Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
  • visibility 443
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua LPPM IPMAFA) dan Nur Khoiriyah (Editor Jurnal Islamic Review) sebagai narasumber.

Para peserta workshop academic skill writing yang digagas oleh Library Corner Ipmafa 

Lebih dari 200 mahasiswa yang hadir mengikuti workshop antusias memperhatikan pemaparan dari kedua narasumber. Acara diawali dengan sambutan dari Rektor IPMAFA yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. A. Dimyati, M.Ag yang berpesan untuk terus meningkatkan kemampuan menulis ilmiah, “tulisan yang baik adalah yang ditulis, jadi tulis saja baru kemudian dibenahi sesuai kaidah ilmiah”.

Sofyan, narasumber pertama, mengawali workshop dengan menukil kalimat Imam Al-Ghazali untuk memotivasi peserta. “jika engkau bukan anak raja dan juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”. Karena dengan menulis ide dan pemikiran itu akan kekal dan dikenal masyarakat. “Toer –penulis novel Bumi Manusia- mengungkapkan bahwa sepandai-pandainya orang, ia akan dilupakan asyarakat dan hilang dari sejarah jika tidak menulis”, imbuhnya.

Selanjutnya, dosen PGMI yang sekaligus pengurus LTN NU Pati ini menjelaskan standar penulisan artikel ilmiah. Menurutnya artikel ilmiah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu awal, inti, dan akhir. Bagian awal berisi judul, penulis dan afiliasi, abstrak, dan kata kunci. Bagian inti yaitu pendahuluan (latar belakang, rumusan, dan tujuan), metode dan prosedur penelitian, serta hasil dan pembahasan. Sofyan menjelaskan, “bagian inti terutama hasil dan pembahasan merupakan bagian terpenting dengan porsi pembahasan paling besar. Penulis dapat mengemukakan pendapat sebebas-bebasnya dalam pembahasan, tentu dengan landasan teori yang dipakai”.

“selain teknis penulisan, yang wajib diperhatikan penulis ialah etika penulisan ilmiah. Penulis dilarang melakukan fabrikasi, falsifikasi, dan plagiasi karena itu pelanggaran akademik” terang pria asal Jepara ini. Ia menyoroti banyaknya kasus plagiasi yang justru dilakukan kalangan akademisi sendiri bahkan oleh seorang guru besar. Plagiasi, menurutnya, adalah pemerkosaan akademik karena memaksa ide, gagasan, dan pendapat orang lain untuk memuaskan nafsu akademik menjadikan ide oang lain sebagai pendapatnya.

Pada sesi kedua, Nur Khoiriyah mengajak seluruh peserta praktik menulis artikel ilmiah dengan mengikuti template yang disediakan panitia. “menulis harus dilakukan, maka sekarang saatnya untuk mengeluarkan alat tulis dan menuliskan ide dalam kertas yang tersedia”, pungkasnya. Peserta dipandu sejak mencari topik, judul, hingga membuat kerangka tulisan supaya bisa dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang utuh.

Tidak hanya itu, aktivis sosial dan gender ini juga mengadakan kuis berhadiah bagi siapa saja yang mengirimkan tulisannya ke email (surel). “tiga peserta tercepat dan terbaik yang mengirim ke email akan diberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi”, pungkasnya diiringi tepuk tangan riuh peserta. Kuis ini ditujukan untuk memotivasi peserta supaya lebih giat dalam menulis sekaligus output dari workshop ini.(sofyan/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* “Poso kok ora bali Dukuhseti piye leh?” Seorang teman bertanya sembari menegaskan saya diharapkan ke tempat kelahiran di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Menjalankan ibadah Ramadan di tempat kelahiran meman beda. Beda sekali. Saya kira tidak hanya di Pati. Setiap tempat kelahiran menyimpan ruang-ruang memori yang indah ketika momentum Ramadan. Sebab, […]

  • AI Membantu Umat Muslim Berpuasa?

    AI Membantu Umat Muslim Berpuasa?

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 961
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Opo isa janjane? La kok puasa dibantu AI? Di era digital yang serba cepat ini, kecerdasan buatan (AI) telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam membantu umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bagaimana AI dapat memfasilitasi dan meningkatkan kualitas ibadah kita selama bulan suci ini?   Bulan Ramadan, bulan […]

  • PCNU- PATI Photo by ddimitrova

    Memahami Bahasa Anak

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pada minggu yang lalu, saya membantu ibu mempersiapkan hidangan untuk menyambut teman-teman bapak yang hendak singgah ke rumah. Mereka datang dari kota seribu candi, berniat ziarah ke makam salah satu wali yang ada di kota kelahiran saya ini. Dibalik kesibukan didapur, keponakan saya Tsania tiba-tiba merengek minta ditemani belajar membaca. Maklum […]

  • ‎IGI Sleman Tegaskan Komitmen Transformasi Pendidikan sebagai KOP Kolaborator di Belajaraya 2026

    ‎IGI Sleman Tegaskan Komitmen Transformasi Pendidikan sebagai KOP Kolaborator di Belajaraya 2026

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.192
    • 0Komentar

    ‎ ‎ ‎Jakarta — Festival pendidikan terbesar di Indonesia, Belajaraya 2026, kembali menjadi ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik bagi para pendidik di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Sabtu (2/5/2026). Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sleman turut mengambil peran strategis sebagai salah satu Komunitas Organisasi Pendidikan) (KOP) Kolaborator. […]

  • Orang-Orang Daun Talas. Photo by Rendy Novantino on Unsplash.

    Orang-Orang Daun Talas

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Supporter bola memiliki loyalitas setinggi Burj Khalifa. Berbeda dengan pendukung olahraga lain, karakter fans sepak bola memang unik. Tragedi Heysel, Juventus VS Liverpool hingga yang teranyar, peristiwa Kanjuruhan menjadi saksi betapa setia para supporter cabang olah raga satu ini. Pada level tertentu, fanatisme semacam ini ‘cukup baik’. Seorang teman bercerita, bahwa […]

  • PCNU - PATI

    Guruku Orang Orang Dari Pesantren

    • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Guruku Orang-orang dari Pesantren menceritakan perjalanan hidup KH. Saifuddin Zuhri, mulai periode awal pendidikannya di sekitar akhir dekade 1920-an, sampai sekitar tahun 1955, ketika ia telah menjadi salah satu tokoh NU.  Buku ini dibagi menjadi 10 bab, yakni: “Di Ambang Pintu Pesantren”, “Madrasahku cuma Langgar”, “Tokoh-tokoh Pengabdi tanpa Pamrih”, Apresiasi terhadap Rasa Seni”, “Memasuki Persiapan […]

expand_less