Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Terima Kasih Telah Mencintaiku

Terima Kasih Telah Mencintaiku

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
  • visibility 315
  • comment 0 komentar

Oleh : J. Intifada

Terima kasih sudah menyapaku hari ini. Rasanya seperti tidak nyata. Beberapa hari yang lalu kamu menyapa. “Lama tak ada kabar?” aku hanya memandangi pesanmu dengan ragu. Kemudian aku abaikan.

Belum sempat aku membalas, kamu sudah ada di hadapanku dengan senyum sumringahmu. Bersamamu malaikat kecil dan penjaga hatimu sekarang. Kita berkenalan dan berjabat tangan.

“Ini putriku, Lintang Kusuma namanya.”

Aku menjabat tangan istrimu dengan berseri. Istrimu membalas tak kalah gembira. Putri kecilmu memandangiku dan ku sapa.

“Hai cantik.” Ku usap kepalanya dan pipi meronanya.

Kita berpapasan saat tak sengaja belanja di swalayan yang sama. Kota tempat kita tinggal memang kecil. 5 tahun berselang tapi tak pernah bertemu denganmu. Aku selalu membayangkan bagaimana bila nanti aku bertemu denganmu. Bagaimana aku akan menyapamu. Bagaimana kamu akan memandangiku.

Perasaan ini akan masih sama. Entah kapan akan berakhir belum bisa ku pastikan. Hingga hari ini, bertemu bersama keluargamu seperti sebuah kejutan.

Istrimu terlihat bahagia ketika melihatku. Entah dia tahu apa tidak bila aku dan kamu ada keterkaitan. Apakah hanya aku saja yang merasa. Nyatanya kamu masih kepo setelah lama tak menengok kabarku.

Jujur saja insta story yang ku buat hanya ingin kamu lihat. Dengan melihat notif kamu memperhatikan sudah cukup membuatku tenang. Oh, kamu masih menyimpan rasa. Pikirku saja. Mungkin saja kamu masih perhatian. Atau memang kamu hanya penasaran dan ingin tahu saja.

Lama tak lihatmu mengintip, ku pikir kamu sedang bahagia. Menikmati rumah baru yang selesai kau bangun. Kamu adakan syukuran kecil-kecilan mengundang tetangga kerabat. Aku tahu dari insta story. Aku hanya menafsirkan saja. Bahwa itu rumah barumu. Bisa jadi iya. Toh, di video tidak ada klarifikasi darimu. Hanya tulisan “Alhamdulillah”.

“Udah selesai belanjanya?”

Ku perhatikan jinjingan yang kamu bawa cukup banyak. Istrimu menjawab “nggih mbak.” Dan kamu dengan spontan mengajak makan bersama. Kamu bilang ingin mengajak ngobrol bersama. Aku kikuk tak tahu harus menjawab. Disamping aku belum menemukan belanjaan yang ku butuhkan. Aku juga datang bersama teman.

“Senang sekali bertemu dengan kalian. Ingin sekali bergabung. Tapi maaf ya , aku sama teman. Dia ada di lantai atas sedang memilih kaos untuk pacarnya.”

Raut wajahmu seketika berubah. Ada kekecawaan yang hanya bisa ku baca. Istrimu menyahut semoga ada waktu lain untuk bertemu. Aku mengamininya dan mengucapkan selamat berjumpa pada Lintang yang dibalasnya dengan lambaian tangan.

Lintang tak berhenti memandangiku. Setelah kalian meninggalkanku, dia sesekali masih menengok untuk memastikan aku disana. Beberapa kali aku melambaikan tangan dan tersenyum. dia hanya melihat dengan pandangan yang aku tak dapat menerjemahkannya.

Sepulangnya dari belanja, ku keluarkan barang kebutuhan sehari-hari yang ku beli tadi. Meletakkan sabun, pasta gigi, face wash dan detergen di kamar mandi. Sesaat notif wa berbunyi.

“Mbak Alma, ini aku Fara.”

Ku pandangi foto profil yang terlihat. Sedikit terkejut kenapa dia mengirim pesan. Bagaimana dia bisa tahu nomerku.

“Hai mbak, sudah nyampe rumah?”

“Alhamdulillah mbak.”

“Syukurlah.”

Setiap dia mengetik, ada rasa gugup yang menerpa. Ada gerangan apa dia tiba-tiba menghubungiku. Apakah dia tahu kamu adalah masalaluku. Ataukah dia hanya ingin berteman denganku. Dia masih mengetik dan aku mencoba keluar dari whatsapp. Tak lama notif darinya terbaca di layar.

Aku tertegun. Kalimat yang selalu aku hindari dari pertanyaan orang-orang. Bukan aku risih. Aku hanya tak tahu bagaimana menjawabnya. Bila orang lain yang bertanya aku bisa menjawab tapi dengannya kenapa keraguan yang menyergap.

Apakah dia sedang memastikan sesuatu. Seperti yang dulu. Saat seseorang yang dekat denganmu menginterogasiku. Ahh, apalah ini. aku sibuk dengan overthinkingku.

Ku jawab sekenanya seraya memohon doa restu. Kemudian tak ada lagi notif dari dia. Mungkin sedang menyuapi Lintang. Atau sedang menidurkannya. Apakah kamu tahu dia mengirim pesan padaku.

Sejak saat itu, kita tak berkirim pesan lagi. Bukan aku menunggu kabar darimu. Hanya saja untuk apa dia memastikan kabarku. Aku kembali melakukan pekerjaanku. Mengusir semua rasa penasaranku. Menyibukkan diri dengan anak didik dan kegiatan sosial yang sangat menguras tenagaku.

Hingga suatu hari pak pos datang memberikan sepucuk surat yang aku baca nama pengirimnya. Nurul Farasya. Tak kalah terkejut dari pesan whatsapp darinya. Ini ketambahan dengan surat. Aku semakin bingung dan tak percaya.

Ku buka amplop berwarna merah tua. Dengan prangko pemandangan danau toba. Terlihat kertas bergaris berwarna hijau muda dan gambar bunga dipojok kiri bawah.

Salam hangat untuk Mbak Alma,

Salam kenal dariku. Fara. Maaf tiba-tiba aku menulis surat ini untukmu. Mungkin saat ini mbak bertanya-tanya kenapa aku menghubungimu terus. Sebenarnya sudah lama saya ingin mengenal mbak. Aku tahu mbak, dari cerita mbak Gendhis, kakak mas Faris. Mbak Alma mungkin tidak mengenalnya. Tapi mbak Gendhis tahu banyak tentang mbak…

Aku akan menceritakan kehidupanku dengan mas Faris terlebih dulu. Awal aku mengenal mas faris, aku dikenalkan oleh kakakku. Mas Dio teman mas Faris di kampusnya. Kata mas Dio, dia punya teman yang jomblo yang ingin segera menikah. Aku mengiyakan karena aku juga didesak orang tua untuk menikah. Singkat cerita kita bertemu berkenalan dan menjalin hubungan. Hingga akhirnya orang tua mas Faris datang melamar lalu kami menikah.

Pernikahan kami berjalan baik. Mas faris sangat perhatian dan sayang dengan keluarga. Hingga anak kami lahir, tak kurang rasa sayang Mas Faris pada kami. Hanya saja, suatu hari, mama mas Faris bertanya,”Bagaimana kabar Alma?” aku tak sengaja curi dengar saat akan pergi ke dapur melewati depan kamar mama. Mas faris tidak menjawab. Lama aku menunggu.

Saat itu aku ingin mencari tahu siapa mbak alma. Awalnya aku kepo dengan sosial media mas Faris. Aku memang jarang mengecek semua sosial medianya. Namun setelah itu, aku ingin sekali menemukan sosok mbak. Ku temukan nama Alma satu-satunya dipertemanan facebooknya hanya nama Alma Saidah.

Ku telusuri sampai ke bawah ke beberapa tahun sebelum kuliah. Kalian sudah berteman sejak SMA. Tetapi tak banyak info yang aku dapat kecuali status galau dari mas Faris. Belakangan aku tahu, kalian kuliah beda kota.

Dari semua sosial media mas Faris, satu-satunya teman yang dia ikuti adalah mbak Alma. Aku pun semakin ingin tahu siapa sebenarnya mbak Alma. Dan mbak Gendhis menceritakan semuanya.

Mas faris memang suamiku saat ini. tapi jiwa dan hatinya sepenuhnya adalah milikmu. Bila dia tidak di dekatku, dia selalu berselancar di semua akun sosial mediamu. Dia sangat merindukanmu. Maka saat kita bertemu saat itu, itu adalah pertemuan yang sengaja aku lakukan agar kalian bertemu. Aku hanya ingin mbak Alma menemui mas Faris dan mengatakannya padanya bahwa mbak juga merindukannya.

Maafkan kelancanganku mbak dan aku harap mbak mau memenuhi permintaanku.

Salam Fara

Ku edarkan pandangan ke langit-langit kamar. Seperti ada petir yang menyambar di siang bolong. Bagaimana aku bisa memenuhi permintaan istrimu. Ini sangat konyol sekali. Aku mencoba mengikhlaskanmu bahagia. Lalu apa ini.

Apakah istrimu ingin aku terlihat terluka kembali. Bagaimana kau tahu upaya ku mengusir semua kerinduan ini. kenapa ini menjadi lebih rumit. Kenapa istrimu tidak melabrakku dan memarahiku.

Ahhh, ku buang surat itu dalam tempat sampah. Ku baringkan diri dan menutup mata. Tak habis pikir bagaimana bisa aku menemuimu disaat kamu sudah dengan yang lain. Aku masih ingat bagaimana orang tuamu menentang pertemanan kita.

Beberapa hari kemudian, sebuah telpon menyadarkanku dari lamunan.

“Assalamu’alaikum”

“wa’alaikumsalam.”

“Mbak, bisa datang ke pondok dhahar yang sedang dirilis mas Faris?”

Aku menghela napas. Aku sudah melihat pamflet grand opening resto yang kamu kelola. Kamu dari dulu ingin sekali mempunyai rumah makan. Mengelolanya dan memasaknya sendiri. Masakanmu memang lezat aku akui. Beberapa kali kamu memperbolehkan aku mencicipinya. Kamu mengatakan restomu akan menjadi resto favorit. Dan menjanjikanku sebagai manajernya.

“Mbak… bisa datangkan?”

“Ehhm …. iya mbak.”

“Syukurlah. Mas Faris pasti akan senang.”

Aku menutup telepon darinya. Dan bergegas menuju restomu. Sebelumnya aku mengirim pesan kepada istrimu. Aku tak akan bisa kembali kepadamu. Dan kamu juga tak akan pernah aku miliki. Jadi aku memohon kepada istrimu untuk menjagamu. Terima kasih karena sudah mencintaiku. Sekarang, cintailah dia dengan sepenuh hatimu. Aku akan selalu menjadi teman baikmu dan mendukung mimpi-mimpimu.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tazkiyatul Muthmainnah (tengah jas batik) anggota komisi E DPRD Jateng usai melakukan FGD dengan Kader GPSA Fatayat NU Pati

    Tazkiyatul Muthmainnah Respon Perempuan Bersuara Mengawal JKN-KIS

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    PATI – Fatayat NU Pati semakin hari menunjukkan progres yang signifikan. Kolaborasi demi kolaborasi dilakukan dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat. Mulai dari kerja sama dengan berbagai kementerian hingga stakeholder non pemerintah. Terakhir, PC Fatayat NU Pati baru saja melakukan evaluasi atas kerja samanya dengan Akatiga. Program bertajuk Monev Global Partnership for Social Accountability (GPSA) […]

  • Pasca Rapat Anggota PR IPNU IPPNU  Desa Jontro Gencar Bangun Komunikasi

    Pasca Rapat Anggota PR IPNU IPPNU Desa Jontro Gencar Bangun Komunikasi

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Pati, 12 Maret 2021 Setelah terpilihanya ketua baru Rekan Ali mustain (IPNU) dan Rekanita Maulin ni’mah (IPPNU) hasil  Konfrensi Pimpinan Ranting desa Jontro Kec Wedarijaksa. Kini langkah pertma yang di lakukan yaitu membangun komunikasi ke beberapa  tokoh-tokoh NU yang berada di desa tersebut. Kegiatan ini di laksanakan pertamakali pada 12 maret 2021 yang berlokasi di […]

  • NU Peduli Bikin Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    NU Peduli Dirikan Dapur Umum untuk Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

    PATI – NU Peduli selenggarakan dapur umum untuk mensuplai makanan korban banjir. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (1/1) pagi tadi di halaman PCNU Pati. Ahmad Qosim, ketua NU Peduli menyebut, agenda ini sebagai perwujudan kepedulian NU terhadap para korban bencana. Bantuan berupa nasi bungkus dikirim ke posko Mustokoharjo untuk kemudian disalurkan ke titik-titik yang membutuhkan. […]

  • Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

    Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.748
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, beserta badan otonom (banom) menggelar pengajian umum dan gema selawat, Jumat (24/10/2025) malam. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW serta Hari Santri 2025. Meski sempat hujan deras, namun jemaah tetap antusias hadiri kegiatan yang digelar di sebelah barat […]

  • Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Guru mengajarkan kalau dunia itu ada dua; fana, yaitu dunia yang bisa rusak dan dunia baka, yaitu dunia setelah manusia meninggal. Dan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia ternyata ada dunia baru. Dunia baru antara dunia fana dan dunia baka itu adalah dunia maya (virtual world), yaitu dunia online yang sangat luas sekali, yang berisi […]

  • PCNU-PATI

    Enam Rumah di Godo Winong Hanyut Diterjang Banjir Bandang

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Banjir bandang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (30/11/2022) lalu. Camat Winong, Luky Pratugas Narimo mengatakan, ada enam desa yang diterjang banjir bandang di kecamatan tersebut. Di antaranya Desa Kropak, Padangan, Danyangmulyo, Kudur, Gunungpanti, dan Godo. Ketinggian air bervariasi, mulai 1 hingga hampir 3 meter. Desa Godo, Gunungpanti, dan Kropak […]

expand_less