Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan Ramah Lingkungan

Ramadan Ramah Lingkungan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
  • visibility 488
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Pertanyaannya, apakah Ramadan yang selalu hadir tiap tahunnya harus dikotori dengan praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan? Kudune sih boten nggeh! Jangan ya dek, Ya. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, Ramadan menjadi waktu yang sangat baik untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Selama bulan suci ini, umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah puasa, mengendalikan diri, dan meningkatkan amal ibadah. Namun, Ramadan juga memberikan kesempatan untuk merenung tentang bagaimana kita dapat menjaga lingkungan, karena Islam mengajarkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman.

Kebersihan adalah Iman

Saya menyebut, kebersihan adalah keimanan itu sendiri. Dalam ajaran Islam, kebersihan bukan hanya suatu kewajiban fisik, tetapi juga merupakan bagian dari spiritualitas. Rasulullah SAW bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya soal tubuh dan rumah yang bersih, tetapi juga menyangkut lingkungan tempat kita hidup. Oleh karena itu, menjaga kebersihan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk saat Ramadan.

Pertama, menghindari sampah dan pemborosan selama Ramadan. Salah satu tantangan yang sering kita hadapi selama Ramadan adalah pengelolaan sampah. Banyaknya makanan yang disiapkan untuk berbuka puasa, seringkali berujung pada pemborosan dan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Padahal, Islam mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam segala hal. Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 31, “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan buruk tersebut. Menghindari pemborosan makanan adalah langkah pertama yang bisa kita lakukan. Alih-alih memasak dalam jumlah besar yang akhirnya terbuang, kita bisa menyiapkan makanan secukupnya sesuai kebutuhan. Hal ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mencerminkan sikap hemat dan peduli terhadap sesama.

Kedua, membuang sampah pada tempatnya: tanggung jawab bersama. Islam dengan tegas melarang umatnya membuang sampah sembarangan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan tempat tinggal serta lingkungan adalah kewajiban. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga menegaskan, “Seorang laki-laki melewati ranting pohon di tengah jalan, lalu dia berkata, “Demi Allah, aku akan menyingkirkan ranting ini agar tidak mengganggu kaum Muslimin.” Maka dia pun masuk surga.” (HR Muslim).

Selama Ramadan, banyak kegiatan yang dilakukan di luar rumah, seperti berbuka puasa bersama di masjid atau acara komunitas. Sebagai umat Islam yang peduli terhadap kebersihan dan lingkungan, kita harus memastikan bahwa setelah acara tersebut selesai, sampah-sampah yang ditinggalkan tidak hanya dibuang sembarangan, tetapi dikelola dengan baik. Menjaga kebersihan tempat-tempat umum dan masjid adalah bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan dan sesama.

Ketiga, menjaga alam sebagai amanah. Islam mengajarkan bahwa bumi dan segala isinya adalah amanah dari Allah yang harus kita jaga. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 164, Allah berfirman, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang bahtera yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah mati (kering), dan Dia menebarkan di dalamnya semua jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti.”

Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, yang mengajarkan kita untuk lebih memperhatikan dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, termasuk nikmat lingkungan hidup. Menjaga kebersihan bumi, mengurangi sampah plastik, dan memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak adalah salah satu bentuk rasa syukur kita terhadap ciptaan-Nya.

 

Praktik Ramadan Ramah Lingkungan

Jika didata, sebenarnya banyak sekali praktik-praktik sederhana yang bisa kita lakukan untuk menerapkan dan mewujudkan Ramadan ramah lingkungan. Pertama, kurangi penggunaan plastik. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama Ramadan sering kali berupa plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan pembungkus makanan. Salah satu langkah sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan membawa wadah sendiri saat membeli makanan untuk berbuka puasa atau sahur. Hal ini mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dan membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Kedua, menyediakan makanan secukupnya. Meskipun berbuka puasa adalah momen yang istimewa, hindari memasak makanan dalam jumlah berlebihan. Perhatikan kebutuhan dan selera keluarga atau tamu yang akan berbuka bersama. Memasak dengan bijak akan mengurangi pemborosan makanan, yang pada gilirannya akan mengurangi sampah yang dihasilkan.

Ketiga, ciptakan lingkungan bersih di masjid. Jika berbuka puasa di masjid atau tempat umum, pastikan kita menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Setelah makan, buang sampah pada tempatnya dan bersihkan area sekitar tempat duduk kita. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah dan sesama jamaah.

Keempat, menggunakan produk ramah lingkungan. Selain mengurangi penggunaan plastik, kita juga bisa beralih menggunakan produk yang ramah lingkungan, seperti peralatan makan yang dapat digunakan kembali atau terbuat dari bahan-bahan alami dan mudah terurai.

Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kesempatan untuk memperbaiki diri, termasuk dalam hal menjaga kebersihan dan merawat lingkungan. Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, dan menjaga kebersihan bumi adalah tanggung jawab kita sebagai umat manusia. Dengan menghindari pemborosan, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjaga lingkungan selama Ramadan, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi yang merupakan amanah dari Allah.

Mari jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk lebih peduli terhadap lingkungan, karena menjaga kebersihan adalah cerminan dari iman yang sejati. Minimal, kita tidak mbladus dan kemproh dalam segala aktivitas selama Ramadan agar benar-benar bulan ini ramah lingkungan. Apakah Anda tahu apa itu mbladus dan kemproh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3-habis)

    Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 3)

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah terpilih lagi sebagai Ketua PCNU Pati masa Khidmat 2024-2029, KH. Yusuf Hasyim segera menyusun program kerja (Proker). Penyusunan Proker ini, menurutnya didasarkan pada evaluasi Lembaga dan Pengurus Harian masa khidmat sebelumnya. Selain pelayanan dan networking, Kiai Yusuf bertekad untuk menjaga aset NU, baik fisik maupun non fisik. “Aset NU itu sangat […]

  • Innalillahi, KH. Zainuddin Djazuli Wafat

    Innalillahi, KH. Zainuddin Djazuli Wafat

    • calendar_month Sab, 10 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    KH. Zainuddin Djazuli, Pengasuh PP. Al Falah Ploso, Kediri sekaligus Mustasyar PBNU KEDIRI-Kabar duka datang dari Kediri, Jawa Timur. Masyayikh salah satu pondok ternama di kota tersebut dikabarkan meninggal dunia.  KH. Zainuddin Djazuli yang merupakan pengasuh PP. Al Falah Ploso, Kediri, berpulang Sabtu (10/7). Kabar duka ini telah menyebar ke berbagai grup whatsapp dan media […]

  • Kenang Mbah Moen, Santri PAATQ Gelar Shalat Ghaib

    Kenang Mbah Moen, Santri PAATQ Gelar Shalat Ghaib

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    GEMBONG-Ribuan Santri Ponpes Anak-Anak Tahfidhul Qur’an (PPATQ) Raudlatul Falah Bermi Gembong menggelar shalat ghaib. Shalat ghaib kali ini ditujukan untuk KH. Maimun Zubair yang tutup usia di Makkah Selasa (6/8) pagi waktu setempat. Sholat ghaib bersama di PPATQ Raudlatul Falah Bermi yang diikuti oleh santri PPATQ Shola ghoib yang diikuti oleh segenap santru dan asatidz […]

  • Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.733
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Purworejo, 30 Oktober 2025, Sebagai wujud tanggungjawab dan bentuk dukungan konkret untuk mewujudkan visi organisasi yang berdaya dan mandiri, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Musyawaroh Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar kegiatan Rapat Koordinasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus penyerahan bantuan dana operasional kepada MKKS SMK Ma’arif NU Jawa Tengah. […]

  • NU Jangan Jadi Macan Ompong

    NU Jangan Jadi Macan Ompong

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Jamal Makmur Asmani* KH. Ubaidullah Shodaqah, Rais Syuriyah PWNU Jateng, saat halal bi halal PCNU Pati (Selasa, 24 Mei 2022) di kantor PCNU Pati memberikan warning kepada seluruh elemen NU agar NU jangan menjadi macan ompong. Besar kuantitasnya, tapi tidak mempunyai kualitas kompetitif yang dibanggakan dan dihormati pihak lain. Sudah saatnya NU […]

  • Momen halal Bi Halal MWCNU Winong, Ranting NU dan Banomnya Sepakat Dukung Penuh Klinik NU HALAL BI HALAL Pratama Rawat Inap

    Momen halal Bi Halal MWCNU Winong, Ranting NU dan Banomnya Sepakat Dukung Penuh Klinik NU HALAL BI HALAL Pratama Rawat Inap

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Winong mengadakan acara Halal Bihalal pada minggu, 20 April 2025. Halal Bihalal yang dilaksanakan bertempat di Gedung Klinik Pratama Rawat Inap NU Winong ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kab Pati KH Yusuf Hasyim, S.Ag, M.SI, Pengurus MWCNU Winong, Muspika Kec Winong, Badan Otonom Muslimat NU, Fatayat […]

expand_less