Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hari Raya Idul Fitri Momentum untuk Saling Memaafkan

Hari Raya Idul Fitri Momentum untuk Saling Memaafkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Setelah menjalankan Ibadah Ramadan selama sebulan penuh, tiba saatnya umat Muslim di penjuru dunia merayakannya dengan kemenangan yang kita kenal dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih terkenal dengan sebutan lebaran.

Datangnya Idul Fitri ini, tentunya disambut dengan penuh suka-cita oleh seluruh umat Muslim untuk merayakannya dengan cara beranekaragam. Di Indonesia, tradisi lebaran mungkin berbeda dengan Idul Fitri di negeri-negeri lain. Tradisi ini justru lebih meriah, bahkan dari Hari Raya Kurban yang sering disebut juga Hari Raya Akbar.

Sedangkan perayaan Idul Fitri di Indonesia tak cukup dirayakan hanya sehari saja, melainkan lebih dari itu. Di beberapa daerah orang merayakannya lebih dari sepekan. Bahkan, bila kita hitung acara halal bihalal, bisa sebulan penuh. Uniknya lagi, Hari Raya Idul Fitri di Indonesia tidak hanya dirayakan umat Islam saja, melainkan melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat.

Hari Raya bukan hanya tentang kebahagiaan dan kemenangan, itu juga adalah waktu untuk merenungkan nilai-nilai luhur, salah satunya adalah memaafkan satu sama lain. Dengan memaafkan satu sama lain, kita bukan hanya bisa merasa lebih baik dalam diri kita sendiri, tetapi juga dapat mempererat hubungan kita satu sama lain dan memperkuat ikatan persaudaraan kita.

Setiap tahun, Idul Fitri adalah kesempatan untuk saling memaafkan. Namun, penting bagi kita semua untuk meminta maaf kepada orang-orang yang kita sayangi, baik itu secara sadar maupun tidak.

Meminta maaf dan memaafkan adalah sikap yang menunjukkan permintaan atau pemberian pengampunan dan pembebasan atas kesalahan kita sendiri dan orang lain. Tindakan memaafkan juga melibatkan kesediaan kita untuk melepaskan dendam dan kebencian kita terhadap orang yang melakukan kesalahan kita, serta memberikan kesempatan dan ruang untuk menjalin kembali hubungan yang telah rusak.

Dan memaafkan dapat membantu seseorang melepaskan beban emosional negatif seperti kemarahan, kesedihan, atau kebencian, sehingga seseorang dapat merasa lebih tenang, bahagia, dan stabil secara emosional. Memaafkan juga dapat menghapus luka di hati seseorang sehingga rasa dendam tidak berlarut-larut.

Oleh karena itu, momentum Hari Raya Idul Fitri ini merupakan momentum untuk saling memaafkan dari pelbagai suku, ras, bahasa, adat-istiadat, dan tanpa terkecuali latar belakang masyarakat. Hal ini juga dijelaskan dalam surat al-hujarat ayat 13 yaitu;

‘manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal dan menghormati.’

Dari ayat di atas sangat jelas, bahwa orang yang paling mulia di antara mereka di sisi-Nya ialah orang yang paling bertakwa kepada-Nya. Dan siapa yang paling takwa, hanya Allah yang mengetahui.

Dengan demikian, tradisi lebaran yang khas di negeri kita ini sudah sepatutnya diterapkan sebagai suatu tradisi yang memiliki nilai lebih baik dihadapan manusia maupun dihadapan Sang Kholiq. Lebaran untuk melebur dosa kita terhadap Allah sekaligus terhadap sesama.

Dengan begitu, bisa diharapakan diri kita untuk kembali menjadi bersih dari segala dosa dan kembali ke fitrah, untuk kemudian berusaha menjaga kebersihannya dengan menjaga pergaulan dan hubungan baik kita, baik dengan Sang Pencipta maupun dengan sesame hamba-Nya.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    Majalah Nuansa Rihlah Ke Sekolah-sekolah

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Warta. LTN NU. Baru-baru ini Pimpinan Redaksi Majalah Nuansa Faiz Aminuddin, MA rihlah ke sekolah-sekolah, untuk memperkenalkan ke pelajar Pati dani acara perkenalannya melalui seminar atau pun bedah Majalah. Sehingga dengan begitu para pelajar yang mengikuti akan mengetahui jika  Majalah ini bagus untuk di jadikan referensi. Dalam edisi kali ini, Redaksi sengaja mengankat tema Pertarungan politik […]

  • 7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

      Prosesi pelantikan tujuh PAC Pergunu di Pendopo Yayasan Jabalnur, Tlogowungu. PATI – Tujuh kepengurusan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)  di Kabupaten Pati  masa khidmat 2021-2026  resmi dilantik oleh PW Pergunu Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021) kemarin. Tujuh PAC yang dilantik pada tahap pertama ini ialah PAC Pergunu Kecamtan Cluwak, Gembong, Gunungwungkal, Pucakwangi, […]

  • Hari Ini IPMAFA Terjunkan 206 Mahasiswa KKN

    Hari Ini IPMAFA Terjunkan 206 Mahasiswa KKN

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PATI-Senin, 22/7 Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menerjunkan sebanyak 206 Mahasiswanya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua kecamatan, yakni Cluwak dan Dukuhseti. Acara yg berlangsung di aula Kecamatan Cluwak tersebut dihadiri oleh Bappeda Pati, Muspika Cluwak, camat dukuhseti, civitas akademika IPMAFA, para kepala desa, serta seluruh mahasiswa KKN. Prosesi penyerahan mahasiswa KKN […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 2.018
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

  • RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pamflet Kompetisi Santri 4.0  buah Kerja sama RMI NU dan Amazon Web Service. JAKARTA- Robithoh Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) merupakan lembaga di bawah payung NU yang menaungi pesantren-pesantren NU di Indonesia. Baru-baru ini, RMI NU menyelenggarakan program yang cukup mengesankan.  Dengan menggandeng Amazon Web Service (AWS) anak perusahaan teknologi multinasional asal Amerika, Amazon Inc., […]

  • PCNU-PATI Photo by sam sul

    Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi […]

expand_less