Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Santri Salafiyah Kajen Juara Pencak Silat Nasional

Santri Salafiyah Kajen Juara Pencak Silat Nasional

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

SEMARANG-Ikatan Pencak Silat NU yang dikenal dengan Pagar Nusa, dalam perkembangannya telah banyak mengalami perkembangan. Dari yang semula berfungsi sebagai pelindung para ulama, sekarang juga mengarah ke arah prestasi. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pelatih pencak silat Pagar Nusa di Madrasah Salafiyah, Zaenal Abidin.

“Dulu para santri-santri jawara silat bertugas untuk menjaga ulama saja, tapi sekarang fungsi itu sudah mengalami perkembangan, yaitu ke ranah prestasi” ungkapnya di sela-sela obrolan dengan sesama pendekar.

Dari kiri : Zaimul Wafa, Miftakhullah Dzikru Muhlisin, Sailin Nihlah para peraih medali dalam ajangbTugu Muda Championship Open National Tournament 2019 didampingi pelatih Zainal Abidin (paling kanan)

Namun, meskipun fungsi utamanya sudah hampir tidak ada lagi, ternyata Pagar Nusa terlanjur banyak memiliki penggemar. Hal ini tentu sangat bisa dimaklumi mengingat segmentasi pencak silat khususnya Pagar Nusa sangatlah luas. Al hasil, para pecinta bela diri tersebut mengabadikan jurus-jurus pencak silat Pagar Nusa dalam ajang perlombaan.

Secara umum, ada dua jenis kompetisi dalam pencak silat, yaitu seni dan sambung. Untuk kategori seni, peserta hanya mempertontonkan keindahan gerakan-gerakan disertai dengan ekspresi wajah. Sedangkan dambung adalah seni pencak silat yang memperlihatkan pertarungan antara dua pemain silat.

Juara Nasional

Baru-baru ini, digelar sebuah kompetisi pencak silat bertajuk Tugu Muda Championship Open National Tournament 2019. Kegiatan berskala nasional tersebut dihelat di Gor Pandanaran, Wujil, Ungaran.

Dalam turnamen yang berlangsung dua hari itu (14 sampai 15 September 2019), tiga santri Salafiyah sukses memboyong tiga medali sekaligus. Raihan yang berhasil dipetik adalah satu medali emas dan dua perak.

Miftakhullah Dzikru Muhlisin, santri yang berhasil membawa pulang medali emas merasa sangat senang dengan hasil yang telah ia capai. Sedangkan dua kawannya lagi, Ahmad Za’imul Wafa dan Sailin Nihlah juga mengungkapkan hal yang sama kepada pcnupati.or.id.

“Saya senang sekali bukan karena menjadi juara tingkat nasional, tapi juga karena saya jadi semakin tahu titik-titik kelemahan saya, dan saya bertekad akan berjuang lebih keras lagi kedepannya” ungkap Muhlisin.

Pada kesempatan lain, Taufiq Sumani, sesepuh Pagar Nusa di Kabupaten Pati juga merasa bangga dengan hasil yang berhasil diraih oleh ketiga santri tersebut. Sebagai yang dituakan, Taufiq terus memberikan wejangan untuk para kader Pagar Nusa khususnya yang masih duduk di bangku sekolah.

“Dengan prestasi Muhlisin dan kawan-kawan ini, saya harap Pagar Nusa makin diminati di sekolah. Dengan mengikuti Pagar Nusa, saya yakin, anak akan cepat terbentuk karakternya. Karena kami mengajarkan nilai-nilai disiplin, kerjasama, pantang menyerah dan kemandirian” tutupnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Mobil dan Tanah Wajib Dizakati?

    Apakah Mobil dan Tanah Wajib Dizakati?

    • calendar_month Ming, 15 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Pak Ahmad adalah seorang pengusaha atau pemproduksi saos dan kecap yang sukses. Sejak mulai usaha sampai sekarang (7 tahun) Pak Ahmad sudah bisa membeli tanah dan sekarang di tanah tersebut sudah dibangun perusahaan dan juga bisa membeli 2 Mobil, 3 Motor dan barang-barang lainnya. Seperti biasanya setiap akan hari raya Idul Fitri, para produsen saos dan […]

  • Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    JAKARTA-KH. Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha’ merupakan salah satu ulama muda kharismatik. Putra KH. Nursalim tersebut terbilang kiai pendatang baru namanya melejit cukup instan. KH. Baha’uddin Nursalim (Gus Baha) sedang memberikan ceramah (foto: suaranahdliyin.com Usianya baru 49 tahun, namun wawasan keilmuwannya telah diakui oleh semua kalangan. Bukan hanya itu, sikapnya yang santai dan […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb  Pak ustadz, akhir akhir ini saya bingung dengan ibadah saya, apakah benar apa salah sebab banyak yang tak sepadan dengan mereka yang menamakan ahli tafsir, karena banyak yang mengikuti kajiannya ditempat saya, kami mohon solusinya pak. Jono boyolali Wassalamualiakum Wr Wb Terima kasih atas pertanyaannya pak jono. Jika ibadah bapak sudah sesuai […]

  • Photo by Ismi Fitri Hodijah

    Gerimis Malam Minggu

    • calendar_month Ming, 11 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Uwes syahdu durung. Ngeyup ning ngarep alun-alun, ngombe es beng-beng mbi nyemil maklor. Ngemper ngarep ruko mbi bakul cilok, bakul pentol, bakul kopi. Nikmat tiada tara. Mbayangke janjian mbi awakmu malam mingguan. Muteri alun-alun sambil ngobrol ngalur ngidul. Ahh yuw ora bakal. Wong kowe uwes gonne wong liyo. Opo meneh kok […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sel, 7 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabrokatuh Pak kiyai, apakah daging yang ada sisa darahnya ketika langsung direbus masih boleh dimakan ? pertimbangan saya itu adalah najis. wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh kita tahu bahwa darah termasuk barang najis yang tentunya diharamkan oleh agama,begitupun makanan-makanan yang terkena najis,yang mulanya halal menjadi haram. dalam kajian fiqih kita mengenal ada istilah najis […]

  • Mencintai Nabi Muhammad Sejak Dini

    Mencintai Nabi Muhammad Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Pati. Para jajaran Guru Madrasah Tsanawiyah PIA Tayu, mengadakan maulid rosul yang dilaksankan di aula sekolah beberapa waktu yang lalu, dengan pesertanya di setiap kelas, “Kami sengaja mewajibkan setiap kelas harus mengikuti maulid rosul dengan bacaan al barzanji, dengan harapan peserta didik mulai mencintai nabinya sejak dini,”papar Afif Noor selaku kepala sekolah             Dengan harapan […]

expand_less