Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
  • visibility 345
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Batasan terkadang memberi tantangan bagi manusia. Ada tantangan yang tak boleh dilewati namun ada pula yang bisa diterobos untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Kesadaran itulah yang penting dibangun dalam pembentukan diri.
Persoalan “Menerobos Batas” dipilih sebagai tema dalam Suluk Maleman edisi ke-158 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (22/2) malam. Sejumlah narasumber tampak hadir membedah tema menarik tersebut; seperti Helmi Mustofa, Budi Maryono, Muhammad Aniq. Kecuali itu, juga dimeriahkan dengan penampilan khusus oleh Kiai Kanjeng.
Helmi Mustofa menyebut, diri manusia itu sendiri sebenarnya telah menjadi batas. Segala personalitas merupakan batasan yang dimiliki manusia. Baik jenis kelamin, etnik, agama hingga ilmu juga menjadi batasan. Dia mencontohkan, dengan lahir sebagai laki-laki maka akan membatasi untuk tidak menjadi perempuan.
“Tentu manusia juga memiliki keterbatasan pada ilmu. Kanjeng Nabi datang membawa risalah Islam, dan salah satu yang digencarkan adalah pentingnya ilmu, agar manusia menyadari ada ilmu yang jauh lebih luas dari yang dipahaminya,” terangnya.
Mengembangkan ilmu adalah memperluas cakrawala pandang. Dengan cara tersebut, Islam mengajak manusia untuk menerobos batas yang lahir dari kesempitan pandang.
“Seringnya kita merasa upaya kita sudah sampai batas. Padahal belum tentu,” terangnya.
Budayawan asal Semarang, Budi Maryono menambahkan, meski manusia memiliki batasan seperti tidak bisa terbang. Namun manusia bisa membuat alat untuk terbang. Upaya pengembangan diri itu menjadi bentuk menerobos batasan yang dilakukan manusia.
“Sebenarnya kita tidak tahu sampai mana batasan itu. Misal kita berusaha tiga kali dan berhenti itulah batasan kita. Tapi jika ternyata setelah tiga kali masih mau berupaya lagi hingga tujuh kali, bisa jadi batasan kita sebenarnya tujuh kali itu. Manusia tetap ada batasnya. Namun untuk tahu batasnya kita hanya perlu terus mencoba,” ungkapnya.
Muhammad Aniq menambahkan bahwa Imam Ghozali melihat ada tiga karakteristik batasan dalam mengenal diri. Yakni fitrah illahiah, tarbiyah, dan riyadhoh. Fitrah illahiah bisa dilihat dari potensi yang dipengaruhi oleh leluhur.
“Istilah modern menyebutkan seperti gen. Biasanya ada potensi dari leluhur yang menurun atau ikut berpengaruh dari diri kita. Dengan mempelajarinya tentu kita bisa meningkatkan potensi tersebut,” ungkapnya.
Dia menambahkan, tarbiyah merupakan proses transfer ilmu dari orang lain ke diri. Dengan menyadari hal itu maka bisa dipilah apakah pengetahuan yang dimiliki benar-benar intuitif ataupun titipan pengetahuan dari orang lain.
“Kemudian ada riyadhoh atau keinginan untuk menjadi. Seperti saat kita tiba-tiba menyadari kesalehan orang lain kemudian kita tiba-tiba memiliki keinginan untuk berupaya ikut mendekatkan diri pada Allah,” tambahnya.
Dia menyebut situasi pengetahuan manusia dipengaruhi ketiga karakteristik tersebut. Dengan melakukan sesuai kesadaran diri, maka manusia dapat menerobos dari batas ragawi menuju yang ruhani.
Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut manusia berbeda dengan binatang. Hampir seluruh unsur pembentuk pengetahuan manusia tentang diri dan lingkungannya adalah hasil internalisasi dari luar.
“Hewan begitu dilahirkan secara tanpa perlu diajari sudah bisa membuat sangkarnya sendiri. Namun manusia harus melalui proses berlatih terus menerus untuk memahami dan menguasai sesuatu. Artinya, manusia dibentuk oleh pengetahuan dan pendidikannya,” ungkapnya.
“Tak mengherankan bahwa salah satu hadits Nabi yang terkenal adalah bahwa beliau tidak diutus kecuali untuk meluhurkan kemulian-kemuliaan akhlak,” jelas Anis.
Akhlak adalah hasil internalisasi dan latihan terus-menerus yang melahirkan kebiasaan yang melekat pada manusia; yang akan menjadi kesadaran intuitifnya. Kesadaran inilah yang menurut Daniel Kahneman, pemenang nobel untuk bidang psikologi, menentukan 95% keputusan yang kita ambil dalam hidup.
“Salah satu nasihat yang baik adalah tombo ati yang konon dari Sayidina Ali. Dalam nasihat tersebut dianjurkan untuk membaca Al Qur’an berikut maknanya. Dengan memahami makna, artinya kita memahami bahasa; dan bahasa adalah alat penyimpan seluruh pengetahuan manusia. Sehingga dengan memahami makna, kita bisa menerobos batas pemahaman yang mungkin telah menyempit atau tereduksi, dan akan membawa kita ke proses internalisasi yang lebih tepat,” ujarnya.
Pesan kedua mengisyaratkan salat malam. Anis menekankan bahwa malam hari berasosiasi dengan sunyi, dengan kejernihan; situasi yang paling baik untuk terhubung dengan keberadaan semesta, yaitu Allah. Sementara pesan ketiga, mengisyaratkan bahwa karena pola pikir dan tindakan akan banyak dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, maka berkumpul dengan orang-orang soleh akan memberi kita pengaruh untuk juga berbuat kebaikan. Secara bahasa, soleh memang bermakna orang yang selalu memperbaiki diri.
“Pesan keempat puasa. Persoalan dunia kerap berawal dari perut. Faktanya beragam hormon yang mempengaruhi hidup manusia diproduksi di perut, dari makanan yang kita konsumsi. Sehingga dengan puasa manusia dapat menemukan keseimbangan untuk mengontrol nafsunya. Sementara dzikir selain bermakna mengingat Allah, juga bermakna mengingat sejarah perjalanan diri. Lewat dzikir malam kita bisa bermuhasabah, apa yang baik apa yang buruk, mana yang haq mana yang bathil yang selama ini telah kita kerjakan,” ungkapnya.
Suasana Suluk Maleman malam itu terasa agak sedikit berbeda dengan kehadiran Kiai Kanjeng. Lewat nomor-nomor musiknya, Kiai Kanjeng berhasil membangun suasana khusyuk dan gembira berselang-seling. Dalam kaitan ini, Anis mengatakan bahwa kekuatan Jawa khususnya, dan Indonesia umumnya, adalah enegi kreatifnya yang luar biasa. Dan Kiai Kanjeng menurut Anis adalah bukti nyata bahwa energi kreatif tersebut masih ada dan hidup sampai kini. (*)

Keterangan foto: Penampilan Kiai Kanjeng dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Menerobos Batas’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (22/2) kemarin.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

      DKAC CBP KPP Kec. Trangkil sukses gelar kegiatan Pendidikan Kaderisasi tingkat pertama DIKLATAMA selama 2 hari 28-29 Januari 2021. Kegiatan yang berlokasi di TPQ Uswatun Hasanah Asempapan Trangkil Pati, di ikuti 28 peserta yang berlangsung dengan khidmat. Mengangkat tema “Refitalisasi Roh Loyalitas dan Militansi, Menyongsong Kader CBP  KPP bela NKRI” Bertujuan untuk mengkokohkan militansi […]

  • PCNU-PATI

    Kubah

    • calendar_month Jum, 25 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Pada tahun 1977, sebuah cerita pendek yang berjudul Jasa-Jasa Buat Sanwirya memperoleh Hadiah Harapan Sayembara Kincir Emas Radio Nederlands Wereldomroep. Lalu pada tahun 1980, novel karangannya yang berjudul Kubah memenangkan hadiah Yayasan Buku Utama. Selanjutnya tiga novelnya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985), dan Jentera Bianglala (1986) meraih hadiah Yayasan […]

  • Launching & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    Launching & Bedah Buku Infografis Masjid Kajen

    • calendar_month Kam, 16 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Pati. Perpustakaan Mutamakkin Kajen Pati mengadakan bedah buku Buku Infografis Masjid Kajen karya M. Zuli Rizal acara bertempat di gedung perputakaan Mutamakkin Kajen Pati, kemarin. Dalam kesempatan ini penulis bercerita tentang mengenai latar belakang dan tujuan penciptaan karya Buku Infografis Masjid Kajen bersama para santri dan pelajar Kajen. “ Melalui buku ini, kami mewedar mengenai […]

  • Ma’arif NU Jateng akan Gelar Istighotsah Bersama Habib Umar Muthohar

    Ma’arif NU Jateng akan Gelar Istighotsah Bersama Habib Umar Muthohar

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    R. Andi Irawan, ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah SEMARANG-LP Ma’arif NU Jawa Tengah menampakkan kepeduliaannya terhadap penyebaran Covid-19 yang belum juga reda. Salah satunya adalah melalui istighotsah dan doa bersama.  Rencananya, Sabtu (17/7) mendatang, Lembaga NU yang membidangi pendidikan tersebut akan melaksanakan istighotsah secara virtual.  Jika tidak ada halangan, kegiatan yang disiarkan melalui […]

  • LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur'an Gembong

    LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur’an Gembong

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU  Kabupaten Pati menggelar kegiatan pembinaan pertanian di Pesantren Nurul Quran Gembong, Jumat (24/1/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Ketua LPPNU Pati, Sutrisno, dan Instruktur Pelatihan, K. Ali Mustofa. Mereka memberikan materi tentang pentingnya melinial mengenal pertanian. Mulai dari cara olah tanah, menanam cabai, sawi, tomat, […]

  • PCNU - PATI

    Nur Khoiriyah, Terpilih Menjadi Ketua KOPRI

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Pati. Nur Khoiriyah, terpilih sebagai Ketua KOPRI PC PMII Pati masa khidmah 2022-2023 pada Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PMII Pati di aula bertempat di SMA Muria, 2/7 beberapa waktu lalu. Konfercab merupakan forum tertinggi di level kepengurusan cabang PMII yang meliputi penyampaian LPJ kepengurusan sebelumnya, merumuskan organisasi yang nantinya akan dibawa pemilihan ketua yang baru. […]

expand_less