan Tiba, LPBI NU: Air Bersih Masih Langka

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    WINONG-Meskipun musim penghujan telah datang, namun kekeringan masih twrjadi di beberapa daerah. Kecamatan Winong misalnya. Selama awal musim penghujan ini, kebutuhan akan air bersih masih sukar terpenuhi. Pendistribusian air bersih di Winong kidul oleh Lazisnu, LPBI NU dan PMI Pati, Senin (25/11). Dihimpun dari LPBI NU Pati, penyebab utama fenomena ini merupakan dampak dari musim […]

  • Fakhruddin Karmani Tegaskan Ma'arif Selalu Hadir untuk Pendidikan Inklusi

    Fakhruddin Karmani Tegaskan Ma’arif Selalu Hadir untuk Pendidikan Inklusi

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Semarang – Model pengembangan pendidikan madrasah inklusi atau pendidikan inklusi yang diterapkan Kementerian Agama RI merupakan hasil dari adopsi dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah salahsatunya. “Pengembangan modul madrasah inklusif di Kementerian Agama salah satunya lahir dari modul yang dikembangkan oleh LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah. Lahirnya Forum Pendidik Madrasah Inklusif […]

  • Ratusan Warga NU Pati Berangkat ke Surakarta, Ikuti Jalan Sehat Porseni Nahdlatul Ulama

    Ratusan Warga NU Pati Berangkat ke Surakarta, Ikuti Jalan Sehat Porseni Nahdlatul Ulama 

    • calendar_month Sab, 21 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – SURAKARTA – 500-an warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati berangkat menuju Surakarta, Sabtu (21/1/2023) malam.   Keberangkatan mereka ke Surakarta untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) NU tingkat Nasional 2023. Kegiatan itu juga merupakan rangkaian acara menuju 1 Abad NU. Presiden Joko Widodo dan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga bakal […]

  • BP4 Pati Adakan Praktek Ubudiyah Santri Putri

    BP4 Pati Adakan Praktek Ubudiyah Santri Putri

    • calendar_month Sab, 4 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 839
    • 0Komentar

    Pati, RMI, Badan Pelayanan Pondok Pesantren Putri (BP4) Pati mengadakan pelatihan bimbingan ubudiyah. Bertempat di aula Madrasah Stanawiyah/Aliyah Al-Hikmah, Kajen, hadir puluhan santri putri utusan dari berbagai pesanten di kecamatan Margoyoso dan sekitarnya. Tampak sebagai narasumber Ibu Nyai Umdah El-Baroroh (pengasuh Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Cebolek) dan Ibu Nyai Royyanach Ahal (pengasuh Pondok Pesantren Permata […]

  • PCNU Temanggung Gelar RKAT 2025, LAZISNU Paparkan Laporan Program dan Keuangan

    PCNU Temanggung Gelar RKAT 2025, LAZISNU Paparkan Laporan Program dan Keuangan

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

      Temanggung, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar Rapat Kerja Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2025 pada Rabu (9/7/2025) di Aula Gedung PCNU Temanggung. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pengurus Harian PCNU, serta perwakilan lembaga dan badan otonom di lingkungan PCNU Temanggung. RKAT tahun ini menjadi momen penting dalam penyusunan arah strategis […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren dan Madrasah Diberi Pelatihan Kewirausahaan oleh BRI Kanca Pati

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kemandirian melalui pengembangan kewirausahaan terus digalakkan di madrasah dan pondok pesantren. Sebab, lembaga pendidikan keagamaan tersebut mulai mengembangkan produk unggulannya agar bisa mendukung perekonomian sehingga menjadi lebih mandiri.  Demi mendukung kemandirian dan berkembangnya wirausaha di madrasah dan pesantren di wilayah Kabupeten Pati, BRI Kantor Cabang Pati mengadakan program Digitalisasi Pendidikan dan Kemandirian 1000 Madrasah […]

expand_less