Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

Library Corner IPMAFA Tingkatkan Kualitas Penulisan Via Workshop

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
  • visibility 317
  • comment 0 komentar

MARGOYOSO-Library Corner Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Workshop Academic Skill Writing pada Sabtu (12/10) dengan mengambil tema “Meningkatkan Skill Mahasiswa dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Berkualitas”. Acara yang digelar di Aula IPMAFA tersebut bertujuan membekali mahasiswa tingkat akhir supaya mampu meringkas skripsi menjadi artikel ilmiah yang baik dengan menghadirkan M. Sofyan Alnashr (Ketua LPPM IPMAFA) dan Nur Khoiriyah (Editor Jurnal Islamic Review) sebagai narasumber.

Para peserta workshop academic skill writing yang digagas oleh Library Corner Ipmafa 

Lebih dari 200 mahasiswa yang hadir mengikuti workshop antusias memperhatikan pemaparan dari kedua narasumber. Acara diawali dengan sambutan dari Rektor IPMAFA yang diwakili oleh Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. A. Dimyati, M.Ag yang berpesan untuk terus meningkatkan kemampuan menulis ilmiah, “tulisan yang baik adalah yang ditulis, jadi tulis saja baru kemudian dibenahi sesuai kaidah ilmiah”.

Sofyan, narasumber pertama, mengawali workshop dengan menukil kalimat Imam Al-Ghazali untuk memotivasi peserta. “jika engkau bukan anak raja dan juga bukan anak ulama besar, maka menulislah”. Karena dengan menulis ide dan pemikiran itu akan kekal dan dikenal masyarakat. “Toer –penulis novel Bumi Manusia- mengungkapkan bahwa sepandai-pandainya orang, ia akan dilupakan asyarakat dan hilang dari sejarah jika tidak menulis”, imbuhnya.

Selanjutnya, dosen PGMI yang sekaligus pengurus LTN NU Pati ini menjelaskan standar penulisan artikel ilmiah. Menurutnya artikel ilmiah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu awal, inti, dan akhir. Bagian awal berisi judul, penulis dan afiliasi, abstrak, dan kata kunci. Bagian inti yaitu pendahuluan (latar belakang, rumusan, dan tujuan), metode dan prosedur penelitian, serta hasil dan pembahasan. Sofyan menjelaskan, “bagian inti terutama hasil dan pembahasan merupakan bagian terpenting dengan porsi pembahasan paling besar. Penulis dapat mengemukakan pendapat sebebas-bebasnya dalam pembahasan, tentu dengan landasan teori yang dipakai”.

“selain teknis penulisan, yang wajib diperhatikan penulis ialah etika penulisan ilmiah. Penulis dilarang melakukan fabrikasi, falsifikasi, dan plagiasi karena itu pelanggaran akademik” terang pria asal Jepara ini. Ia menyoroti banyaknya kasus plagiasi yang justru dilakukan kalangan akademisi sendiri bahkan oleh seorang guru besar. Plagiasi, menurutnya, adalah pemerkosaan akademik karena memaksa ide, gagasan, dan pendapat orang lain untuk memuaskan nafsu akademik menjadikan ide oang lain sebagai pendapatnya.

Pada sesi kedua, Nur Khoiriyah mengajak seluruh peserta praktik menulis artikel ilmiah dengan mengikuti template yang disediakan panitia. “menulis harus dilakukan, maka sekarang saatnya untuk mengeluarkan alat tulis dan menuliskan ide dalam kertas yang tersedia”, pungkasnya. Peserta dipandu sejak mencari topik, judul, hingga membuat kerangka tulisan supaya bisa dikembangkan menjadi artikel ilmiah yang utuh.

Tidak hanya itu, aktivis sosial dan gender ini juga mengadakan kuis berhadiah bagi siapa saja yang mengirimkan tulisannya ke email (surel). “tiga peserta tercepat dan terbaik yang mengirim ke email akan diberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi”, pungkasnya diiringi tepuk tangan riuh peserta. Kuis ini ditujukan untuk memotivasi peserta supaya lebih giat dalam menulis sekaligus output dari workshop ini.(sofyan/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang.  Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: […]

  • MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Pati menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat. Pasalnya, air sebagai salah kebutuhan vital sulit di dapat. Akhirnya, kegiatan-kegiatan seperti bercocok tanam hingga makan dan minum menuai kendala. Diatribusi air bersih di RW 1 Desa Ngerang, Kecamatan Tambakromo, Pati oleh MA Miftahul Ulum, Ngerang, Mingu (22/9) Menyikapi hal ini, banyak organisasi […]

  • 99 Kader GP Ansor-Banser Pati Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar dan Diklatsar

    99 Kader GP Ansor-Banser Pati Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar dan Diklatsar

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Sebanyak 99 kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor-Banser di Kabupaten Pati mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar). Kegiatan itu berlangsung di SMK Tiara, Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, pada tanggal 18 hingga 21 Juli 2025. PKD dan Diklatsar ini merupakan gabungan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Korwil I, […]

  • Perjalanan ke Lokasi Muktamar, Katib Syuriyah PWNU Jateng Wafat

    Perjalanan ke Lokasi Muktamar, Katib Syuriyah PWNU Jateng Wafat

    • calendar_month Sen, 20 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    KH. Imam Sya’roni, Katib Syuriyah PWNU Jateng JAKARTA – Kabar duka menyelimuti PWNU Jawa Tengah jelang Muktamar NU ke-34 di Lampung 22-23 Desember mendatang. Pasalnya, Katib Syuriyah PWNU Jateng, KH. Imam Sya’roni dikabarkan wafat saat perjalanan menuju lokasi muktamar.  Pengasuh Ponpes As Sa’adah, Gayamsari Semarang tersebut sempat dilarikan ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan pertolongan medis. […]

  • NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Kayen

    NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Kayen

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.614
    • 0Komentar

      NU Peduli Kabupaten Pati kembali mendirikan Posko Kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir. Kali ini, Posko Kesehatan NU Peduli dibuka di Desa Pesagi, Kecamatan Kayen, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Pembukaan Posko Kesehatan tersebut diresmikan oleh Pengurus PCNU Kabupaten Pati, Khoirul Anam. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Posko Kesehatan NU Peduli akan […]

  • NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda  No 8 Tahun 2013

    NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 27 Juni 2015 di ruang rapat Pragola Setda Kab Pati. Ormas terbesar di Kabupaten Pati Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Ansor dan Banser mengadakan Audiensi  dengan Forkompinda perihal Perda No 8 tahun 2013  yang telah habis masa toleransinya awal bulan Juli nanti.             “Terima kasih banyak Pak Bupati telah memberikan waktu untuk kami […]

expand_less