Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Playboy

Playboy

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Des 2022
  • visibility 396
  • comment 0 komentar

Oleh: Elin Khanin

“Kamu kalau sudah kebelet nikah bilango sama Ummik.”

Laki-laki berkulit sawo matang di hadapan Bu nyai Khomsah itu menunduk dalam. Tiba-tiba tak berani menatap sang ibunda. Kontras dengan ekspresi wajahnya saat membenarkan hafalan wanita sepuh itu.  Berkobar-kobar. Pun sebaliknya, ia begitu antusias ketika Bu nyai menyimak dan membenarkan hafalannya.

Rutinitas bakda isya’ itu jarang sekali ia tinggalkan. Karena ia tahu, al istiqomah khoirummin alfi karomah. Bahwa istiqomah itu lebih baik daripada seribu karomah.

Barangkali itulah yang membuat hafalannya senantiasa lancar. Sering mendapat panggilan ngaji orang-orang yang ingin mendapat barokah alqur’an ketika punya hajatan. Ngaji adalah senjata ampuh yang membuat wanita yang kini masih terbalut mukena itu begitu bahagia telah melahirkannya. Siapa yang tak bangga dan bahagia mempunyai dzuriyah hamilul qur’an.

Meski begitu, ia tetaplah pemuda yang sewaktu-waktu darahnya bisa bergejolak. Ingin melakukan sesuatu demi menonjolkan eksistensinya sebagai seorang pemuda. Seperti nonton konser, merokok diam-diam di pojok halaman belakang bersama santri putra badung lainnya, bergaul dengan pemuda-pemuda desa yang perilakunya cenderung ugal-ugalan, dan pacaran. Iya, ia sudah memacari puluhan wanita belakangan ini. Jadi wajar jika beberapa santri putri menyebutnya Gus Playboy.

Tak heran seringkali tingkahnya membuat wanita sepuh itu meradang. Seperti malam ini. Ia merasa harus menyiapkan amunisi jika Bu nyai murka seperti yang sudah-sudah.

“Bilango, Qi!”

Suara wanita itu mulai meninggi beberapa oktaf. Tapi lelaki yang bersimpuh dihadapannya masih bergeming dengan mushaf masih di tangannya. Mungkin sibuk mengingat-ingat kesalahan apa yang telah ia perbuat. Lebih tepatnya memilah mana kesalahan yang paling berat akhir-akhir ini yang tertangkap oleh Ummik.

“Ummik lebih suka mengeluarkan banyak uang untuk bisnis kambingmu daripada mendengarmu melakukan hal yang dilarang oleh agama.”

Bu nyai memutar tasbihnya. Mungkin istighfar yang keluar dari mulutnya di sela-sela penantian jawaban dari putra bungsunya itulah yang membuat Bu nyai bisa sedikit melebur amarah. Ia memang tak langsung menghakimi putranya, ia hanya ingin bertabayun apakah berita yang diwartakan para khadimah di dapur yang tak sengaja tertangkap oleh telinganya benar adanya.

“Kamu tahu kan kepala seorang mukmin yang ditusuk oleh besi panas itu lebih baik daripada ia menyentuh perempuan yang bukan mahromnya?”

Laki-laki yang masyhur dengan sebutan “Gus Syauqi” itu akhirnya mendongakkan wajahnya. Menatap wajah sendu penuh keriput itu dengan air muka penuh tanda tanya.

“Maksud Ummik nopo? Kulo salah nopo, Mik?” tanyanya dengan kedua alis saling bertautan. Dan dengan wajah innocent-nya.

“Arek sopo kui jenenge? Santri putri yang kamu cium? Nafla?”

Deg.

Bibir Syauqi tiba-tiba kaku. Lidahnya kelu dan jantungnya berdegup kencang. Ia menunduk lebih dalam dari sebelumnya. Otomatis teringat kejadian itu. Di dapur pesantren itu. Kala semua santri sibuk mujahadah di musola.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Zaman kita adalah zaman berkelimpahan. Tapi, pada saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Kata pujangga kita, Ranggawarsita, inilah zaman kalabendu. Jangankan bagi orang yang hidupnya susah secara ekonomi, bahkan bagi orang-orang yang hidupnya berkecukupan, tekanan hidup makin keras: tuntutan kebutuhan artificial yang terus muncul, beban pekerjaan yang overwhelming, lingkungan hidup yang kurang bersahabat dan cenderung […]

  • NU Pati Gelar Istigosah Pada Harlah NU Ke 90

    NU Pati Gelar Istigosah Pada Harlah NU Ke 90

    • calendar_month Sen, 1 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Pati, menggelar tasyakuran sederhana dalam memperingati harlah NU ke-90, Minggu 31 Januari 2016.             “Kami sengaja mengadakan acara dengan penuh kesederhanaan, dengan ramah tamah tapsinan, satu nampan berisi 8 orang, hal tersebut menunjukkan kebersamaan kita sebagai warga Nahdliyin, akan kerukunan dan kebersamaan dalam berbagai hal.” ujar Drs. H. Ali Munfaat, […]

  • SMK NU Entrepreneur 01 Lebaksiu Pamerkan Karya Keren di Fun Run HUT KORPRI ke-54 Kabupaten Tegal

    SMK NU Entrepreneur 01 Lebaksiu Pamerkan Karya Keren di Fun Run HUT KORPRI ke-54 Kabupaten Tegal

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.223
    • 0Komentar

      Tegal — SMK NU Entrepreneur 01 Lebaksiu, sekolah vokasi berbasis entrepreneur di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Al Rizqi Babakan, tampil energik meramaikan Fun Run Kabupaten Tegal pada peringatan HUT KORPRI ke-54 yang digelar Minggu, 7 Desember 2025. Berlokasi di area perkantoran Pemkab Tegal, siswa membuka stand pameran produk kreatif yang langsung menarik perhatian […]

  • PCNU-PATI

    Epistemologi Tafsir Kontemporer

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 794
    • 0Komentar

    Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang di dalamnya memuat ajaran moral universal bagi umat manusia sepanjang masa. Dalam posisinya sebagai kitab petunjuk, al-Qur’an diyakini tidak akan lekang dan lapuk dimakan zaman. Akan tetapi dalam kenyataannya, teks al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan ideologis sehingga menyebabkannya seolah menjadi teks yang mati dan tak lagi relevan dengan […]

  • Muwadda'ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    Muwadda’ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.039
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti acara Muwadda’ah siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, tahun pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Ahad (10/5). Momentum ini menjadi seremoni perpisahan bagi para siswa setelah menuntaskan masa pendidikan selama tiga tahun di madrasah tersebut. ​Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Kepala Kantor Kementerian […]

  • PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

      PATI-Polemik terjadi anatar Pemerintah Desa (Pemdes) dengan takmir Masjid Al-Muhlisin Desa Kedungwinong, kecamatan Sukolilo. Konflik ini dipicu akibat tidak adanya izin dari  Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kepada takmir masjid terkait rencana renovasi salah satu makam di sana yang juga melibatkan CSR PLN. Berdasarkan keterangan, Takmir Masjid Al-Muhlisin, Kiai Maswan, renovasi yang dimaksud yakni berupa […]

expand_less