Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran NU dalam Menanggulangi Bencana

Peran NU dalam Menanggulangi Bencana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 9 Des 2023
  • visibility 428
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Lingkungan pada dasarnya merupakan tempat untuk tempat tinggal maupun bisa juga diartikan tempat untuk bercocok tanam. Sehingga lingkungan memiliki arti yang sangat luas. Oleh karena itu, lebih spesifik lingkungan di sini yang dimaksud adalah lingkungan ekosistem yang ada di sekitar kita.

Dimana dalam hal ini, penting sekali untuk menjaga ekosistem dari kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam maupun olah oknum tangan manusia. Karena dengan menjaga kelestarian alam, baik melakukan reboisasi, buang sampah pada tempatnya, dan melakukan normalisasi. Dari beberapa Langkah tersebut, tentunya bisa meminimalisir terjadinya bencana dan lingkungan tetap terjaga.

Maka dalam hal ini peran NU sebagai organisasi masyarakat terbesar di dunia, tentunya sangat vital dalam menanggulangi bencana. Melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LBM) NU bahu-membahu untuk mengurai bencana baik itu berbentuk sosial, moral, dan bencana alam lainnya.

NU bersama LPB terus melancarkan gerakan menyelesaikan problem-problem sosial yang kaitannya dengan kerusakan alam seperti adanya banjir, gempa, tanah lonsor, kebakaran hutan, dan jenis bencana lainnya. Maka dengan begitu, peran NU dalam bidang lingkungan bisa tersampaikan melalui program dan kegiatan yang diusung oleh LPB NU.

Selain hal yang disebutkan di atas, penaggulangan bencana yang dilakukan oleh NU juga dilakukan dengan pendekatan agama. Berbagai bencana yang terjadi secara beruntun yang hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia telah melahirkan banyak pandangan masyarakat baik yang positif dan negatif perihal bencana, bagaimana sesungguhnya bencana ditinjau dari sudut pandang Islam. Hal ini sangat relevan karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikenal religius dan merupakan negara dengan berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Meluruskan berbagai pandangan masyarakat ini sangat penting karena sudut pandang keagamaan masyarakat akan sangat berhubungan dengan sejauh mana masyarakat menentukan sikap dan langkah dalam menaggapai atau merespon bencana yang telah terjadi atau yang mungkin akan terjadi.

Adapaun langkah-langkah dalam upaya penanggulanagan bencana agar dapat berjalan efektif dan efesien perlu diintegrasikan dengan pendekatan agama. Di sinilah diharapkan lahir wacana dan implementasi penanggulangan bencana dalam prespektif yang lebih bersifat holistic yaitu pendekatan bio-psychosocial-spiritual.

Penanggulangan bencana dalam prekpektif hukum Islam adalah wajib dilakukan bahkan dapat digolongkan dalam kategori fardlu (lebih dari wajib). Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip dalam hukum Islam, diantaranya. Pertama, segala upaya dan sarana yang dapat menimbulkan bencana harus dicegah. Kedua, segala upaya dan sarana dapat menghindarkan bencana harus dilakukan baik yang bersifat fisik maupun rohani. Ketiga, sesuatu yang tidak dapat dilakukan secara keseluruhan, jangan ditinggalkan semua.  Keempat, Harus diambil alternative yang paling sedikit/kecil resikonya.

Oleh karena itu, dengan mengetahui cara pandang keagamaan dalam menanggulangi bencana, maka tidak hanya dari lembaga NU saja yang harus berpartisipasi. Akan tetapi perlu adanya partisipasi baik dari masyarakat, pemerintah untuk saling bahu-membahu membantu dalam melakukan gerakan penanggulangan bencana.

Karena tanpa adanya kesadaran dan partisipasi dari elemen masyarakat, tentunya penanggulangan bencana yang dirancangkan tidak akan berjalan semestinya. Dengan demikian dibutuhkan bantuan dan partisipasi dari semua elemen Masyarakat untuk salaing terlibat dan membantu, agar bencana yang ada di Indonesia bisa teratasi dan ada solusinya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Literasi Digital Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.984
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Masih pentingkah literasi digital saat bulan Ramadan? Ya, penting lah. Jawaban singkat ini saya jawab sendiri dari pertanyaan yang saya buat sendiri. Meski bulan suci Ramadan selalu datang membawa jeda, koma, waktu rehat sejenak, atau sebutan lain. Apa maksudnya? Jeda dari tradisi makan dan tradisi minum, dari marah, dari kesibukan dunia, […]

  • 7000 Makan Gratis untuk Peserta dan Official Porsema disiapkan PCNU Kabupaten Semarang

    7000 Makan Gratis untuk Peserta dan Official Porsema disiapkan PCNU Kabupaten Semarang

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang akan menyiapkan makan gratis untuk 7000 peserta dan official Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII yang bertempat di Kabupaten Semarang pada 9-12 Februari 2023 besuk. Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan di sela-sela kegiatan manaqiban dan doa […]

  • Ketika Islam Hanyalah Jasad Tanpa Ruh

    Ketika Islam Hanyalah Jasad Tanpa Ruh

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • Ajarkan Cinta NKRI, RA KH. Hasyim Asy’ari Gentan Ajak Siswa ke LANUD

    Ajarkan Cinta NKRI, RA KH. Hasyim Asy’ari Gentan Ajak Siswa ke LANUD

    • calendar_month Sel, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Sukoharjo – Raudhatul Athfal KH. Hasyim Asy’ari Gentan Bendosari, Sukoharjo, melakukan kunjungan ke Lapangan Udara Adi Udara (LANUD) Adisumarmo Surakarta. Kepala RA KH. Hasyim Asy’ari, Tri Maryati, S.Pd mengatakan Kegiatan Wisata Edukasi merupakan program sekolah yang menggabungkan kegiatan wisata atau refreshing dengan memasukkan muatan materi pembelajaran di dalamnya. “Kegiatan kunjungan ke Lapangan Udara Adi […]

  • Akhir Kepengurusan, LP. Ma'arif Berikan Ma'arif NU Jateng Awards

    Akhir Kepengurusan, LP. Ma’arif Berikan Ma’arif NU Jateng Awards

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

      Semarang – Bertempat di Hotel Muria Semarang, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023 memberikan penghargaan kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota dalam kegiatan Ma’arif NU Jateng Awards pada Sabtu (9/3/2024). Hadir Ketua dan jajaran pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota se […]

  • Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto* KH Abdurrohman Wahid yang sering kita kenal dengan panggilan akrabnya Gus Dur merupakan sosok guru besar bangsa, nasionalis, humoris, dan merakyat. Gus Dur juga terkenal sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat yang pemekiran dan sikapnya menunjukkan kepada kepedulian terhadap nasib rakyat di tengah dinamika pembangunan nasional. Selain itu juga Gus Dur terkenal dengan […]

expand_less