Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
  • visibility 511
  • comment 0 komentar

Pesantren pada umumnya lebih dikenal sebagai lembaga pendidikan yang konsen dalam transformasi keilmuan di bidang keagamaan. Anggapan ini bukannya tidak beralasan, karena kegiatan yang berlangsung saban harinya secara intensif adalah pada kajian hafalan, sorogan dan bandongan.

Model pengajian ini sudah lazim berlaku di berbagai pesantren di Indonesia. Sehingga tidak menafikan apabila mayarakat menilai kalau pesantren adalah sumber dari khazanah kajian klasik dalam bidang keagamaan.

Meskipun pada umumnya pesantren lebih konsen dalam kajian keagamaan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pesantren juga mampu memberikan sumbangsih dan kontribusi nyata dalam mengangkat ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat.

Adapun model pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di lingkungan pesantren tentunya berbeda dengan model pemberdayaan dari pemerintah. Akan tetapi pada esensinya adalah sama yakni sama-sama mengentaskan kemiskinan dan memberikan penyadaran kepada masyarakat. Mengingat banyak sekali masyarakat yang masih terbelakang dan mengalami bentuk ketimpangan sosial. Maka, dengan adanya bentuk ketimpangan sosial di lingkungan masyarakat, memantik dan mengundang banyak lembaga dan stakeholder untuk bergerak dalam melakukan aksi pemberdayaan mayarakat.

Salah satunya adalah dari lingkungan pesantren, di mana pesantren tidak hanya memberikan kajian keagamaan kepada para santri, tetapi juga turut andil dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat dalam bentuk penyadaran dan pemberdayaan masyarakat.

Maka, yang lebih penting dari semua program pemberdayaan adalah harus sesuai dengan potensi. Karena dengan berbasis potensi, masyarakat akan paham dan mampu dalam memaksimalkan potensi yang ada. Mengingat potensi bisa digali apabila dalam proses pengelolaannya dilakukan secara kontinyu.

Oleh sebab itu, peran pesantren dalam hal ini sebagaimana dijelaskan oleh KH. Sahal Mahfudh dalam bukunya Nuansa Fiqh Sosial dijelaskan, bahwa “salah satu kegiatan yang dianggap baru oleh kalangan masyarakat pesantren adalah pengembangan masyarakat. Di mana pengembangan masyarakat bertujuan pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, dengan melakukan pendekatan kebutuhan dan permasalahan mayarakat sebagi subjek atau objek.

Sedangkan kebutuhan masyarakat itu selalu berkembang dan permasalahan masyarakat pun hampir tidak pernah absen di semua lapisan, baik secara moril maupun materiil. Dengan demikian, pengembangan masyarakat akan selalu mendapatkan tempat sepanjang masa di masyarakat mana pun, baik di kota maupun di desa yang masih bersifat agraris maupun masyarakat industri.”

Namun jika pesantren ingin berhasil dalam melakukan pengembangan masyarakat yang salah satu dimensinya adalah pengembangan sumber daya, maka pesantren harus melengkapi dirinya dengan tenaga yang terampil dalam mengelola sumber daya yang ada di lingkungan masyarakat. Karena sumber daya manusia merupakan kunci sukses dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, pesantren yang mampu mengembangkan dua potensinya, yaitu potensi pendidikan (sosial dan keagamaan) serta potensi kemasyarakatan. Maka pesantren tersebut, bisa diharapkan melahirkan ulama yang tidak saja luas dalam wawasan pengetahuan keagaaman juga luas dalam pemahaman problematika sosial di lingkungan masyarakat.

Oleh sebab itu, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia. Pesantren juga mampu memenuhi tuntunan zamannya dalam rangka pemecahan persoalan kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari adanya kaidah “Al-Muhafadhatu alal qasimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” artinya konsisten mempertahankan budaya lama yang masih relevan dan aktif mengadopsi budaya baru yang lebih baik.

Dengan begitu, harapannya kedepan pesantren bisa mencetak kader yang mumpuni dan mampu memberikan kontribusi serta sumbangsih dalam mengurai problematika sosial yang ada di lingkungan masyarakat. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Literasi Digital Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.208
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Masih pentingkah literasi digital saat bulan Ramadan? Ya, penting lah. Jawaban singkat ini saya jawab sendiri dari pertanyaan yang saya buat sendiri. Meski bulan suci Ramadan selalu datang membawa jeda, koma, waktu rehat sejenak, atau sebutan lain. Apa maksudnya? Jeda dari tradisi makan dan tradisi minum, dari marah, dari kesibukan dunia, […]

  • PCNU-PATI

    LAZISNU Pati, Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangsumber, Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Senin (1/11) lalu. Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Winong selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari […]

  • LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur'an Gembong

    LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur’an Gembong

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 658
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU  Kabupaten Pati menggelar kegiatan pembinaan pertanian di Pesantren Nurul Quran Gembong, Jumat (24/1/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Ketua LPPNU Pati, Sutrisno, dan Instruktur Pelatihan, K. Ali Mustofa. Mereka memberikan materi tentang pentingnya melinial mengenal pertanian. Mulai dari cara olah tanah, menanam cabai, sawi, tomat, […]

  • PCNU-PATI Photo by vihaels

    Pohon

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Air, tanah, angin dan pohon adalah satu dari kesatuan. Mereka komponen saling mengisi satu dengan lainnya. Jika salah satunya ada yang lebih dominan atau pun ada ketimpangan, maka kondisi alam menjadi tak stabil. Saat angin puting beliung hadir, menunjukkan keeksistensinnya; maka pohon menjadi pemecah angin tersebut agar tak bergerombol. Dengan […]

  • Traninning Keuangan Lazisnu, PWNU Targetkan Kedaulatan Ummat

    Traninning Keuangan Lazisnu, PWNU Targetkan Kedaulatan Ummat

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Trainning manajemen Keuangan berbasi Nucos di Hotel Kledung Pass Temanggung TEMANGGUNG –  PC Lazisnu Pati kirim dua delegasi untuk Training Manajemen Keuangan berbasis NUCOS (Nahdlatul Ulama Operating System) yang diselenggarakan oleh PW Lazisnu Jawa Tengah.  Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 Desember 2021 ini mengambil tema Akuntabilitas Keuangan Menuju Amil Profesional. Digelar di Hotel Kledung […]

  • Patut Ditiru, Pelajar NU Pagerharjo Ajak Warga Hidupkan Sholawat

    Patut Ditiru, Pelajar NU Pagerharjo Ajak Warga Hidupkan Sholawat

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Para kader IPNU sedang melantunkan sholawat dalam agenda rutin ‘Berjanjenan Sarebg Rekan IPNU’, Senin (6/9) WEDARIJAKSA – Keluarga besar IPNU Pagerharjo baru saja menggelar acara bertajuk ‘Berjanjenan Bareng Sareng Rekan IPNU’ yang ke-5 kalinya, Senin (6/9). Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan cinta pelajar NU kepada Nabi Muhammad SAW. Dimulai Ba’dal Isya’ dan bertempat di Musholla […]

expand_less