Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Festival Muria Raya 5: Merayakan Panen Kopi dengan Musik Batu

Festival Muria Raya 5: Merayakan Panen Kopi dengan Musik Batu

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
  • visibility 516
  • comment 0 komentar

 

Jepara – Festival Muria Raya ke-5 sukses digelar di Dukuh Duplak, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Minggu (17/8/2025). Festival ini seolah-olah merayakan panen kopi dengan memainkan musik batu.

Sebuah panggung yang terbuat dari anyaman bambu berdiri indah di Petilasan Mbah Robyong. Beberapa seniman dari berbagai daerah hilir mudik mementaskan karya-karyanya.

Seni tari seperti dari Sanggar Pandu Gabus Pati yang menyuguhkan Tari Mina Tani, seniman dari Desa Menawan Kudus yang menyuguhkan Tari Sendang Widodaren hingga kesenian musik membuat penonton terkesima.

Sejumlah tumpukan batu ditata sedemikian rupa. Beberapa penonton juga tampak membawa batu. Dengan intruksi seseorang konduktor, batu-batu itu dipukul. Terciptalah musik yang indah dan harmonis.

Sejumlah warga dan pengunjung dari berbagai daerah pun tampak asyik menikmati musik itu. Hawa sejuk salah satu desa tertinggi Jepara itu tak terasa dengan suguhan hangat para seniman.

”Asyik bisa melihat berbagai penampilan kesenian berkualitas dengan gratis. Ini juga nostalgia lagu-lagu Jawa untuk anak-anak yang sempat dinyanyikan salah satu penampil. Keren,” kata salah satu pengunjung dari Kabupaten Pati Diyah.

Para pengunjung pun tampak puas. Mereka berharap Festival Muria Raya kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.

Ketua Festival Muria Raya, Brian Trinanda K. Adi menjelaskan pihaknya mengusung tema ’Wiwitan Tresno Kawitan’ dalam acara yang digelar sejak Sabtu (16/8/2025) hingga Minggu (17/8/2025). Tema ini diadopsi dari tradisi Wiwitan Kopi atau tradisi awal penen kopi warga Desa Tempur.

”Ini diambil karena untuk merespon tradisi duplak yang punya tradisi Wiwitan Kopi mereka tumpengan dan menyuguhkan kopi gratis,” ujar Brian.

Selain itu, tema ini diambil sebagai penanda bahwa Festival Muria Raya tahun ini menjadi yang pertama kali digelar di luar Pati. Setelah empat kali selalu digelar di wilayah Kabupaten Pati.

”Wiwitan Tresno Kawitan ini juga bermakna munculnya permulaan warna-warna cinta. Agar kita lebih erat lagi berhubungan dengan Jepara maupun Kudus. Semoga nanti tepok gelang tidak hanya dinikmati warga Pati atau Jepara tapi juga Kudus,” tandas dia.

Pada tahun depan, Festival Muria Raya rencananya digelar di Desa Menawan, Kabupaten Kudus. Pihaknya pun bakal berusaha menggelar Festival Muria Raya setiap tahunnya.

”Kemarin Kepala Desa Menawan ikut ke sini membawa kesenian yang terinspirasi Sendang Widodaren. Yang spesial tadi ada kesenian musik batu berkolaborasi dengan Gempor Santosa dari ISBI Bandung, Memen Khoirul Selamat desertasi S3 soal musik batu kamudian In Hoause Composer kita, Mas Agung,” tandas dia

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • the sun is setting over a mountain range

    Jiwa Sheril Part II

    • calendar_month Ming, 17 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada POV Sheril Syahdu, nama yang indah. Pertama kali aku masuk sekolah yang ku cari adalah sosoknya. Cowo tengil bermata sipit, rambut pirang kulit putih, sudah seperti chinese. Tapi orang tuanya asli jawa. Anak paling pintar di Sekolah Dasar seberang sekolah dasarku dulu. Hanya sering mendengar namanya, dan belum pernah bertemu secara […]

  • Zarkasi, Yayasan RF Gunakan 30 Bus

    Zarkasi, Yayasan RF Gunakan 30 Bus

    • calendar_month Kam, 12 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    GEMBONG-Yayasan Raudlatul Falah (RF) Bermi, Gembong yang diasuh oleh KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz melakukan tour DKI-Jabar. Pemberangkatan dilaksanakan Rabu (11/12) kemarin dan diperkirakan akan tiba di Bermi Jumat (13/12) esok. Sedikitnya, 1462 santri mengikuti acara ini. Jumlah tersebut masih ditambah dengan pendidik serta dewan pengurus Yayasan Raudlatul Falah. Tour bertajuk Zarkasi (Ziarah dan Rekreasi) […]

  • Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

      Semarang – Puncak Acara Resepsi Peringatan Hari Santri Nasional Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah 2024 melalui kegiatan Jalan Sehat Santri Jawa Tengah berlangsung meriah di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang, pada Ahad (27/10/2024). Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin dalam sambutannya menuturkan bahwa total peserta Jalan Sehat Santri Jawa Tengah […]

  • Launchig & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    Launchig & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    • calendar_month Sen, 16 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Mutamakkin Kajen Pati mengadakan bedah buku Buku Infografis Masjid Kajen karya M. Zuli Rizal acara bertempat di gedung perputakaan Mutamakkin Kajen Pati, 10/10 kemarin. Dalam kesempatan ini penulis bercerita tentang mengenai latar belakang dan tujuan penciptaan karya Buku Infografis Masjid Kajen bersama para santri dan pelajar Kajen. “ Melalui buku ini, kami mewedar […]

  • PCNU-PATI Photo by Yehezkiel Gulo

    Embun yang Hinggap di Dedaunan

    • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan… Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye berjudul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya. Indah sekali. Terutama, di saat mendengarnya sambil […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sel, 7 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabrokatuh Pak kiyai, apakah daging yang ada sisa darahnya ketika langsung direbus masih boleh dimakan ? pertimbangan saya itu adalah najis. wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh kita tahu bahwa darah termasuk barang najis yang tentunya diharamkan oleh agama,begitupun makanan-makanan yang terkena najis,yang mulanya halal menjadi haram. dalam kajian fiqih kita mengenal ada istilah najis […]

expand_less