Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Imaratul Masjid Butuh Kekompakan

Imaratul Masjid Butuh Kekompakan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
  • visibility 495
  • comment 0 komentar

Pati. Nadhir Masjid mempunyai tugas mempersatukan seluruh warga masyarakat untuk memakmurkan masjid. Nadhir Masjid harus aktif mengadakan rapat untuk menyatukan berbagai pandangan yang tidak sama. Dengan langkah langkah nyata nadhir Masjid insya Allah mampu meramaikan masjid sebagai Baitullah yang harus dimuliakan.
Jangan sampai perbedaan dibiarkan karena akan menjadi bola liar yang berbahaya bagi imaratul Masjid dan persatuan masyarakat.
Masjid sebagai tanah wakaf utama harus diintifa’kan (dimanfaatkan secara optimal) untuk ibadah ritual, mengkaji ilmu, ibadah sosial, dan lain-lain.
Oleh sebab itu, Kekompakan dan kebersamaan menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditawar-tawar.
Jamal, mengemukakan apabila masjid di daearah-daerah dapat makmur maka kesejahteraan masyarakat akan ikut sejahtera. Karena dalam hal ini, masjid menjadi induk berbagai macam kegiatan keagamaan.


  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • Semarak Pesantren Ramadhan di MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah Pati, Integrasikan Kurikulum Madrasah dan Pondok

    Semarak Pesantren Ramadhan di MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah Pati, Integrasikan Kurikulum Madrasah dan Pondok

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.080
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id — Nuansa religius menyelimuti lingkungan MTs Madrasatul Qur’an Salafiyah di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Madrasah yang terintegrasi dengan Pondok Pesantren Bunyanun Marshush ini kembali menggelar program Pesantren Ramadhan dengan konsep pembinaan penuh selama 24 jam. ​Program ini mengusung visi mendalam: menyatukan aktivitas akademik madrasah dan spiritualitas pesantren dalam satu napas […]

  • Pertama di Indonesia  PC IPNU IPPNU Pati Suskes Gelar Akreditasi

    Pertama di Indonesia PC IPNU IPPNU Pati Suskes Gelar Akreditasi

    • calendar_month Jum, 19 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

      Pati PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati sukses menyelenggarakan kegiatan akreditasi pada Kamis (19/2/2021) di Kecamatan Tayu. Ini merupakan akreditasi pertama yang dilakukan oleh IPNU IPPNU di Indonesia.  Mohammad Salman, ketua PC IPNU Kab. Pati mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah dilakukan kegiatan klasterisasi di bulan Januari dan bulan Februari ini agendanya dilaksanakan akreditasi terhadap pimpinan ranting, […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke-166 kembali mengulik hal-hal yang menarik. Lewat tema “Sejarah Dimulai Dari Rumah”, yang digelar pada Sabtu (18/10) ngaji budaya tersebut memantik persoalan keberadaan sosok ibu sebagai pusat peradaban. Bagi Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, hadits “surga di bawah telapak kaki Ibu” tak hanya untuk dilihat dari sisi seorang anak ke […]

  • MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

      Ketua MWC NU Kayen, Aris Sutopo (kiri) didampingi Camat dan Kapolsek setempat JAKENAN – MWCNU Jakenan bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) gelar manakiban dan doa bersama dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021, Kamis malam (21/10). Acara yang dilangsungkan di  di Pendopo Kantor Kecamatan Jakenan, mulai pukul 19.30 WIB dihadiri […]

  • Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    Kampanye Anti Bullying Menutup Rangkaian MATAMUDA 2026 MTs-MA Manbaul Ulum

    • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.781
    • 0Komentar

    Pati, Sabtu, 18 Juli 2026 – MTs-MA Manbaul Ulum sukses mengakhiri rangkaian kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar Kampanye Anti Bullying yang dikemas melalui kegiatan Jalan Sehat sejauh kurang lebih 1,5 kilometer. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid baru dengan pendampingan bapak dan ibu guru. Sepanjang rute yang dilalui, para […]

expand_less