Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Memaknai Santri di Hari Santri

Memaknai Santri di Hari Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
  • visibility 764
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Santri sebagaimana kita pahami merupakan seorang individu yang mempelajari ilmu agama di pesantren. Namun, makna santri juga tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, melainkan meliputi identitas, nilai-nilai, dan sikap hidup yang tercermin dalam kehidupan keseharian mereka.

Sedangkan memaknai santri di hari santri adalah momen penting untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa serta kontribusinya terhadap perkembangan keislaman di Indonesia.

Peringatan ini pada umumnya jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia untuk mengenang Resolusi Jihad yang digagas oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Resolusi ini bertujuan untuk memobilisasi santri dan masyarakat untuk berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kolonial yang terus membombardir di Nusantara. Oleh karena itu, resolusi jihad ini tersebar secara luas baik kepada santri maupun masyarakat untuk jihad dan memukul mundur Belanda.

Makna santri sendiri di Hari Santri juga melampaui sejarah dan perjuangan fisik. Hari ini menjadi pengingat akan peran santri sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Santri adalah simbol kesederhanaan, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi, baik dalam ilmu agama maupun pengetahuan umum.

Kalau kita telisik lebih detail kata “Santri” memiliki makna yang lebih luas. Karena kata santri dalam bahasa Arab terdiri dari lima huruf yakni, Sin, Nun, Ta’, Ra’ dan Ya’.

Pertama, Sin yang memiliki arti Saafiqul Khoir pelapor kebaikan. Seorang santri harus memiliki kebaikan dimanapun ia berada. Karena kebaikan ini akan terus melekat kepada diri santri dimanapun ia berada. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana saafiqul berarti “yang bergegas” atau “yang bersegera,” dan khoir berarti “kebaikan.” Sehingga, saafiqul khoir dapat diterjemahkan sebagai “orang yang bergegas dalam kebaikan.”

Kedua, Nun yang berarti Naasibul Ulama dalam diri santri mengandung konsep yang mendalam tentang hubungan antara santri dan para ulama. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana naasib berarti “penerus” atau “pewaris,” dan ulama berarti “para cendekiawan atau ahli agama.” Dengan demikian, Naasibul Ulama dapat diartikan sebagai “pewaris para ulama.”

Ketiga, Ta’ yang berarti Taarikul Ma’ashi dalam diri santri adalah tentang kesadaran dan komitmen untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan atau perbuatan dosa. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana Taarik berarti “yang meninggalkan” dan Ma’ashi berarti “kemaksiatan” atau “perbuatan dosa.” Jadi, Taarikul Ma’ashi secara harfiah bermakna “orang yang meninggalkan kemaksiatan.” Dalam kehidupan santri, konsep ini menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter mereka.

Keempat, Ra’ yang berarti Raghibun fil khairat mencerminkan semangat yang tinggi dalam diri santri untuk selalu berbuat baik dan mencari peluang untuk melakukan kebaikan, baik dalam bentuk ibadah maupun dalam amal sosial. Santri yang memiliki sifat ini selalu termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif, seperti memperbanyak ibadah, membantu sesama, dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat.

Kelima, Ya’ yang berarti Yarjus salamah fid-dunya wal-akhirah menggambarkan keinginan santri untuk selalu berada dalam perlindungan dan kasih sayang Allah, baik dalam kehidupan di dunia ini maupun setelah kehidupan dunia berakhir, yaitu di akhirat. Keselamatan yang dimaksud mencakup kesehatan, kedamaian, dan perlindungan dari berbagai marabahaya dan kemaksiatan.

Dengan demikian, berbekal dari lima makna di atas, Hari Santri tidak hanya menjadi momen peringatan secara seremonial saja, tetapi juga refleksi untuk terus menguatkan peran santri sebagai (agen of change) atau agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Ajak Warga Pati Sholat Ghoib untuk Mbah Maimun

    PCNU Ajak Warga Pati Sholat Ghoib untuk Mbah Maimun

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    PATI-Indonesia dirundung duka mendalam atas kabar berpulangnya KH. Maimun Zubair, pengasuh Pindok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang. Berita duka ini mulai beredar Selasa (6/8) pagi dari edaran di grup What’sapp. Awalnya banyak yang tidak percaya, namun konfirmasi resmi dari keluarga akhirnya memastikan bahwa KH. Maimun Zubair benar-benar telah berpulang. Imbauan sholat ghoib untuk Mbah Maimun […]

  • Konferensi Bersama, MWC NU, PAC Fatayat, PAC Muslimat, PAC IPNU/IPPNU Kec Sukolilo

    Konferensi Bersama, MWC NU, PAC Fatayat, PAC Muslimat, PAC IPNU/IPPNU Kec Sukolilo

    • calendar_month Sen, 23 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

                Bertepatan dengan tahun baru hijriah 1437 H, 14 Oktober 2015 bertempat di Gedung Haji Sukolilo, telah berlansung acara konferensi bersama pergantian pengurus lama dengan yang baru, acara berlangsung meriah karena yang hadir cukup banyak kurang lebihnya 300 orang terdiri dari peserta konferensi, MWCNU, PAC Muslimat, PAC Fatayat, PAC IPNU/IPPNU. Sedangkan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama […]

  • PCNU-PATI

    NU Peduli Pati Buka Dapur Umum untuk Suplai Makanan Korban Banjir Bandang

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – NU Peduli Pati membuka Dapur Umum di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.  Dapur umum dibuka untuk mensuplai makanan ke para korban bencana banjir bandang di Kabupaten Pati. “Dapur umum dibuka sampai kondisi normal. Jadi berdasarkan situasi,” ungkap Ahmad Qosim, Ketua NU Peduli Pati, Jumat (2/11/2022). Sejauh ini, kata Qosim, dapur umum […]

  • PCNU-PATI

    Bicara Abad ke-2 NU, Gus Yahya: Berdaya Saja Tidak Cukup

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. JAKARTA – Puthut EA, pemilik kanal youtube dan media Mojok.co baru-baru ini mewawancarai Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf.  Dalam video yang tayang Selasa (21/2) kemarin, Puthut menggali secara mendalam seputar pribadi Gus Yahya dan kiprah NU.  Bahkan, selama satu jam empat belas menit, banyak ilmu dan pengetahuan yang divisualisasikan. Di antaranya, makna […]

  • Shalahuddin Al Ayyubi

    Shalahuddin Al Ayyubi

    • calendar_month Sel, 16 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Biografi otoritarif ini menghadirkan sosok Shalahuddin dan dunianya begituDetail dan hidup.Menggambarkan sang tokoh menuju kekuasaan,perjuangannyaMenyatukan faksi-faksi Muslim yang terus bertikai,dan pertempurannya merebutKembali Yerusalem dan mengusir pengaruh Kristen dari tanah Arab,John ManMengeksplorasi kehidupan,legenda,dan warisan abadi sang pemersatu IslamSambil menarik signifikansinya untuk dunia saat ini.

  • PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat, Jadi Pembuka Rangkaian Konferancab X

    PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat, Jadi Pembuka Rangkaian Konferancab X

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

      Tambakromo, 30 Agustus 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tambakromo telah sukses menyelenggarakan acara akbar “PAC GP Ansor Tambakromo Bersholawat” pada Jumat malam, 29 Agustus 2025. Acara yang mengusung tema “Satu Barisan Membangun negeri” dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan Maulidurrasul Muhammad SAW serta selapanan PAC GP […]

expand_less