Iklan
Fatwa

Safari di Malam Hari, Sholat Subuhnya Bagaimana ?.

 Si Amelakukan perjalanan Pati-Surabaya, perjalanan tersebut sengaja ditempuh Apada malam hari, padahal dia sudah tahu setelah sampai tujuan nanti dia tidak akan bisa melakukan sholat subuh pada waktunya karena waktunya sudah habis. 

Iklan

Pertanyaan :

 Bagaimana  caranya Amelakukan sholat subuh pada waktu dia masih dalam perjalanan ?

 

Jawaban : Tafsil,

ü  Apabila A bisa turun, maka ia harus melakukan sholat subuhnya secara sempurna (syarat dan rukunnya terpenuhi).

ü  Dan apabila A tidak bisa turun, maka rinciannya adalah sebagai berikut :

·         Apabila menggunakan kendaraan darat, maka ia tidak boleh mengakhirkan sholat keluar waktunya, tapi wajib melakukan sholat lihurmatil waqti (untuk menghormati waktu) sesuai dengan kemampuannya. Dan apabila mobil bisa berhenti sedangkan ia dapat melakukan sholat secara sempurna syarat dan rukunnya, maka sholatnya sah dan tidak wajib mengulangi (i`adah) menurut qoul Ashoh. Dan untuk sholat lihurmatilwaqti wajib i`âdah.

·         Apabila menggunakan perahu/kapal laut dan ia bisa melakukan sholat dengan sempurna (menghadap qiblat, sesuci dll.), maka sholatnya sah dan tidak wajib i`âdah baik dalam keadaan berhenti atau berjalan.

·         Apabila menggunakan kapal udara atau pesawat terbang, maka ia harus sholat lihurmatilwaqti pada waktunya dan wajib i`âdah.

 

Referensi :

& I`ânah at-Thâlibin, vol. 1 hal. 124

& Is`âd ar-rofîq, vol. I hal. 84

& Kifâyah al-akhyâr, vol. 1hal. 95

& Nihâyahal-Muhtâj, vol. 1 hal. 434

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button