Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kemampuan yang Berbeda

Kemampuan yang Berbeda

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 9 Des 2022
  • visibility 446
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Beberapa hari yang lalu saya mengajak kekasih pada sebuah tempat. Disana kita sedang menunggu sebuah antrian untuk menanyakan perihal sesuatu pada ahlinya. Kebetulan saya baru pertama kali menghadapi hal semacam ini. Sehingga saya memintanya untuk menemani.

Pada saat menunggu, dia memberi saya masukan perihal apa saja yang harus saya katakan.

“Pokoknya harus ngeyel. Kita kan konsumen. Dan konsumen adalah raja.”

Meski tak sama persis kalimatnya, kira-kira begitu maksud yang dia sampaikan. Dan saya mengangguk tanda mengerti.

Saat nomor antrian saya dipanggil, saya bergegas maju dan menceritakan kronologi secara runtut terlebih dahulu sebelum inti dari hal yang membawa saya kesini saya sampaikan kepada petugasnya. Saya pun mengikuti saran kekasih untuk ngeyel. Namun, petugasnya meminta maaf karena tak bisa membantu banyak. Beberapa kali saya mencoba untuk ngeyel lagi, namun petugasnya tetap berkata tak bisa membantu.

Setelah beberapa detik saya menghadap petugas, akhirnya saya kembali menghampiri kekasih untuk mengajaknya pulang. Dia menanyakan kok cepat sekali. Lalu saya menjelaskan kepadanya bahwa si petugas tak bisa membantu banyak. Tampaknya dia merasa kecewa dan tak puas dengan yang saya sampaikan.

Hingga secara spontan ia berkata, gitu saja kok tak bisa. Saya menghela nafas dan menanggapi perkataannya tersebut dengan perasaan yang sedikit kesal. Saya merasa sudah berusaha dan memang hanya segitu yang saya mampu. Tapi ternyata saya mendapat tanggapan yang begitu dari seorang yang saya sayangi.

Ketika dia mengucapkan hal itu, ada luka yang telah lama saya kubur kembali hadir. Saat kecil saya pernah merasakan hal serupa. Hanya saja berbeda situasi dan keadaan. Dulu saat saya kecil, saya meminta izin kepada bapak dan ibu untuk naik mobil mainan yang ada di alun-alun. Saya dengan rasa penasaran yang tinggi layaknya anak pada umumnya, ingin sekali naik mobil tersebut. Beberapa kali saya diajari oleh petugasnya namun tetap saja tak bisa.

Lalu saat kami perjalanan pulang, bapak berucap, seperti itu saja kok tak bisa. Padahal gampang. Saya merasa diri ini bodoh sekali saat itu. Mengapa saya tak bisa. Waktu itu saya membenarkan ucapan bapak dan menyalahkan diri saya sendiri. Dan karena perasaan menyalahkan diri tersebut, saya selalu merasa was-was dan khawatir dalam bertindak. Inginnya selalu berhasil.

Selama perjalanan proses hidup saya, saya belajar dan mempercayai bahwa setiap orang itu punya keterbatasan yang tak sama dengan yang lainnya. Namun mengapa orang-orang yang katanya menyayangi kita justru terkadang melupakan hal itu. Dan secara tersirat menyalahkan karena tak sesuai harapannya.

Kembali pada cerita awal saya. Saat perasaan kesal dan tak nyaman sedang melanda, saya merenung sebentar. Saya mencoba memahami. Bahwa setiap orang selalu saja pernah melakukan sebuah kesalahan, dan yang pasti setiap orang punya kemampuan dan keterbatasan yang berbeda. Apapun dan bagaimanapun itu.

Saya akan tetap belajar bagaimana menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Karena tak dipungkiri saya pun akan beresiko dapat bertindak spontan seperti yang diucapkan orang-orang yang saya sayangi tersebut. Maka memang benar jika berkehidupan itu ya memang harus mau terus belajar. Belajar dan senantiasa belajar. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiai Zulfa Mustofa Apresiasi Wisuda Pascasarjana IPMAFA Pati yang Gunakan Bahasa Arab

    Kiai Zulfa Mustofa Apresiasi Wisuda Pascasarjana IPMAFA Pati yang Gunakan Bahasa Arab

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.419
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa, memberikan apresiasi tinggi pada pelaksanaan Wisuda Perdana Program Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Arab IPMAFA 2025, yang digelar di Aula 2 Kampus IPMAFA, Sabtu (8/11/2025). Kiai Zulfa menilai bahwa penggunaan bahasa Arab dalam prosesi wisuda merupakan hal yang membanggakan dan mencerminkan ruh pesantren yang melekat kuat pada IPMAFA. […]

  • Mobil Layanan Ummat PCNU Resmi Dilaunching

    Mobil Layanan Ummat PCNU Resmi Dilaunching

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Launching mobil layanan ummat PCNU Pati PATI – Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati telah meluncurkan satu Ambulans dan tujuh Mobil Layanan Umat. Peresmian sejumlah mobil tersebut dilaksanakan di halaman kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Jumat (22/10) siang.  Launching kendaraan yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional itu dihadiri oleh Sekda Jumani, Kapolres Pati AKBP Christian […]

  • Peradaban Minus Manusia

    Peradaban Minus Manusia

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Pati. Genosida di Palestina adalah bukti terang-benderang betapa manusia tak lagi punya malu untuk memamerkan kebiadabannya. “Tidak hanya kehilangan rasa malu, tapi malah aktif mengembangkan beragam narasi untuk membendung empati publik internasional terhadap korban mereka. Mulai dari narasi tentang hak mempertahankan diri sampai anti-semitisme,” demikian ujar Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman […]

  • Raih IPK 4.00, Dian Marta Wijayanti Sah Jadi Doktor Manajemen Pendidikan Lulusan UNNES

    Raih IPK 4.00, Dian Marta Wijayanti Sah Jadi Doktor Manajemen Pendidikan Lulusan UNNES

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar sidang promosi doktor pada Jumat pagi, 26 September 2025. Sidang yang berlangsung di Gedung G Lantai 1 Sekolah Pascasarjana UNNES tersebut menghadirkan promovenda Dian Marta Wijayanti dengan disertasi berjudul “Determinan Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kota Semarang dengan Digital […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawan Thapa

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 3

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Akhirnya, setelah insiden itu, Salman menemukan alasan untuk bertahan hidup di pesantren. Apalagi kalau bukan karena Bu Nyai Maryam—perempuan pemilik kecantikan di atas rata-rata. Bahkan mungkin setiap inchi darinya adalah dambaan setiap wanita. Body S-line, wajah V-line, kulit seputih kapas, mata bulat dengan dua lipatan kelopak mata, hidung tinggi tapi kecil, […]

  • Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    Anggota DPRD Pati Respon Aksi Kadus Mbotok Winong yang Sempat Hina Koin NU

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    PATI – Baru-baru ini sedang ramai terkait adanya dugaan penghinaan terhadap Koin NU yang dilakukan oleh Suharto, seorang Kepala Dusun (Kadus) Mbotok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Pati. Kadus ini sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang mengarah ke suatu penghinaan. Melalui akun Facebook Mangkudiponggolo Putro, Suharto mengunggah kaleng Koin NU dengan caption ”jiwa […]

expand_less