Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Perempuan dalam Tradisi Pesantren

Perempuan dalam Tradisi Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
  • visibility 325
  • comment 0 komentar

Tradisi pesantren selama ini yang kita kenal mempunyai kehidupan yang diwarnai dengan norma-norma ajaran Islam. Di mana ajaran Islam ini menekankan pada sikap patuh dan tawadlu’ kepada pengasuh pesantren (kiai).

Seperti yang dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofir dalam bukunya, Tradisi Pesantren, sikap patuh dan tawadlu’ ini bisa terbentuk. Hal ini tidak lepas setiap harinya di lingkngan pesantren sudah dicontohkan dan diajarkan oleh kiainya. Karena kiai dalam lingkungan pesantren merupakan pemilik otoritas pesantren, sehingga memiliki peran yang sangat urgen untuk membentuk karakter santri.

Dengan adanya sikap patuh dan tawadlu’, maka akan tercermin pula sikap disiplin santri terhadap segala sesuatu yang menjadi kewajibannya. Dari sini akan terlihat pula betapa para santri itu ditempa dan digembleng untuk bisa mengisi dirinya dengan akhlakul karimah, karena tingkah laku santri selama 24 jam selalu mendapat pengawasan dari kiai yang mengasuhnya. Sudah barang tentu, timbulnya sikap ini dilandasi dengan kesederhanaan, kemandirian, dan kesetia kawanan.

Maka, dari semua sikap dan watak di atas, merupakan modal sosial yang kuat bagi para santri dalam membawa dirinya untuk memperoleh keberhasilan apa yang menjadi cita-citanya. Dan apabila jika nanti terjun ke masyarakat, harapannya mampu sebagai agen of change dalam masyarakat tersebut, baik sebagai pemimpin keagamaan dan sosial.

Selain itu, pesantren yang awalnya didominasi santri putra saja, maka setelah para pengasuh mengadakan trasformasi dalam sub-sub tertentu dan dengan berkembangnya pesantren menjadi lembaga yang berfungsi ganda.

Maka lembaga pendidikan pesantren tidak lagi mengkhususkan pada santri putra saja, tetapi juga mengadakan pesantren untuk santri putri. Dan dari situ, pesantren ikut andil dalam menentukan corak pendidikan yang ada di Indonesia dalam perkembangan pembangunan, baik dalam bidang material maupun spiritual.

Oleh karena itu, dalam perkembangannya pesantren memiliki sumbangsih yang tak terhitung jumlahnya dalam pembangunan bangsa. Sejak keberadaannya pesantren telah mampu mengakomodasi berbagai macam perubahan, baik dalam segi struktural maupun sistematika pengajarannya. Setelah diamati, trasformasi yang ada dalam pesantren, telah membawa lembaga ini berfungsi ganda, yaitu sebagai lembaga pendidikan agama dan lembaga pengembangan masyarakat.

Berangkat dari situ, pesantren mampu memberikan perubahan antara lain tergambar dalam beberapa hal, seperti emansipasi perempuan yang mulai dirintis oleh R.A. Kartini. Di mana dari adanya emansipasi perempuan. R.A. Kartini mampu merubah mindset dan kehidupan perempuan yang awalnya tertindas menjadi bangkit dari keterpurukan, mandiri, dan berdaya.

Dan semenjak adanya emansipasi perempuan yang dirintis R.A. Kartini, memberikan akan kesamaan hak yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan memang sejak dulu perempuan sudah mempunyai hak dan wewenang dalam mengatur keluarga atau kehidupannya. Hak atau kewenangan dalam lingkungan keluarga dapat dilihat, misalnya hak dalam beragama. Dalam kewenanagan ini, ia menerima beban-beban syariat, karena wanita juga dipanggil dan dituntut untuk bertakwa kepada Allah Swt.

Dalam kewenangan beragama, perempuan tidak ada bedanya dengan laki-laki. Dalam surat an-Nisa ayat 124 disebutkan:
“Dan barang siapa yang mengerjakan atau beramal salih, baik laki-laki maupun perempuan, dan beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak akan dianiaya sedikitpun.”

Dan dari sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa laki-laki dan perempuan dihadapan Allah adalah sama, dan di lingkungan keluarga ia merupakan pasangan hidup atau pendamping suami yang dituntut untuk menciptakan hubungan harmonis dan bahagia, di samping ia berhak untuk memperoleh hak pribadi, seperti mendapat kebutuhan hidup dari suami, walaupun ajaran Islam tidak menutup kemungkinan untuk bekerja dalam ikut mendukung kebutuhan ekonomi rumah tangga.

Dengan demikian, berangkat dari hal di atas, santriwati sebagai pemudi Islam mempunyai kewajiban untuk mengetahui bermacam-macam ilmu, baik agama maupun non-agama. Sehingga harapannya ia mampu memahami variabel-variabel yang bakal mewarnai masa depannya serta mampu menentukan alternatif kehidupan masa depan. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

  • Mahasiswa IAIN Kudus PPL Plus ‘Mondok’ di PPSA

    Mahasiswa IAIN Kudus PPL Plus ‘Mondok’ di PPSA

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Para santri PPSA antusias menyimak pemaparan materi dari mahasiswa PPL IAIN Kudus  GEMBONG-Ada yang berbeda dengan Praktik Pengalaman Laangan (PPL) IAIN Kudus di MTs. Al Ma’arif Gembong. Pasalnya, mahasiswa yang menjalani PPL di madrasah ini sekaligus ‘mondok’ di Pones Shofa Az Zahro’ Gembong.  Sebanyak 12 mahasiswi dan mahasiswa IAIN Kudus menjadikan Ponpes Asuhan KH. Imam […]

  • Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    Naharul Ijtima’ di “Kampung Ace” Cabak Tlogowungu

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Warta NU; Sehabis sholat Jum’at,6 Maret 2015 Pengurus Harian PCNU Pati bergegas menuju kantor untuk Turba ke ranting dan MWC se-kab. Pati. Kebetulan pada acara Naharul Ijtima’ yang pada jum’at kali ini giliran di MWC Tlogowungu. Masjid yang dipilih sebagai tempat pertemuan adalah Masjid Al Ikhlas Ds. Cabak Kec. Tlogowungu yg merupakan desa penghasil buah […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Sabet Medali Emas dalam Ajang AISEEF 2024

    Siswa MA Salafiyah Kajen Sabet Medali Emas dalam Ajang AISEEF 2024

    • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, torehkan prestasi di tingkat internasional. Mereka adalah Tsalisa Chulaili Sahri Nova, Yoga Dimas Saputra, Dwi Erfiyan Sadewa, Achmad Najmi Zidan, dan Muhammad Jihaduddin Lathif. Lima siswa dari tim riset MA Salafiyah Kajen yang duduk di kelas XI dan XII itu baru saja […]

  • Ikuti Intruksi PC, MWC Tayu Segera Benahi Pengurus Ranting

    Ikuti Intruksi PC, MWC Tayu Segera Benahi Pengurus Ranting

    • calendar_month Sab, 21 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    TAYU-Pengurus MWC-NU Tayu menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan para Pengurus Ranting se-Kecamatan Tayu, Jumat (20/9). Setidaknya, ada 23 perwakilan Ranting NU yang menghadiri Rakor di gedung MTs. PIA lantai 2 tersebut. “Ada 23 utusan Ranting yang hadir ditambah dengan beberapa pengurus MWC” ungkap Ulum Sholeh, sekretaris MWC NU Tayu. gedung MTs. PIA Tayu, lokasi Rakor […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb  Pak ustadz, akhir akhir ini saya bingung dengan ibadah saya, apakah benar apa salah sebab banyak yang tak sepadan dengan mereka yang menamakan ahli tafsir, karena banyak yang mengikuti kajiannya ditempat saya, kami mohon solusinya pak. Jono boyolali Wassalamualiakum Wr Wb Terima kasih atas pertanyaannya pak jono. Jika ibadah bapak sudah sesuai […]

expand_less