Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Fatwa » Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 1 Sep 2016
  • visibility 465
  • comment 0 komentar

Assalamu’alaikum Wr Wb

Saya sering minum minuman yang didalamnya terdapat semut dan kadang – kadang lalat juga yang telah mati, kata teman saya jika bangkai itu kita menceburkannya ke minuman maka tidak boleh diminum. Apakah itu benar ? mohon penjelasannya pak.
Wa’alaikum salam Wr Wb
Bangkai semacam semut dan lalat dalam kitab fiqih dikatakan najis ma’fuwwun ‘anhu (najis yang dimaafkan) maka jika ada bangkai semut jatuh ke dalam air yang sedikit seperti minuman maka minuman tersebut tidak najis dan boleh diminum dengan syarat bangkai tersebut masuk sendiri atau semisal terbawa angin, beda halnya jika ada seseorang yang sengaja menceburkannya maka itu membuat minuman jadi najis dan haram diminum seperti yang diterangkan dalam kitab hasyiah al-bajuri.jadi, yang dikatakan teman anda memang benar.namun dalam kitab bughyatul mustarsyidin dijelaskan bahwa sebagian ulama’ ada yang mengatakan jiki kita memindah gelas yang terdapat bangkai semacam semut kedalam gelas yang lain maka itu tidak mengapa dan minumannya boleh dikonsumsi.dan saya rasa ini adalah hukum yang ringan bagi halayak umum. jadi anda tinggal menyingkirkan bangkai  semut dan meminum airnya. perlu anda ketahui bahwa bangkai semacam semut itu ma’fuwwun ‘anhu (dimaafkan) jika  kasusnya berkaitan dengan air, beda halnya dalam kasus sholat maka najisnnya tidak dima’afkan,oleh karena itu jika ada seorang yang membawa bangkai semut dan semacamnya maka sholatnya tidak sah. wallahu a’lam
Assalamu`alaikum
Sebagaimana telah lazim kita temui, terdapat tulisan salam berupa singkatan. Semisal, Ass…, Askum, Aclmcm, waskum… dll, baik melalui sms maupun surat menyurat dengan berbagai alasan, apakah diperbolehkan menyingkat salam seperti diatas, dan masihkah diwajibkan bagi orang yang disalami untuk menjawab salam tersebut?
Wa`alaikumsalam wr.wb
Salam adalah salah satu penghormatan dalam islam, dan islam mengajarkan pada umatnya akan kesunnahan menyapa dengan salam ketika bertemu karena salam adalah salah satu metode saling mendoakan sesama muslim, adapun memulai salam adalah sunnah sedangkan menjawab salam adalah wajib ketika lafad salam itu sesuai dengan apa yang dianjurkan syara`, pada permasalahan saudara tentang penyingkatan lafad salam itu hukumnya makruh dan sebaiknya untuk merubahnya dengan lafad lafad yang dianjurkan oleh syara` seperti Assalamu`Alaikum Atau Salamun`Alaikum dan salam yang seperti ini yang diwajibkan bagi kita untuk menjawabnya, adapun menjawab salam yang disingkat seperti pada permasalahan saudara itu sudah tidak diwajibkan lagi untuk menjawabnya karena sudah tidak ada lagi unsur doa yang terkadung dalam salam tersebut, dan ketika menjawab salam sebaiknya untuk menambahi salam dengan doa doa lain, marilah kita biasakan untuk saling menyapa dengan salam ketika bertemu sebagai salah satu bentuk syiar islam. Wa`allu`alam.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fida’.

    Fida’.

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

     Telah kita ketahui bersama, bahwa diantara masyarakat kita sering terjadi pelaksanaan bacaan tahlil sebanyak 100.000 kali, atau bacaan sûrat al-ikhlâsh sebanyak 100.000 kali, yang keduanya dikatakan sebagai fida’. Adapun hal tersebut biasanya dimaksudkan untuk mengirim orang yang telah meninggal.   Pertanyaan : Adakah nash Hadits atau keterangan Ulama` yang menerangkan tentang fa’idah tersebut diatas ? […]

  • Konfercab, Mastna-Melisa Nakhoda Baru Pelajar NU Pati

    Konfercab, Mastna-Melisa Nakhoda Baru Pelajar NU Pati

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

      Perwakilan PW IPNU Jateng sedang melakukan penghitungan suara bakal calon ketua IPNU-IPPNU Pati PATI – Konferensi Cabang (Konfercab) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Kabupaten Pati ke XIII mengahasilkan Mastna Zakiyatus Salwa dan Melisa Yusrina sebagai Ketua IPNU dan IPPNU Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut diadakan di Pendopo Desa […]

  • Semua Orang Menjual Diri. Photo by Yassin Mohammadi on Unsplash.

    Semua Orang Menjual Diri

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* “Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.” Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’. Wait, jangan ngeres dulu! Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles […]

  • KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

    • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia. Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH […]

  • PCNU-PATI

    Sarbumusi Sebut Sejumlah Perusahaan Tak Bayar Penuh UMK

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Pati Husaini menyebut masih ada sejumlah perusahaan di Pati yang belum penuhi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) para buruh. Ia menyebutkan ada 5 hingga 10 perusahaan di Pati yang belum memenuhi tanggung jawab tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan secara detail nama perusahaan yang dimaksud. Pernyataan […]

  • Bicara Kaderisasi Era Pandemi, NU Gembong : Militan Saja Nggak Cukup

    Bicara Kaderisasi Era Pandemi, NU Gembong : Militan Saja Nggak Cukup

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 373
    • 0Komentar

    K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong   GEMBONG-Kaderisasi merupakan satu komponen penting dalam organisasi. Hanya dengan kader yang militan dan terdidik, sebuah organisasi bisa tumbuh subur dan eksis. itulah setidaknya yang diungkapkan oleh K. Sholikhin, ketua MWC NU Gembong, Kamis (29/7). “Organisasi bisa panjang umur kalau pengkaderannya baik,” tuturnya. Namun, di masa pandemi ini, pengkaderan dalam […]

expand_less