Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Eksistensi Tradisi Literasi di Pesantren

Eksistensi Tradisi Literasi di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
  • visibility 399
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto, MA

Berbicara pesantren tentunya tidak lepas membahas kiai, santri, kitab kuning, asrama, dan musala. Adanya beberapa elemen tersebut tidak lain merupakan sarana-prasarana yang ada di lingkungan pesantren.  Oleh karena itu, penting sekali bagi pengelola pesantren untuk memperhatikan elemen yang harus dimiliki pesantren. Supaya dalam pengelolaan pesantren lebih professional dan memberikan pelayanan terbaik kepada para santri.

Sedangkan santri di pesantren merupakan salah satu unsur yang sangat penting, karena tanpa adanya santri di dalam pesantren, tentunya sistem pendidikan tidak akan berjalan. Oleh sebab itu, keberadaan santri menjadi urgen untuk menunjang berjalannya kegiatan dan segala aktifitas di dalam pondok pesantren. Sehingga dengan adanya santri kiai bisa leluasa mendesain pesantrennya dengan model dan karakter yang dikehendakinya.

Pesantren sendiri kalau kita cermati mayoritas masih menjaga nilai karakteristiknya yakni menjaga khazanah kitab kuningnya. Hal ini tidak lepas merupakan usaha untuk melestarikan nilai-nilai kearifan local yang sudah lama dilanggengkan oleh para pendiri pesantren hingga sekarang masih eksis keberadaannya.

Adapun model pembelajaran yang diterapkan oleh pesantren memiliki corak yang berbeda. Meskipun berbeda tetap saja pesantren tidak lepas dengan tradisinya yakni tradisi literasi (baca dan tulis). Tradisi ini tentunya sudah berjalan lama jauh sebelummasifnya pesantren yang mengajarkan para santrinya bergelut pada dunia literasi.

Dalam sejarahnya tradisi literasi Islam massif dan perkembang sudah dimulai sejak Dinasti Abbasyiah yang terkenal dengan dinasti kejayaan umat Islam di seantero dunia. Dimana dinasti ini terkenal dengan ilmu teknologi dan saisnya. Sehingga melahirkan banyak filsuf dan para cedekiawan muslim. Sebut saja Ibn Rusyd, Ibn Sina, Ibn Khaldun, Ibn Bajah, Ibn Batutah, Imam Ghazali, dan lain sebagainya.

Dari sejarahnya untuk mencapai kesusksesan dan kemajuan sebuah negara yang dibangun terlebih dahulu adalah adanya Baitul hikmah (rumah perpustakaan). Karena dengan dibangunya sebuah perpustakaan akan mempermudah para filsuf maupun masyarakat untuk memperkaya literasi dan pengembangannya. Oleh sebab itu, negara maju tidak lepas dari masyarakatnya yang gemar membaca-menulis dan mengkaji saban harinya.

Karena sebagai tolok-ukur tradisi literasi di Indonesia sangatlah rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Supaya masyarakat Indonesia bangun dari mimpinya perlunya digaungkan pentingya literasi di kampung-kota saling terintegritas. Agar kedepan sebuah peradapan bisa maju dan berkembang tidak lepas dimulai dari kebiasaan membaca-menulis dijadikan sebagai rutinitas sabab harinya.

Dengan demikian kalau tradisi ini terus digencarkan dan dibangun secara kontinyu, maka tak ayal Indonesia akanbisa mencapai masa keemasnya yang dicanangkan pada tahun 2045 dan sekaligus memiliki nilai sacral tepat 1 Abad Indonesia merdeka dari kolonialisme.   

Tradisi Literasi

Tidak banyak pesantren melestarikan dan mengajarkan literasi kepada para santri secara kontinyu dan dijadikan sebagai karakteristik pesantrennya. Adapun pesantren yang hingga sekarang konsen dalam pemberdayaan literasinya menurut pengamatan penulis yang bisa dijadikan sebagai percontohan dan menjaga benar kualitasnya hanya ada dua pesantren yakni Pesantren Hasyim Asy’ari (Qutub) Yogyakarta dan Pesantren Baitul Hikmah asuhan Kiai Aguk Irawan Yogyakarta.

Kedua pesantren tersebut, konsen melanggengkan tradis literasinya kegiatan bedah buku, menulis, dan membaca sebagai santapan makanan saban harinya. Selain itu juga, banyak santri yang diwajibkan karyanya untuk dikirim di media daring maupun ofline, sebagai bentuk untuk meramaikan jihad lietasi di ruang public melalui media.

Oleh karena itu, melalui pesantren yang mendorong para santri untuk terus berkarya melalui literasinya. Harapnnya santri tidak hanya cakap dalam membaca kitab kuning dan menjadi imam shalat juga mahir dalam berkarya untuk menyebarkan nilai-nilai dakwah yang rahmatan lil-alamin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    Kuatkan Mutu, INISNU Siap Laksanakan Pancadharma Internasional di Tiga Negara

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka memperkuat mutu dan internasionalisasi, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung terus berupaya melaksanakan berbagai program. Salah satunya di tahun ini adalah kegiatan Pancadharma Internasional pada tiga negara yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Hal itu terungkap dalam sosialisasi oleh Panitia Pancadharma Internasional bersama travel pada Senin (28/4/2025) di aula lt.3 kampus […]

  • Tuntutan Zaman, Ibda Dorong Guru SD Kuasai Kompetensi Digital

    Tuntutan Zaman, Ibda Dorong Guru SD Kuasai Kompetensi Digital

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.621
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Temanggung – SD Negeri 1 Banyuurip Temanggung menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Penguatan Literasi dan Digitalisasi” pada Selasa-Rabu, 18-19 November 2025, sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang laboratorium SD Negeri 1 Banyuurip tersebut menghadirkan Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd, Koordinator Bidang Literasi, […]

  • Pentingnya Mengawal Kader NU Sejak Usia Dini

    Pentingnya Mengawal Kader NU Sejak Usia Dini

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) MTs Bustanul Ulum bersama PAC IPNU Wedarijaksa WEDARIJAKSA-Mengenal NU sejak dini sangat penting apalagi bagi masyarakat sudah berdomisili di tengah-tengah warga yang mayoritas Nahdliyyin. Tentu, mau tidak mau, kesadaran untuk membiasakan diri menjadi NU harus ditanamkan sejak kecil. MTs Bustanul Ulum Wedarijaksa, Pati adalah salah satu lembaga pendidikan yang sadar […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren dan Pengembangan Ekonomi Umat

    • calendar_month Sab, 14 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang konsen dalam bidang keagamaan. Pesantren juga bisa diartikan sebagai sebuah ‘institusi budaya’ yang lahir atas prakarsa dan inisiatif tokoh masyarakat yang bersifat otonom. Sejak awal berdirinya, pesantren merupakan potensi strategis yang ada di tengah-tengah kehidupan sosial masyarakat. Karena mayoritas pesantren […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Hari Ibu, Hari Pengabdian

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Mary, Maria atau Maryam, wanita suci nan tangguh. Bahkan oleh umat nasrani namanya diabadikan untuk peringatan hari raya, Mary Christmas, yang secara bahasa kurang lebih, Maria dan Christ yang diutus. Christ dalam beberapa ‘rawi’ disandarkan kepada Jesus atau Isa. Hmm, tapi, paragraf pertama ini sekadar pengantar saja. Alih-alih nyemplung dalam perdebatan […]

  • PCNU-PATI Photo by Fahrul Azmi

    Peran Masjid sebagai agen of change

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Masjid sebagaimana kita ketahui merupakan tempat untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah Swt. Karena untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt tentunya dibutuhkan sarana dan tempat yang tepat dan bisa lebih khusyuk dan khidmat dalam beribadah kepada Sang Kholiq. Maka, keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat ‘Muslim’ tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi urgen […]

expand_less