Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hari Raya Idul Fitri Momentum untuk Saling Memaafkan

Hari Raya Idul Fitri Momentum untuk Saling Memaafkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
  • visibility 282
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Setelah menjalankan Ibadah Ramadan selama sebulan penuh, tiba saatnya umat Muslim di penjuru dunia merayakannya dengan kemenangan yang kita kenal dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih terkenal dengan sebutan lebaran.

Datangnya Idul Fitri ini, tentunya disambut dengan penuh suka-cita oleh seluruh umat Muslim untuk merayakannya dengan cara beranekaragam. Di Indonesia, tradisi lebaran mungkin berbeda dengan Idul Fitri di negeri-negeri lain. Tradisi ini justru lebih meriah, bahkan dari Hari Raya Kurban yang sering disebut juga Hari Raya Akbar.

Sedangkan perayaan Idul Fitri di Indonesia tak cukup dirayakan hanya sehari saja, melainkan lebih dari itu. Di beberapa daerah orang merayakannya lebih dari sepekan. Bahkan, bila kita hitung acara halal bihalal, bisa sebulan penuh. Uniknya lagi, Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tidak hanya dirayakan umat Islam saja, melainkan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.

Hari Raya bukan hanya tentang kebahagiaan dan kemenangan, itu juga adalah waktu untuk merenungkan nilai-nilai luhur, salah satunya adalah memaafkan satu sama lain. Dengan memaafkan satu sama lain, kita bukan hanya bisa merasa lebih baik dalam diri kita sendiri, tetapi juga dapat mempererat hubungan kita satu sama lain dan memperkuat ikatan persaudaraan kita.

Setiap tahun, Idul Fitri adalah kesempatan untuk saling memaafkan. Namun, penting bagi kita semua untuk meminta maaf kepada orang-orang yang kita sayangi, baik itu secara sadar maupun tidak.

Meminta maaf dan memaafkan adalah sikap yang menunjukkan permintaan atau pemberian pengampunan dan pembebasan atas kesalahan kita sendiri dan orang lain. Tindakan memaafkan juga melibatkan kesediaan kita untuk melepaskan dendam dan kebencian kita terhadap orang yang melakukan kesalahan kita, serta memberikan kesempatan dan ruang untuk menjalin kembali hubungan yang telah rusak.

Dan memaafkan dapat membantu seseorang melepaskan beban emosional negatif seperti kemarahan, kesedihan, atau kebencian, sehingga seseorang dapat merasa lebih tenang, bahagia, dan stabil secara emosional. Memaafkan juga dapat menghapus luka di hati seseorang sehingga rasa dendam tidak berlarut-larut.

Oleh karena itu, momentum Hari Raya Idul Fitri ini merupakan momentum untuk saling memaafkan dari pelbagai suku, ras, bahasa, adat-istiadat, dan tanpa terkecuali latar belakang masyarakat. Hal ini juga dijelaskan dalam surat al-hujarat ayat 13 yaitu;

‘manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal dan menghormati.’

Dari ayat di atas sangat jelas, bahwa orang yang paling mulia di antara mereka di sisi-Nya ialah orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Dan siapa yang paling takwa, hanya Allah yang mengetahui.

Dengan demikian, tradisi lebaran yang khas di negeri kita ini sudah sepatutnya diterapkan sebagai suatu tradisi yang memiliki nilai lebih baik dihadapan manusia maupun dihadapan Sang Kholiq. Lebaran untuk melebur dosa kita terhadap Allah sekaligus terhadap sesama.

Dengan begitu, bisa diharapakan diri kita untuk kembali menjadi bersih dari segala dosa dan kembali ke fitrah, untuk kemudian berusaha menjaga kebersihannya dengan menjaga pergaulan dan hubungan baik kita, baik dengan Sang Pencipta maupun dengan sesame hamba-Nya.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 308
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU PCNU) Temanggung menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Selasa (17/6/2025) bertempat di Hall Babussalam NU, Kompleks INISNU Temanggung. Kegiatan ini merupakan forum tertinggi LP Ma’arif NU di tingkat cabang yang bertujuan merancang program kerja jangka pendek tahun 2025 serta program strategis […]

  • Istighotsah Ma’arif Jateng, Bib Umar : Kalau Allah Turun Tangan, Covid Sirna

    Istighotsah Ma’arif Jateng, Bib Umar : Kalau Allah Turun Tangan, Covid Sirna

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Ruang meeting zoom Istighotsah Ma’arif NU Jateng bersama Habib Umar Muthohhar. In frame, R. Andi Irawan, ketua LP Ma’arif NU Jateng saat memberikan sambutan SEMARANG-Dalam rangka berikhtiar memohon keselamatan bangsa dari wabah covid-19, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar istighosah secara virtual, Sabtu (17/7). Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk Istighosah LP Ma’arif NU […]

  • calendar

    3 Kriteria Pemimpin

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalikhin* “Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat satu dari mereka sebagai pemimpin rombongan” (HR. Abu Dawud). Hadits ini begitu menghujam dada, lantaran, penulis baru menyadari bahwa, ungkapan ini hanyalah satu pemantik. Sedangkan efek domino filolofisnya bisa begitu panjang. Maksudnya, begini, Nabi menyabdakan hal remeh temeh itu, agar ummatnya […]

  • Lestarikan Tradisi Ke-NU-an, INISNU Temanggung Lakukan Ziarah ke Pendiri NU

    Lestarikan Tradisi Ke-NU-an, INISNU Temanggung Lakukan Ziarah ke Pendiri NU

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.087
    • 0Komentar

    ‎ ‎Sidoarjo – Selain agenda akademik, rombongan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung juga melaksanakan ziarah ke makam para tokoh pendiri dan ulama besar Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari pelestarian tradisi dan penguatan spiritualitas. ‎ ‎Ziarah dilakukan ke makam Makam Sunan Ampel (Raden Rahmat) di Surabaya, Makam Mbah Shonhaji (Mbah Bolong), dan Makam Mbah Soleh […]

  • Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    Mengoptimalkan Peran NU Untuk Kesejahteraan Sosial

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Penduduk Indonesia mayoritas memeluk agama Islam dan masih banyak yang berfikiran bahwa masalah sosial adalah kehendak Tuhan atau dalam bahasa agamanya disebut taqdir. Kita tidak bisa menghindari istilah taqdir karena istilah tersebut sudah popular di kalangan umat Islam. Jika ada masalah muncul yang sulit untuk diatasi, maka itu kehendak Tuhan atau taqdir. Jadi, peran Tuhan […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Selasa, 28/3. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

expand_less