Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peradaban Minus Manusia

Peradaban Minus Manusia

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
  • visibility 571
  • comment 0 komentar

Pati. Genosida di Palestina adalah bukti terang-benderang betapa manusia tak lagi punya malu untuk memamerkan kebiadabannya.

“Tidak hanya kehilangan rasa malu, tapi malah aktif mengembangkan beragam narasi untuk membendung empati publik internasional terhadap korban mereka. Mulai dari narasi tentang hak mempertahankan diri sampai anti-semitisme,” demikian ujar Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 155 yang berlangsung Sabtu (16/11) kemarin di Rumah Adab Indonesia Mulia.

“Padahal,” lanjut Anis, “bila mengutip Leo Tolstoy, seorang sastrawan besar dari Rusia, manusia baru bisa disebut manusia bila ia mampu merasakan sakit yang diderita orang lain. Dari sudut pandang ini, narasi tersebut pada dasarnya mencoba menjauhkan manusia dari hakikat kemanusiaannya.”

Dalam acara yang bertajuk ‘Dunia Yang Makin Ajaib’ tersebut, Anis menjelaskan betapa peradaban modern makin menjauhkan manusia dari dirinya sendiri. Apa yang terjadi di Palestina pada dasarnya adalah terbukanya kotak pandora yang menunjukkan wajah asli peradaban kita.

“Dengan dilunturkannya kemanusiaan, manusia kehilangan dasar keberadaannya. Dan ini membuat kita lebih dekat ke neraka, dunia mau pun akhirat.”

Budayawan asal Pati itu menyesalkan jika ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini tidak membuat manusia lebih baik justru semakin buruk. Tak sedikit hasilnya yang dipakai untuk memanipulasi kesadaran manusia.

“Jangan sampai kita memasuki masa dimana yang disebut manusia hanya tinggal casingnya saja, wadahnya saja, tapi isinya entah apa,” satirnya.

Anis juga menyinggung apa yang disebutnya sebagai paradoks modernitas. Di satu sisi memberi ilusi kemajuan, lewat teknologinya; sementara sisi lain menunjukkan runtuhnya moralitas.

“Kenapa akhlak manusia sekarang semakin rusak? Karena pengawasan dan pendidikan di dalam keluarga semakin lemah. Orang tua cenderung sibuk di luar untuk memenuhi kebutuhan yang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Lalu siapa yang menanamkan akhlak pada anak?,” ujarnya.

Kenyataan ini kemudian kawin mawin dengan kondisi eksternal berupa tidak jelasnya arah pendidikan, pesatnya perkembangan gawai dan sosmed, yang banyak membawa pengaruh negatif bagi generasi yang tak punya landasan moral yang kokoh.

“Bisakah negara mengatasi itu? Sebenarnya bisa. Cina ternyata menerapkan algoritma tertentu untuk membatasi dampak negatif media sosial,” tegasnya.

Dalam kondisi semacam ini, Anis menyebut pentingnya menanamkan akhlak mulia. Dan itu harus dilatih dari waktu ke waktu.

“Akhlak yang baik ini adalah landasan dasar ketaqwaan. Ketaqwaan membuat kita selalu dalam kondisi waspada, dimana fungsi pendengaran, penglihatan dan hati difungsikan secara maksimal” imbuhnya.

“Tanpa menggunakan itu semua, maka kita menjadi seperti hewan ternak, bahkan lebih buruk lagi. Ternak yang tidak sadar sedang diarahkan ke arah tertentu oleh pengendali di luar dirinya,” imbuhnya menutup dialog.

 

Keterangan foto: Anis Sholeh dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Dunia Yang Makin Ajaib’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (16/11) kemarin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-Pati Photo by Spenser Sembrat

    Sombong

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saban ada sesuatu kejadian atau apa yang tersengaja atau tak di sengaja, saya seringkali menerima komentar atas tulisan saya selama ini. Ada yang mengemukakan apabila tulisan parodi yang sedang saya uraikan, banyak yang terindikasi sombong, arogan, sindiran dan kemudian kemudian yang lainnya. Dan pada akhirnya saya kemudian mengevaluasi satu persatu […]

  • Jika Kematian Menjadi Impian

    Jika Kematian Menjadi Impian

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Kehidupan dan kematian adalah kepastian dan titah Allah bagi semua umat manusia di dunia ini. Kematian merupakan misteri dan momok bagi kebanyakan orang. Tak jarang dari mereka yang lari ketakutan dengan berbagai alasan karena menghindari kematian. Benarkah kematian itu menakutkan, atau justru kematian adalah kenikmatan?Buku karya Prof. Dr. M. Qurasy Shihab ini menjelaskan tentang hakikat hidup […]

  • Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

    Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Fondasi Penguatan Inklusi dan Bahasa Inggris di Sekolah Ma’arif Jateng

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.358
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar satu rangkaian kegiatan terpadu yang mencakup Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kurikulum Berbasis Cinta (PM KBC) An-Nahdliyyah, Program Pendampingan Bahasa Inggris Berstandar Internasional Pearson, serta penyelesaian Modul Pendidikan Inklusi. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis, 14–15 Januari 2026, di Hotel Muria, Kota Semarang. […]

  • Menuju Muktamar Damai: Menakar Peta Jalan Baru dan Paradigma Pembebasan NU ala AS Hikam

    Menuju Muktamar Damai: Menakar Peta Jalan Baru dan Paradigma Pembebasan NU ala AS Hikam

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.347
    • 0Komentar

    KUDUS — Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026, perhatian publik biasanya tertuju pada dinamika kepemimpinan organisasi. Siapa yang akan memimpin menjadi topik yang paling ramai diperbincangkan. Namun, di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus, akhir pekan lalu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengarahkan pada percakapan ke arah yang lebih mendasar: […]

  • Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    Diikuti 28 Ribu Orang, Jalan Sehat Santri Jawa Tengah 2024 Dibuka Gus Rozin dengan Meriah

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

      Semarang – Puncak Acara Resepsi Peringatan Hari Santri Nasional Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah 2024 melalui kegiatan Jalan Sehat Santri Jawa Tengah berlangsung meriah di Lapangan Pancasila Simpanglima, Kota Semarang, pada Ahad (27/10/2024). Ketua PWNU Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin dalam sambutannya menuturkan bahwa total peserta Jalan Sehat Santri Jawa Tengah […]

  • PCNU - PATI

    Ber (Kurban)

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Minggu kemarin adalah hari raya idul adha. Hari raya makan daging. Hari raya nyate bersama, hari raya berharap dapat daging dari yang berkurban, baik dari masjid, mushola atau kolega yang kita kenal. Berharap dan penuh harap, dapat lebih banyak dari pada yang lain. Serentak pada hari itu story Whatshapp, status media sosial baik Facebook dan […]

expand_less