Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

Ini Wejangan Ketua PCNU Pati untuk Warga Nahdliyyin

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
  • visibility 406
  • comment 0 komentar

GUNUNGWUNGKAL-Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gunungwungkal Senin (15/6) malam masih hangat. Warga Nahdliyyin Gunungwungkal kini memiliki ketua baru. Terpilihnya KH. M. Faishol sebagai pimpinan tanfidziyah (pelaksana) NU Gunungwungkal merupakan angin segar bagi pergerakan NU kedepan.

Pasalnya tokoh muda energik seperti KH. M. Faishol memang sangat dinantikan gebrakannya di masyarakat. Momentum ini salah satunya dimanfaatkan oleh Ketua PC-NU Pati, K. Yusuf Hasyim. Dorongan moril terlontar dari K. Yusuf yang memiliki kesamaan sebagai tokoh muda. Dalam sambutannya yang penuh semangat, beliau memberikan beberapa wejangan bukan hanya kepada pengurus baru MWC-NU Gunungwungkal tapi untuk warga NU seluruhnya.

Dua hal penting yang ditekankan oleh K. Yusuf adalah penguatan ajaran akidah islam ala ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyyah dan ajakan kepada semua warga nahdliyyin untuk turut serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seruan tersebut disampaikan melalui kalimat persuasi yang teduh dan mudah dicerna masyarakat luas.

Menurut K. Yusuf, ajakan ini sangat penting sebab akhir-akhir ini banyak bermunculan faham-faham radialisme yang mengatasnamakan islam. Bukan hanya itu, beliau juga memaparkan bahwa penyebaran radikalisme dalam islam juga berdampak pada keinginan segelintir orang untuk membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini dirasa sangat berbahaya karena rawan campur tangan asing. NU sebagai pelopor ajaran wasathiyyah (moderat) berkomitmen untuk senantiasa menyuarakan dukungannya terhadap NKRI.

“Yang perlu kita perkuat adalah akidah kita, akidah ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyyah. Ingat! Pakai an nahdliyyah. Kedua, mari perkuat juga kecintaan kita terhadap NKRI” ujar K. Yusuf dalam sambutannya.

Agaknya masyarakat yang hadir juga terbawa suasana semangat yang secara gamblang disajikan oleh K. Yusuf. Setiap kali beliau berteriak “NKRI!” maka semua hadirin tanpa terkecuali menjawab “HARGA MATI”.

Jargon ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta warga NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab menurut K. Yusuf, selama ini hanya NU-lah ormas islam Indonesia yang masih gigih mempertahankan NKRI.

Pelantikan MWC Gunungwungkal

“Terbukti memang kita yang paling gigih. Bukan berarti yang lain tidak gigih, tapi yang paling menampakkan kegigihan mempertahankan NKRI hanya NU” ungkap K. Yusuf dalam momen lainnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3-habis)

    Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3)

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah terpilih lagi sebagai Ketua PCNU Pati masa Khidmat 2024-2029, KH. Yusuf Hasyim segera menyusun program kerja (Proker). Penyusunan Proker ini, menurutnya didasarkan pada evaluasi Lembaga dan Pengurus Harian masa khidmat sebelumnya. Selain pelayanan dan networking, Kiai Yusuf bertekad untuk menjaga aset NU, baik fisik maupun non fisik. “Aset NU itu sangat […]

  • Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

    Mahasiswa Jogja Adakan Sarasehan Bahas Tasawuf Weton

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Gus Luthfi Mustofa (paling kiri) semangat memberikan materi ‘Tasawuf Weton’ dibawah bendera Matan. YOGYAKARTA – Mahasiswa Ahlut Thariqoh Al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Yogyakarta menggelar Rotiban dan sarasehan di Selasar Masjid Kampus UIN Sunan Kalijaga Yigyakarta, Sabtu (11/12) lalu.  Acaara bertajuk ‘Majelis Lidz-Dzikr Rotib al Haddad dan Sinau Bareng’ tersebut merupakan agenda rutin Matan. Tema […]

  • Porsema XIII Wonosobo Meriah! Seni Warok Lengger dan Tari Topeng Sukses Hibur Penonton

    Porsema XIII Wonosobo Meriah! Seni Warok Lengger dan Tari Topeng Sukses Hibur Penonton

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

      Wonosobo – Suasana Alun-Alun Wonosobo pada Kamis malam (11/9/2025) menjadi semakin meriah dengan hadirnya pertunjukan rakyat bertajuk Seni Warok Lengger dan Tari Topeng khas Kabupaten Wonosobo. Acara ini merupakan rangkaian dari Porsema XIII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah yang tengah digelar di Kabupaten Wonosobo. Ratusan penonton memadati arena untuk menyaksikan atraksi seni […]

  • PCNU-PATI

    Hasil Keputusan Kombes 2012

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Buku hasil Munas Alim Ulama dan Mubes NU memiliki dua nilai penting, Pertama dari sisi konten, buku ini memberikan banyak informasi penting tentang hasil Bahtsul Masail yang berhubungan dengan masalah-masalah terkini mengenai hukum pajak, hukum koruptor, dan juga review beberapa Undang-undang. Hal ini sangat penting bagi masyarakat Nahdliyyin yang terbiasa menjawab segala persoalan berdasar pada […]

  • PCNU-PATI

    Budayawan Taufik Rahzen : Kata-Kata Dalam Puisi Nuyang Jaimee Disuling Dengan Bertenaga, Menjadi Kita Terjaga

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Minggu, 26/11/2023,-Puisi-puisi karya Nuyang Jaimee  membuat narasi jernih dari silang sengkarutnya peristiwa. Mengangkat kon-teks kedalam teks, dan menjadi percakapan yang bisa didengarkan. “Kata-katanya disuling dengan bertenaga, menjadi kita terjaga,” ujar Budayawan Taufik Rahzen memberikan pendapat karya puisi Nuyang Jaimee dalam buku antologi puisi tunggal Para Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya yang disampaikan di Jakarta, […]

  • Menjawab Adzan di TV

    Menjawab Adzan di TV

    • calendar_month Sel, 20 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

        Pertanyaan : Bagaimana hukumnya menjawab adzan dari Radio ataupun Televisi yang biasa sering kita dengar dan apakah adzannya Radio ataupun Televisi sudah mencukupi sunatnya adzan di tempat itu? Jawaban :Hukum menjawabnya adzan adalah sunat, apabila suara adzan tersebut langsung dari mu`addzinnya, dan apabila dari kasetrekaman maka tidak sunat. Dan adzan tersebut tidak mencukupi […]

expand_less