Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » ​’Nyanyian Pesisir’: Warisan 194 Puisi Aloeth Pathi yang Tak Lekang Oleh Zaman

​’Nyanyian Pesisir’: Warisan 194 Puisi Aloeth Pathi yang Tak Lekang Oleh Zaman

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 13 Sep 2026
  • visibility 19.711
  • comment 0 komentar

ATI — Ratusan kenangan tentang penyair Aloeth Pathi kembali dihidupkan melalui doa, puisi, musik, dan buku. Memperingati 100 hari wafatnya almarhum, Gandrung Sastra Pati menggelar doa bersama sekaligus meluncurkan buku kumpulan puisi bertajuk Nyanyian Pesisir di Rumah Gandrung Sastra, Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Sabtu (13/9/2026) malam.

​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB tersebut dihadiri oleh keluarga, sahabat, penyair, seniman, serta komunitas sastra dari berbagai daerah yang datang untuk mengenang sosok Aloeth Pathi.

​Acara dibuka dengan penuh khidmat melalui doa dan tahlil yang dipimpin oleh M. A’an Wahid Masyhuri (Gus A’an), seorang penyair sekaligus pengasuh pondok pesantren di Sedan, Rembang. Selepas tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan keluarga, Kepala Desa Sekarjalak, serta Ketua Gandrung Sastra sekaligus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Pati, Arif Khilwa. Dalam struktur kepengurusan Lesbumi NU Pati, almarhum Aloeth Pathi juga tercatat aktif sebagai anggota.

​Puncak acara ditandai dengan peluncuran resmi buku Nyanyian Pesisir karya almarhum. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Iniibubudi (Kudus) tersebut diluncurkan langsung oleh Asa Jatmiko dan diserahkan secara simbolis kepada pihak keluarga Aloeth Pathi.

​Buku ini memuat sebanyak 194 puisi karya Aloeth Pathi yang dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari dokumen pribadi di flashdisk hingga karya-karya yang pernah dimuat dalam antologi bersama.

​“Selain berdoa, momen ini juga untuk meluncurkan buku kumpulan puisi karya Aloeth yang kami beri judul Nyanyian Pesisir. Judul tersebut kami ambil dari salah satu judul puisinya,” kata Arif Khilwa.

​Arif menambahkan bahwa 194 puisi dalam buku ini belum mencakup seluruh karya Aloeth. “Sebenarnya karya Aloeth masih banyak lagi. Kalau dikumpulkan semuanya, mungkin bisa mencapai hampir 1.000 judul puisi,” ujarnya.

​Malam peringatan tersebut tidak hanya diisi doa dan peluncuran buku, tetapi juga panggung apresiasi seni. Sejumlah penyair membacakan puisi untuk mengenang almarhum, di antaranya Bontot Sukandar (Tegal), Ani Faiqoh dan Slamet Priyatin (Kendal), Gus A’an (Rembang), serta Rama Dinta, Den Hasan, Bayu Andara, dan Nur Qomar Samsara (Jepara). Hadir pula penyair dari Kudus seperti Asa Jatmiko, Bambang, dan Nong Bonham.
​
Suasana semakin hangat dengan pertunjukan kesenian dari Keroncong Sholawat Lesbumi, Teater Minatani, Sedulur Pucakwangi, hingga GaGeGo Music Kampung dari Gabus, Pati. Selain itu, Farid Kumbara turut menyerahkan lukisan karyanya sendiri kepada keluarga Aloeth sebagai bentuk kenangan dari seorang murid kepada gurunya.

​Penerbitan Nyanyian Pesisir sendiri melibatkan banyak pihak yang dekat dengan almarhum. Kata pengantar buku ditulis oleh Sosiawan Leak, sementara penyuntingan dilakukan oleh Arif Khilwa dan Haikal. Lukisan sampul digarap oleh D.O.M. Fatoni (cucu dari kakak almarhum), serta tata letak dan desain sampul dikerjakan oleh Ocheng Pati.

​Bagi komunitas dan sahabat-sahabatnya, Aloeth Pathi bukan sekadar penyair, melainkan salah satu pendiri Gandrung Sastra sekaligus sosok bapak dan guru.
​
“Bagi kami, kehilangan memang tidak pernah mudah. Namun, kami percaya mengenang adalah cara paling indah untuk menjaga sosok Aloeth tetap hidup. Aloeth tidak hanya salah satu pendiri Gandrung Sastra, tetapi juga bapak dan guru bagi kita semua,” pungkas Arif Khilwa. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    5000 Banser Ikuti Pembaretan dalam Acara Selametan Bumi Pesantenan

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    PATI-Ribuan warga Pati memadati Stadion Joyo Kusumo, Jumat (20/9) malam tadi. Lima ribu diantaranya adalah para anggota Banser (Barisan Ansor Serba Guna) dari seluruh Satkoryon yang ada di Kabupaten Pati. Kehadiran mereka ialah untuk mengikuti acara Selametan Bumi Pesantenan dan pembaretan 5000 Banser. KH. Agus Ali Masyhuri (memakai jas) dalam acara Selametan Bumi Pesantenan dan […]

  • PCNU- PATI Photo by Maurits Bausenhart

    Ngumbah Godhong Gedang

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Malam Nisfu Sya’ban, malam spesial bagi sebagian kalangan Muslim. Banyak argumen temtang letak keistimewaannya hingga amalan khusus untuk menyambutnya. Tentunya ada lusinan pro dan kontra dalam cara merayakannya, terutama dari golongan islam konservatif yang patok bangkrong hanya melihat ayat dan hadits.  Di kalangan masyarakat Lereng Muria, memedomani bahwa beberapa malam sebelum […]

  • Lazisnu Pati dan Baznas Pati, Jajaki Kerjasama Pengelolaan Zakat

    Lazisnu Pati dan Baznas Pati, Jajaki Kerjasama Pengelolaan Zakat

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Pati Kota – Pengurus NU Care – LAZISNU Pati, Selasa 28/01/2020 mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pati. Dalam pertemuan yang terselenggara di kantor Baznas Pati tersebut digagas berbagai kemungkinan kerjasama antar dua lembaga pengelola zakat itu. Ketua NU Care-LAZISNU Pati, Muhammad Niam, melaporkan bahwa kepengurusan Lazisnu yang baru telah bekerja dengan […]

  • Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    TAYU-Tidak banyak yang tahu bahwa KH. Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU merupakan pria asal Pati, kota kecil yang berada di pantai utara Jawa Tengah. Ayahnya benama KH. Syansuri merupakan salah satu ulama besar yang tinggal di Tayu, salah satu kota kecamatan di ujung utara Kabupaten Pati. KH. Ahmad Asnawi memberikan tausyiyah dalam acara Haul […]

  • Harlah NU, Genengmulyo Gelar Pengajian

    Harlah NU, Genengmulyo Gelar Pengajian

    • calendar_month Sen, 31 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

      KH. Abdul Hadi Kurdi menyampaikan ceramah dalam rangka Harlah NU JUWANA – PR IPNU IPPNU Desa Genengmulyo sukses menggelar pengajian dalam rangka Harlah NU ke-96. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Jami’ Baitussalam, Sabtu (29/1/2022). KH. Abdul Hadi Kurdi diundang sebagai penceramah. Kegiatan dihadiri oleh GP Ansor, muslimat, Fatayat, NU, IPNU, IPPNU dan warga sekitar. […]

  • Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 753
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Puncak haul Syaikh Ahmad Mutamakin Kajen berlangsung malam ini, Kamis (27/7). Sedikitnya tiga ribu tamu undangan memadati area makam. Sementara, enam ribu undangan lainnya ditempatkan di Masjid Kajen. Sedangkan untuk jama’ah umum, diperkenankan untuk menduduki pos-pos yang telah ditentukan panitia. Strategi ini dilakukan untuk memecah titik kerumunan. Sebab, diperkirakan, pada malam ini ada […]

expand_less