Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bahasan Suluk Maleman Kali ini Sujud di Tengah Guncangan Zaman

Bahasan Suluk Maleman Kali ini Sujud di Tengah Guncangan Zaman

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 10.168
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id Sujud secara semantik bermakna ketundukan mutlak, kepatuhan dan merendahkan diri baik secara jasadi mau pun ruhani. Bila Islam dimaknai penyerahan mutlak kepada Allah, maka sujud adalah manifestasi puncaknya. Bila Islam dimaknai kedamaian, maka sujud adalah bentuk paling sempurna untuk meraihnya.
Ini diungkapkan Anis Sholeh Ba’asyin sebagai simpul penjelasannya dalam Suluk Maleman bertajuk “Sujud, Semesta Sujud; Manusia, Kalang Kabut” pada Sabtu (14/3) kemarin. Dia menjelaskan bahwa semesta, mulai dari materi, tumbuhan hingga binatang, bahkan seluruh unsur pembentuk tubuh kita sebagai manusia tidak pernah tidak dalam kondisi bersujud; hanya kesadaran manusia yang punya dua kemungkinan: ikut bersujud bersama bersama seluruh elemen semesta, atau berjalan mendongak dengan kepongahannya.
Anis kemudian menjelaskan bahwa sejak awal, peradaban modern dibangun dengan dua keangkuhan: pertama, mengganggap manusia sebagai pusat semesta. Kedua, materi sebagai satu-satunya fakta. Kedua landasan ini membuat kerapuhan bawaan peradaban yang di bangun manusia, menjadi tampak semakin nyata.
“Dua landasan yang sangat rapuh tersebut, hanya menegaskan kembali bahwa apa-apapun yang dibangun manusia, bila tidak mengikatkannya dengan Allah, akan selalu bernasib persis rumah laba-laba,” tegas Anis.
Seperti diketahui, konstruksi rumah laba-laba adalah kontruksi bangunan terkuat. Mampu menahan beban berlipat meski disusun dengan jaringan yang lebih tipis dari benang. Tapi kenyataannya, cukup dengan sentuhan ringan tangan bayi sekali pun, rumah tersebut akan porak-poranda. Menurut Anis, dari sinilah asal-usul istilah kalang-kabut dalam bahasa Indonesia, yakni kal-ankabut, seperti laba-laba.
Anis menyebut bahwa peradaban modern banyak menanamkan ilusi dalam kesadaran kita semua. Salah satu ilusinya adalah kebahagiaan bisa diraih dengan kelimpahan material, dengan kekayaan. Padahal salah satu teori ekonomi menyebut bahwa kesenangan hanya akan didapat ketika manusia memperoleh sesuatu untuk pertama kali.
Pertama punya motor orang akan senang, tapi yang kedua, ketiga dan seterusnya kesenangan itu sudah hilang, Demikian juga untuk barang-barang lain. Itu pun masih dengan mereduksi makna kebahagiaan hanya sekadar kesenangan.
“Dunia mengajarkan kita untuk mengejar ilusi bermegah-megahan. Bermegah-megahan kita anggap akan memberi kebahagiaan. Padahal itu hanya fatamorgana. Saat dikejar tidak akan pernah sampai, bila kita terus mengejarnya hanya akan memperoleh lelah sampai ajal menjemput,” terang dia.
Obsesi mengejar ilusi, membuat manusia lupa pada anak, keluarga, tetangga, bahkan negara.
“Para maling koruptor itu lupa pada negaranya. Mereka hanya memperkaya diri dan keluarganya. Mereka hanya ingin bermegah-megahan sampai lupa bahwa di depannya lubang kubur menantinya,” satir Anis.
“Ramadan adalah momentum terbaik untuk bermuhasabah, untuk mengembalikan kemanusiaan di tengah carut marut peradaban saat ini. Salah satunya, kita diajari untuk berhenti mengejar dunia; karena itu hanya akan membuat kita kalang kabut dan akhirnya dibuat hina di dunia,” lanjut Anis.
Anis menambahkan, salah satu cara agar tak terjerumus yakni dengan sujud.
“Sujud meletakkan kepala di tanah atau tempat paling rendah menjadi ekspresi paling sempurna dari ungkapan keIslaman dimana berarti menyerah pada Allah dan membuat diri kita damai,” ucap dia.
Pria yang juga banyak membuat karya sastra itu menyebut, dengan mengingat Allah, maka dapat membuat hati menjadi tenang.
“Bukan berarti lepas dari dunia, namun semua dilakukan dengan tetap mengingat Allah. Sementara puncak keterhubungan dengan Allah adalah ketika sujud. Karena saat sujud, kita kembali disadarkan bahwa pada dasarnya kita bukan siapa-siapa,” tambah dia.
Dalam kesempatan tersebut, Anis juga menyinggung serangan Amerika dan Israel terhadap Iran. Menurut Anis, peperangan ini banyak mengajarkan hal yang besar bagi kita. Salah satunya: Amerika yang dianggap super power dalam pertahanan, justru kewalahan saat melawan Iran. Bangsa yang telah diembargo selama 45 tahun tapi justru mampu berdaulat.
“Puluhan tahun diembargo, tapi tekhnologi Iran mampu berkembang luar biasa. Tanpa perlu tekhnologi Amerika dan Eropa. Dan itu ditunjukkan dalam perang ini, Amerika yang dianggap penguasa militer dunia cukup kerepotan. Salah satunya contohnya, misil-misil yang dibuat dengan biaya murah, hanya puluhan juta, harus dicegat dengan misil-misil bernilai ratusan juta dollar Amerika,” imbuh dia.
Anis menyebut hal itu bisa terjadi karena di Iran nasionalismenya cukup kuat dan ini dikombinasikan dengan semangat keagamaan yang juga mengakar kuat. Adanya serangan dari luar justru membuat rakyatnya semakin bersatu.
“Negeri kita sebenarnya juga punya sejarah kebangsaan yang cukup mengakar. Kita juga punya banyak anak bangsa yang cerdas, kita punya kekayaan alam yang melimpah. Tinggal ke kemauan politik para pemimpin saja yang justru membuat semua potensi ini nyaris terbuang percuma,” ucap dia.
Hampir 3,5 jam pengajian yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut berlangsung, membuat jamaah yang mengikutinya secara langsung maupun melalui berbagai kanal media sosial terlarut menyimaknya. Musik Sampak GusUran juga menjadi penghangat jalannya Suluk Maleman tersebut.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dan Bambang Mursito dalam NgAllah Suluk Maleman “Sujud, Semesta Sujud; Manusia, Kalang Kabut” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (14/3).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 791
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang pencak silat Pagar Nusa Pati akan mengadakan penyetaraan jurus bagi pelatih. Kegiatan tersebut rencananya akan dilangsungkan di Kantor PCNU Pati 3 September mendatang. Flyer pendaftaran pengesahan pelatih PC Pagar Nusa Pati Namun demikian, pendaftaran sudah mulai dibuka mulai sekarang. Hal ini sengaja dilakukan lebih dini demi memudahkan proses administrasi calon peserta. Kegiatan tersebut […]

  • 20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

    20 Guru Ma`arif dan Ustadz Ikuti Program English Capacity Building for Educators di Pare

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Semarang – Program English Capacity Building for Nahdliyin Educators resmi diluncurkan dan pada 15 November 2024 oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU dan RMI NU Jawa Tengah. Program dan mengirimkan 20 guru untuk mendapatkan pembimbingan di Pare di Camp Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang. Semua Peserta sudah […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Dari pak Siswoyo Bulumanis Pati Assalamualaikum Saya mau tanya pak, mengenai praktek solat istisqo kok tidak dilakukan di masjid saja, malah dilakukan di tempat terbuka seperti alun-alun atau lapangan, apa memang sunnahnya seperti itu? Mohon penjelasannya. Terima kasih Waalaikumsalam Terima kasih atas pertanyaannya. Sholat istisqo` adalah sholat yang  kita lakukan untuk meminta siraman kepada allah […]

  • 3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 616
    • 0Komentar

    PATI – Selasa, 3 September 2019 mendatang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan hadir di alun-alun Pati untuk memimpin acara Pati Bersholawat 1441 H. Kepastian kehadiran Habib kondang asal Surakarta ini disampaikan oleh Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, saat memberikan sambutan dalam acara Istighosah Ulama dan Umara se-Kabupaten Pati, Kamis (22/08) malam di Pendopo […]

  • Lestarikan Tradisi Ke-NU-an, INISNU Temanggung Lakukan Ziarah ke Pendiri NU

    Lestarikan Tradisi Ke-NU-an, INISNU Temanggung Lakukan Ziarah ke Pendiri NU

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.430
    • 0Komentar

    ‎ ‎Sidoarjo – Selain agenda akademik, rombongan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung juga melaksanakan ziarah ke makam para tokoh pendiri dan ulama besar Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari pelestarian tradisi dan penguatan spiritualitas. ‎ ‎Ziarah dilakukan ke makam Makam Sunan Ampel (Raden Rahmat) di Surabaya, Makam Mbah Shonhaji (Mbah Bolong), dan Makam Mbah Soleh […]

  • Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    IPNU IPPNU memimpin barisan jalan sehat pemuda Desa Asempapan Jumat (15/10) kemarin TRANGKIL – Dalam rangka memperingati hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda Desa Asempapan menggelar kegiatan jalan sehat, Jumat (15/10). Aditya Setia Wardani, Sekretaris Panitia mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IJMA’ (Ikatan Jamaah Masjid  Warotsatul Anbiya’), Karang Taruna Panji Satria […]

expand_less