Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
  • visibility 408
  • comment 0 komentar

Pesantren pada umumnya lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsen dalam transformasi keilmuan di bidang keagamaan. Anggapan ini bukannya tidak beralasan, karena kegiatan yang berlangsung saban harinya secara intensif adalah pada kajian hafalan, sorogan dan bandongan.

Model pengajian ini sudah lazim berlaku di berbagai pesantren di Indonesia. Sehingga tidak menafikan apabila mayarakat menilai kalau pesantren adalah sumber dari khazanah kajian klasik dalam bidang keagamaan.

Meskipun pada umumnya pesantren lebih konsen dalam kajian keagamaan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pesantren juga mampu memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata dalam mengangkat ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat.

Adapun model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di lingkungan pesantren tentunya berbeda dengan model pemberdayaan dari pemerintah. Akan tetapi pada esensinya adalah sama yakni sama-sama mengentaskan kemiskinan dan memberikan penyadaran kepada masyarakat. Mengingat banyak sekali masyarakat yang masih terbelakang dan mengalami bentuk ketimpangan sosial. Maka, dengan adanya bentuk ketimpangan sosial di lingkungan masyarakat, memantik dan mengundang banyak lembaga dan stakeholder untuk bergerak dalam melakukan aksi pemberdayaan mayarakat.

Salah satunya adalah dari lingkungan pesantren, di mana pesantren tidak hanya memberikan kajian keagamaan kepada para santri, tetapi juga turut andil dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam bentuk penyadaran dan pemberdayaan masyarakat.

Maka, yang lebih penting dari semua program pemberdayaan adalah harus sesuai dengan potensi. Karena dengan berbasis potensi, masyarakat akan paham dan mampu dalam memaksimalkan potensi yang ada. Mengingat potensi bisa digali apabila dalam proses pengelolaannya dilakukan secara kontinyu.

Oleh sebab itu, peran pesantren dalam hal ini sebagaimana dijelaskan oleh KH. Sahal Mahfudh dalam bukunya Nuansa Fiqh Sosial dijelaskan, bahwa “salah satu kegiatan yang dianggap baru oleh kalangan masyarakat pesantren adalah pengembangan masyarakat. Di mana pengembangan masyarakat bertujuan pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, dengan melakukan pendekatan kebutuhan dan permasalahan mayarakat sebagi subjek atau objek.

Sedangkan kebutuhan masyarakat itu selalu berkembang dan permasalahan masyarakat pun hampir tidak pernah absen di semua lapisan, baik secara moril maupun materiil. Dengan demikian, pengembangan masyarakat akan selalu mendapatkan tempat sepanjang masa di masyarakat mana pun, baik di kota maupun di desa yang masih bersifat agraris maupun masyarakat industri.”

Namun jika pesantren ingin berhasil dalam melakukan pengembangan masyarakat yang salah satu dimensinya adalah pengembangan sumber daya, maka pesantren harus melengkapi dirinya dengan tenaga yang terampil dalam mengelola sumber daya yang ada di lingkungan masyarakat. Karena sumber daya manusia merupakan kunci sukses dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, pesantren yang mampu mengembangkan dua potensinya, yaitu potensi pendidikan (sosial dan keagamaan) serta potensi kemasyarakatan. Maka pesantren tersebut, bisa diharapkan melahirkan ulama yang tidak saja luas dalam wawasan pengetahuan keagaaman juga luas dalam pemahaman problematika sosial di lingkungan masyarakat.

Oleh sebab itu, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren juga mampu memenuhi tuntunan zamannya dalam rangka pemecahan persoalan kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari adanya kaidah “Al-Muhafadhatu alal qasimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” artinya konsisten mempertahankan budaya lama yang masih relevan dan aktif mengadopsi budaya baru yang lebih baik.

Dengan begitu, harapannya kedepan pesantren bisa mencetak kader yang mumpuni dan mampu memberikan kontribusi serta sumbangsih dalam mengurai problematika sosial yang ada di lingkungan masyarakat. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rembuk Merah Putih, FKPT Jawa Tengah Ajak Suarakan Anti Radikalisme dan Terorisme Melalui Narasi Damai

    Rembuk Merah Putih, FKPT Jawa Tengah Ajak Suarakan Anti Radikalisme dan Terorisme Melalui Narasi Damai

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

      SEMARANG,-Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menyelenggarakan Forum Rembuk Merah Putih di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini mengangkat tema mewujudkan pemuda cerdas, kritis dan cinta tanah air. Ketua FKPT Jawa Tengah Hamidullah Ibda mengatakan Rembuk merah putih merupakan program mandatori Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) melalui FKPT khusus bidang media/humas dan […]

  • PCNU - PATI Photo by Agung Raharja

    Menikah?

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Menikah? Ah, bukan hal baru di telinga Farhan. Sudah sejak lama Nyai Haniva–Mejedik-nya membahas hal itu, tapi tak pernah ditanggapinya dengan serius karena ingin fokus dulu mematangkan ilmu serta hapalan Alqur’an selama di Tarim. Namun, sepertinya kali ini ia tak bisa lagi menganggap itu hal sepele. Nyai Haniva sudah membuatnya berhenti berpetualang dan membahas perjodohan […]

  • Isi Kegiatan Ramadan, 40 Santri PPQ Safiinatunnaja Ikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking

    Isi Kegiatan Ramadan, 40 Santri PPQ Safiinatunnaja Ikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.793
    • 0Komentar

      WONOSOBO – Dalam rangka mengisi kegiatan bulan Ramadan dengan aktivitas yang produktif dan bermakna, sebanyak 40 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Safiinatunnaja Wonosobo bersama para pengurus pesantren mengikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking pada Rabu (4/3/2026) di Pendopo Pondok Pesantren Al Qur’an Safiinatunnaja. Dengan mengusung tema “Menguatkan Lisan, Menata Hati, Cetak Generasi Handal di Era […]

  • Puncak Perayaan Maulid MAMU Dilaksanakan Jumat (8/11) Pagi

    Puncak Perayaan Maulid MAMU Dilaksanakan Jumat (8/11) Pagi

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Gairah Maulif Nabi Muhammad telah merasuki warga nahdliyyin di berbagai tempat. Dari acara sederhana hingga yang bersifat megah telah dilakukan untuk memperingati hari lahir Pemimpin Umat Islam di Dunia ini. Pembacaan maulid Shimtudduror oleh peserta didik MAMU Hari ini, beberapa lembaga mulai melaksanakan peringatan hari milad Nabi Muhammad SAW. Beberapa madrasah juga melakukan hal demikian […]

  • Gus Sholah Wafat, PCNU : Tolong MWC dan Ranting Adakan Sholat Ghoib

    Gus Sholah Wafat, PCNU : Tolong MWC dan Ranting Adakan Sholat Ghoib

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    PATI-Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Nahdlatul Ulama (NU) kembalu berduka berduka atas wafatnya salah satu ulama khos sekaligus cucu pendiri NU, Dr. Ir. K.H. Sholahuddin Wahid. Salah satu foto KH. Sholahuddin Wahid Cucu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari yang aktab disapa Gus Sholah tersebut menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Minggu (1/2) […]

  • Hasil Survei: Kbijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    Hasil Survei: Kebijakan Kenaikan PBB Mengabaikan Prinsip Keadilan Sosial

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    pcnupati.com “98% responden menyatakan bahwa kebijakan Bupati terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat serta mengabaikan prinsip keadilan sosial.” Demikin salah satu temuan dari hasil survei yang dilakukan oleh Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam IPMAFA Pati terhadap Kebijakan Kenaikan PBB pada Perbup No. 8 2025. “Temuan di atas, harus menjadi […]

expand_less