Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Memaknai Santri di Hari Santri

Memaknai Santri di Hari Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
  • visibility 838
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Santri sebagaimana kita pahami merupakan seorang individu yang mempelajari ilmu agama di pesantren. Namun, makna santri juga tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, melainkan meliputi identitas, nilai-nilai, dan sikap hidup yang tercermin dalam kehidupan keseharian mereka.

Sedangkan memaknai santri di hari santri adalah momen penting untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa serta kontribusinya terhadap perkembangan keislaman di Indonesia.

Peringatan ini pada umumnya jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia untuk mengenang Resolusi Jihad yang digagas oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Resolusi ini bertujuan untuk memobilisasi santri dan masyarakat untuk berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman kolonial yang terus membombardir di Nusantara. Oleh karena itu, resolusi jihad ini tersebar secara luas baik kepada santri maupun masyarakat untuk jihad dan memukul mundur Belanda.

Makna santri sendiri di Hari Santri juga melampaui sejarah dan perjuangan fisik. Hari ini menjadi pengingat akan peran santri sebagai penjaga moralitas dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Santri adalah simbol kesederhanaan, kedisiplinan, dan semangat belajar yang tinggi, baik dalam ilmu agama maupun pengetahuan umum.

Kalau kita telisik lebih detail kata “Santri” memiliki makna yang lebih luas. Karena kata santri dalam bahasa Arab terdiri dari lima huruf yakni, Sin, Nun, Ta’, Ra’ dan Ya’.

Pertama, Sin yang memiliki arti Saafiqul Khoir pelapor kebaikan. Seorang santri harus memiliki kebaikan dimanapun ia berada. Karena kebaikan ini akan terus melekat kepada diri santri dimanapun ia berada. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana saafiqul berarti “yang bergegas” atau “yang bersegera,” dan khoir berarti “kebaikan.” Sehingga, saafiqul khoir dapat diterjemahkan sebagai “orang yang bergegas dalam kebaikan.”

Kedua, Nun yang berarti Naasibul Ulama dalam diri santri mengandung konsep yang mendalam tentang hubungan antara santri dan para ulama. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana naasib berarti “penerus” atau “pewaris,” dan ulama berarti “para cendekiawan atau ahli agama.” Dengan demikian, Naasibul Ulama dapat diartikan sebagai “pewaris para ulama.”

Ketiga, Ta’ yang berarti Taarikul Ma’ashi dalam diri santri adalah tentang kesadaran dan komitmen untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan atau perbuatan dosa. Istilah ini berasal dari bahasa Arab, di mana Taarik berarti “yang meninggalkan” dan Ma’ashi berarti “kemaksiatan” atau “perbuatan dosa.” Jadi, Taarikul Ma’ashi secara harfiah bermakna “orang yang meninggalkan kemaksiatan.” Dalam kehidupan santri, konsep ini menjadi bagian penting dari pendidikan dan pembentukan karakter mereka.

Keempat, Ra’ yang berarti Raghibun fil khairat mencerminkan semangat yang tinggi dalam diri santri untuk selalu berbuat baik dan mencari peluang untuk melakukan kebaikan, baik dalam bentuk ibadah maupun dalam amal sosial. Santri yang memiliki sifat ini selalu termotivasi untuk melakukan hal-hal yang positif, seperti memperbanyak ibadah, membantu sesama, dan berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan sosial di masyarakat.

Kelima, Ya’ yang berarti Yarjus salamah fid-dunya wal-akhirah menggambarkan keinginan santri untuk selalu berada dalam perlindungan dan kasih sayang Allah, baik dalam kehidupan di dunia ini maupun setelah kehidupan dunia berakhir, yaitu di akhirat. Keselamatan yang dimaksud mencakup kesehatan, kedamaian, dan perlindungan dari berbagai marabahaya dan kemaksiatan.

Dengan demikian, berbekal dari lima makna di atas, Hari Santri tidak hanya menjadi momen peringatan secara seremonial saja, tetapi juga refleksi untuk terus menguatkan peran santri sebagai (agen of change) atau agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Gus Dur

    Jejak Gus Dur

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Tadarus Data dan Filter Bubble

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.129
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Kadang, saat judeg ketika nguji tesis atau skripsi mahasiswa, mereka puyeng tak bisa jawab, saya sering iseng tanya dengan pertanyaan receh. Apa yang Anda maksud dengan data? Atau data itu apa? Karena mungkin grogi, atau sudah pening, mahasiswa itu jawab ke mana-mana. Padahal jawabannya simpel, data itu ya informasi. Ya, data itu […]

  • Komitmen Sinergi dengan LP Ma’arif dalam TOT dan Diklat Pembina Komisariat IPNU-IPPNU

    Komitmen Sinergi dengan LP Ma’arif dalam TOT dan Diklat Pembina Komisariat IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang, 27 April 2025 — Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Rekan Muhammad Irfan Khamid, menyampaikan sambutan yang sarat makna dalam kegiatan Training of Trainer (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang diselenggarakan oleh PW IPNU dan IPPNU Jawa Tengah, Jumat–Minggu, 25–27 April 2025, di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang. Acara yang mengusung tema “Bergerak Bersama […]

  • KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    KH. Zuhdi Ketuai Ulama-Ulama se-Kecamatan Gembong

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Suasana pembukaan musyawarah pengurus MWC NU Gembong untuk menentukan pengisian jabatan beberapa pengurus yang wafat dalam masa jabatan GEMBONG – Sejumlah ulama Kecamatan Gembong berkumpul di Aula MTs Al Ma’arif Gembong, Jumat (8/10) siang. Mereka adalah jajaran Syuriyah dan pengurus harian MWC NU Kecamatan Gembong.  Para kiai tersebut sedang bermusyawarah untuk mengisi posisi kepengurusan NU […]

  • PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    PWI Pati Salurkan Air Bersih ke Dua Desa Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 347
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pati masih mengalami krisis air bersih. Di antaranya Kecamatan Pucakwangi. Melihat kondisi ini, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati menggandeng agen LPG mengirimkan bantuan air bersih ke dua desa di wilayah Kecamatan Pucakwangi, yaitu di Desa Plosorejo dan Tanjungsekar, Sabtu (23/9/2023) siang. Masing-masing desa diberikan satu tangki air bersih.  […]

  • Bhineka Tunggal Ika tema Gelar Karya P5

    Bhineka Tunggal Ika tema Gelar Karya P5

    • calendar_month Sab, 9 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

      Tayu. Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Tayu telah di adakan kegiatan Gelar Karya P5 Kelas X dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika” Kamis, 7 November 2024 Salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah bagaimana mengimplementasikan karakter Pancasila dalam sebuah kreativitas tertentu. Ketua P5 Agus Surono, S.Pd.I. mengemukakan bahwa kegiatan Gelar Karya P5 ini diselenggarakan dalam […]

expand_less