Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
  • visibility 552
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Batasan terkadang memberi tantangan bagi manusia. Ada tantangan yang tak boleh dilewati namun ada pula yang bisa diterobos untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Kesadaran itulah yang penting dibangun dalam pembentukan diri.
Persoalan “Menerobos Batas” dipilih sebagai tema dalam Suluk Maleman edisi ke-158 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (22/2) malam. Sejumlah narasumber tampak hadir membedah tema menarik tersebut; seperti Helmi Mustofa, Budi Maryono, Muhammad Aniq. Kecuali itu, juga dimeriahkan dengan penampilan khusus oleh Kiai Kanjeng.
Helmi Mustofa menyebut, diri manusia itu sendiri sebenarnya telah menjadi batas. Segala personalitas merupakan batasan yang dimiliki manusia. Baik jenis kelamin, etnik, agama hingga ilmu juga menjadi batasan. Dia mencontohkan, dengan lahir sebagai laki-laki maka akan membatasi untuk tidak menjadi perempuan.
“Tentu manusia juga memiliki keterbatasan pada ilmu. Kanjeng Nabi datang membawa risalah Islam, dan salah satu yang digencarkan adalah pentingnya ilmu, agar manusia menyadari ada ilmu yang jauh lebih luas dari yang dipahaminya,” terangnya.
Mengembangkan ilmu adalah memperluas cakrawala pandang. Dengan cara tersebut, Islam mengajak manusia untuk menerobos batas yang lahir dari kesempitan pandang.
“Seringnya kita merasa upaya kita sudah sampai batas. Padahal belum tentu,” terangnya.
Budayawan asal Semarang, Budi Maryono menambahkan, meski manusia memiliki batasan seperti tidak bisa terbang. Namun manusia bisa membuat alat untuk terbang. Upaya pengembangan diri itu menjadi bentuk menerobos batasan yang dilakukan manusia.
“Sebenarnya kita tidak tahu sampai mana batasan itu. Misal kita berusaha tiga kali dan berhenti itulah batasan kita. Tapi jika ternyata setelah tiga kali masih mau berupaya lagi hingga tujuh kali, bisa jadi batasan kita sebenarnya tujuh kali itu. Manusia tetap ada batasnya. Namun untuk tahu batasnya kita hanya perlu terus mencoba,” ungkapnya.
Muhammad Aniq menambahkan bahwa Imam Ghozali melihat ada tiga karakteristik batasan dalam mengenal diri. Yakni fitrah illahiah, tarbiyah, dan riyadhoh. Fitrah illahiah bisa dilihat dari potensi yang dipengaruhi oleh leluhur.
“Istilah modern menyebutkan seperti gen. Biasanya ada potensi dari leluhur yang menurun atau ikut berpengaruh dari diri kita. Dengan mempelajarinya tentu kita bisa meningkatkan potensi tersebut,” ungkapnya.
Dia menambahkan, tarbiyah merupakan proses transfer ilmu dari orang lain ke diri. Dengan menyadari hal itu maka bisa dipilah apakah pengetahuan yang dimiliki benar-benar intuitif ataupun titipan pengetahuan dari orang lain.
“Kemudian ada riyadhoh atau keinginan untuk menjadi. Seperti saat kita tiba-tiba menyadari kesalehan orang lain kemudian kita tiba-tiba memiliki keinginan untuk berupaya ikut mendekatkan diri pada Allah,” tambahnya.
Dia menyebut situasi pengetahuan manusia dipengaruhi ketiga karakteristik tersebut. Dengan melakukan sesuai kesadaran diri, maka manusia dapat menerobos dari batas ragawi menuju yang ruhani.
Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut manusia berbeda dengan binatang. Hampir seluruh unsur pembentuk pengetahuan manusia tentang diri dan lingkungannya adalah hasil internalisasi dari luar.
“Hewan begitu dilahirkan secara tanpa perlu diajari sudah bisa membuat sangkarnya sendiri. Namun manusia harus melalui proses berlatih terus menerus untuk memahami dan menguasai sesuatu. Artinya, manusia dibentuk oleh pengetahuan dan pendidikannya,” ungkapnya.
“Tak mengherankan bahwa salah satu hadits Nabi yang terkenal adalah bahwa beliau tidak diutus kecuali untuk meluhurkan kemulian-kemuliaan akhlak,” jelas Anis.
Akhlak adalah hasil internalisasi dan latihan terus-menerus yang melahirkan kebiasaan yang melekat pada manusia; yang akan menjadi kesadaran intuitifnya. Kesadaran inilah yang menurut Daniel Kahneman, pemenang nobel untuk bidang psikologi, menentukan 95% keputusan yang kita ambil dalam hidup.
“Salah satu nasihat yang baik adalah tombo ati yang konon dari Sayidina Ali. Dalam nasihat tersebut dianjurkan untuk membaca Al Qur’an berikut maknanya. Dengan memahami makna, artinya kita memahami bahasa; dan bahasa adalah alat penyimpan seluruh pengetahuan manusia. Sehingga dengan memahami makna, kita bisa menerobos batas pemahaman yang mungkin telah menyempit atau tereduksi, dan akan membawa kita ke proses internalisasi yang lebih tepat,” ujarnya.
Pesan kedua mengisyaratkan salat malam. Anis menekankan bahwa malam hari berasosiasi dengan sunyi, dengan kejernihan; situasi yang paling baik untuk terhubung dengan keberadaan semesta, yaitu Allah. Sementara pesan ketiga, mengisyaratkan bahwa karena pola pikir dan tindakan akan banyak dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, maka berkumpul dengan orang-orang soleh akan memberi kita pengaruh untuk juga berbuat kebaikan. Secara bahasa, soleh memang bermakna orang yang selalu memperbaiki diri.
“Pesan keempat puasa. Persoalan dunia kerap berawal dari perut. Faktanya beragam hormon yang mempengaruhi hidup manusia diproduksi di perut, dari makanan yang kita konsumsi. Sehingga dengan puasa manusia dapat menemukan keseimbangan untuk mengontrol nafsunya. Sementara dzikir selain bermakna mengingat Allah, juga bermakna mengingat sejarah perjalanan diri. Lewat dzikir malam kita bisa bermuhasabah, apa yang baik apa yang buruk, mana yang haq mana yang bathil yang selama ini telah kita kerjakan,” ungkapnya.
Suasana Suluk Maleman malam itu terasa agak sedikit berbeda dengan kehadiran Kiai Kanjeng. Lewat nomor-nomor musiknya, Kiai Kanjeng berhasil membangun suasana khusyuk dan gembira berselang-seling. Dalam kaitan ini, Anis mengatakan bahwa kekuatan Jawa khususnya, dan Indonesia umumnya, adalah enegi kreatifnya yang luar biasa. Dan Kiai Kanjeng menurut Anis adalah bukti nyata bahwa energi kreatif tersebut masih ada dan hidup sampai kini. (*)

Keterangan foto: Penampilan Kiai Kanjeng dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Menerobos Batas’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (22/2) kemarin.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerdin Zona 7, Lembaga Ma'arif NU Diajak Berani Go Internasional

    Rakerdin Zona 7, Lembaga Ma’arif NU Diajak Berani Go Internasional

    • calendar_month Ming, 12 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Temanggung – Bertempat di Hall KBIHU Babussalam NU komplek INISNU Temanggung, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 7, Ahad (12/1/2025). Ketua LP Ma’arif PCNU Temanggung Drs. H.Yusuf Purwanto, M.Ag., mengatakan atas nama panitia penyelenggara, pihaknya mengucapkan selamat datang […]

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, MA Tarbiyatul Banin Adakan Lomba Parade Puisi

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    WINONG – Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatul Banin, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati mengadakan Lomba Parade Puisi di halaman sekolah setempat, Jumat (28/10). Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2022. Peserta merupakan perwakilan masing-masing kelas X, XI dan XII. Dalam kesempatan itu, Kepala MA Tarbiayatul Banin, Lailatul Fitriyah, S.Pd menyampaikan, selain untuk […]

  • LP Ma’arif NU Jateng Bidik 6.000 Peluang Pelatihan dan Sertifikasi bagi Lulusan SMK

    LP Ma’arif NU Jateng Bidik 6.000 Peluang Pelatihan dan Sertifikasi bagi Lulusan SMK

    • calendar_month Sab, 8 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.629
    • 0Komentar

    SEMARANG, 8 Agustus 2026 — Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU tidak hanya siap memasuki dunia kerja di dalam negeri, tetapi juga mampu berkompetisi di pasar kerja global. Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan kolaborasi antara LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Kementerian […]

  • PCNU-PATI Photo by Malik Skydsgaard

    Fenomena Prostitusi dalam Perspektif Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prostitusi didefinisikan sebagai pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan atau pelacuran. Aktifitas seksual yang terjadi dalam prostitusi bukan lahir karena hubungan sah suami-istri, melainkan karena adanya transaksi “penjual” dan “pembeli”. Dari sini sudah jelas sekali, bahwa prostitusi merupakan praktik bisnis perzinaan berbayar […]

  • PCNU-PATI

    Setelah Jepara, Giliran Lazisnu Grobogan Bantu Korban Bencana Pati

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PATI – Di tengah maraknya bencana yang terjadi di Indonesia, tingkat kepedulian masyarakat menjadi meningkat. Bahkan sebagian masyarakat tergerak merogoh kocek lebih dalam untuk membantu sesamanya yang menjadi korban bencana.  Bantuan yang datang pun beragam, mulai dari uang, sembako, pakaian layak pakai. Justru, menurut pantauan Lazisnu Pati, bantuan non-tunai inilah yang dibutuhkan korban yang […]

  • RMI PCNU Pati Disambangi RMI PWNU

    RMI PCNU Pati Disambangi RMI PWNU

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

      Pati – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati disambangi RMI PWNU Jawa Tengah, Rabu (11/6/2025) malam. Sambangan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso. Ketua RMI PCNU Pati, KH. Muhammad Liwa’ Uddin, mengatakan bahwa terdapat beberapa kegiatan dalam sambangan itu. Pertama, koordinasi antara pengurus RMI PWNU dengan RMI PCNU kaitannya dengan […]

expand_less