Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Eksistensi Tradisi Literasi di Pesantren

Eksistensi Tradisi Literasi di Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Nov 2023
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto, MA

Berbicara pesantren tentunya tidak lepas membahas kiai, santri, kitab kuning, asrama, dan musala. Adanya beberapa elemen tersebut tidak lain merupakan sarana-prasarana yang ada di lingkungan pesantren.  Oleh karena itu, penting sekali bagi pengelola pesantren untuk memperhatikan elemen yang harus dimiliki pesantren. Supaya dalam pengelolaan pesantren lebih professional dan memberikan pelayanan terbaik kepada para santri.

Sedangkan santri di pesantren merupakan salah satu unsur yang sangat penting, karena tanpa adanya santri di dalam pesantren, tentunya sistem pendidikan tidak akan berjalan. Oleh sebab itu, keberadaan santri menjadi urgen untuk menunjang berjalannya kegiatan dan segala aktifitas di dalam pondok pesantren. Sehingga dengan adanya santri kiai bisa leluasa mendesain pesantrennya dengan model dan karakter yang dikehendakinya.

Pesantren sendiri kalau kita cermati mayoritas masih menjaga nilai karakteristiknya yakni menjaga khazanah kitab kuningnya. Hal ini tidak lepas merupakan usaha untuk melestarikan nilai-nilai kearifan local yang sudah lama dilanggengkan oleh para pendiri pesantren hingga sekarang masih eksis keberadaannya.

Adapun model pembelajaran yang diterapkan oleh pesantren memiliki corak yang berbeda. Meskipun berbeda tetap saja pesantren tidak lepas dengan tradisinya yakni tradisi literasi (baca dan tulis). Tradisi ini tentunya sudah berjalan lama jauh sebelummasifnya pesantren yang mengajarkan para santrinya bergelut pada dunia literasi.

Dalam sejarahnya tradisi literasi Islam massif dan perkembang sudah dimulai sejak Dinasti Abbasyiah yang terkenal dengan dinasti kejayaan umat Islam di seantero dunia. Dimana dinasti ini terkenal dengan ilmu teknologi dan saisnya. Sehingga melahirkan banyak filsuf dan para cedekiawan muslim. Sebut saja Ibn Rusyd, Ibn Sina, Ibn Khaldun, Ibn Bajah, Ibn Batutah, Imam Ghazali, dan lain sebagainya.

Dari sejarahnya untuk mencapai kesusksesan dan kemajuan sebuah negara yang dibangun terlebih dahulu adalah adanya Baitul hikmah (rumah perpustakaan). Karena dengan dibangunya sebuah perpustakaan akan mempermudah para filsuf maupun masyarakat untuk memperkaya literasi dan pengembangannya. Oleh sebab itu, negara maju tidak lepas dari masyarakatnya yang gemar membaca-menulis dan mengkaji saban harinya.

Karena sebagai tolok-ukur tradisi literasi di Indonesia sangatlah rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Supaya masyarakat Indonesia bangun dari mimpinya perlunya digaungkan pentingya literasi di kampung-kota saling terintegritas. Agar kedepan sebuah peradapan bisa maju dan berkembang tidak lepas dimulai dari kebiasaan membaca-menulis dijadikan sebagai rutinitas sabab harinya.

Dengan demikian kalau tradisi ini terus digencarkan dan dibangun secara kontinyu, maka tak ayal Indonesia akanbisa mencapai masa keemasnya yang dicanangkan pada tahun 2045 dan sekaligus memiliki nilai sacral tepat 1 Abad Indonesia merdeka dari kolonialisme.   

Tradisi Literasi

Tidak banyak pesantren melestarikan dan mengajarkan literasi kepada para santri secara kontinyu dan dijadikan sebagai karakteristik pesantrennya. Adapun pesantren yang hingga sekarang konsen dalam pemberdayaan literasinya menurut pengamatan penulis yang bisa dijadikan sebagai percontohan dan menjaga benar kualitasnya hanya ada dua pesantren yakni Pesantren Hasyim Asy’ari (Qutub) Yogyakarta dan Pesantren Baitul Hikmah asuhan Kiai Aguk Irawan Yogyakarta.

Kedua pesantren tersebut, konsen melanggengkan tradis literasinya kegiatan bedah buku, menulis, dan membaca sebagai santapan makanan saban harinya. Selain itu juga, banyak santri yang diwajibkan karyanya untuk dikirim di media daring maupun ofline, sebagai bentuk untuk meramaikan jihad lietasi di ruang public melalui media.

Oleh karena itu, melalui pesantren yang mendorong para santri untuk terus berkarya melalui literasinya. Harapnnya santri tidak hanya cakap dalam membaca kitab kuning dan menjadi imam shalat juga mahir dalam berkarya untuk menyebarkan nilai-nilai dakwah yang rahmatan lil-alamin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membaca Peluang Usaha Ditengah Pandemi, PAC GP Ansor Winong Gelar Pelatihan Ternak Bebek

    Membaca Peluang Usaha Ditengah Pandemi, PAC GP Ansor Winong Gelar Pelatihan Ternak Bebek

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    WINONG – PAC GP Ansor Kecamatan Winong semalam (Sabtu, 15/08/2020) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Bebek Hibrida, Peking dan Lokal di ikuti 35 orang dari Kader Ansor Banser Kecamatan Winong dan Masyarakat Umum. Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dalam bidang peternakan Mohammad Sholahuddin yang merupakan Peternak bebek, Pelaku Usaha mulai dari pengadaan bibit, pemeliharaan, hingga pemasaran […]

  • SMPIT ITTIHADUL MUWAHIDIN Sowan Ke PCNU Pati

    SMPIT ITTIHADUL MUWAHIDIN Sowan Ke PCNU Pati

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Untuk mempernalkan peserta didik terhadap ormas-ormas yang berada di Kabupaten Pati, maka Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu melakukan silaturahmi ke berbagai ormas di Pati, yang pada kesempatan sebelumnya  ke Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan pada  hari  Selasa (10/11/2015) bertepatan dengan Hari Pahlawan silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama.             “Saya selaku kepala sekolah mengucapkan banyak […]

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    WINONG – Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mengadakan Lomba Parade Puisi di halaman sekolah setempat, Jumat (28/10). Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2022. Peserta merupakan perwakilan masing-masing kelas X, XI dan XII. Dalam kesempatan itu, Kepala MA Tarbiayatul Banin, Lailatul Fitriyah, S.Pd menyampaikan, selain untuk […]

  • PCNU PATI Photo by masahiro miyagi

    Percaya

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Salah satu lembaga yang cukup ternama di kampung inggris ini adalah Trust English School. Saya kenal baik dengan pemiliknya. Pada tahun 2019 saya silaturahmi ke sana. Saya menyerap ilmu dan menikmati guyuran pengalaman hidupnya.  Saya suka dengan nama lembaga tersebut yang ada kata “Trust”-nya, yang artinya percaya. Sejatinya muatan kata […]

  • Angkat Tema Cinta, IPPNU Wedarijaksa Gelar Forum Khusus Pelajar Putri

    Angkat Tema Cinta, IPPNU Wedarijaksa Gelar Forum Khusus Pelajar Putri

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

      Para Pelajar Putri Wedarijaksa berpose penuh semangat usai melaksanakan FLBRR WEDARIJAKSA – PAC IPPNU Kecamatan Wedarijaksa menggelar acara rutinan yang pertama pada periode baru, yakni Forum Lingkar Bambu Runcing Rekanita (FLBRR). Acara diikuti oleh Ketua PAC IPPNU Wedarijaksa, Waka Kaderisasi PAC IPPNU Wedarijaksa, serta seluruh rekanita se-Wedarijaksa, Jum’at (8/10/2021). FLBRR merupakan forum khusus rekanita […]

  • Ngaji Kitab Demokratis bersama Mbah Kahar

    Ngaji Kitab Demokratis bersama Mbah Kahar

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Suasana ngaji luring di Ponpes Al Ma’arif Gembong bersama KH. Abdul Qohar setiap hari Sabtu malam GEMBONG – Pengasuh Ponpes Al Ma’arif Gembong, KH. Abdul Qohar, membuka ngaji kitab untuk umum. Agenda ini sudah berlangsung sejak bertahun-tahun, namun belum banyak masyarakat yang mengetahui.  Kiai lulusan Lasem yang akrab disapa Mbah Kahar tersebut membuka kajian kitab […]

expand_less