Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
  • visibility 509
  • comment 0 komentar

Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan Para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi).Aswaja dalam kontek Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’I dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang tasawuf.
            Al-Asy’ari menjadi symbol Aswaja karena dua hal: Pertama, kepercayaan besar umat Islam, khususnya para ulama dari berbagai kalangan kepada Imam Abu hasan al-Asy’ari yang wara’, zuhud, ahli ibadah dan berakhlak mulia. Kedua, kreatifitas dan intensitas para ulama dalam menyebarluaskan madzab Al-Asy’ari.(hal xiv)
            Aswaja mempunyai cirri yang utama yaitu tawassuth (moderasi) antara wahyu dan akal, teks dan konteks vertical dan horizontal, sacral dan profan. Moderasi membutuhkan keterbukaan (iftitah) toleransi (tasamuh) keseimbangan (tawazun) dan tegak lurus memegang dan memperjuangkan prinsip (I’tidal). Cirri-ciri ini melekar dalam pemikiran dan aksi lapangan golongan Aswaja.
            Buku yang bertajuk Ahlussunah Wal-Jama’ah memncoba menjabarkan tentang studi komprehensif atas teoleogi al-Asy’ari dan Al-Maturidi yang memiliki sedikit perbedaan dalam beberapa permasalahan. Meskipun demikian al-Asy’ari dan Al-Maturidi  keduanya bertemu pada titik yang sama yakni mengintegrasikan antara dalil naqli dan a’qli secara bersamaan. Penggunaan dalil akal tidak menjauhkan kelompok ini dari dalil al-Quran, justru menguatkan dan memudahkan umat untuk menyerap dengan mudah pemahaman tentang Ahlussunah. Dari sinilah tampak bahwa Ahlussunah adalah firqoh yang moderat (tawassuth), berada diantara golongan mu’tazilah yang selalu mengedepankan akal dan golongan musyabihah dan mujassimah yang selalu terikat dengan dzahir dari nash.(hal 33)
            Terlepas dari semua itu, penulis sudah mampu mengutarakan tentang pemikirannya terhadap pemahaman Ahlussunah wal jamaah melalui studi komprehensif atas teoleogi al-Asy’ari dan Al-Maturidi; penulis membuktikan kebenaran teologi al-Asy’ari dan Al-Maturidi melalui biografi Abu al-Hasan-al Asy’ari yaitu sebagai ulama yang pernah mengangkat biografinnya adalah al-Hafidz Abu- al-Qosim Ibn Asakir (dalam kitabnya Tabyin kadzibi al-Muftary) dan Tajuddin as-Subky (ath-thabaqot). (hal 79)
            Sebelum melepaskan diri dari muktazilah ia sempat belajar ilmu kalam dari Muhammad bin Abdul Wahab al-Jubbai, tokoh Muktazilah di zamannya. Kemudian masuk kota Baghdad, di kota tersebut ia belajar berbagai disiplin ilmu. Ilmu hadist dari Zakariya bin Yahya al-Siji, ilmu fiqih dari Abu Ishaq al-Marwazy, Muhamad bin Yaqub al-Muqri dan sanad keilmuannya sampai kepada Imam Syafi’i.
            Selanjutnya adalah biografi Imam Abu Manshur al-Maturidi, yang di juluki sebagai Imam al-Huda, meninggal  pada tahun 333 H di Samarkand. Sebagai ulama dari kalangan hanafiyyah yang mengangkat biografinya adalah Imam Majduddin Abu al Nada Isma’il in Ibrahim al-Hanafi dalam kitab al-Ansor. Dan berhasil melahirkan karya yang fenomenal yaitu, kitab al-tauhid, kitab takwilat al-Qur’an kitab Maqolat. (hal 83)
            Penulis mampu memberikan gambaran-gambaran sekilas tentang pemikirannya. Hal ini di tandai dengan penguasaan materinya. Terlebih lagi buku ini layak menjadi konsumsi bagi siapa saja yang ingin memahami Ahlussunah wal Jamaah. Tabik. (Penulis Bergiat di Tadarus Buku)  
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Marcel Strauß

    Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai […]

  • Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    Momen HSN, Santri RF Tuntaskan 100 Khataman al Qur’an

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    GEMBONG-Yayasan Pendidikan Islam Raudlatul Falah (RF) Desa Bermi Kecamatan Gembong menggelar khataman al qur’an untuk merayakan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. bukan khataman biasa, namun sebanya seratus kali khataman al qur’an bin nadlor digelar oleh yayasan asuhan KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz ini. Pidato Dewan Pengurus Yayasan Raudlatul Falah Bermi oleh Astadi Aslam dalam rangka […]

  • PCNU-PATI

    Resiko Menikah Dini

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu kota Pati dihebohkan dengan berita viral bayi hilang. Selang dua hari berikutnya, terungkap fakta bahwa bayi tersebut dibunuh dan dibuang oleh ayahnya sendiri. Mengutip dari banyak media, motif sang ayah adalah karena merasa kesal dengan tangisan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ayah dari anak ini […]

  • PCNU-PATI

    Belajar Merdeka

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Rutinitas setiap malam  tanggal 17 Agustus adalah tirakatan, perayaan, memeriyahkan, sebagai wujud kebahagiaan, atas terlepasnya penjajahan dan memperingati para pejuang yang rela berkorban, jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan negara kita, Indonesia. Apabila di tahun ini saya dan Anda telah merayakan kemerdekaan ke 77 tahun, usia yang tak lagi muda, […]

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin, Bambang Mursito dan Nur Cahyo dalam NgAllah Suluk Maleman “Bersama Kita Gila” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (20/6).

    Suluk Maleman Kali ini Membahas Bangsa Yang Kehilangan Kuda Kuda

    • calendar_month Ming, 21 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.991
    • 0Komentar

    Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah lama menjadi menjadi bagian hidup bangsa. Nilai-nilai yang secara diametral bertentangan dengan nilai yang dibawa penjajah. Perenungan itu muncul saat digelarnya Ngaji Budaya Suluk Maleman yang digelar […]

  • Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

    Intelektual dan Karir Sosial KH. Ahmad Nafi’ Abdillah

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Kedalaman ilmu, kebeningan hati, keagungan moral, dan kearifan hidup tidak lahir tiba-tiba. Ia membutuhkan asupan ilmu, bimbingan rohani, dan pancaran cahaya Ilahi dari orang-orang di sekitarnya. Peran keluarga dan lingkungan sangat vital untuk membentuk pribadi agung di atas. Salah pribadi agung tersebut adalah KH. Ahmad Nafi’ Abdillah. Beliau lahir dari lingkungan keluarga yang sangat religius, […]

expand_less